Astaga,

astaga, apa yang sedang terjadi
oh oh astaga, hendak kemana semua ini
bila kaum muda sudah tak mau lagi peduli
mudah putus asa dan kehilangan arah

sementara yang lainnya hidup seenaknya
seakan waktu takkan pernah ada akhirnya

hanya mengejar kepentingan diri sendiri
lalu cuek akan derita sekitarnya

Hi Bil,
Saat kami membaca tulisan ini, entah usia berapa.
Kapan pun itu, sudah pasti dirimu akan tetap lebih muda dari Tante, KAUM MUDA, sedangkan Tante akan menjadi lebih tua dengan TETAP BERJIWA MUDA, agar AWET MUDA untuk menemanimu selalu.

Hari ini saatnya gajian, alhamdulillah, saat ini di kantor, sedang akan melaksanakan penugasan dari pimpinan. Ada pesan yang ingin Tante sampaikan, dimanapun nanti dirimu bekerja (apapun institusinya) tetaplah fokus pada keilmuanmu, profesimu, keahlianmu. Disitulah kebahagiaan hakiki sebagai seorang pegawai setelah bekerja keras selama 20 hari kerja, produktif selama berjam-jam setiap harinya. Alhamdulillah.

Mengapa kebahagian hakiki?
Karena tidak jarang tetap ada saja bagian pegawai yang kurang produktif, tetap mendapatkan gaji bulanannya. Mereka bisa jadi bahagia, namun apakah kebahagiaan itu akan dapat membantunya hingga akherat? Ilmu yang bermanfaat, termasuk didalamnya bagaimana mengaplikasikan ilmu kita dalam pekerjaan sehri-hari. Lalu bagaimana bila bermalas-malasan? tentunya Allah yang akan dapat menilai. Bukan kita sesama pegawai, untuk itu tetaplah fokus pada profesimu. Inilah dunia, tidak semua bisa diadili disini, kelak suatu hari nanti. gaji yang kita terima pun akan ditanya asal dan kemanfaatannya.

yuk selesaikan tugas kembali, bagian dari gaji.

Andien – Astaga (Official Music Video) – YouTube

Bekal dari Dunia: Ilmu yang bermanfaat

Hi Bil,

Semalam menyempatkan nonton film Foreigner, dibintangi oleh Jackie Chan. Dalam film ini diceritakan bagaimana seorang Ayah berupaya untuk mencari pembunuh putrinya yang menjadi korban bom teroris. Film yang sangat bagus, setiap orang memahami perannya dan keahliannya. Sungguh profesional dan mengagumkan melihat komitmen perannya.

Pelajaran yang sangat bisa diambil adalah ketekunan dapat mengasah keahlian, hingga orang menjadi notif apa keahlian kita, apa yang bisa diandalkan, menjadi orang yang punya diferensiasi.

Di tahun keempat di kantor ini, berupaya memiliki diferensiasi apa, apa nilai tambah yang bisa ditekuni untuk mendukung profesi ini.

Ingatkah kamu ingat Bil, saat Ayahmu belajar tekun di meja belajarnya,,, kamu selalu bilang Ayah KERJA, Ayah lagi KERJA. Terkadang iya benar Ayah sedang menyelesaikan pekerjaannya, ada kalanya juga Ayah sedang berupaya untuk meningkatkan kemampuannya.

Tidak hanya kamu dan Adek saja yang belajar, semua orang terus belajar hingga akhir hayat. Apabila tidak ada keinginan untuk belajar, mungkin umurnya menjadi kurang bermanfaat di dunia dan tidak adanya bekal akherat ‘ilmu yang bermanfaat’

Yuk, bersama-sama belajar, belajar bersama-sama
Tak lupa mengucap Basmallah ya Anak Manis.

Hai: Kini Hari Baru Bernyanyi Untukmu

hai teman (hai) apa kabar
lama tak ku dengar suaramu
apa harimu bermentari
adakah malam dihiasi mimpi

Hi Bil,
Senin pagi ini Mentari bersinar sangat cerah. Semoga pekan ini membawa keberkahan bagi kita semua. Pekan ini adalah pekan terakhir Tante untuk hidup sendiri tanpa keluarga inti di Jakarta. Setelah bertahun-tahun rasanya sangat berdebar untuk ketemu kalian. Sungguh! setelah banyak hal dilewati seorang diri, membuat belajar lebih tangguh meski stresss juga sih. Sebentar lagi akan kita topang bersama. Ada kalian disini.

