Give me reasons to believe

Ayah, adek capeeeee…..

Dua hari ini saya merasa lelah. Mencoba berpikir untuk menghentikan waktu sejenak. Beruntung saya memiliki someone to rely on saat Ibu dan kakak sudah tertidur, Ayah.

Waktu terasa berhenti saat duduk dan fokus berkomunikasi dengan Allah. Itulah saat saya menikmati waktu yang terasa terhenti sejenak.

Terkadang kita hanya bisa memilih: do nothing. Saat dimana kita tidak dapat melakukan hal terbaik untuk mencapai keseimbangan. Mungkin bisa jadi, do nothing itulah hal terbaik (terdengar justifikasi).

Allah, I am very tired. *mewek*

Apakah ini artinya saya harus kembali ke rumah dan menikmati kenyamanan? Please let me build a “homey-home”, Allah. A new life. Please give me reasons to believe. 

You’re my back bone.
You’re my cornerstone.
You’re my crutch when my legs stop moving.
You’re my head start.
You’re my rugged heart.
You’re the pulse that I’ve always needed.
Like a drum, baby, don’t stop beating. -Phillip Phillips, Gone Gone

Advertisements

DREAM & YOUR FRIENDS

Tidak jarang kita mengabaikan penilaian orang lain (mereka yang terdekat) padahal jutsru mereka adalah penilai terbaik kita. Apa yang kita senangi, kapan mata kita terlihat hidup, karena apa kita menjadi bersemangat, bagaimana kita menjadi penuh terisi energi lagi, oleh siapa wajah kita akan kita berseri-seri…  jawabnya: merekah yang terdekat yang memahami kalian.

Beruntung, saya memiliki kakak yang memberikan fleksibilitas dalam bergaul bersama teman-temannya. Dari merekalah saya banyak belajar, mendapat nasehat dan menikmati waktu bersama-sama serta memahami apa itu Passion. Dan mereka, saya belajar bahwa silaturahmi, rasa peduli, perhatian pada hal yang disenangi/ tidak, senantiasa harus terjaga sepanjang waktu. Berikut cuplikan obrolan saya dengan teman-teman kakak, KAGAMA AKT 2002, tentang kesukaan dan pola pemikiran sahabatnya. Topik yang sedang diobrolkan: menemukan konsistensi topik dalam link website nofieiman.com yang kemudian mengarah pada DREAM PUNYA BUKU.

Image

dari cuplikan diatas terlihat bahwa saling memahami apa kesenangan ibrahimfatwa, masipang dan masnofie.

There is sometimes a bit of confusion in regards to a passage in my book The Alchemist: “When you want something, all the universe conspires in helping you to achieve it.”

Obrolan tersebut mengingatkan saya pada komentar teman-teman saya: apa yang ada dipikiran kalian saat mengingat nama RATIH??? Jawabnya: INDONESIA, Development, KIDS, Jalan-jalan, Dapur, HI, LSM, Fotografi, Tulisan. See! jika jawaban teman-teman telah sama dengan DREAM atau Passion kalian, artinya kalian still on track. Jika tidak? please, re-thinking apa saja yang menjadi fokus kalian dalam menjalani hari-hari. Time flies so fast. Berproduktivitaslah dengan senang maka biarkanlah orang lain sekitar yang merasakan feel-nya… Good luck!

lu kan suka yang gitu-gitu, Tih…. kerjaan itu udah lu banget deh… INDONESIA banget -Izki Aldrin, ITB TI 2005, said

Aku jadi berpikir mengapa kamu tidak serius menulis untuk membuat suatu buku, Cil? -Zaki Haikal, KAGAMA IR 2005 said

Mata lu hidup kalo ketemu anak-anak… dongeng lu ajaib bikin mata anak tekun menyimak -everyone

Mbak Ratih mengolah makanan ajaa…. -Sheila, PCS OJK

Getaran DOA Anak Yatim

Getaran DOA Anak Yatim

* Jalan Surga: Kata Nabi… surga itu dibawah telapak kaki Ibu. Lalu apa yang ada dibawah kakimu Ayah?

Kebahagiaan yang seperti apa yang kalian cari?
Tidakkah bisa belajar merasakan apa yang anak yatim inginkan?
Mari mendekat kepada mereka.

Buka mata. Hati. Telinga. Rasakan getaran mereka mendoakanmu, kawan.

