.Nyaman itu jebakan: karena gaji dan rezeki itu berbeda

Screenshot_20181105-082748_Instagram

Senin pagi, kita tahu jalanan itu lebih macet dari kebanyakan, makanya berangkatlah lebih pagi.

Hectic pagi, kita tahu kesiapan bekerja itu dimulai dari awal langkah kaki di kantor, bisa jadi awal kali kamu bangun pagi dan pegang WA Grup Kantor.

Kompetisi pagi, kita tahu cari pekerjaan tidak mudah, organisasi tidak mudah jadi sumber daya manasia (SDM) sesuai kompetensi, psikologi, psikis, kesehatan, investasi sana sini untuk fasilitas dan pengembangan sdm, bersiaplah hadapi dinamika pekerjaan.

Hubungan kerja sehat, berikan pelayanan dengan saling profesional. Staf itu tidak banyak selalu minta jawaban sesama staf, berikan secara bergantian. Jadi bos dadakan itu keluarkan leadership sebagai andalan, petakan mana kebutuhan dan kemampuan.

Pegawai baru tidak selamanya sandang status pegawai baru. Fungsi coaching terkadang tiada, alih-alih dinamika pekerjaan, bisa jadi karena malas memberikan akibat umpan yang tidak berkembang.

Gaji itu pasti diberikan.
Rezeki itu berbeda setiap orang, ada yang pribadi manja dan mandiri, disiplin atau tidak, itu urusan Tuhan. Bukan kita yang menghakimi sesama.

Mantra cuma satu, kita kerja sama orang: saya yang dipindah atau lainnya yang dipindah. Apesnya, tidak ada perpindahan.

*cuci piring pagi2

Advertisements

Melayani Republik!

FB_IMG_1540787126117

Incheon, 17 November 2016 membawa pulang ke Tanah Air

 

Bekerjalah sebaik-baiknya, seolah kita akan mati esok

Senin selalu sendu, rasanya pingin berlama-lama di rumah. Istirahat.

Apadaya kita harus bekerja, karena hidup terus berjalan. Hidup bermanfaat, gunakan ilmu sebaik-baiknya, sekerasnya orang tua berupaya menyekolahkan hingga Perguruan Tinggi.

Berita jatuhnya Lion Air JT610 masih membuat ngilu merinding, banyak Rekan yang harus rela jauh dari keluarganya, menikmati akhir pekan bersama, dan kembali bekerja melayani Republik.

Sama halnya hari Senin pagi selalu saya tengok ruangan pak Bos, Bapak sudah datang belum, lancar berarti penerbangannya. Demikian saat hari Jumat selalu say good bye melepas beliau pulang, rasanya semoga segera lancar penerbangan ketemu keluarga dan anak-anaknya, kita jumpa di kantor nanti.

Inget paling kangen klo Alm. Ayah dinas. Rindunya tak terkira! Namun nasihatnya, semua untuk Republik ini ada logo ini! (Logo Propinsi Jawa Tengah) 😄😅

Usai dua puluh dua tahun yang lalu, ternyata saya yang ditakdirkan meninggalkan Alm. Ayah saat berdinas. Suatu pekan pamit tidak pulang, pekan itu saja.

Dan ternyata menjadi tahun terakhir Idul Fitri Kakak bersama Ayah di Tanah Air.

Kami semua bertugas, mau tidak mau lagi-lagi melayani Republik.

Terima kasih Alm. Ayah ajarkan kami melayani Republik ini! Semoga dengan segenap hati, jadi bekal kita bertemu nanti.

Al Fatihah. untuk para korban jatuhnya Lion Air JT610. Bapak Ibu dan Rekan menjadi gawang pelayanan Republik ini. Semoga khusnul khotimah.

Hati harus teteg untuk bertugas. Hati harus teteg untuk ditinggal bertugas.

Hati yang tangguh kuat untuk berangkat bertugas. Hati yang tangguh kuat untuk ditinggal bertugas.

