Kompetisi dalam hal Kebaikan

WhatsApp Image 2017-11-17 at 20.54.52

Hi Bil,

Pernahkah engkau ingat bagaimana cara Ayah Bunda Tante menyemangatimu dalam belajar? Dalam memotivasimu dalam segala hal?
iya, pasti bisa
iya, pasti bisa nanti lebih baik
iya, pasti bisa menyelesaikan hingga tuntas

KARENA pekerjaan yang baik adalah pekerjaan yang tuntas.
Belajar yang baik adalah belajar yang tuntas.
Apa yang didepan mata harus dikerjakan, tuntaskanlah.

APa itu kompetisi? melakukan apa yang didepan mata dengan tuntas, bedanya menang dapat hadiah dan bahagia berlipat. Kalah? kita sudah melakukan hal KEREN yaitu menuntaskan tugas di depan mata kita.

So, tuntaskanlah. Berkompetisilah dalam hal kebaikan.
Screen Shot 2017-11-18 at 7.14.02 PM

Bismillah.

Astaga,

astaga, apa yang sedang terjadi
oh oh astaga, hendak kemana semua ini
bila kaum muda sudah tak mau lagi peduli
mudah putus asa dan kehilangan arah

sementara yang lainnya hidup seenaknya
seakan waktu takkan pernah ada akhirnya

hanya mengejar kepentingan diri sendiri
lalu cuek akan derita sekitarnya

Hi Bil,
Saat kami membaca tulisan ini, entah usia berapa.
Kapan pun itu, sudah pasti dirimu akan tetap lebih muda dari Tante, KAUM MUDA, sedangkan Tante akan menjadi lebih tua dengan TETAP BERJIWA MUDA, agar AWET MUDA untuk menemanimu selalu.

Hari ini saatnya gajian, alhamdulillah, saat ini di kantor, sedang akan melaksanakan penugasan dari pimpinan. Ada pesan yang ingin Tante sampaikan, dimanapun nanti dirimu bekerja (apapun institusinya) tetaplah fokus pada keilmuanmu, profesimu, keahlianmu. Disitulah kebahagiaan hakiki sebagai seorang pegawai setelah bekerja keras selama 20 hari kerja, produktif selama berjam-jam setiap harinya. Alhamdulillah.

Mengapa kebahagian hakiki?
Karena tidak jarang tetap ada saja bagian pegawai yang kurang produktif, tetap mendapatkan gaji bulanannya. Mereka bisa jadi bahagia, namun apakah kebahagiaan itu akan dapat membantunya hingga akherat? Ilmu yang bermanfaat, termasuk didalamnya bagaimana mengaplikasikan ilmu kita dalam pekerjaan sehri-hari. Lalu bagaimana bila bermalas-malasan? tentunya Allah yang akan dapat menilai. Bukan kita sesama pegawai, untuk itu tetaplah fokus pada profesimu. Inilah dunia, tidak semua bisa diadili disini, kelak suatu hari nanti. gaji yang kita terima pun akan ditanya asal dan kemanfaatannya.

yuk selesaikan tugas kembali, bagian dari gaji.

Andien – Astaga (Official Music Video) – YouTube

Bekal dari Dunia: Ilmu yang bermanfaat

Hi Bil,

Semalam menyempatkan nonton film Foreigner, dibintangi oleh Jackie Chan. Dalam film ini diceritakan bagaimana seorang Ayah berupaya untuk mencari pembunuh putrinya yang menjadi korban bom teroris. Film yang sangat bagus, setiap orang memahami perannya dan keahliannya. Sungguh profesional dan mengagumkan melihat komitmen perannya.

Pelajaran yang sangat bisa diambil adalah ketekunan dapat mengasah keahlian, hingga orang menjadi notif apa keahlian kita, apa yang bisa diandalkan, menjadi orang yang punya diferensiasi.

Di tahun keempat di kantor ini, berupaya memiliki diferensiasi apa, apa nilai tambah yang bisa ditekuni untuk mendukung profesi ini.

Ingatkah kamu ingat Bil, saat Ayahmu belajar tekun di meja belajarnya,,, kamu selalu bilang Ayah KERJA, Ayah lagi KERJA. Terkadang iya benar Ayah sedang menyelesaikan pekerjaannya, ada kalanya juga Ayah sedang berupaya untuk meningkatkan kemampuannya.

Tidak hanya kamu dan Adek saja yang belajar, semua orang terus belajar hingga akhir hayat. Apabila tidak ada keinginan untuk belajar, mungkin umurnya menjadi kurang bermanfaat di dunia dan tidak adanya bekal akherat ‘ilmu yang bermanfaat’

Yuk, bersama-sama belajar, belajar bersama-sama
Tak lupa mengucap Basmallah ya Anak Manis.

Hai: Kini Hari Baru Bernyanyi Untukmu

hai teman (hai) apa kabar
lama tak ku dengar suaramu
apa harimu bermentari
adakah malam dihiasi mimpi

Hi Bil,
Senin pagi ini Mentari bersinar sangat cerah. Semoga pekan ini membawa keberkahan bagi kita semua. Pekan ini adalah pekan terakhir Tante untuk hidup sendiri tanpa keluarga inti di Jakarta. Setelah bertahun-tahun rasanya sangat berdebar untuk ketemu kalian. Sungguh! setelah banyak hal dilewati seorang diri, membuat belajar lebih tangguh meski stresss juga sih. Sebentar lagi akan kita topang bersama. Ada kalian disini.

