Tentang Rasa dan Masa Depan…

pikirlah saja dulu hingga tiada ragu agar mulus jalanku melangkah menuju ke hatimu
pikirlah saja dulu hingga tiada ragu agar mulus jalanku melangkah menuju ke hatimu
oooh siapkah kau tuk jatuh cinta lagi

Hai Bil dan Willy,
index
-Ijazah yang telah kembali kepangkuan lepas 4 tahun Ikatan Dinas-

Dalam perjalanan Jakarta-Lombok pekan lalu, tidak sengaja mendengarkan lagu di pesawat. Suara grup vokal ini unik, arasemen, dan liriknya.

Tentang rasa.

Bisa ditebak lagu ini tentang cinta. Iya benar.
Untuk urusan cinta, baiknya kita serahkan pada semesta dan Allah, tugas kita menyambut dengan gembira, memantaskan diri, dan tetap melakukan tugas kita seperti biasa.
Kata pak Habibie, setiap orang sudah ada ‘gula jawa’ tinggal waktunya masing-masing. Pesannya, setiap orang memiliki masa lampau masing-masing, masa depanlah yang akan disusun bersama.

Kembali ke lirik lagunya.
Bagiku, lirik ini memberi pertanyaan kembali pada kita untuk menyakini hati nurani masing-masing: siapkah. pikirlah saja dulu. sebelum mengambil suatu keputusan dan komitmen.

Tetiba terpikirkan tentang ‘rasa’
1. Rasa kepada cintanya Alm. Ayah
Cinta kepada belahan jiwa yang selalu ada di hati, selalu dikirimkan doa dan selalu menemani hari-hari hingga nanti menyusul menutup mata. Energi ini dapat dituangkan dalam setiap langkah, untuk tetap menatap masa depan melanjutkan cita-cita dan harapannya.

2. Rasa membangun cinta
Pikirlah saja dulu hingga tiada ragu agar mulus jalanku melangkah menuju ke hatimu. Mengisi masa kini suka dan duka, mengerti kesibukannya, komunikasi yang lancar, melakukan perjalanan bersama, memberikan ruang dan waktu masing-masing dan lalu kembali istirahat bersama, menyusun masa depan bersama di sisa waktu kita di dunia dan bekal akherat, mendidik anak-anak agar kelak mandiri tanpa kita di sisinya. Impian wajar manusia, ideal.
Hanya Allah Maha Pembolak-balik hati umatNya, Maha Tahu Masa Depan Umat-Nya.

2. Rasa kepada rutinitas sehari-hari
Profesi dan pekerjaan. Siapkan untuk jatuh cinta lagi? Cinta pada apa yang sedang kita lakukan sebagai kegiatan utama? ataukah cinta kepada institusi tempat kita bekerja? Passion? Dilakukan dengan passionate?

Bil dan Willy, kita ada punya Allah untuk kita kembali berdiskusi, memohon bimbingan, dan menemani setiap langkah. Hidup itu bagun pagi untuk bergerak maju ke depan.

Bersyukurlah. Bersyukurlah.

Pikirlah saja dulu hingga tiada ragu agar mulus jalanku melangkah menuju ke hatimu

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s