Istirahatlah, Jakarta!

Little Escape from Jakarta
Akhir pekan berkemah di sekitar Danau Buatan Situ Gunung, Sukabumi, 2017.
Bintaro-Bogor Krl, Bogor-Sukabumi Pp kereta api

Hi Bil & Willy,

Siang ini tante menyempatkan menuju Pasar Baru,
Sederhana saja, mencari apa yang dibutuhkan kali ini titipan tugas prakarya Kakak Bil. Kata Bundamu, ia tidak menemukan di sekitar rumah

Aneh. coba itu di Semarang atau Jogja, sudah mudah kita dapat.


Jakarta kata orang itu segalanya ada, termasuk mewujudkan impian orang-orang
Bagiku dan Ayah Bundamu, kami terdapar di Jakarta karena pekerjaan, tempat menumpang menjemput rezeki
Bagi Ayahmu sudah berkesempatan meninggalkan Jakarta, itu pun lagi-lagi tiada pilihan karena kami seorang pegawai bukan pengusaha, arsitek, atau seniman yang lebih memiliki fleksibel waktu/ membuat karya/bisnis dimana ia berada

Jakarta kata orang serba ada, iya benar bagi mereka yang telah tahu dimana ada kesempatan dan tempat tujuannya

Jakarta kata orang itu tempat orang pandai berkumpul, iya mungkin benar namun pandai saja tidak cukup untuk tinggal di Jakarta

Kasiannya kamu dan Adek harus ‘terpaksa’ kembali ke Jakarta, kamu harus mengelola waktu dengan baik, emosi, dan mental sejak dini

Maafkan kami bila harus memintamu sedikit bergerak lebih cepat, belajar lebih awal, bangun-mandi-sarapan- bersiap tepat waktu, bermain tanpa leluasa di taman atau kebun/ sawah, meminta waktumu melakukan perjalanan lebih jauh untuk mendapatkan suasana istirahat ala alam

Inilah kita yang sedang punya sajadah kehidupan di Jakarta, menjalankan sa’i dengan krl untuk rumah-kantor, tersendat diantara antrian macet seolah sedang berthawaf berkeliling ka’bah

Satu hal mantranya, pilihlah tetap bahagia menjalaninya, kalahkan pikiran kita yang seolah akan lemah, gigih dan trengginas!Bantuan tangan Allah pasti ada

Sudah tiga tahun lebih dikit tanpa kalian, Tangan Allah selalu ada untuk membantu mempermudah hidup di Jakarta

Semoga kelak ada cerita dimana kita berada lainnya, mungkin bukan bernama Jakarta atau bisa jadi tetap di Jakarta. Who knows…

Advertisements

Belajar Toleransi…

Toleransi sesungguhnya yakni pemahaman dari kita mayoritas kepada minoritas.

Hi Bil & Willy,
18301792_10154670174598284_1372773809126464395_n

.Tahun terakhir Alm. Ayah mengajakku melihat Vatican, karena beliau tahu aku pingin tahu bagaimana Paus bersama umatnya. Tidaklah beda karismanya dengan Imam Masjidil Haram tempatku ibadah. Itulah leader, membantu kami mencari keberkahan dunia dan akhirat. Thank you Ayah Ibuk. –see https://ratihsurachman.com/2015/11/21/vatican-city-summer-holiday-in-rome-2015/

Bukan hal baru bagi kita yang pernah menjadi minoritas di negeri orang.
Kita sebagai pribadi beragama ‘Muslim’ tetap harus dapat menjaga keimanan dan ketakwaan sebagai bentuk hubungan kepada Sang Khalik Pencipta dan juga Silaturahim yang baik antar sesama, Di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung.

Isu RAS beberapa tahun terakhir pasca reformasi Indonesia mulai menjadi titik panas/ hot spot di Tanah Air. Semua berjustifikasi bahwa inilah demokrasi. Tentunya Kakak Bil ingat kasus pak Ahok dan diikuti demo besar yang mengatas namakan umat muslim (AKSI 212, dsb). Terkadang framing menjadikan generalisir pernyataan yang belum tentu semua pihak mendukung. Ah, pusing pagi-pagi bicara politik atau isu agama yang dipolitisasi berpotensi konflik.

Yuk, kita punya langkah peduli mulai dari diri kita sendiri, yaitu menjaga kerukunan beragama dalam hidup ini, tokh kita sudah terbiasa menjadi minoritas, tentunya saat kita berada di lingkungan mayoritas kita menjadi paham apa yang dibutuhkan atau yang membuat nyaman kaum minoritas. Itulah esensi/ makna toleransi sesungguhnya.

Kembali ke Cirebon

Hi Bil,

Ingatkah tentang cerita menikmati Kota Cirebon tahun 2014? https://ratihsurachman.com/2014/10/19/tentang-kota-cirebon-oktober-2014/

Ternyata alhamdulillah kembali lagi bersama dengan Tim kantor di tahun 2017 ini (pak Direktur bu Depdir dan semua staf ikut), yuk intip itinerarynya, kali ini kami naik kereta esksekutif Pp (berangkat Argo Muria jam 7 pagi, pulang sore pukul 18)

Berikut itinerary kunjungan ke Cirebon beberapa waktu lalu
1. Makan pagi nasi jamblang Bu Nur ✅
2. Keraton kesepuhan
3. Gua Sunyaragi✅
4. Kerajinan kerang✅
5. Batik Trusmi✅
WhatsApp Image 2017-11-27 at 14.54.09
Pembatik di Kampung Trusmi, 2017

6. Makan siang empal gentong H. Apud ✅
7. Toko oleh oleh Pangestu✅
8. Es Kopyor 4848✅
9. Kembali ke stasiun✅

Jesss jesss! duduk-makan-duduk lagi… hehehe sekali2 gpp menemani Rekan-rekan yang belum pernah kunjungi Cirebon, tokh suasana yang berbeda kan. Tetap seru!!!

