Anak Indonesia: Banggalah!

Best wishes and congratulation from world leaders have been flowing in for president-elect Joko “Jokowi” Widodo, following Tuesday evening’s final election result announcement by the General Elections Commission (KPU).US President Barack Obama, Singaporean Prime Minister Lee Hsien Loong and Australian Prime Minister Tony Abbott were among the first world leaders to call Jokowi and congratulate him.

-Jakarta Post, July 23, 2014

Hi Bil, 23 Juli 2014 Hari Anak Nasional, Selamat tumbuh menjadi anak cerdas Indonesia yang berjiwa luhur.
Eniwie, tante hanya menyampaikan betapa bersyukurnya lahir, tumbuh, dan berkembang di Indonesia.

Untuk tante dan sahabat2 tante -(you knowlah om tante-mu nan hebat2 jebulan rantau kehidupan negara maju itu) sudah mengalami titik nol bahwa menjadi anak Indonesia itu luar biasa bangganya. Bagaimana tidak jika dengan segala kekhasan masalah, karakter memyikapi fenomena, sudut pandang pendapat, dan kesenjangan sosial, kami tetap masih dapat merasakan betapa rinduuuuunya pada Tanah Air ini.
Pernah suatu hari di kelas musim panas tentang Development in Asia, dosen memperkenalkan kami kepada CEO Oilcamp Prancis “ini Ratih dan Tina asal Indonesia, kita harus memberikan optimisme pada kedua anak ini tebtang negerinya dan korupsi”. Rasanya, tertusuk! Bukan sakit hati, namun ini membuka pikiran bahwa inilah salah satu cara dunia memandang Indonesia.
Bukan anak muda Indonesia jika kalah loyo pada ucapan beliau, justru sebagai momentum pembuktian bahwa bangsa Indonesia mampu.
Diantara teman-teman delegasi asal Asia Pasific, Indonesia salah satu negara yang layak dijadikan role model dalam pembangunan demokrasi dan peradaban sebuah bangsa.
Bersyukur kita masih dapat mengakses internet dengan tidak was-was. Jika mendengar teman-teman asal di Myanmar dan om Ndaru -Kemlu, ex local staff KBRI Myanmar disana jauh lebih memprihatinkan atau paling tidak junta militer ala Korea Selatan tidak ada. Hehehe

Jowo Widodo, 2014

Joko Widodo, 2014

So pesan tante, bersikaplah sewajarnya dalam menghadapi situasi yang berbeda di masyarakat. Manusia sosial sangat butuh pemahaman satu sama lain, di-iya-in aja dulu. Jika ada kesempatan, sampaikan dan perjuangkan prinsip dan pemikiranmu dengan baik. Sejauh tidak gagap Inggris loh ya… please be humble as usual, dear. Orang yang udah merasakan hidup merantau di negara maju sudah seharusnya hidup sewajarnya tidak riweuh macem di Indonesia. Hehehe nanti keliatan yang tidak neko-neko dan hidup simpel!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s