Jadi, kebahagiaan apa yang engkau cari?
Semoga jawabnya adalah ketentraman hati di dunia dan surga Illahi.
Banyak memberi, semakin banyak menerima. Buktikan saja.

Hal ini akan seribu satu lebih melegakan hati, tidak kalah dengan betapa bahagianya gajian, saat pekerjaan kantor selesai, lulus sekolah, lancar urusan.

Jadi, mendekatlah pada anak-anak yatim hebat ini. Allah bersama ketentraman hati mereka dan kalian selalu. Insyallah.

Si Bil, ingatkah kamu pada rumah dipinggir jalan Sektor 3 berwarna hijau? Kau selalu senang saat Ayah/ Bunda/ Tante mengajakmu untuk mampir sebentar. Wajamu senang karena kamu bisa bermain ayunan di terasnya. Kemudian kami memanggilmu masuk – memangku – dan kita berdoa? Please keep the spirit of sharing ya, dear

-Ratih, Kemang, 2014

KIDS: Masterchef Junior US Contest

mtf_GxosN_101

MASTERCHEF JUNIOR US goes back for seconds…and thirds! Hit culinary competition series MASTERCHEF JUNIOR gives talented kids between the ages of eight and 13 the chance to showcase their culinary abilities and passion for food through a series of delicious challenges. 

Alexander Weiss went from average 13-year-old New Yorker to famous wunderkind in the kitchen after winning the first American season of Masterchef Junior US. He began cooking with his parents when he was a little kid, but quickly became the show’s front-runner when he made perfect pistachio macarons in the first episode. 

It was very interesting tv series, superb kids! They were very outstanding kids who could processed ingredient became delicious and unique foods. The most important thing is they never give up with the process. I realized that cooking and serving healthy food is not easy indeed. So good job, kids! Happy Happy Happy, you always look so happy.

Hopefully one day, I can enjoy my apron, kitchen, material with si Bil and my children. Trata!

Mindmap berpacu dengan Waktu

Picture 25

Masjid Agung Al Azhar – Blok M, tempat I’tikaf terfavorite

Time flies so fast. Mindmap yang telah kita buat sudah pasti harus disesuaikan dengan waktu yang terus berjalan. Memastikan dan mengupayakan segalanya sesuai on track itu gampang-gampang sulit, sudah pasti karena kita -manusia bukan Maha Pengatur.

Kembali menyerahkan efforts dan keputusan dalam setiap urusan kepada Allah itu penting. Faktanya tidak mudah untuk legowo menyerahkan pada Allah, bukan? Manusia pasti memiliki ekspektasi, sudut pandang ideal menurut paramater subjektifnya. Ekspektasi itu perlu kita memiliki, namun jika seseorang memaksakan ekspektasinya, egois namanya. Dalam kelas Strategi, saya belajar bagaimana mengelola harapan. Berhati-hatilah dengan harapan… Hingga hari ini, saya pun masih belajar bagaimana mengelola mindmap agar outcomes yang cita-citakan dapat sesuai on track, meskipun tetap harus mitigasi risiko/ketidakberuntungan yang terjadi.

Let it flow menjadi prinsip yang menyenangkan dalam proses dan prinsip Let it Go, the show must go on menjadi suatu energi pembangkit untuk membuka episode baru. “kalo gagal ya endak boleh susah, ayo berhenti menangis…” pesan Ayah saat saya melakukan kepayahan membuat puding coklat, masa Sekolah Dasar. Dalam hidup kita memang harus siap saat hal yang terjadi tidak sesuai on track kita. 

Semenjak lulus dari kampus, 2008, orang tua dan kakak mencoba mengarahkan saya untuk berkomitmen dalam ibadah pernikahan. Hal tersebut saya anggap sebagai formalitas kepatuhan saya kepada beliau semua, masuk kuping kiri keluar kanan, kenalan setelah itu selesai. Bagi saya, urusan hati tidak masuk dalam mindmap dengan target waktu yang bisa tetapkan, karena cinta bisa datang kapan saja dan kita akan secara otomatis memberikan waktu dan ruang untuk kedatangannya karena She/he is the one. Menurut sahabat saya dan kakak, saya egois karena tidak memikirkan Ibu dan Bapak, kebahagiaan mereka dengan belum memberikan ruang hati. Sebaliknya, menurut saya, jika memang ia belum datang dengan pas mengapa kita harus memaksakan? Hal tersebut mulai berubah beberapa minggu lalu di bulan Mei. Menurut saya ini sungguh diluar jangkauan dan prediksi saya, saya merasakan adanya keyakinan dan keberanian untuk memohon kepada Allah tentang ibadah satu ini.“Terimakasih sudah diberi jalan berkenalan, Allah” -batin dalam rasa syukur.