Hai Ayah, apakabarmu disana?
Lama tak kudengar suaramu.
Biasanya bertahun-tahun tanggal 23 Oktober adalah hari terakhir Ayah untuk menikmati hari sebelum berkurang umur.
Wajahmu selalu sendu menjelang hari ulang tahunmu, namun bahagia saat tanggal 24 Oktober itu tiba.

hai teman hapus sudah
senyum kelabu di wajahmu
masa yang lalu telah berlalu
kini hari baru bernyanyi untukmu

Hai Ayah,
Pagi ini Mentari memberikan energi sangat positif.
Seolah-olah mengaburkan rasa rindu sapaanmu, Apakah kamu hadir lewat Mentari Cerah ini?
Baik Ayah, Pagi ini akan dimulai dengan tidak nakal ‘di sekolah’, mendengarkan guru dengan baik ‘di kelas’, banyak membaca berita di surat kabar, banyak berdiskusi positif dan menghindari obrolan tidak esensial.

2537.jpg
Sunrise di UpasHill Bandung, Agustus, 2017

Temanku tidakkah kamu tahu
bahwa dunia rindukan senyummu

dengarlah indah suara rintik hujan
yang turun membasahi bumi, memeluk tanah gersang
nyanyikan lagu tentang langit biru
dan lagu tentang cinta yang selalu sembuhkan luka

suara denting piano hapuskan air mata
indah alunan gitar membuat hatimu tegar

hai teman tidakkah kamu tahu
bahwa dunia rindukan senyummu
hai teman tidakkah kau mengerti
bahwa dirimu sangat berart
i

Hai Bil, sapalah dunia dengan karyamu, kebaikanmu, dan ketulusanmu. Dunia bukan hanya Indonesia, tapi Dunia juga Internasional. Belajarlah sebaik-baiknya, tekunilah bakat dan keilmuanmu/profesimu, tunjukan pada Dunia Internasional bahwa engkaulah teman terbaik bagi Dunia, teman yang akan memberikan kontribusi terbaik bagi Negerinya, bagi Dunia Internasional. Semua karena kamu sangat berarti, anugerah bagi semesta.

Hai Ayah, tidak kau mengerti bahwa dirimu sangat berarti.

Terima kasih banyak untuk Monita Tahela dengan suara merdunya, cerianya dan energi positifnya
Monita Tahalea — Hai (Official Music Video) – YouTube

Raudah-Mu: Sebuah Titik Pertemuan

raudahMU

Raudhah, Masjid Nabawi, Mei 2016. Photo taken by Me

Banyak orang cerita bahwa masjid Nabawi lebih tenang untuk beribadah. Suasananya lebih syahdu untuk kita khusyuk berdoa. Deskripsi dari banyak orang terdekat itulah membantuku membangun imajinasi bahwa disanalah nantinya pertemuan rindu Allah SWT dan Nabi Muhammad SAW akan terasa indah, rupanya BENAR. Alhamdulillah.

Kakak Sepupu pernah menyampaikan tips, gunakanlah waktu sebaik-baiknya untuk bermunajat di Raudah, Makam Nabi Muhammad SAW.  Benar adanya, hari pertama kami tiba di Madinah, muthawif menyampaikan bahwa jamaah harus pandai-pandai dalam menjaga waktu dan stamina untuk berdoa di Raudah.

Bagaimana tidak, Area Raudhah ditandai dengan karpet hijau. Membentang dari rumah Rasulullah SAW (yang kini menjadi makam beliau) hingga ke mimbar sangatlah penuh jamaah. Belum lagi harus berbagi wilayah dengan jamaah laki-laki.

Alhamdulillah, bersama Nadia, anak kos jaman di Jogja, kami berdua mampu menghapus rindu kami pada Rasul dan Allah. Aamiin. Alhamdulillah kesempatan punya sahabat baik juga.  Sahabat kala serumah di Jogja, semoga kelak kami serumah di Jannah Allah. Aamiin. 

Andaikan Kau Datang

Hi Bil,

Do you know the meaning of “I wish…..” 

Apakah kamu tahu arti dari kata “Andai….” 

Let’s find it from an Indonesian legend song: Andaikan kau datang kembali/ Jawaban apa yang kan ku beriAdakah cara yang kau temui/ Untuk kita kembali lagi/ Bersinarlah bulan purnama/ Seindah serta tulus cintanyaBersinarlah terus sampai nanti/ 

Terlalu indah dilupakanTerlalu sedih dikenangkanSetelah aku jauh berjalanDan kau ku tinggalkan
Betapa hatiku bersedih/ Mengenang kasih dan sayangmuSetulus pesanmu kepadaku Engkau kan menunggu/ 
Andaikan kau datang kembali/ Jawaban apa yang kan ku beriAdakah cara yang kau temui/ Untuk kita kembali lagi
Bersinarlah bulan purnama/ Seindah serta tulus cintanyaBersinarlah terus sampai nanti/ 

Screen Shot 2017-07-17 at 8.17.07 PM

-Sholat jenazah di Masjid Al Hikmah, Wologito, Semarang: karena hidup saling tolong-menolong. Ar Rahman, Ar Rahim. Rahmatan Lil Alamin. 