Kompetisi dalam hal Kebaikan

WhatsApp Image 2017-11-17 at 20.54.52

Hi Bil,

Pernahkah engkau ingat bagaimana cara Ayah Bunda Tante menyemangatimu dalam belajar? Dalam memotivasimu dalam segala hal?
iya, pasti bisa
iya, pasti bisa nanti lebih baik
iya, pasti bisa menyelesaikan hingga tuntas

KARENA pekerjaan yang baik adalah pekerjaan yang tuntas.
Belajar yang baik adalah belajar yang tuntas.
Apa yang didepan mata harus dikerjakan, tuntaskanlah.

APa itu kompetisi? melakukan apa yang didepan mata dengan tuntas, bedanya menang dapat hadiah dan bahagia berlipat. Kalah? kita sudah melakukan hal KEREN yaitu menuntaskan tugas di depan mata kita.

So, tuntaskanlah. Berkompetisilah dalam hal kebaikan.
Screen Shot 2017-11-18 at 7.14.02 PM

Bismillah.

Astaga,

astaga, apa yang sedang terjadi
oh oh astaga, hendak kemana semua ini
bila kaum muda sudah tak mau lagi peduli
mudah putus asa dan kehilangan arah

sementara yang lainnya hidup seenaknya
seakan waktu takkan pernah ada akhirnya

hanya mengejar kepentingan diri sendiri
lalu cuek akan derita sekitarnya

Hi Bil,
Saat kami membaca tulisan ini, entah usia berapa.
Kapan pun itu, sudah pasti dirimu akan tetap lebih muda dari Tante, KAUM MUDA, sedangkan Tante akan menjadi lebih tua dengan TETAP BERJIWA MUDA, agar AWET MUDA untuk menemanimu selalu.

Hari ini saatnya gajian, alhamdulillah, saat ini di kantor, sedang akan melaksanakan penugasan dari pimpinan. Ada pesan yang ingin Tante sampaikan, dimanapun nanti dirimu bekerja (apapun institusinya) tetaplah fokus pada keilmuanmu, profesimu, keahlianmu. Disitulah kebahagiaan hakiki sebagai seorang pegawai setelah bekerja keras selama 20 hari kerja, produktif selama berjam-jam setiap harinya. Alhamdulillah.

Mengapa kebahagian hakiki?
Karena tidak jarang tetap ada saja bagian pegawai yang kurang produktif, tetap mendapatkan gaji bulanannya. Mereka bisa jadi bahagia, namun apakah kebahagiaan itu akan dapat membantunya hingga akherat? Ilmu yang bermanfaat, termasuk didalamnya bagaimana mengaplikasikan ilmu kita dalam pekerjaan sehri-hari. Lalu bagaimana bila bermalas-malasan? tentunya Allah yang akan dapat menilai. Bukan kita sesama pegawai, untuk itu tetaplah fokus pada profesimu. Inilah dunia, tidak semua bisa diadili disini, kelak suatu hari nanti. gaji yang kita terima pun akan ditanya asal dan kemanfaatannya.

yuk selesaikan tugas kembali, bagian dari gaji.

Andien – Astaga (Official Music Video) – YouTube

Bekal dari Dunia: Ilmu yang bermanfaat

Hi Bil,

Semalam menyempatkan nonton film Foreigner, dibintangi oleh Jackie Chan. Dalam film ini diceritakan bagaimana seorang Ayah berupaya untuk mencari pembunuh putrinya yang menjadi korban bom teroris. Film yang sangat bagus, setiap orang memahami perannya dan keahliannya. Sungguh profesional dan mengagumkan melihat komitmen perannya.

Pelajaran yang sangat bisa diambil adalah ketekunan dapat mengasah keahlian, hingga orang menjadi notif apa keahlian kita, apa yang bisa diandalkan, menjadi orang yang punya diferensiasi.

Di tahun keempat di kantor ini, berupaya memiliki diferensiasi apa, apa nilai tambah yang bisa ditekuni untuk mendukung profesi ini.

Ingatkah kamu ingat Bil, saat Ayahmu belajar tekun di meja belajarnya,,, kamu selalu bilang Ayah KERJA, Ayah lagi KERJA. Terkadang iya benar Ayah sedang menyelesaikan pekerjaannya, ada kalanya juga Ayah sedang berupaya untuk meningkatkan kemampuannya.

Tidak hanya kamu dan Adek saja yang belajar, semua orang terus belajar hingga akhir hayat. Apabila tidak ada keinginan untuk belajar, mungkin umurnya menjadi kurang bermanfaat di dunia dan tidak adanya bekal akherat ‘ilmu yang bermanfaat’

Yuk, bersama-sama belajar, belajar bersama-sama
Tak lupa mengucap Basmallah ya Anak Manis.