Loncatan Waktu: Ayah berpulang

“Dek,, Ayah…..” short text from my Mom

“Ayah kenapa, Bulek?” asked me

“Pulang” she said

Allahumma firlahu warhamhu wa’afihi wa’fu anhu 

Ayah, rindu kehadiranmu

Suara halus panggilanmu, nasehatmu, ceritamu, pendapatmu. Dan kamu tidak pernah marah, jadi aku tidak punya bayangan kamu marah ataupun bentakanmu.

“Ayah, adek pulang ya nanti Kamis sampai Indonesia ya Ayah..ditunggu ya Ayah, tunggu ya” WA call from Seoul, Korea

Satu hari dimana tidak mampu berpikir dengan jernih dan hanya berharap segera tiba di Indonesia. Sayang, Ayah pulang tanpa menunggu. Namun ia telah banyak menunggu hingga laskar penjemputnya tiba.

“I am affarid, Di” 

.sudah jalanNya.

“Bu Greta, ak takut”

.makan dulu ya kita, lalu ke kamar packing dan tidur.

Selamat jalan, Ayah! 

Semoga bekal selama hidupmu senantiasa menemanimu.

Doa kami para anak sholeh sholehamu bersamamu, dalam rindu.

Tunggu kami di Jannah-Mu. Kami siapkan bekal dulu ya, Ayah tentunya semua dari bimbinganmu dan Ibuk serta simbah.

Sudah ya, Ayah.

Bintaro, jelang 100 hari Ayah.

Advertisements