DREAM JOB: Klasikal PCS I OJK 2014

AHA! Fase pertama dari program Pendidikan Calon Staf OJK Angkatan I Tahun 2014 adalah Klasikal. Program ini dirancang untuk memberikan pemahaman bagi calon staf mengenai core business dari OJK. Kegiatan ini dilaksanakan di LPPI, Jl. Kemang Raya, Jakarta Selatan. Beruntung saat klasikal di LPPI, program PCPM BI Angkatan 35 pun juga berlangsung sehingga dapat menambah rekanan belajar dan sharing knowledge. Berikut beberapa modul yang harus diselesaikan dan diujikan setiap minggu selama klasikal:

1. Pengawasan Perbankan: dalam modul ini kami belajar mengenai seluk-beluk perbankan sebagai bekal melakukan pengawasan perbankan: Risk Based Supervision. Cukup shocked dengan fase awal ini. Jadwal yang padat, materi yang menurut saya cukup berat. Di akhir masa pendidikan ini, saya merasa happy berhasil memahami pondasi dasar pengawasan perbankan. Tips: ibarat gelas, siapkanlah dengan gelas tersebut dalam keadaan kosong untuk diisi air yang baru. Kedua, sering-seringlah berdiskusi dengan teman-teman dan senior.

2. Pengawasan Pasar Modal: dalam modul ini lebih unik daripada pengawasan perbankan (bagi saya). Saya harus lebih catch up untuk memahami dasar pengawasan pasar modal. Model pengawasan pasar modal di Indonesia masih berprinsip pada compliance. Sama halnya dengan pegawasan perbankan, untuk menjalankan fungsi regulator, sudah seharusnya memahami peraturan-peraturan yang terkait bidang diawasi. Jika ingin mengembangkan ilmu di pasar modal dan mengkolaborasikan dengan ilmu HI, sangat menarik menganalisa capital market in Asia or other region terkait ekonomi (politik) internasional. Tips: berdiskusi, praktek Reksa Dana, catch up POJK tentang Pasar Modal.

3. Pengawasan IKNB: modul ini lebih kompleks mengingat Industri Keuangan Non Bank (IKNB) di Indonesia sangat beragam, sehingga membutuhkan efforts luar biasa. IKNB meliputi perasuransian, Dana Pensiun, LJK (pembiayaan, pergadaian etc). Selain efforts, dalam menjalani fase ini ada titik kepasrahan dalam belajar karena kompleksitas core business IKNB -hiks belajarnya banyaaak banget. Tips: luangkan waktu lebih untuk memahami skema bisnis setiap IKNB, didukung oleh peraturan yang mengaturnya, pelajari studi kasus yang sedang berkembang.

4. Stabiitas Sistem Keuangan (SSK): modul ini menjadi topik yang saya senangi. Ekonomi makro menjadi fokus utama dalam modul ini, terkait juga pengetahuan moneter, sistem pembayaran, dan pengelolaan devisa serta kebijakan pajak. Belajar mengenai SSK dan ilmu HI dapat sangat menarik, apa yang saya pelajari selama dibangku kuliah UGM, GSID dan Sophia dapat saya kembangkan. Namun, sangat perlu ruang khusus dalam berdiskusi selain di kelas. Tips: tidak perlu malu untuk procative meminta waktu diskusi kepada senior/ pengajar (sekalipun beliau G7 ya) baik langsung maupun email. Hal ini akan membantu kita dalam mengasah pengetahuan sebagai seorang regulator nantinya, sekalipun di kelas tidak sering dipakai. Kedua, up date selalu berita terkini mengenai Economic Development, yang kemudian dikaitkan dengan ilmu yang ada. Misalnya, saya dapat belajar untuk mengkaitkan dengan ilmu HI yang mana terkait teori Breton Woods System, Dodd-Frank Wall Street Reform and Consumer Protection Act 2010, kebijakan tax AS terkait perbankan di Indonesia etc.

5. Akuntansi: skill mendasar yang sangat penting bagi pengawas adalah akuntansi. Apapun educational background, skill teknis ini wajib dipahami. Bagi  saya, butuh buddy dalam memahami skill ini. Credit to Iffa dan Rahma serta Kakak & Ayah dalam mengajari saya akuntansi. Inilah mengapa saat rekrutmen, akuntansi merupakan skill yang diujikan dalam tes tertulis. Standart akuntansi pun bermacam-macam: perbankan dan IKNB baik syariah ataupun konvensional. “Pelan-pelan sebisanya saja…” they said.

6. Leadership: ini skill yang inherent dimiliki oleh setiap calon pemimpin.

7. English Class: happy dapat kelas Bahasa Inggris -yang mana kalo bayar sendiri pasti mahal. hehehe

8. Etiquette: citra sebagai staf pemegang otoritas dalam jasa keuangan pun diarahkan melalui kelas ini. Kelas ini sangat menyenangkan karena saya dan teman-teman menjadi tahu dasar menciptakan citra profesional. Lumayanlaaah refreshing dengan materi ringan.

9. Protokoler: sebagai bagian dari suatu institusi sudah pasti memiliki culture yang khas dalam keprotokoleran. So far SOP Protokoler OJK tidak jauh-jauh dari Bank Indonesia. Materi ini terlihat ringan, namun jika tidak diperhatikan bisa jadi kita akan salah perlakuan yang belum tahu bagaimana dampaknya (bagi karir kita -pesan pengajar sih). Saya tidak canggung mengingat di institusi sebelumnya SOP UN dan MNC pun juga ketat menurut porsi kebutuhan dan culture masing-masing.

Well done, kegiatan Klasikal telah selesai dengan baik diselesaikan bersama teman-teman terbaik di kelas A PCS OJK Angkatan I OJK. Selain belajar, saya senang menikmati hari bersama teman-teman yang super hebat dan asyiiiik. BAHAGIA. HAPPY. Alhamduillaaaah, terima kasih kelas A.

Untuk mengingat kawan angkatan yang super, TRATA inilah mereka:

A1: Gati, Ratih P, Intan, Amini, Risti, Teto, Dharma, Devi, Sulton, Arsendi

A2: Yudha, Nisa, Dhita, Reza, Manda, Dudi, Rita, Carina, Dedy, Fadli

A3: Martini, Shiela, Sesa, Ratih, Mega, Nostra, Indah, Ebi, Ining, Bagoes, Pipit

A4: Maria, Ayu, Ulima, Rahma, Hendra, Tsara, Andi, Amah, Nia

A5: Desi, Cacha, Deta, Iyan, Willy, Aden, Arif, Malik Mulki, Hanif

A6: Fajar, Dandi, Adit, Cahya, Janggi, Alieta, Rahyang, Ceche, Dimas, Bintaro, Iffa.

Good luck, Kelas A! See you on TOP. 

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s