Vatican City: Summer Holiday in Rome, 2015

Liburan Lebaran Musim Panas di Roma, Italia, 2015

Hi si Bil, perjalanan ke Eropa Barat kali ini tante sengaja memilih kota Vatican.

Mengapa? karena Eyangkung Bil ingin melihat gereja Vatican dan tante ingin melihat bagaimana Roma yang pernah menjadi pusat peradaban dunia. Yuk membagi cerita perjalanan singkat di Roma pada liburan Musim Panas, 2015.

I. Penerbangan Domestik London – Roma PP

Kami mencoba penerbangan domestik dengan cheap flight London – Roma http://www.easyjet.com/en/cheap-flights/italy/rome, sama seperti dengan penerbangan murah lainnya di Indonesia yaitu sandaran kursi 90 derajat, bawaaan kabin setiap orang hanya diperbolehkan satu saja (no excuse), tanpa bawaan bagasi (no excuse), jadwal penerbagan yang bisa sewaktu-waktu diubah jadwalnya dan diubah dimana bandara landed dan take off (super gilakk kalo ini mah), tanpa snack, dan pramugari seadanya melayani penumpang. Pada saat keberangkatan, rute kami seharusnya London Luton – Roma Flumicino menjadi Roma Ciampino Airport.

Well, tiada pilihan mengingat nilai kurs rupiah sedang melemah sehingga inilah rute penerbangan dengan tarif rasional bagi kami.

II. Selamat Datang di Roma, Italia

Mendarat di Bandara Ciampino, Roma dengan selamat. Segera bergegas mengisi formulir landed sambil mengantri. Tipsnya: siapkan satu lembar contoh landed card yang telah diisi dengan biodata kita sehingga tidak lagi memakan waktu untuk mlipir mencari paspor, informasi alamat tinggal selama bepergian/ hotel, dan kontak. Intinya, efisiensi waktu karena antrian panjanggg untuk pengecekan imigrasi.

Penerbangan tanpa bagasi sangat menghemat waktu sehingga kita dapat langsung membeli tiket bus menuju pusat kota. Tujuan kami adalah Termini Station. Sengaja kami memilih bus dengan ada wifi, lumayan dapat up load foto maklum keterbatsan MMC. hehehe. Yippi! http://www.rome-airport.info/in.html

Ups, setiba di Termini Station, langsung menyalakan city map dan mencari map manual untuk mencari hotel dimaksud. Huft kami kurang beruntung karena harus TERTIPU dengan wanita yang memakai name tag agen turis. Kami mengira mereka adalah petugas resmi stasiun.

Rupanya di Roma, setiap pemandu wisata/ travel agen harus memakai ID Card.

Mengapa TERTIPU??

Pertama, karena petugas tersebut minta bayaran uang Euro “Euro please…” Untung Eyangkung Bil punya sisa koin Euro dari perjalanan Belanda sebelumnya.

Kedua, arahan jalan yang ia berikan salah, justru menjauh dari tempat dimaksud. huhuhuh teringat sekali bagaimana musim panas nan terik, eyang2 harus jalan jauh sambil bawa koper dan ransel mereka. Dan ternyataa hotel kami sangat dekat dengan Termini Station. Ckckckc Sabar.

Tipsnya: coba masuk ke hotel besar dan tanyakan dengan sopan. Di hotel besar biasanya tersedia peta sehingga mereka akan menjelaskan dengan peta tersebut.

III. Tiba di Penginapan

Bangunan di Roma kebanyakan merupakan apartemen. Hotel kami hanya bintang 3 sehingga berbagi dengan hotel lainnya dalam satu apartemen. Lucunya, kami harus menaiki lift kuno yang sempit ala film-film klasik. hehehe

Memilih hotel di dekat Termini Station merupakan salah satu cara menghemat waktu untuk menjelajah Roma. Mengapa? karena Termini merupakan terminal akhir bus dan term serta kereta ke bandara. ALL YOU CAN IT laaaaah.

IV. Let’s Explore Roma

Setelah beristirahat, Ayah mengajak saya untuk melihat sekitar hotel. Targetnya, membeli Pass card terusan untuk beberapa hari. Lebih hemat untuk 3 hari dibanding beli harian.

Bersama Ayah, saya mengunjungi Colloseo. Kerennn!!!

Sungguh merasa melihat peradaban lama masa kejayaan Gladiator.