Hai Ayah, apakabarmu disana?
Lama tak kudengar suaramu.
Biasanya bertahun-tahun tanggal 23 Oktober adalah hari terakhir Ayah untuk menikmati hari sebelum berkurang umur.
Wajahmu selalu sendu menjelang hari ulang tahunmu, namun bahagia saat tanggal 24 Oktober itu tiba.

hai teman hapus sudah
senyum kelabu di wajahmu
masa yang lalu telah berlalu
kini hari baru bernyanyi untukmu

Hai Ayah,
Pagi ini Mentari memberikan energi sangat positif.
Seolah-olah mengaburkan rasa rindu sapaanmu, Apakah kamu hadir lewat Mentari Cerah ini?
Baik Ayah, Pagi ini akan dimulai dengan tidak nakal ‘di sekolah’, mendengarkan guru dengan baik ‘di kelas’, banyak membaca berita di surat kabar, banyak berdiskusi positif dan menghindari obrolan tidak esensial.

2537.jpg
Sunrise di UpasHill Bandung, Agustus, 2017

Temanku tidakkah kamu tahu
bahwa dunia rindukan senyummu

dengarlah indah suara rintik hujan
yang turun membasahi bumi, memeluk tanah gersang
nyanyikan lagu tentang langit biru
dan lagu tentang cinta yang selalu sembuhkan luka

suara denting piano hapuskan air mata
indah alunan gitar membuat hatimu tegar

hai teman tidakkah kamu tahu
bahwa dunia rindukan senyummu
hai teman tidakkah kau mengerti
bahwa dirimu sangat berart
i

Hai Bil, sapalah dunia dengan karyamu, kebaikanmu, dan ketulusanmu. Dunia bukan hanya Indonesia, tapi Dunia juga Internasional. Belajarlah sebaik-baiknya, tekunilah bakat dan keilmuanmu/profesimu, tunjukan pada Dunia Internasional bahwa engkaulah teman terbaik bagi Dunia, teman yang akan memberikan kontribusi terbaik bagi Negerinya, bagi Dunia Internasional. Semua karena kamu sangat berarti, anugerah bagi semesta.

Hai Ayah, tidak kau mengerti bahwa dirimu sangat berarti.

Terima kasih banyak untuk Monita Tahela dengan suara merdunya, cerianya dan energi positifnya
Monita Tahalea — Hai (Official Music Video) – YouTube

Back for Good: Mempersiapkan Pendidikan

karena pendidikan merupakan investasi setiap manusia

Hi Bil,
Barusaja dari London Bunda mengirimkan pesan untuk membantu persiapan kelanjutan pendidikan formalmu di Indonesia. Got It! tidak sabar untuk melakukan hal-hal terbaik bagimu.

And in this crazy life, and through these crazy times It’s you, it’s you, You make me sing.You’re every line, you’re every word, you’re everything.

Dunia Parenting sangat menyenangkan karena tante merasa ada jiwa Alm. Eyangkung mengiringi setiap langkah ini. Kembali mengingat usaha orang tua kita untuk investasi pendidikan terbaik anak-anaknya. Meski kita sebagai anak dulu tidak memahami dan merasa dipaksa untuk menjalaninya.

Karena apa?
karena kita lebih muda yang belum tahu bekal apa yang perlu dipersiapkan untuk masa depan.

Keadaan mulai berbeda, karena kini perlu memperhatikan apa maunya anak-anak, kesenangan, bakat dan passionnya.

Kenapa eyangkung mempebolehkan tante naik bis DAMRI ke tempat jauh ke Redaksi Koran Suara Merdeka?
Karena disanalah mungkin menurut eyangkung tempat terbaik untuk mengasah pengetahuan anaknya: agar suka membaca dan berani menulis. Bertemu banyak kawan.

Yups! eniewi ditengah persiapan rapat jam 11 ini, sudah ada beberapa agenda domestik rumah yang perlu dilakukan lepas pulang kantor nanti. Yuk ah! selalu semangat menemanimu meneruskan hidup, hidupmu kini sebentar lagi di Indonesia.

Back for good! welcome back in Bintaro, city of ‘anak rantau feel likes home’

Semesta 3.30

  • Sunrise is my new hope and energy!

alhmadulillah hari ini, kita liat lagi matahari. Itulah namanya semangat, mengakui bahwa ada DIA yang lebih dari kita.

Hi Bil,

Pagi ini tante terbangun seperti biasa, around 03.30 atmosfir semesta yang berpihak sedari kuliah dan waktu berpulangnya Ayah, Ya sunyi yang menyenangkan, kata orang Malaikat banyak turun ke Bumi.

Eitss, coba bila jam segini kita di luar rumah pasti langit sedang bersiap sambut tamu agung, dia sang matahari pagi dan adzan Subuh. 

