Raudah-Mu: Sebuah Titik Pertemuan

raudahMU

Raudhah, Masjid Nabawi, Mei 2016. Photo taken by Me

Banyak orang cerita bahwa masjid Nabawi lebih tenang untuk beribadah. Suasananya lebih syahdu untuk kita khusyuk berdoa. Deskripsi dari banyak orang terdekat itulah membantuku membangun imajinasi bahwa disanalah nantinya pertemuan rindu Allah SWT dan Nabi Muhammad SAW akan terasa indah, rupanya BENAR. Alhamdulillah.

Kakak Sepupu pernah menyampaikan tips, gunakanlah waktu sebaik-baiknya untuk bermunajat di Raudah, Makam Nabi Muhammad SAW.  Benar adanya, hari pertama kami tiba di Madinah, muthawif menyampaikan bahwa jamaah harus pandai-pandai dalam menjaga waktu dan stamina untuk berdoa di Raudah.

Bagaimana tidak, Area Raudhah ditandai dengan karpet hijau. Membentang dari rumah Rasulullah SAW (yang kini menjadi makam beliau) hingga ke mimbar sangatlah penuh jamaah. Belum lagi harus berbagi wilayah dengan jamaah laki-laki.

Alhamdulillah, bersama Nadia, anak kos jaman di Jogja, kami berdua mampu menghapus rindu kami pada Rasul dan Allah. Aamiin. Alhamdulillah kesempatan punya sahabat baik juga.  Sahabat kala serumah di Jogja, semoga kelak kami serumah di Jannah Allah. Aamiin. 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s