Screen Shot 2017-07-17 at 8.17.25 PM

 

الذين اذا اصابتهم مصيبة قالوا انا لله وانا اليه راجعون

(yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan: 
“Inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji’uun” (Sesungguhnya kami adalah kepunyaan Allah dan kepada Allah jugalah kami kembali). (Al-Baqarah 2:156)

 

Belajar dari Jason Bourne

Hi Bil,

Menonton film, yang berkualitas tentunya, sangat menyenangkan, sama halnya membaca buku, melalui film banyak kita pun dapat melihat dunia, selain merasa terhibur dan rileks. Saat kami kecil, tidak jarang MacGyver, James Bon 007, Jurrasic Park, Anak Seribu Pulau, Sailor Moon, Conan, Doraemon, Keluarga Cemara, Remi, Rindu-Rindu Aisawa, Oshin, Si Doel, dll. Oh dear, kami harus berterima kasih atas tontonan yang bagus kala itu.

Semalam TV Kabel menayangkan kembali Jason Bourne film. Setting di London pun mengingatkan padamu disana. How lucky you are, Bil!

Jason Bourne is again being hunted by the CIA. It begins when Nicky Parson a former CIA operative who helped Bourne, who went under and now works with a man who’s a whistle blower and is out to expose the CIA’s black ops. Nicky hacks into the CIA and downloads everything on all their Black Ops, including Treadstone which Bourne was a part of. And Heather Lee, a CIA agent, discovers the hack and brings it to the attention of CIA Director Dewey, the man behind the Black Ops. He orders Parsons be found and, hopefully, Bourne, too. (source: http://www.imdb.com/title/tt4196776/

Dalam film Bourne ini, tokoh utama menyusun banyak strategi strategis yang tidak diduga, pace bekerjanya dinamis dan cepat, dan rasa ingin tahu tentang sejarahnya sangat besar serta cinta tanah airnya melekat hanya saja di akhir cerita ia perlu mempertimbangkan kembali untuk bekerja pada Negerinya.  Tidakkah kamu tahu, Bil bahwa rasa percaya diri si tokoh utama memperlihatkan bahwa knowledge yang kita miliki akan mengalahkan orang lain, itulah yang membuatnya percaya diri dalam menyusun strategi dan melakukan hal tepat.

setiap orang di CIA menjalankan perannya dengan baik, sudah pasti ya. Hanya saja, bisa membayangkan apabila setiap pekerjaan kita secara profesional, sungguh akan terasa sangat efisien dan seimbangnya hidup. Saling menyadari sungguh-sungguh apa yang seharusnya diberikan untuk Republik ini, mana yang hak dan tidak, mana yang pantas atau tidak. Terlihat idealnya pegawai di lembaga negara sebesar CIA.

Namun tetap saja ada pihak-pihak yang kurang menerapkan ilmunya, memiliki kepentingan pribadi, enggan bekerjasama, pace bekerja yang kurang sehingga jauh dari gaji jumbo yang diterima. Ah, sudahlah Bil tetaplah fokus dalam melakukan apa yang didepan mata., dekatlah dengan ilmu agar hatimu tenang. Cintai keilmuan dan profesi, dekatlah dengan ilmu.

Tentunya menyadari bahwa ‘bersungguh-sungguh dalam segala sesuatu yang kita kerjakan’, meski dalam hati terkadang merasa bukan ini yang dimau, dicari dan dirasakan, namun melepas rasa ego adalah solusinya untuk tetap bertahan dan ingat Allah dan Republik ini.

Dengan ingat Allah tentunya kita ingat menerapkan Rukun Iman dan Islam, menerapkan isi Al Qur’an sebagai pedoman hidup kita. Menyayangi sesama, mengamalkan ilmu, dsb

Dengan ingat Republik Indonesia ini, tentunya kita ingat bagaimana kita punya status sebagai Warga dari sebuah Bangsa yang Besar. Selanjutnya janji kemerdekaan, entah bagaimana bila kita masih tinggal di negara yang tidak merdeka atau failed state?

Hiduplah tanahku
Hiduplah negriku
Bangsaku Rakyatku semuanya
Bangunlah jiwanya
Bangunlah badannya
Untuk Indonesia Raya

Doakan semoga salinan naskah Risalah Rapat Hasil Sidang BPUPKI bisa segara kita miliki dan baca detail yaaa…

11895053_10153653256223474_1973061740316361231_o-Bapak Ibu Dubes RI untuk London bersama Kakak Bil dkk, 17 Agustus 2015

 

-Kakak Bil bersama kawan-kawan mengisi Agustus an di KBRI London, 2015

Salam Rindu,

Kantor OJK gedung Soemitro Djojohadikusumo, 2017