EPI – Produk Global: REKSADANA

Picture 26

Bull markets are characterized by optimism, investor confidence and expectation that strong results will continue. The use of “Bull” to describe markets comes from the way the animals attack their opponets. A bull thrusts its horns up into the air. These actions are metaphors for the movement of market. If trend is up, it’s a Bull Market.

Globalisasi Ekonomi mendorong pasar global untuk saling berintegrasi dan menularkan produk mereka ke penjuru dunia. Topik kali ini adalah reksadana, yaitu produk investasi dari pasar bursa yang lebih aman dibanding dengan saham. Hadirnya globalisasi ekonomi didukung dengan globalisasi teknologi mendorong lahirnya manusia global yang berani dan kreatif dalam bertransaksi secara modern, tidak lagi tradisional, dan terlibat dalam realitas pasar global. Diperlukan ketelitian dan keberanian mental dalam menjatuhkan pilihan berinvestasi di pasar saham. Beruntunglah, seiring perkembangan jaman, kemunculan reksa dana menjadi solusi bagi masyarakat yang ingin bertransisi agar lebih percaya diri dalam berinvestasi. Reksadana di Indonesia dikawal oleh manager investasi, bank kustodian, dan bank sebagai penjual produk reksadana. Dengan demikian, bagi masyarakat yang memiliki dana lebih (terlebih momentum jelang lebaran) dapat mulai melirik produk jasa keuangan selain tabungan dan deposito.

Menyisihkan uang dalam bentuk Reksadana kini dapat menjadi pilihan yang mengutungkan dan aman berinvestasi. Berikut tips basic dalam ber-reksadana:
1. Tentukan proporsi finansial disesuaikan dengan pendapatan. Idealnya, 30:70 yang mana porsi maksimal untuk kita menyisihkan uang dalam berinvestasi adalah 30% dari total pendapatan. Investasi disini: misalnya reksa dana, saham, investasi jiwa (asuransi). Jangan sampai proporsi investasi lebih besar daripada biaya kebutuhan sehari-hari. Men, hidup hanya sekali, bersenang-senanglah juga.

2. Prioritas Finansial. Dalam tahap ini, sebelum memutuskan investasi apa yang sekiranya cocok untuk kita, maka perlu mendata apa saja prioritas kebutuhan kita termasuk time line jangka waktu. Contoh, dalam jangka waktu 1 tahun ingin memiliki gadget, 2 tahun biaya nikahan, 3 tahun lahiran, 5 tahun rumah, sepanjang tahun untuk dana pensiun.

3. Pilih Produk Reksadana. Setelah menentukan prioritas finansial dan jangka waktunya. Kita dapat memutuskan dimana kita akan menempatkan dana kita. Reksa dana memiliki beberapa jenis sesuai penempatan dana:
a. Pasar Uang : dana investasi kita nantinya oleh Manager Investasi (MI) akan dikelola ke dalam pasar uang. Pasar uang cenderung low risk, low return. Opini saya, untuk dana taksis bulanan dapat kita tempatkan dalam RD Pasar Uang ini. Mengapa? in case something happen dan kita butuh dana cepat dengan nilai tidak terlalu turun.
b. Pendapatan Tetap : return pendapatan tetap cenderung stabil. Slot pos rencana dana pensiun dapat juga dimasukan dalam pendapatan tetap.
c. Campuran : dana campuran merupakan mix. Dana Campuran menjadi pilihan bagi pemilik profil risiko sedang.
d. Saham : RD saham cocok untuk pemilik risiko tipe high risk, high return. Keadaan pasar cenderung fluktuatif sehingga dibutuhkan rasa tenang dan tetap fokus terhadap tujuan prioritas finansial kita. Sangat penting untuk tidak panik terhadap reaksi pasar, over reaction akan membuat keputusan kita menjadi kurang solutif.

4. Pergi ke Bank yang memberikan kemudahan akses dalam reksadana. Saat ini banyak Bank mendukung kegiatan berinvestasi, namun perlu diingat bahwa reksa dana bukanlah produk perbankan, melainkan hanya produk yang ditawarkan oleh bank dan dana-nya dikelola oleh manager investasi (MI) dan bank kustodian. Definisi ini perlu diterapkan oleh masing-masing calon pembeli reksa dana karena in case something happen, pastilah pihak bank tidak ada mau bertanggung jawab.
Di Indonesia, umumnya masyarakat yang senang berinvestasi di reksa dana akan memilih Commonwealth Bank. Alasan praktis, penawaran diskon hingga 50% fee top up, banyaknya macam pilihan jenis reksa dana membuat investor lebih fleksibel berinvestasi. Singkatnya, supermarket reksa dana. Namun bukan berarti bank lain tidak bagus ya, itu hanya soal pilihan saja.

