Raudah-Mu: Sebuah Titik Pertemuan Rindu di Madinah

raudahMU

Raudah, Masjid Nabawi, Mei 2016

Banyak orang cerita bahwa masjid Nabawi lebih tenang untuk beribadah. Suasananya lebih syahdu untuk kita khusyuk berdoa. Deskripsi dari banyak orang terdekat itulah membangun imajinasi bahwa disanalah nantinya pertemuan rindu Allah SWT dan Nabi Muhammad SAW akan terasa sangat indah.

Kakak Sepupu menyampaikan bahwa gunakanlah waktu sebaik-baiknya untuk bermunajat di Raudah, Makam Nabi Muhammad SAW.  Benar adanya, hari pertama kami tiba di Madinah, muthawif menyampaikan bahwa jamaah harus pandai-pandai dalam menjaga waktu dan stamina untuk berdoa di Raudah.

Bagaimana tidak, area raudhah ditandai dengan karpet hijau. Membentang dari rumah Rasulullah SAW (yang kini menjadi makam beliau) hingga ke mimbar sangatlah penuh jamaah. Belum lagi harus berbagi wilayah dengan jamaah laki-laki. Jelas sangatlah sempit bila dibanding jumlah banyaknya jamaah.

Pintu Raudah bagi jamaah putri terletak di Gate 25. Disambut oleh Askar yang memeriksa barang bawaan kami (asal tidak ada makanan dan kamera), kami memasuki lorong Masjid Nabawi. Subhanallah pilar-pilar yang kokoh, suasa hening, tabung-tabung air zam-zam, susunan Al Qur’an yang rapi di dalam masjid. Tiba di Gate 25, kami langsung melaksanakan sholat sunnah tahiyatul masjid dan dhuha. Bergegas kami bergabung dengan jamaah Melayu lainnya untuk menunggu giliran masuk ke pintu Raudah.

Tiada hentinya mulut ini berdzikir mengingat Allah. Fokus pada ibadah.

Saat pintu dibuka, suasana menjadi chaos. Kami bergandengan satu sama lain, mirip suasana chaos didalam krl wanita yang penuh sesak. Segera kami laksanakan sholat sunnah 2 rakaat berhajat kepada Allah.

Sungguh, rindu kami pada Rasul-Mu. Terasa sangat dekat daripada cerita-cerita guru Agama tentang kisah Rasul.  Tetes air mata tiada henti, tiada ingin berpisah dari-Mu. Tenangnya hati ini berada ditengah pusat magnet-Mu.

Andai diri ini senantiasa tertib dan displin patuh pada setiap ajaran Islam-Mu.

Terima kasih Allah atas kesempatan ini dalam hidup kami. Injinkanlah kami kembali lagi ya Allah.

Advertisements