BEYOND UNIVERSITY (PART I)

Picture 23

“I know that we all think we’re immortal, we’re supposed to feel that way, we’re graduating.The future is and should be bright, but, like our brief four years in high school, what makes life valuable is that it doesn’t last forever, what makes it precious is that it ends. I know that now more than ever. And I say it today of all days to remind us that time is luck. So don’t waste it living someone else’s life, make yours count for something. Fight for what matters to you, no matter what. Because even if you fall short, what better way is there to live?” -Gwen’ s Graduation Speech, The Amazing Spiderman 2, 2014

Bersyukur dapat menempuh pendidikan di perguruan tinggi sesuai DREAM. Teringat bagaimana bersyukurnya patuh pada saran Bapak/ Ibu Guru untuk mengikuti lomba-lomba Debat dimasa SMA ternyata hal tersebutlah yang mampu mengantarkan takdir saya untuk lolos seleksi penerimaan bibit unggul UGM, 2005. Pilihan jurusan Hubungan Internasiona itu simpel, ingin menjadi Diplomat agar dapat melakukan perjalanan di luar Tanah Air tercinta. Meski akhirnya orientasi saya berbelok, fokus pada keluarga nantinya.

University: University can teach you skill and give you opportunity, but it can not teach you sense, nor give you understanding. Sense and understanding are produced within one’s soul. – C. Joybell C

Sepanjang Agustus 2005 – Oktober 2008 merupakan masa-masa menyenangkan dalam personal development dan keilmuan saya. Jogja sungguh memberikan kontribusi positive. Saya bertemu teman-teman dari berbagai komunitas. FSG Rs. Sardjito, untuk pertama kalinya saya terjun dan merasakan bagaimana adik-adik penderita Leukimia tetap ceria. Bersama Ibu Alida Assegaf saya diperkenalkan oleh komunitas tsb. Kami melakukan kegiatan pendampingan anak-anak penderita Leukimia dengan kreativitas tangan, bernyanyi bersama dan mendongeng. Saya dibantu bersama teman-teman FOSMA ESQ 165 Yogyakarta dalam kegiatan FSG tsb. Sebelumnya saya mengenal ESQ Leadership 165 karena kebetulan pada saat itu sedang booming. Jogja terasa lebih sempit karena alumni ESQ. Kegiatan di ESQ 165 dan FSG mengisi hari-hari saya di luar dunia kampus. Kembali pada kehidupan kampus, ditahun pertama saya tidak diperkenankan oleh kakak untuk aktif dalam kegiatan kampus. Praktis, saya baru terlibat dalam KOMAHI ditahun kedua saat Jogja Gempa 2006. Bersama teman-teman HI dan dosen-dosen di PSKP UGM kami melaksanakan program Askadol (Ayo Sinau Karo Dolanan). Kami tinggal selama tiga bulan di dalam tenda bersama adek-adek korban gempa untuk melakukan trauma healing pada mereka. Lokasi tenda kami di Jetis, Bantul. Alhamdulillah niat baik pasti diberi hadiah oleh Allah, kegiatan kami diperbolehkan oleh rektorat sebagai KKN Gempa UGM 2006. Artinya, saya akan menghemat masa studi.

Pada semester 6 saya bersama Virga dan Tika memberanikan diri untuk mengajukan proposal skripsi. Kebetulan Tika merupakan teman dalam program Askadol. Kami ingin lulus lebih cepat. Perjalanan skripsi dimulai, minat topik skripsi saya sesuai dengan Bapak Muhadi Sugiono. Banyak orang bercerita beliau sangat pandai sekali, strict dan detail. Mengingat saya bukan mahasiswa outstanding yang mengambil mata kuliah beliau kecuali kelas Globalisasi, agak berdebar. Just let it flow, saya dengan semangat menikmati proses pembuatan skripsi ini. Setiap Rabu menarget sudah harus bimbingan dengan duduk manis di lobby HI. Jaman dulu ‘seni’nya skripsi: duduk manis di lobby HI dan saling titip pada teman-teman kalo dosen pembimbing datang/ pergi. Kami tidak menggunakan sms dalam membuat janji. Itulah mengapa saya heran mengapa Ibu saya memperbolehkan mahasiswanya ngrusohi tidur siang saya untuk mengangkat telpon/ membuka pintu. HAHAHA.

KEAJAIBAN. Pak Muhadi Sugiono harus berangkat ke Jerman dalam waktu lama. Sungguh beliau benar-benar dosen pembimbing yang baik, beliau menyusun timeline kapan beliau pulang ke Tanah Air, kapan saya ke Unilever dan lapangan, dan kapan bertemu beliau. 15 Oktober 2008 ujian skripsi bersama Pak Muhadi, Mbak Diah K dan mbak Ririen, finally 3 tahun 2 bulan masa studi, finally tidak bangun pukul 03:00 pagi -maklum saat itu saya masih part-time 5 jam sebagai penjaga toko buku. Senangnya ujian pendadaran ditunggui teman-teman 2005. Sama senangnya saat wisuda November 2008, saya dan Tika disambut HIers 2005 di taman HI.

Senang menjadi bagian dari HI UGM karena dapat mengenal mahasiswa HI nasional, mengenal dosen/adek/ kakak HI dan teman-teman jurusan lain -yang mana mereka jurusan lain memaksa mengajak untuk berdemo mahasiswa saat saya menjadi ketua ospek HI 2007.

Salam Hormat untuk dosen/ kakak/ adek HI UGM dan teman-teman PNMHI (HI Unpad, HI UNPAR, HI UPN 2004/2005)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s