Belajar dari Jason Bourne

Hi Bil,

Menonton film, yang berkualitas tentunya, sangat menyenangkan, sama halnya membaca buku, melalui film banyak kita pun dapat melihat dunia, selain merasa terhibur dan rileks. Saat kami kecil, tidak jarang MacGyver, James Bon 007, Jurrasic Park, Anak Seribu Pulau, Sailor Moon, Conan, Doraemon, Keluarga Cemara, Remi, Rindu-Rindu Aisawa, Oshin, Si Doel, dll. Oh dear, kami harus berterima kasih atas tontonan yang bagus kala itu.

Semalam TV Kabel menayangkan kembali Jason Bourne film. Setting di London pun mengingatkan padamu disana. How lucky you are, Bil!

Jason Bourne is again being hunted by the CIA. It begins when Nicky Parson a former CIA operative who helped Bourne, who went under and now works with a man who’s a whistle blower and is out to expose the CIA’s black ops. Nicky hacks into the CIA and downloads everything on all their Black Ops, including Treadstone which Bourne was a part of. And Heather Lee, a CIA agent, discovers the hack and brings it to the attention of CIA Director Dewey, the man behind the Black Ops. He orders Parsons be found and, hopefully, Bourne, too. (source: http://www.imdb.com/title/tt4196776/

Dalam film Bourne ini, tokoh utama menyusun banyak strategi strategis yang tidak diduga, pace bekerjanya dinamis dan cepat, dan rasa ingin tahu tentang sejarahnya sangat besar serta cinta tanah airnya melekat hanya saja di akhir cerita ia perlu mempertimbangkan kembali untuk bekerja pada Negerinya.  Tidakkah kamu tahu, Bil bahwa rasa percaya diri si tokoh utama memperlihatkan bahwa knowledge yang kita miliki akan mengalahkan orang lain, itulah yang membuatnya percaya diri dalam menyusun strategi dan melakukan hal tepat.

setiap orang di CIA menjalankan perannya dengan baik, sudah pasti ya. Hanya saja, bisa membayangkan apabila setiap pekerjaan kita secara profesional, sungguh akan terasa sangat efisien dan seimbangnya hidup. Saling menyadari sungguh-sungguh apa yang seharusnya diberikan untuk Republik ini, mana yang hak dan tidak, mana yang pantas atau tidak. Terlihat idealnya pegawai di lembaga negara sebesar CIA.

Namun tetap saja ada pihak-pihak yang kurang menerapkan ilmunya, memiliki kepentingan pribadi, enggan bekerjasama, pace bekerja yang kurang sehingga jauh dari gaji jumbo yang diterima. Ah, sudahlah Bil tetaplah fokus dalam melakukan apa yang didepan mata., dekatlah dengan ilmu agar hatimu tenang. Cintai keilmuan dan profesi, dekatlah dengan ilmu.

Tentunya menyadari bahwa ‘bersungguh-sungguh dalam segala sesuatu yang kita kerjakan’, meski dalam hati terkadang merasa bukan ini yang dimau, dicari dan dirasakan, namun melepas rasa ego adalah solusinya untuk tetap bertahan dan ingat Allah dan Republik ini.

Dengan ingat Allah tentunya kita ingat menerapkan Rukun Iman dan Islam, menerapkan isi Al Qur’an sebagai pedoman hidup kita. Menyayangi sesama, mengamalkan ilmu, dsb

Dengan ingat Republik Indonesia ini, tentunya kita ingat bagaimana kita punya status sebagai Warga dari sebuah Bangsa yang Besar. Selanjutnya janji kemerdekaan, entah bagaimana bila kita masih tinggal di negara yang tidak merdeka atau failed state?

Hiduplah tanahku
Hiduplah negriku
Bangsaku Rakyatku semuanya
Bangunlah jiwanya
Bangunlah badannya
Untuk Indonesia Raya

Doakan semoga salinan naskah Risalah Rapat Hasil Sidang BPUPKI bisa segara kita miliki dan baca detail yaaa…

11895053_10153653256223474_1973061740316361231_o-Bapak Ibu Dubes RI untuk London bersama Kakak Bil dkk, 17 Agustus 2015

 

-Kakak Bil bersama kawan-kawan mengisi Agustus an di KBRI London, 2015

Salam Rindu,

Kantor OJK gedung Soemitro Djojohadikusumo, 2017

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s