.Nyaman itu jebakan: karena gaji dan rezeki itu berbeda

Screenshot_20181105-082748_Instagram

Senin pagi, kita tahu jalanan itu lebih macet dari kebanyakan, makanya berangkatlah lebih pagi.

Hectic pagi, kita tahu kesiapan bekerja itu dimulai dari awal langkah kaki di kantor, bisa jadi awal kali kamu bangun pagi dan pegang WA Grup Kantor.

Kompetisi pagi, kita tahu cari pekerjaan tidak mudah, organisasi tidak mudah jadi sumber daya manasia (SDM) sesuai kompetensi, psikologi, psikis, kesehatan, investasi sana sini untuk fasilitas dan pengembangan sdm, bersiaplah hadapi dinamika pekerjaan.

Hubungan kerja sehat, berikan pelayanan dengan saling profesional. Staf itu tidak banyak selalu minta jawaban sesama staf, berikan secara bergantian. Jadi bos dadakan itu keluarkan leadership sebagai andalan, petakan mana kebutuhan dan kemampuan.

Pegawai baru tidak selamanya sandang status pegawai baru. Fungsi coaching terkadang tiada, alih-alih dinamika pekerjaan, bisa jadi karena malas memberikan akibat umpan yang tidak berkembang.

Gaji itu pasti diberikan.
Rezeki itu berbeda setiap orang, ada yang pribadi manja dan mandiri, disiplin atau tidak, itu urusan Tuhan. Bukan kita yang menghakimi sesama.

Mantra cuma satu, kita kerja sama orang: saya yang dipindah atau lainnya yang dipindah. Apesnya, tidak ada perpindahan.

*cuci piring pagi2

Advertisements