Sejarah Indonesia: Cerita Jalan Cikini

Hi Bil,

Pekan lalu, tante sengaja menikmati siang di sebuah kafe nuansa vintage di Jalan Cikini Raya. Terinspirasi keunikan bangunan lamanya, tante pun ingin berbagi cerita padamu, Anak Manis.

Sejarah Indonesia tentang Cikini:

Melewati jalanan Cikini mengingatkanku pada cerita sejarah tentang kebijakan publik Gubernur DKI Jakarta, pak Ali Sadikin. Beliau berpikir bahwa Jakarta perlu membangun pusat kesenian sebagai tempat para seniman yang terusir dari Pasar Senen. Kini dikenal dengan nama Taman Ismail Marzuki. Selain itu, mempertimbangkan perkembangan kota Jakarta maka beliau memindahkan penangkaran satwa Cikini ke daerah pinggiran Jakarta, kini berada di daerah Ragunan.

Pernah melewati Cikini?

Sempatkanlah mampir mengunjungi Museum Joang 45 (disini dulu menjadi lokasi tes kesehatan OJK loh -eniwei) dan Toko Roti Tan Ek Tjoan (semacam roti manis), serta mengirim kartu pos di Kantor Pos Cikini,  bangunan kuno yang tetap terawat. Atau sedikit menjauh dari Jalan Raya Cikini, bisa mencoba menikmati kios-kios antik Jalan Surabaya.

Bila kebetulan melewati di pagi hari, Bubur Ayam H. Slamet pun sangat patut dicoba dan bila berada di Cikini di siang hari, bisa mencoba masakan ikan di TIM atau Sate Margaria di Bioskop Metropole. Di malam hari, bisa mencoba ngopi di Kedai Tjikini atau makan masakan Vietnam?

Eits, terkadang tante juga mencoba peruntungan memperbaiki sepatu/ tas yang rusak di Laba-Laba Cikini loh.

Yuk! ke Cikini, Bil 🙂

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s