.Menjadi Anak Yatim, demikian rasanya.

.Menjadi Anak Yatim, demikian rasanya.

Hakikatnya manusia hanya menyiapkan bekal untuk hidupnya di akhirat. Caranya, hidup manfaat bagi agama, dirinya, keluarga, dan umat.

Siapa sangka bonus usia hidup diberikan Allah untuk kita. Bisa jadi mungkin Ayah sebenarnya akan berpulang saat aku masa kecil, remaja, dewasa, dan tua.

Masih bersyukur mampu menjalani hari bersamanya. Tahu cara berkenalan dengan Syahadat, Rukun Iman, Rukun Islam, hafalan sholat dan tentang agama hingga akhir hayatnya.

Dulu saat aku bandel, kakaku bilang belum pernah merasakan punya anak. Well, parenting hood adalah beyond dari komitmen. Ayah bersama Ibuk meninggalkan jejak didikan yang sangat berharga. Menyiapkan dasar agama, melatih kecerdasan, kedisiplinan, kebiasaan baik, sopan santun, perencanaan keuangan, relationship, leadership, jujur, dsb

Nyaliku ciut kalo harus ingat mikir bangun pagi, desak2an di krl, terjun bebas lagi dari peron, disabilitas, beruntung saat itu Ayah jenguk datang dan menemani hari-hari krisis. Nyaliku ciut kalo harus ingat besok Sabtu Minggu segudang PR urusan rumah dan tukang. Belum jaga kesehatan dan hidup seimbang.

Kini, setiap pagi, harus banyak berdoa. Menjalani hari penuh perlindungaNya, sedetik apa sebaik seburuk apa ulah manusia kita siapa tahu. Endak papa hadapi dengan Bismillah aja. Demikian pesan mantra darinya. Ampuh!

#selamatakhirpekan#rinduanakperempuanpadaayah

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s