Mindmap berpacu dengan Waktu

Picture 25

Masjid Agung Al Azhar – Blok M, tempat I’tikaf terfavorite

Time flies so fast. Mindmap yang telah kita buat sudah pasti harus disesuaikan dengan waktu yang terus berjalan. Memastikan dan mengupayakan segalanya sesuai on track itu gampang-gampang sulit, sudah pasti karena kita -manusia bukan Maha Pengatur.

Kembali menyerahkan efforts dan keputusan dalam setiap urusan kepada Allah itu penting. Faktanya tidak mudah untuk legowo menyerahkan pada Allah, bukan? Manusia pasti memiliki ekspektasi, sudut pandang ideal menurut paramater subjektifnya. Ekspektasi itu perlu kita memiliki, namun jika seseorang memaksakan ekspektasinya, egois namanya. Dalam kelas Strategi, saya belajar bagaimana mengelola harapan. Berhati-hatilah dengan harapan… Hingga hari ini, saya pun masih belajar bagaimana mengelola mindmap agar outcomes yang cita-citakan dapat sesuai on track, meskipun tetap harus mitigasi risiko/ketidakberuntungan yang terjadi.

Let it flow menjadi prinsip yang menyenangkan dalam proses dan prinsip Let it Go, the show must go on menjadi suatu energi pembangkit untuk membuka episode baru. “kalo gagal ya endak boleh susah, ayo berhenti menangis…” pesan Ayah saat saya melakukan kepayahan membuat puding coklat, masa Sekolah Dasar. Dalam hidup kita memang harus siap saat hal yang terjadi tidak sesuai on track kita. 

Semenjak lulus dari kampus, 2008, orang tua dan kakak mencoba mengarahkan saya untuk berkomitmen dalam ibadah pernikahan. Hal tersebut saya anggap sebagai formalitas kepatuhan saya kepada beliau semua, masuk kuping kiri keluar kanan, kenalan setelah itu selesai. Bagi saya, urusan hati tidak masuk dalam mindmap dengan target waktu yang bisa tetapkan, karena cinta bisa datang kapan saja dan kita akan secara otomatis memberikan waktu dan ruang untuk kedatangannya karena She/he is the one. Menurut sahabat saya dan kakak, saya egois karena tidak memikirkan Ibu dan Bapak, kebahagiaan mereka dengan belum memberikan ruang hati. Sebaliknya, menurut saya, jika memang ia belum datang dengan pas mengapa kita harus memaksakan? Hal tersebut mulai berubah beberapa minggu lalu di bulan Mei. Menurut saya ini sungguh diluar jangkauan dan prediksi saya, saya merasakan adanya keyakinan dan keberanian untuk memohon kepada Allah tentang ibadah satu ini.“Terimakasih sudah diberi jalan berkenalan, Allah” -batin dalam rasa syukur.

Pengalamanku, Allah ingin melihat seberapa mau dan mampu kita ‘menyerahkan’ urusan jodoh padaNya. Dan yakinlah kalau Allah selalu memilihkan jodoh yang ‘setara’ dengan kita. -Bela, KAGAMA IP 2005, said

Secara logika, bisa sangat tidak mungkin mengingat tidak banyak history bersama sebelumnya. Namun adanya hal yang terasa luar biasa, semoga jika memang jalanNya, semoga dilancarkan. Ikhtiar. I’tikaf. Ikhlas. Marriage should forever, family, bonded, yet all still free. Bismillah.

…dibantu doa dari sini semoga didekatkan.

…Bawa dalam doa ya, tante.

…inshallah pilihan baik, Tih.

…kalo serius, yaa pelan-pelan, dek. Hahaha.

…ya just be yourself, dek. jagoan hrd yaa.

#singing#Phillip Phillips#Gone, Gone, Gone# like a drum, baby, don’t stop beating. Like a drum my heart never stops beating for you. And long after you’re gone, gone, gone. I’ll love you long after you’re gone, gone, gone. Give me reasons to believe. That you would do the same for me. And I would do it for you, for you. Baby, I’m not moving on

 

-Ratih, Bidakara, Juni 2014

 

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s