Sumur Doa: Museum Tsunami Aceh

Screenshot_20181024-222338_Instagram

.Menemukan Allah di Ruang Sumur Doa, yang mana dinding bertuliskan nama-nama korban Tsunami.
Museum Tsunami karya Pak Ridwan Kamil sungguh membantu kami dalam mengenang kembali bencana alam Tsunami, 26 Desember 2004 silam.
Dulu saat itu pagi-pagi alm. Ayah bilang Aceh kena Tsunami, berhari-hari kami menyimak berita baik Tv dan surat kabar. Memori di ruang audiovisual membawa kami mengenang masa menonton tv berita dulu.
Oia kami sedikit kurang beruntung karena under construction akibat angin kencang Kamis kemarin namun lagi-lagi Allahhhhh dengar doa mbatinnya kami: pingin masuk! Ada petugas yang baik hati memperbolehkan masuk ke ruang ‘rahasia hari ini’ namanya ruang sumur doa. Merinding terharu sedih! Banyaaaakkkk sekali nama-nama korban Tsunami. Semoga Allah menghapus dosanya, melapangkan kuburnya. Aamiin!

#SerambiMekahSabangtrip2018 #singlelifetrip bukan dines😆

Just call up my name

FB_IMG_1540394023795.jpg

.You just call up my name, and you know wherever I am, I just running, to see you again!! Terima kasih banyak pak Deputi Komisioner, merelakan isi seminar kitnya! 🤗
.
.
Berikan satu kantong khusus untukmu, setelah mengisi banyak kantong 🤗 Pak Putu, 2010, Bali.

.Karena awal dari bekerja adalah niat ibadah dan energi positif🤗🤗🤗
bismillah still on Duty.
.
.
.#tanteneonduty

Bernyayi: Galih dan Ratna

FB_IMG_1540393766840

.So, how are you?
.Apakabarnya juga?
.Terima kasih banyak hari ini, Allah.
.Terima kasih banyak!

Allah Sebaik-baiknya pengatur😀
Tempat hati kembali pulang😀
.
Dan ketika kami telah berkeliling dunia dengan diri kami sendiri, meraih apa itu asa cita-cita. Selanjutnya tetap sama donga-didonga, topang menopang raihlah ikhtiar tugas terbaikmu untuk Republik ini!
.
.
.Oh galih, oh ratna, cintamu abadi
Wahai galih, duhai ratna, tiada petaka merenggut kasihmu
Oh galih, oh ratna, cintamu abadi
Wahai galih, duhai ratna, tia kmda petaka merengguh kasihmu
.
#alliswellridhoAllah
#homesweethomeya

24 Oktober: Jam Dinding dan Nasihat

20181024_212630.jpg
-Jam Seiko dibeli bersama alm. Ayah saat saya Sekolah Dasar, di Pasar Johar, Semarang

.24 Oktober: Jam dinding puluhan tahun pun mati, waktu berputarnya pun usai.
.

.
.24 Oktober, Selamat hari lahir Alm. Ayah, layaknya tahun-tahun sebelumnya kami semua akan menjadikan hari spesial, dan sibuk menyiapkan makanan dan mencari hadiah terbaik untukmu. Dua tahun belakangan ini telah digantikan dengan kejutan untuk para orang lain. Spiritnya sama, mencari senyum dari orang lain dan lalu lupakan berlalu. Bukankah itu yang Engkau ajarkan. Ketulusan.