Screen Shot 2017-10-13 at 3.57.49 AMPrivate Trip di Upas Hill Bandung, Agustus 2017 bersama Genks MC

Dua hari dengan rutinitas membosankan, saatnya kembali mencari matahari. Hasil googling, Candi Ijo Jogja oke juga dan tidak repot-merpotkan. HAHAHA bukan anak gunung kayak tante Redha, Dara, dan Aden, berkat mereka energi melangkahkan kaki itu ada.

Yuk istirahat. Yuk ke Jogja. Malam ini, oke jalan.

Bil, kadang hidup perlu spontan, capek kamu nanti bila ketat pada agenda. Why? Kita manusia,bukan robot. Kita punya akal untuk jadi kreator, berkreasi, memperkaya wawasan dan menciptakan produk. Rutinitas itu berpola, bila tidak ada taste atau warna bisa gila nanti karena bosan. Istirahatlah sebentar, kembali ke alam, wong cilik dan semesta untuk mengingat DIA sang pencipta (tazabur alam). Fixed. semoga Candi Ijo menyambut baik. Let’s travel with universe. 

Screen Shot 2017-10-13 at 4.03.49 AM

Borobudur yang tertutup Kabut, 2010 bersama Genks ULI

Screen Shot 2017-10-13 at 4.36.27 AM.pngKumpulan Cendol di Puncak Si Kunir Dieng, Wonosobo, Jateng, April 2017 bersama Genks MC

. Untuk kamu ‘yang juga masih single’: Tiada yang lebih sabar

. Untuk kamu ‘yang juga masih single’: Tiada yang lebih sabar 

Setiap orang punya jalan hidup masing-masing.

Bersyukur kesempatan sekolah hingga Perguruan Tinggi, IPK Cukup, Wisuda, Cari Kerja… semua momen ditunguin Ayah Ibu Kakak2 Bil dan didukung para teman kecilku.
Suatu hari bertekad untuk mandiri menyiapkan kado ucapan terima kasih, sama halnya seperti orang tua kita menyiapkan tempat terbaik untuk kita dan para sahabat kecil menopang jatuh bangun impian kita.

Meski ini terhitung terlambat, Ayah telah berpulang sebelum tuntas tahun lalu, syukur ikuti separo perjalanan.

Hela nafas diikuti rasa syukur,
Enam tahun sudah ikhtiar diantara kata tidak mungkin, ditambah setahun rapihin, dan kini tinggal 5 items lalu tugasku menuntaskan impian sudah terwujud.

Sedih campur haru, karena sudah tuntas. 

Untuk yang selalu sabar bertanya a.k.a hati sanubariku sendiri

“sudah belum me time nge-Dream-nya?”
“Iya sudah, tinggal 5 items lagi disini untuk disiapin lalu selesai. Besok tempat refreshing juga ya ini daripada ke mall”
“Iya boleh tapi tetap dirawat ya”

Terimakasih banyak, Allah.

Terimakasih banyak telah bersabar, hati sanubariku ups and downs.

Mari melanjutkan dream. 
Terimakasih banyak para sahabat sedari kecilku: ini tempat untuk kalian.

Tugas Tante Ratih (hampir) tuntas. Ini terimakasihku untuk para kesayanganku dan sahabat kecilku.

Alhamdulillah.
Gusti mboten nate sare. Sehat, bahagia, dan bermanfaat selalu ya. Mohon maaf lahir dan batin.

#ndalem#erhapitu#tuntasimpian

Screen Shot 2017-10-12 at 7.52.04 PM

Screen Shot 2017-10-12 at 7.48.30 PMBersama Kawan, dan Adek-adek kantor yang baik dan kocak, 2017

Bersyukur Pernah Sekolah

Screen Shot 2017-10-12 at 7.29.37 PM

. Bersyukur pernah sekolah 

Hidup cukup, asal anak-anak menempuh pendidikan terbaik.
Caranya mengenalkan sekolah, setahun sebelumnya diajak melihat beberapa sekolah untuk jadi pilihan dan memotivasi.

V Kunjungi SD Anjasmoro, SD Istriati: pilih SD Anjasmoro (karena ada kakak)

V Kunjungi SMP 1, SMP 2, SMP 3, SMP Dominico Savio: pilih SMP 1 (karena ada Kakak)

V Kunjungi SMA 3, SMA 1, SMA 5: mau tidak mau harus di SMA 1 (dekat Kantor Ayah)

V Kunjungi UNDIP Semarang, UGM, UI, ITB: UGM bagus adem kampusnya deket Semarang, deket Simbah, banyak Les-les an, banyak beasiswa, Ayah dulu pingin kesini tapi Simbah tidak punya banyak uang (berhasil masuk dan ada Kakak)

V 2010: keduanya melambaikan tangan mengantar hingga kereta api berjalan ke Jakarta. Pertama kali menjejakan kaki ke Inggris tanpa Ayah, meski sebentar belajar kehidupan untuk referensi terbuka pikiran katanya Beliau.