Pengalamanku, Allah ingin melihat seberapa mau dan mampu kita ‘menyerahkan’ urusan jodoh padaNya. Dan yakinlah kalau Allah selalu memilihkan jodoh yang ‘setara’ dengan kita. -Bela, KAGAMA IP 2005, said

Secara logika, bisa sangat tidak mungkin mengingat tidak banyak history bersama sebelumnya. Namun adanya hal yang terasa luar biasa, semoga jika memang jalanNya, semoga dilancarkan. Ikhtiar. I’tikaf. Ikhlas. Marriage should forever, family, bonded, yet all still free. Bismillah.

…dibantu doa dari sini semoga didekatkan.

…Bawa dalam doa ya, tante.

…inshallah pilihan baik, Tih.

…kalo serius, yaa pelan-pelan, dek. Hahaha.

…ya just be yourself, dek. jagoan hrd yaa.

#singing#Phillip Phillips#Gone, Gone, Gone# like a drum, baby, don’t stop beating. Like a drum my heart never stops beating for you. And long after you’re gone, gone, gone. I’ll love you long after you’re gone, gone, gone. Give me reasons to believe. That you would do the same for me. And I would do it for you, for you. Baby, I’m not moving on

 

-Ratih, Bidakara, Juni 2014

 

 

 

BEYOND UNIVERSITY (Part II)

Picture 24Pengajar Sophia Summer Course, Tokyo, Japan, 2011

.Kembali ke Jogja. Keputusan diluar dugaan karena saya terlupa mendaftar ulang untuk HI – UI, tenggelam dalam brand campaign activity. Pembicaraan singkat pak Muhadi ditelpon langsung membuat saya ingin kembali ke Jogja. Iyes! beliau benar, saya mendapatkan banyak kesempatan untuk lebih fokus meriset dan membantu mengajar S1. Fase tersulit adalah saat saya tidak masuk dalam 3 besar rekrutmen dosen HI UGM. Masih teringat bagaimana Egita, Sipil 2005, menemani saya untuk kuliah. Hidup terasa hambar untuk saya yang biasa cukup periang, hingga saatnya saya menemukan jalan untuk bangkit membangun semangat keilmuan: memberanikan diri mendaftar sebagai staf UN common agency yang kebetulan ada di Jogja. Pilihan dari mereka pada saat itu adalah World Bank, IOM, GIZ. Saya memilih IOM karena saya masih harus menyambi kuliah. Dulu kuliah menjadi fokus utama saya, namun karena atmosfir diskusi dengan teman-teman kurang memuaskan pengetahuan saya -terlebih partner diskusi saya memutuskan berhenti kuliah dan bekerja untuk PPATK, Fathan Lutfi, saya sungguh perlu mencari oase pengetahuan baru selain di dunia kampus. Saya menemukan oase itu pada IOM dan kesempatan rajin mengirim essay untuk konfrensi. Pada akhirnya, saya sudah benar-benar meninggalkan teman-teman kampus dan saingan dengan dosen sebagai mahasiswa terbang dari satu konfrensi ke konfrensi lainnya. Beruntung UGM banyak memiliki dana bagi aktivitas mahasiswa. Credit to tim dekanat yang tidak bosan melihat saya mengajukan proposal dana keberangkatan. Sayang kan kalo uang alokasi tsb tidak digunakan. Iyes! Meskipun ditutup dengan chaos karena saya kecewa dengan jurusan saya, mengenai ketidaktegasan dalam proses thesis. Well, selepas pulang dari Nagoya, dosen pembimbing kedua saya banyak menghambat proses dengan hal-hal kurang penting dan dosen pembing pertama saya sudah memberikan approval untuk ujian namun bepergian dalam waktu lama tanpa sepengetahuan jurusan. Beruntung saya memiliki ketua jurusan yang bijak sehingga saya dapat segera ujian thesis via email (Oh mamen it was so funny-daripada tidak lulus) dan pendadaran thesis. Sejak wisuda saya belum lagi kembali ke jurusan, terakhir saya mendengar kini lebih rapi ‘peraturan dosen dan bimbingan’ semenjak protes keras saya. See. TRATA! Liburan di Karimunjawa yang terancam batal karena saya harus ditinggal Redha Kinanti -Arsitek ITB, 2005, karena saya harus mengurus satu tanda tangan dosen pembimbing. Huwala, harus menyusul sendiri ke Karimunjawa. Legowo, sungguh cerita terkhir bersama s2 HI UGM.

