Genre Film: Kamu suka nonton apa?

Hi Bil!

Ini bulan kedua kamu sudah pulang ke Indonesia, sayangnya kita belum ngedate bersama untuk menonton film anak-anak di bioskop. Hiks! The Little Ponny sudah habis duluan ya.

Okai, hingga diusiamu 8 tahun ini, baru The Frozen, Snoppy & Peanuts, Shaun the Sheep yang kamu suka, belakangan tentunya film lego serta The Little Ponny.

Waktu berjalan sangat cepat, rasanya baru kemarin kamu takut untuk masuk sinema/ ruang gelap dan suara dari layar bioskop.

Tentang genre film, senang sekali menonton 1) Film Action ala Bourne, Mission Impossible, Sully, The Foreigner, dll 2) Film Indonesia yang mengangkat nilai kelokal-an suatu daerah dan buatan Alenia untuk Anak-anak. 3) Sometimes Insidious dll meski kadang setelah menonton kita jadi takut. 4) Komedi non Indonesia, nah untuk Komedi Indonesia baru belakangan bertemu film buatan Ernest. Luamayan koplak-koplak gimana gitu, menghibur. Duh! jadi inget film ‘Mbangun Deso ala Den Bagus Ingarso’ jaman kecil di TVRI. Komedi yang membangun hehehe Ernest mulai menggarap film isu sosial masyarakat di Indonesia dengan skenario yang cukup gokil dan sederhana. Coba nanti kamu tengok ‘Cek Toko Sebelah’, saat ini sedang akan liris ‘Susah Sinyal’

Tentang selera film, mengakui bahwa kebiasaan dalam keluarga mempengaruhi pilihan. Menonton adalah sarana rileks sejenak, daripada menonton sinetron yang gagal paham dan bahaya sekali ditonton. Duh! kamu aja bilang pusing kan, ini film apa di tv hahaha, namanya itu sinetron. The scenario is does not make sense, right. hehehe

Lepas nonton film, kita bisa berdiskusi banyak hal. Biasanya alm. Eyangkung Rahman melakukannya, begitu juga tante Dhila, Redha, dan Bundamu. Senangnya kita bisa bahas banyak film. Di masa kuliah, dosen akan lebih mudah mengarahkan logika pikir dari suatu teori melalui film. bagaimana film tentang perang kita belajar di kelas keamanan, film tentang globalisasi, dsb.

Melalui film ‘Home Alone’, tante jadi tahu bagaimana menjaga diri di luar dari zona nyaman, dan mandiri. Melalui film ‘Laskar Pelangi’ tante, eyangkungti berkunjung ke Pulau Belitong. Disana kami mengupas buku Novel dan filmnya. Melalui ‘film Filosofi Kopi’ tante lebih cinta pada kopi lokal Indonesia.

Seru bukan?? Film, Buku, dan Diskusi adalah paket untuk terus mengasah pola pikir kita.

Gak sabar menunggu film berkualitas nih! Yuk,,, bergerak maju.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s