V 2011: Koper besar diserahkannya saat mengantarkan di bandara A.Yani dan lanjut ke Jakarta-Tokyo. Ibu tidak turut serta, pilu hatinya. Pelukan Ayah yang menenangkan, Ramadhan Idul Fitri jauh darinya. Akhir tahun, Jogja-Nagoya tanpa keduanya.

V 2015: Kunjungi Oxford University, Manchester, Liverpool, LSE London bersamanya. Banyak ambil foto dan cerita penuh tekad.
Semoga kelak bisa belajar disini, untuk anaknya atau cucu-cucunya.

Hidup dekat ilmu, kerja dekat ilmu.

Pendidikan karakter pun diperlukan sepanjang usia.

Sekarang sudah gak ada #Ayah. Al fatehah

Raudah-Mu: Sebuah Titik Pertemuan

raudahMU

Raudhah, Masjid Nabawi, Mei 2016. Photo taken by Me

Banyak orang cerita bahwa masjid Nabawi lebih tenang untuk beribadah. Suasananya lebih syahdu untuk kita khusyuk berdoa. Deskripsi dari banyak orang terdekat itulah membantuku membangun imajinasi bahwa disanalah nantinya pertemuan rindu Allah SWT dan Nabi Muhammad SAW akan terasa indah, rupanya BENAR. Alhamdulillah.

Kakak Sepupu pernah menyampaikan tips, gunakanlah waktu sebaik-baiknya untuk bermunajat di Raudah, Makam Nabi Muhammad SAW.  Benar adanya, hari pertama kami tiba di Madinah, muthawif menyampaikan bahwa jamaah harus pandai-pandai dalam menjaga waktu dan stamina untuk berdoa di Raudah.

Bagaimana tidak, Area Raudhah ditandai dengan karpet hijau. Membentang dari rumah Rasulullah SAW (yang kini menjadi makam beliau) hingga ke mimbar sangatlah penuh jamaah. Belum lagi harus berbagi wilayah dengan jamaah laki-laki.

Alhamdulillah, bersama Nadia, anak kos jaman di Jogja, kami berdua mampu menghapus rindu kami pada Rasul dan Allah. Aamiin. Alhamdulillah kesempatan punya sahabat baik juga.  Sahabat kala serumah di Jogja, semoga kelak kami serumah di Jannah Allah. Aamiin. 

Yogyakarta: Terima kasih Pulang Lagi!

Hi Bil,

Beberapa hari ini ada banyak kawan dari Jogja menyampaikan kabar yang macem-macem ceritanya. Ada Anak-anak kos an, pak Dosen Pembimbing skripsi, tante Dhila di Makassar, tante Ayu dsb Intinya, jiwa ini sudah mulai merindukan ‘suasana pulang’.

Di Jogja atau bersama teman-teman Jogja (kuliah, kantor lama, anak kos an), mata tante itu berbinar berdiskusi banyak hal dengan pikiran terbuka, rasanya hati ini tulus tanpa ada saling menyakiti dan topang kepentingan, energi selalu positif. Somehow gak selalu kita terima dalam pekerjaan. Energi untuk punya karya dan creative selalu ada (kayak semalam, beres ngopi dengan mas Hangga HI 2002).

Disitu terkadang tante berpikir atas atmosfir di cubicle ini. Re-thinking. 

Eniwei apakabar data di email atau laptop jaman kuliah ya? Di tahun akhir kuliah S1, menulis dengan terinspirasi lagu Yogyakarta.

Pulang ke kotamu/ Ada setangkup haru dalam rindu/ Masih seperti dulu/ Tiap sudut menyapaku bersahabat, penuh selaksa makna/ Terhanyut aku akan nostalgi/ Saat kita sering luangkan waktu/ Nikmati bersama/ Suasana Jogja
Di persimpangan langkahku terhenti/ Ramai kaki lima/ Menjajakan sajian khas berselera/ Orang duduk bersila/ Musisi jalanan mulai beraksi/ Seiring laraku kehilanganmu/ Merintih sendiri/ Ditelan deru kotamu …
Walau kini kau t’lah tiada tak kembali/ Namun kotamu hadirkan senyummu abadi/ Ijinkanlah aku untuk s’lalu pulang lagi/ Bila hati mulai sepi tanpa terobati