.Sophia University, Yotsuya, Tokyo, Japan.

Kehidupan kampus di musim panas dan Ramadhan sungguh menantang. Bersama Adiasri san dan Ekky san (Indonesia), teman-teman program JENESYS Japan Foundation Tokyo dari Asia Pasifik, saya menikmati proses pembelajaran yang menyenangkan. Prof. Debny dosen politik asal US dan Prof. John West dosen tamu Economic Development asal Australia. Saat libur, saya menghabiskan waktu mengunjungi Kyoto dan Hiroshima. Saya mendapatkan insight yang beragam dari teman-teman di Asia Pasifik. Setiap scholar memiliki ‘house fam’ di Jepang. Keluarga Satoko san mampu membuat kehidupan di luar kampus terasa menyenangkan dan penuh pengenalan budaya Jepang.

.Graduate School International Development (GSID), Nagoya University, Nagoya, Jepang.

Saya lebih banyak menghabiskan waktu untuk riset tentang Kerjasama Pembangunan Internasional dibawah supervisi Prof. Shimada. Beliau orang Jepang yang menikah dengan WNI Jogja. Di GSID saya bertemu dengan teman-teman di Asia Pasifik. Beasiswa JSPS memfasilitasi kami mengunjungi beberapa UKM di Nagoya. Perjalanan ditutup dengan TERTINGGALNYA DSLR dan PASPOR berikut sisa Yen di X-TRAY SOETTA. Huhuhu untung masih jodoh sebagai pemiliknya, di airport Jogja saya menanti kembali kepulangan tas DSLR. Garuda Indonesia, terima kasih.

Picture 18

ANDA Program – JSPS Scholar, Nagoya University, 2011

Dari perjalanan pendidikan dan kehidupan di perguruan tinggi yang telah saya tempuh, itu semua sangat berarti bagi personal development saya. Ups and Downs dalam menjalani aktivitas kampus disandingkan dengan kehidupan kantor sungguh membutuhkan manajemen waktu yang baik. Saya sangat belajar untuk itu meski ada hal yang diluar kampus yang gagal saya lalui. Well, dunia kerja memang berbeda dengan universitas, namun yang lebih penting bagaimana menikmati dunia kerja dengan tetap tidak haus pengetahuan, produktif menghasilkan paper/ karya, aktif dalam kegiatan kantor. Saya menjadikan pendidikan sebagai penguat pola pikir bukan hanya rutinitas sehari-hari. Dengan demikian, apapun case, pekerjaan, masalah yang diberikan kita akan dapat mampu menyelesaikan. Meskipun tidak jarang teori menjadi tools yang sangat berarti bagi saya dalam menyederhanakan masalah.

Hiduplah dengan tetap penuh excited as always. HAPPY. 

BEYOND UNIVERSITY (PART I)

Picture 23

“I know that we all think we’re immortal, we’re supposed to feel that way, we’re graduating.The future is and should be bright, but, like our brief four years in high school, what makes life valuable is that it doesn’t last forever, what makes it precious is that it ends. I know that now more than ever. And I say it today of all days to remind us that time is luck. So don’t waste it living someone else’s life, make yours count for something. Fight for what matters to you, no matter what. Because even if you fall short, what better way is there to live?” -Gwen’ s Graduation Speech, The Amazing Spiderman 2, 2014

Bersyukur dapat menempuh pendidikan di perguruan tinggi sesuai DREAM. Teringat bagaimana bersyukurnya patuh pada saran Bapak/ Ibu Guru untuk mengikuti lomba-lomba Debat dimasa SMA ternyata hal tersebutlah yang mampu mengantarkan takdir saya untuk lolos seleksi penerimaan bibit unggul UGM, 2005. Pilihan jurusan Hubungan Internasiona itu simpel, ingin menjadi Diplomat agar dapat melakukan perjalanan di luar Tanah Air tercinta. Meski akhirnya orientasi saya berbelok, fokus pada keluarga nantinya.