.Teringat kado terakhir ulang tahunmu, senang sekali “dibelikan baju Koko dari anak wedok” ekspresi pada Bulik di bangsal RS. Kariadi @_aarch
.
.Kita pun selalu berdiskusi,
24 Oktober dalam belasan tahun terakhir kita bicara tentang cita-cita, Perserikatan Bangsa-Bangsa/ United Nations (UN) pun berulang tahun.
Teringat ekspresi wajahmu mendengarkan keseruan bahan bacaan sekolah tentang UN dan selalu meng-amini untuk naik helikopter logo UN menuju duty station. Dua tahun lalu, nasehat yang tersirat untuk memupuk selalu spirit berkarir di UN dimanapun penempatan Departemen, pesannya anak Hubungan Internasional harus bisa beradaptasi sekalipun berada dibidang Perbankan. Pesannya, Perbankan atau sektor jasa keuangan pun butuh berhubungan internasional, kerjasama tidak lagi melulu pencairan dana bergulir dan koperasi ala karirnya, tidak lagi Hubungan Internasional hanya mengawang-awang perlu juga ada yang membumi. Dan lalu APPROVAL perjalanan dinas Korea Selatan kudapat dari Ayah. Pesannya berangkat, nama baik didapat berkat kerja kerasmu. Berangkat dan carikan gingseng.
.
.24 Oktober 2018 doaku: semoga doa-doa kami sampai padamu, meringankan timbanganmu, Ayah.
.
.
.Al Fatehah. .
At #erhapitukitchen

Tentang Rasa dan Masa Depan…

pikirlah saja dulu hingga tiada ragu agar mulus jalanku melangkah menuju ke hatimu
pikirlah saja dulu hingga tiada ragu agar mulus jalanku melangkah menuju ke hatimu
oooh siapkah kau tuk jatuh cinta lagi

Hai Bil dan Willy,
index
-Ijazah yang telah kembali kepangkuan lepas 4 tahun Ikatan Dinas-

Dalam perjalanan Jakarta-Lombok pekan lalu, tidak sengaja mendengarkan lagu di pesawat. Suara grup vokal ini unik, arasemen, dan liriknya.

Tentang rasa.

Bisa ditebak lagu ini tentang cinta. Iya benar.
Untuk urusan cinta, baiknya kita serahkan pada semesta dan Allah, tugas kita menyambut dengan gembira, memantaskan diri, dan tetap melakukan tugas kita seperti biasa.
Kata pak Habibie, setiap orang sudah ada ‘gula jawa’ tinggal waktunya masing-masing. Pesannya, setiap orang memiliki masa lampau masing-masing, masa depanlah yang akan disusun bersama.

Kembali ke lirik lagunya.
Bagiku, lirik ini memberi pertanyaan kembali pada kita untuk menyakini hati nurani masing-masing: siapkah. pikirlah saja dulu. sebelum mengambil suatu keputusan dan komitmen.

Tetiba terpikirkan tentang ‘rasa’
1. Rasa kepada cintanya Alm. Ayah
Cinta kepada belahan jiwa yang selalu ada di hati, selalu dikirimkan doa dan selalu menemani hari-hari hingga nanti menyusul menutup mata. Energi ini dapat dituangkan dalam setiap langkah, untuk tetap menatap masa depan melanjutkan cita-cita dan harapannya.

2. Rasa membangun cinta
Pikirlah saja dulu hingga tiada ragu agar mulus jalanku melangkah menuju ke hatimu. Mengisi masa kini suka dan duka, mengerti kesibukannya, komunikasi yang lancar, melakukan perjalanan bersama, memberikan ruang dan waktu masing-masing dan lalu kembali istirahat bersama, menyusun masa depan bersama di sisa waktu kita di dunia dan bekal akherat, mendidik anak-anak agar kelak mandiri tanpa kita di sisinya. Impian wajar manusia, ideal.
Hanya Allah Maha Pembolak-balik hati umatNya, Maha Tahu Masa Depan Umat-Nya.

2. Rasa kepada rutinitas sehari-hari
Profesi dan pekerjaan. Siapkan untuk jatuh cinta lagi? Cinta pada apa yang sedang kita lakukan sebagai kegiatan utama? ataukah cinta kepada institusi tempat kita bekerja? Passion? Dilakukan dengan passionate?

Bil dan Willy, kita ada punya Allah untuk kita kembali berdiskusi, memohon bimbingan, dan menemani setiap langkah. Hidup itu bagun pagi untuk bergerak maju ke depan.

Bersyukurlah. Bersyukurlah.

Pikirlah saja dulu hingga tiada ragu agar mulus jalanku melangkah menuju ke hatimu