Sane Step: Teman Baik Ada Karena Kita Menginginkannya

Si Bil, teman baik ada karena kita menginginkannya

Hi si Bil, selamat menikmati Sabtu pagi di Park Lands Drive,

Sabtu malam WIB ini, tante ingin sedikit bercerita untuk mengisi waktu. Pekan ini tante menonton film di Bioskop, setelah sekian lama. Lebih serunya, tante menonton dengan Dita, kawan baru tante di Komunitas Sane Step. Paling serunya adalah saat tante berhasil pulang kantor tepat waktu 16.20 WIB untuk mengejar krl menuju Kebayoran Baru. Ya, sudah lama tante tidak melakukan aksi cepat tanggap pulang cepat. Eits, tentunya seharian digunakan secara produktif dan efisien ya meski pak Direktur tidak di tempat.

Picture 17

sumber: google

Kembali kepada topik film, kami sengaja memilih judul film “The Little Prince”, film yang diadopsi dari novel “The Little Prince” karya Antoine de Saint-Exupéry, 1943, ini memberikan pesan moral bahwa senantiasa milikilah kemampuan berimajinasi dalam hidup. Film ini seolah-olah ingin menegur orang dewasa bahwa berbagai macam target dalam kehidupan, terkadang membuat kita tenggelam dalam keseriusan tanpa berimajinasi. Selain itu digambarkan pula bagaimana anak-anak dididik untuk mengikuti dan meraih target sesuai standar orang dewasa dengan pembenaran “for Better Future”.

Si Bil, tante menikmati film ini karena ceritanya pun tidak jauh dari keseharian kehidupan kita. Bagaimana orang tua kita memiliki cara yang berbeda-beda dalam mendidik disiplin, tekun belajar dan menikmati share of joy dari suatu keberhasilan serta cara untuk bangkit dari kegagalan. Itulah siklus kehidupan.

Si Bil anak manis, dulu tante tidak paham mengapa sih orang tua tega untuk melakukannya, terasa memaksa dan tidak memberikan pilihan selain patuh. Well, turning 29 years old ini tante menyadari bahwa apa yang terjadi pada saat ini adalah panen dari apa yang kita tanam kemarin. Tentunya peran orang tua ada di dalamnya.

Tante kini sering tersenyum apabila mengingat kenakalan diem-diem membaca buku cerita pada saat disuru belajar setelah Subuhan. Ya, itu bagian dari suatu proses pembelajaran. Bila kita dapat menertawakan masa lalu, maka kita telah menikmatinya. Artinya, kita telah mampu melewati dengan manis. Iya kan? bila tidak berhasil dengan manis, kita pasti sudah merasa sakit, marah, enggan mengingat semua peristiwa pada masa lalu tersebut.

Si Bil, nikmatilah masa rantau dengan baik, jauh dari tante-eyang-dan sepupu bukan berarti tidak memiliki teman baru, tante baru dan eyang baru. Sepakat? Iyap, tante pun sedang menikmati Sabtu ke-56 tanpamu, tanpa kakak2 dan Ayah Ibu, menikmati rumahmu sendiri dan menyulap akhir pekan agar tetap indah. Ada saja yang tante lakukan, termasuk tidak segan membuka diri untuk berteman dengan teman baru. Pekan lalu, tante bertemu dengan Dita di sebuah komunitas Sane Step, hasilnya? kami menikmati film the Little Prince, bukan?

Si Bil anak manis, dalam film tersebut pun terdapat values yang harus kita contoh: bertemanlah dengan siapa saja, menyapalah orang baru dengan ramah dan bersabarlah apabila temanmu menyakitimu atau membuatmu kecewa.

Si Bil, rasa sakit atau kecewa bisa jadi pun merupakan kesalahan kita karena kita memiliki harapan terlalu berlebihan kepada orang lain. Berhati-hatilah dengan harapan.

Si Bil, orang lain hidup dengan cara, kesukaan dan jalan pikirannya masing-masing, kurang baik bila kita mengolok, membicarakannya atau mengusik pilihannya. Dalam film tersebut, seorang penerbang tua pun hidup dengan caranya, tidak semua orang/ lingkungan menerima, namun lihatlah seorang anak manis (ia terasa manis sepertimu, my sweetheart) ia mau membuka diri mengunjungi lahan unik si penerbang. See! apa yang ia temukan, warna lain dari kehidupannya, dari rutinitasnya – hal itu menarik.

Si Bil, teman baik ada karena kita menginginkannya.