University: University can teach you skill and give you opportunity, but it can not teach you sense, nor give you understanding. Sense and understanding are produced within one’s soul. – C. Joybell C

Sepanjang Agustus 2005 – Oktober 2008 merupakan masa-masa menyenangkan dalam personal development dan keilmuan saya. Jogja sungguh memberikan kontribusi positive. Saya bertemu teman-teman dari berbagai komunitas. FSG Rs. Sardjito, untuk pertama kalinya saya terjun dan merasakan bagaimana adik-adik penderita Leukimia tetap ceria. Bersama Ibu Alida Assegaf saya diperkenalkan oleh komunitas tsb. Kami melakukan kegiatan pendampingan anak-anak penderita Leukimia dengan kreativitas tangan, bernyanyi bersama dan mendongeng. Saya dibantu bersama teman-teman FOSMA ESQ 165 Yogyakarta dalam kegiatan FSG tsb. Sebelumnya saya mengenal ESQ Leadership 165 karena kebetulan pada saat itu sedang booming. Jogja terasa lebih sempit karena alumni ESQ. Kegiatan di ESQ 165 dan FSG mengisi hari-hari saya di luar dunia kampus. Kembali pada kehidupan kampus, ditahun pertama saya tidak diperkenankan oleh kakak untuk aktif dalam kegiatan kampus. Praktis, saya baru terlibat dalam KOMAHI ditahun kedua saat Jogja Gempa 2006. Bersama teman-teman HI dan dosen-dosen di PSKP UGM kami melaksanakan program Askadol (Ayo Sinau Karo Dolanan). Kami tinggal selama tiga bulan di dalam tenda bersama adek-adek korban gempa untuk melakukan trauma healing pada mereka. Lokasi tenda kami di Jetis, Bantul. Alhamdulillah niat baik pasti diberi hadiah oleh Allah, kegiatan kami diperbolehkan oleh rektorat sebagai KKN Gempa UGM 2006. Artinya, saya akan menghemat masa studi.

Pada semester 6 saya bersama Virga dan Tika memberanikan diri untuk mengajukan proposal skripsi. Kebetulan Tika merupakan teman dalam program Askadol. Kami ingin lulus lebih cepat. Perjalanan skripsi dimulai, minat topik skripsi saya sesuai dengan Bapak Muhadi Sugiono. Banyak orang bercerita beliau sangat pandai sekali, strict dan detail. Mengingat saya bukan mahasiswa outstanding yang mengambil mata kuliah beliau kecuali kelas Globalisasi, agak berdebar. Just let it flow, saya dengan semangat menikmati proses pembuatan skripsi ini. Setiap Rabu menarget sudah harus bimbingan dengan duduk manis di lobby HI. Jaman dulu ‘seni’nya skripsi: duduk manis di lobby HI dan saling titip pada teman-teman kalo dosen pembimbing datang/ pergi. Kami tidak menggunakan sms dalam membuat janji. Itulah mengapa saya heran mengapa Ibu saya memperbolehkan mahasiswanya ngrusohi tidur siang saya untuk mengangkat telpon/ membuka pintu. HAHAHA.

KEAJAIBAN. Pak Muhadi Sugiono harus berangkat ke Jerman dalam waktu lama. Sungguh beliau benar-benar dosen pembimbing yang baik, beliau menyusun timeline kapan beliau pulang ke Tanah Air, kapan saya ke Unilever dan lapangan, dan kapan bertemu beliau. 15 Oktober 2008 ujian skripsi bersama Pak Muhadi, Mbak Diah K dan mbak Ririen, finally 3 tahun 2 bulan masa studi, finally tidak bangun pukul 03:00 pagi -maklum saat itu saya masih part-time 5 jam sebagai penjaga toko buku. Senangnya ujian pendadaran ditunggui teman-teman 2005. Sama senangnya saat wisuda November 2008, saya dan Tika disambut HIers 2005 di taman HI.

Senang menjadi bagian dari HI UGM karena dapat mengenal mahasiswa HI nasional, mengenal dosen/adek/ kakak HI dan teman-teman jurusan lain -yang mana mereka jurusan lain memaksa mengajak untuk berdemo mahasiswa saat saya menjadi ketua ospek HI 2007.

Salam Hormat untuk dosen/ kakak/ adek HI UGM dan teman-teman PNMHI (HI Unpad, HI UNPAR, HI UPN 2004/2005)