Kami berjalan memutari Colloseo dan selfie. Tidak lupa melihat-lihat penawaran travel agen Hop ON hop IN -yaitu jenis paket wisata kita menaiki bus terbuka dan akan berhenti dibeberapa titik wisata dalam kurun waktu tertentu.

Setelah dihitung, ternyata harganya lebih mahal dan tidak banyak tempat wisata maka kami putuskan untuk hanya menggunakan pass yang telah dibeli untuk 3 hari kedepan.

Allah, kami sampai di kota kecil tujuan: VATICAN CITY!

Hari kedua, pagi2 kami telah berada di Vatican City.

Perjalanan menuju Vatican hanya beberapa stasiun dan kami melihat ratusan atau ribuan orang -sudah pasti kebanyakan para peziarah Khatolik -menuju Vatican City. Citi tour yang ditawarkan yaitu Musei Vaticani (http://www.museivaticani.va/

Picture 18

http://www.museivaticani.va/

Tips: sebaiknya membeli tiket masuk secara online pada jauh-jauh hari untuk kuota. Dan bila ingin melihat Pope menyapa umat peziarah pada hari Rabu.  Mengingat Vatican merupakan kota ziarah agama maka tidak sedikit umat Katholik yang mengunjunginya. Membeli tiket via online akan menghemat waktu untuk mengantri di loket masuk berjam-jam.

Saint Peter’s Basilica: untuk masuk ke gereja, kami harus mengantri paling tidak 2 (dua) jam, belum lagi panas terik. Saya mencoba membujuk turis asal Spanyol pada antrian belakang bahwa orang tua nanti akan masuk barisan, mereka kini sedang istirahat di ujung pintu masuk karena sudah terlalu tua. heheh Kagak kebayang deh bila EyangkungTi harus ikut berdiri selama 2(dua) jam.

TRATA! kami telah masuk kedalam gereja.

rome4

Tipsnya: berpakaianlah dengan sopan karena tidak sedikit turis asing yang harus ditolak petugas karena rok/ celana pendek. Pantas saja, ada beberapa turis sibuk memakai kain pada saat mendekati pintu masuk.

rome3 rome2 rome1 rome

Oia, bisa sangat panjang bila dituliskan details perjalanan kami, belum lagi kami ada city tour naik bis kota, ya menikmati Roma dari ujung ke ujung.

Berikut tips rekomendasi kawan pada saat sebelum berangkat:

  1. Hari pertama bisa naik metro line B turun 2 stops dari termini (Colosseo) itu Colosseum, bisa masuk ke Forum Romanum di sebelahnya, tiket sekitar 12 eur, buka sampai jam 3/4 sore. Dari situ bisa jalan ke arah Piazza Venezia, ada landmark bangunan putih namanya Vittorio Emanuelle II. Nanti dari Via del Corso kamu bisa ke Piazza Navona, Pantheon, trus bablas ke Piazza del Popolo. Sorenya ke Borghese Park, dari Piazza del Popolo naik dikit jalan kaki.
  2. Hari kedua bisa naik metro line A, turun di Barberini. Dari Barberini kamu bisa jalan ke Fontana di Trevi. Dari Fontana di Trevi bisa jalan ke Piazza di Spagna (atau naik metro lagi turun di Spagna). Itu ada Trinita di Monti and Spanish Steps yg terkenal. Di depannya ada Via Condotti yang terkenal.
  3. Hari ketiga bisa ke Vatikan dan Musei Vaticani. Kalau mau ke Vatikan, naik metro linea A, turun di Vittorio, nanti keluar metro tinggal jalan sedikit lurus aja ke Vatikan.
    Habis dari Vatikan (St.Peters Basilica) and Musei Vaticani, kamu bisa jalan ke arah Castel de Sant Angelo. Itu museum, worth visiting. I think the itinerary is done. Oya, liat senja dari Bridge of Angels di depan Castel d san Angelo is breathtaking. The rest just enjoy Rome and the food, and teh coffee.
    Terima kasih sekali untuk mbak Dinna P. atas itinerary-nya dan tentunya kakak-kakak atas traktiran perjalanan Roma ini. 

Si Bil, ada values kebaikan dari Ayah dan Bundamu yaitu memberikan hadiah kepada orang tuanya, untuk adiknya tetap memiliki tugas menjaga keduanya (baca: dititipi orang tua karena setiap saat kita tidak bisa bersama untuk membahagiakan).