Si penerbang tua itu terlihat kebaikannya karena si anak manis menerimanya dan menginginkannya tetap ada. Sebaliknya, si anak Ibu dan lingkungan sekitar acuh pada si penerbang tua. Mengapa? karena mereka tidak menginginkan kehadiran si penerbang tua sebagai teman baik mereka. Hasilnya, tentulah lebih berwarna hari-hari si anak manis bersama penerbang tua itu.

Tante Ratih dan Komunitas Sane Step:

Si Bil, sepakat dengan pak Quraish Shihab dalam bukunya “Dia Dimana-mana”, tante sepakat bahwa tiada hal yang kebetulan di dunia ini.

Bagi kita umat manusia, suatu peristiwa akan terlihat kebetulan namun tidaklah demikian. Di balik suatu peristiwa ada Dia Yang Maha Pengatur dan setiap detail yang terjadi pada kehidupan kita pun berada di bawah pengawasannya. So, tidak perlu cemas, marah, kesal dan tidak bersabar dalam suatu proses ya, Anak Manis.

Tidak jarang kamu telah menyampaikan rasa rindu dan bahkan kesal karena tante, eyangtingkung tidak kunjung datang bermain bersamamu. Nikmatilah proses bahwa saat ini, kini, hari ini kita tidak dalam satu ruang dan waktu yang sama. Tidak perlu kesal saat kamu semangat menelpon tapi tante sedang mengantuk berat. “loh di sana malam? Ko udah tidur?” – you said, 2015.

Kembali pada Dia Yang Maha Pengatur, ada saatnya kan kita semua berkumpul utuh.

Panen raya tante dalam menikmati proses rantau sendiri di Jakarta adalah dipertemukan dengan orang-orang baik di mana pun berada, termasuk Komunitas Sane Step.

sane

Komunitas Sane Step @Studio SCTV, 2015

Bukan kebetulan bila tante mendapat rekomendasi dari Emelda S. untuk membaca buku “Sadar Penuh Hadir Utuh” karya Adjie Silarus, 2015, Bukan suatu kebetulan apabila buku tersebut kosong di TB sehingga tante harus mengirim email langsung. Bukan suatu kebetulan bila tante berkomunikasi dengan tim Adjie Silarus sehingga tante mudah memperoleh informasi kegiatannya. Dan bukan kebetulan bila tante berkenan hadir di tengah kelelahan berat setelah project kantor, iya tidak kebetulan bila kini tante memiliki kawan-kawan dengan values kebaikan dalam Komunitas Sane Step ini. Komunitas ini sering menyapa energi positif dan kebaikan di pagi hari, sharing tentang banyak hal dan giving sebanyak-banyaknya pada sesama dan alam. Tante tidak sabar ingin mengikuti sesi meditasi pada pekan depan, insyallah.

Si Bil, batere dalam diri kita pun ada masa penuh dan mulai lemah, berkawan dengan para pemilik energi positif merupakan salah satu cara untuk tetap tangguh dan sabar dalam menjalani dinamika kehidupan.

adjie

Buku Sadar Penuh Hadir Utuh, Adjie Silarus, 2015

Buku Sadar Penuh Hadir Utuh

Turut hadir dalam komunitas ini tentunya bukan kebetulan karena ini bisa jadi merupakan jawaban dari Dia Maha Pengatur -Allah, saya lelah dalam rutinitias ini, Gusti Allah mohon untuk dicarikan tempat beristirahat entah di Ubud bersama Nadia atau dimana pun, yang jelas saya lelah.

Si Bil, tidakkah kau rindu kita berdoa bersama? Tante rindu sholat bersamamu, going to sleep diawali berdoa bersamamu untuk mengakhiri hari dan bangun pagi ada dirimu mengucap Bismillah.

Yuk, berdoa untuk mengelola harapan dalam kehidupan ini.

Si Bil, cheers! Selamat jelang meriahnya lampu-lampu kota X-mas yaa!

-ditulis dalam perjalanan krl namun tidak selesai, lanjut di rumah Bil.

Sabtu bersama rasa rindu pada si Bil, November 2015.

si bilBil, July 14, 2015

Advertisements

6 thoughts on “Sane Step: Teman Baik Ada Karena Kita Menginginkannya

  1. Senang berkenalan dengan Mba Ratih dan kawan lain di komunitas Sane Step. Dalam hening yang membahagiakan walau dalam perbedaan.
    Tulisannya bagus Mba, bukan saya merasa menjadi si Bil yang sedang dituturi Tantenya.

  2. Tulisan yang bagus mba. Serasa bertutur langsung tidak hanya kepada Bil, tapi juga saya.
    Sane Step menjaga bahagia dalam keheningan, walau dalam perbedaan seperti warna-warni taman bunga.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s