5. Saat di bank, kita akan diberikan lembaran kertas kuesioner: profil risiko. Terdapat beberapa pertanyaan terkait tentang profil kita yang nanti hasilnya sales marketing akan mengusulkan tempat terbaik investasi, apakah itu berada pada Pasar Uang, Pendapatan tetap, Campuran, dan Saham.

6. Kelengkapan administrasi: stadart administasi ala Indonesia-lah, yaitu KTP, NPWP (perlu karena kita akan dikenakan pph dalam berinvestasi), formulir, dana yang akan disetor.

7. Memilih jenis reksadana. Sebelum ke bank, memang ada baiknya cek website terkait NAB Reksadana, saya langganan membuka http://www.infovesta.com. Di dalam web tsb telah tersedia informasi NAB terkini dan prospektus. Informasi yang kita dapat dari website bisa kita komunikasikan dengan sales marketing bank tsb. Biasanya, bank memiliki list produk reksa dana apa yang memang layak direkomendasikan kepada calon pembeli reksadana.

Picture 18http://www.infovesta.com: beberapa tabs pilihan Reksa Dana

a. perhatikan cerminan 1 hr, 1 bulan, 2 tahun, 3 tahun… selaraskan dengan tujuan dan jangka waktu investasi.
b. bacalah prospektus produk yang akan dipilih
c. tidak ada salahnya bertanya kepada kawan, siapa tahu kawan memiliki pengalaman terkait produk tsb
d. Perhitungkan fee subscription dari produk tsb. Untuk produk yang free fee subscription, dapat kita pilih sebagai auto debet bulanan. Lumayan kan ngumpulin receh.

Picture 25

Lembar e-banking untuk Reksadana

8. Top Up RD. Kita dapat melakukan top up dari RD kita any time kapan memiliki dana lebih, tinggal top up. Era canggihnya IT, mendukung kita dapat top up melalui internet banking, bahkan bank pun turut promo dengan memberikan diskonan fee top up tsb (fee subscription). Ini perlu diperhatikan, mengingat lumayan besar juga fee top up tsb. Misalnya: 1%, 1.5%, 2% dari nilai transaksi pada saat pembelian tsb. Di gambar, terdapat pada kolom subscription.

9. Redeem RD. Maksudnya, kita dapat menarik kembali dana yang telah kita investasikan. Mohon diperhatikan apakah produk RD yang dibeli akan menjadi minus returnnya saat diambil sebelum jangka waktu tertentu. Biaya reedem pun berbeda-beda tiap produk/ bank. Terkait redeem, persiapakan waktu paling tidak 2 hari sebelum membutuhkan dana, mengingat bank akan berkoordinasi dengan bank kustodian dan manager investasi. So far, saat saya bokek, RD alokasi dana taksis di pasar uang dapat diandalkan. heheh manfaat investasi 😀

9. Kapan saat terbaik kita menarik dana investasi kita? Jawabnya pertama, idealnya, kapan kita membutuhkan dana asal telah melampaui return yang telah diharapkan. Untuk RD Saham yang cenderung fluktuatif, tidak panik dan over reaction terhadapa kondisi pasar. Jika kondisi turun, ingatlah pada tujuan dan jangka waktu. So, tidak perlu ditarik jika memang belum saatnya. Kedua, jika menurut kalian sudah melebihi jangka waktu tujuan awal dan sudah menguntungkan, tariklah. Masak orang berinvestasi, tidak memanen. Ada saatnya panen juga kan….

Tips general:
1. Saat IHSG turun, jika memiliki dana lebih, justru menjadi momentum untuk membeli RD jenis lain.
2. Pastikan kita telah mencari informasi tentang RD sebelum datang ke bank, saya termasuk orang antipati terhadap informasi sepihak dalam bertransaksi sehingga perlu adanya kroscek secara mandiri. Atau pantau informasi finansial planner Aidil Akbar dkk.
3. Jika mendapat pendapatan ekstra, misal THR, Gaji ke 13 langsung sisihkan untuk membeli RD.
4. Mohon diversifikasikan jenis RD kita. Hal ini meminimalkan risiko kerugian akibat ‘jatuh anjloknya’ nilai NAB suatu produk, terutama bagi RD saham. RD produk syariah pun tidak kalah stabil dengan produk RD konvensional lainnya.

Selamat datang di era global. Tanpa RD, mana tahu ada BNP Paribas-UK, Schorder, hehehe
Selamat ber-reksadana, dijamin nagih loh untuk masa depan!

Selamat berlebaran.

P.S: Hari Raya Idul Fitri menjadi tradisi ‘komsumtif’ yang tinggi bagi masyarakat Indonesia. Banyaknya uang beredar di pasaran mendorong inflasi yang bisa jadi naik, harga kebutuhan pokok pun cenderung naik. Harus super esktra pandai mengatur keuangan menjelang hari raya. Jangan sampai, setelah hari raya kita harus mendadak berhutang atau ‘berpuasa’. oh no! Mari buka reksadana.

 

July, 2014

-Ratih, Gdg Soemitro Djojohadikusumo

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s