 

 

Advertisements

Sane Step: Teman Baik Ada Karena Kita Menginginkannya

Si Bil, teman baik ada karena kita menginginkannya

Hi si Bil, selamat menikmati Sabtu pagi di Park Lands Drive,

Sabtu malam WIB ini, tante ingin sedikit bercerita untuk mengisi waktu. Pekan ini tante menonton film di Bioskop, setelah sekian lama. Lebih serunya, tante menonton dengan Dita, kawan baru tante di Komunitas Sane Step. Paling serunya adalah saat tante berhasil pulang kantor tepat waktu 16.20 WIB untuk mengejar krl menuju Kebayoran Baru. Ya, sudah lama tante tidak melakukan aksi cepat tanggap pulang cepat. Eits, tentunya seharian digunakan secara produktif dan efisien ya meski pak Direktur tidak di tempat.

Picture 17

sumber: google

Kembali kepada topik film, kami sengaja memilih judul film “The Little Prince”, film yang diadopsi dari novel “The Little Prince” karya Antoine de Saint-Exupéry, 1943, ini memberikan pesan moral bahwa senantiasa milikilah kemampuan berimajinasi dalam hidup. Film ini seolah-olah ingin menegur orang dewasa bahwa berbagai macam target dalam kehidupan, terkadang membuat kita tenggelam dalam keseriusan tanpa berimajinasi. Selain itu digambarkan pula bagaimana anak-anak dididik untuk mengikuti dan meraih target sesuai standar orang dewasa dengan pembenaran “for Better Future”.

Si Bil, tante menikmati film ini karena ceritanya pun tidak jauh dari keseharian kehidupan kita. Bagaimana orang tua kita memiliki cara yang berbeda-beda dalam mendidik disiplin, tekun belajar dan menikmati share of joy dari suatu keberhasilan serta cara untuk bangkit dari kegagalan. Itulah siklus kehidupan.

Si Bil anak manis, dulu tante tidak paham mengapa sih orang tua tega untuk melakukannya, terasa memaksa dan tidak memberikan pilihan selain patuh. Well, turning 29 years old ini tante menyadari bahwa apa yang terjadi pada saat ini adalah panen dari apa yang kita tanam kemarin. Tentunya peran orang tua ada di dalamnya.

Tante kini sering tersenyum apabila mengingat kenakalan diem-diem membaca buku cerita pada saat disuru belajar setelah Subuhan. Ya, itu bagian dari suatu proses pembelajaran. Bila kita dapat menertawakan masa lalu, maka kita telah menikmatinya. Artinya, kita telah mampu melewati dengan manis. Iya kan? bila tidak berhasil dengan manis, kita pasti sudah merasa sakit, marah, enggan mengingat semua peristiwa pada masa lalu tersebut.

Si Bil, nikmatilah masa rantau dengan baik, jauh dari tante-eyang-dan sepupu bukan berarti tidak memiliki teman baru, tante baru dan eyang baru. Sepakat? Iyap, tante pun sedang menikmati Sabtu ke-56 tanpamu, tanpa kakak2 dan Ayah Ibu, menikmati rumahmu sendiri dan menyulap akhir pekan agar tetap indah. Ada saja yang tante lakukan, termasuk tidak segan membuka diri untuk berteman dengan teman baru. Pekan lalu, tante bertemu dengan Dita di sebuah komunitas Sane Step, hasilnya? kami menikmati film the Little Prince, bukan?

Si Bil anak manis, dalam film tersebut pun terdapat values yang harus kita contoh: bertemanlah dengan siapa saja, menyapalah orang baru dengan ramah dan bersabarlah apabila temanmu menyakitimu atau membuatmu kecewa.

Si Bil, rasa sakit atau kecewa bisa jadi pun merupakan kesalahan kita karena kita memiliki harapan terlalu berlebihan kepada orang lain. Berhati-hatilah dengan harapan.

Si Bil, orang lain hidup dengan cara, kesukaan dan jalan pikirannya masing-masing, kurang baik bila kita mengolok, membicarakannya atau mengusik pilihannya. Dalam film tersebut, seorang penerbang tua pun hidup dengan caranya, tidak semua orang/ lingkungan menerima, namun lihatlah seorang anak manis (ia terasa manis sepertimu, my sweetheart) ia mau membuka diri mengunjungi lahan unik si penerbang. See! apa yang ia temukan, warna lain dari kehidupannya, dari rutinitasnya – hal itu menarik.

Si Bil, teman baik ada karena kita menginginkannya.

Si penerbang tua itu terlihat kebaikannya karena si anak manis menerimanya dan menginginkannya tetap ada. Sebaliknya, si anak Ibu dan lingkungan sekitar acuh pada si penerbang tua. Mengapa? karena mereka tidak menginginkan kehadiran si penerbang tua sebagai teman baik mereka. Hasilnya, tentulah lebih berwarna hari-hari si anak manis bersama penerbang tua itu.

Tante Ratih dan Komunitas Sane Step:

Si Bil, sepakat dengan pak Quraish Shihab dalam bukunya “Dia Dimana-mana”, tante sepakat bahwa tiada hal yang kebetulan di dunia ini.

Bagi kita umat manusia, suatu peristiwa akan terlihat kebetulan namun tidaklah demikian. Di balik suatu peristiwa ada Dia Yang Maha Pengatur dan setiap detail yang terjadi pada kehidupan kita pun berada di bawah pengawasannya. So, tidak perlu cemas, marah, kesal dan tidak bersabar dalam suatu proses ya, Anak Manis.

Tidak jarang kamu telah menyampaikan rasa rindu dan bahkan kesal karena tante, eyangtingkung tidak kunjung datang bermain bersamamu. Nikmatilah proses bahwa saat ini, kini, hari ini kita tidak dalam satu ruang dan waktu yang sama. Tidak perlu kesal saat kamu semangat menelpon tapi tante sedang mengantuk berat. “loh di sana malam? Ko udah tidur?” – you said, 2015.

Kembali pada Dia Yang Maha Pengatur, ada saatnya kan kita semua berkumpul utuh.

Panen raya tante dalam menikmati proses rantau sendiri di Jakarta adalah dipertemukan dengan orang-orang baik di mana pun berada, termasuk Komunitas Sane Step.

sane

Komunitas Sane Step @Studio SCTV, 2015

Bukan kebetulan bila tante mendapat rekomendasi dari Emelda S. untuk membaca buku “Sadar Penuh Hadir Utuh” karya Adjie Silarus, 2015, Bukan suatu kebetulan apabila buku tersebut kosong di TB sehingga tante harus mengirim email langsung. Bukan suatu kebetulan bila tante berkomunikasi dengan tim Adjie Silarus sehingga tante mudah memperoleh informasi kegiatannya. Dan bukan kebetulan bila tante berkenan hadir di tengah kelelahan berat setelah project kantor, iya tidak kebetulan bila kini tante memiliki kawan-kawan dengan values kebaikan dalam Komunitas Sane Step ini. Komunitas ini sering menyapa energi positif dan kebaikan di pagi hari, sharing tentang banyak hal dan giving sebanyak-banyaknya pada sesama dan alam. Tante tidak sabar ingin mengikuti sesi meditasi pada pekan depan, insyallah.

Si Bil, batere dalam diri kita pun ada masa penuh dan mulai lemah, berkawan dengan para pemilik energi positif merupakan salah satu cara untuk tetap tangguh dan sabar dalam menjalani dinamika kehidupan.

adjie

Buku Sadar Penuh Hadir Utuh, Adjie Silarus, 2015

Buku Sadar Penuh Hadir Utuh

Turut hadir dalam komunitas ini tentunya bukan kebetulan karena ini bisa jadi merupakan jawaban dari Dia Maha Pengatur -Allah, saya lelah dalam rutinitias ini, Gusti Allah mohon untuk dicarikan tempat beristirahat entah di Ubud bersama Nadia atau dimana pun, yang jelas saya lelah.

Si Bil, tidakkah kau rindu kita berdoa bersama? Tante rindu sholat bersamamu, going to sleep diawali berdoa bersamamu untuk mengakhiri hari dan bangun pagi ada dirimu mengucap Bismillah.

Yuk, berdoa untuk mengelola harapan dalam kehidupan ini.

Si Bil, cheers! Selamat jelang meriahnya lampu-lampu kota X-mas yaa!

-ditulis dalam perjalanan krl namun tidak selesai, lanjut di rumah Bil.

Sabtu bersama rasa rindu pada si Bil, November 2015.

si bilBil, July 14, 2015