Hai: Kini Hari Baru Bernyanyi Untukmu

hai teman (hai) apa kabar
lama tak ku dengar suaramu
apa harimu bermentari
adakah malam dihiasi mimpi

Hi Bil,
Senin pagi ini Mentari bersinar sangat cerah. Semoga pekan ini membawa keberkahan bagi kita semua. Pekan ini adalah pekan terakhir Tante untuk hidup sendiri tanpa keluarga inti di Jakarta. Setelah bertahun-tahun rasanya sangat berdebar untuk ketemu kalian. Sungguh! setelah banyak hal dilewati seorang diri, membuat belajar lebih tangguh meski stresss juga sih. Sebentar lagi akan kita topang bersama. Ada kalian disini.

Hai Ayah, apakabarmu disana?
Lama tak kudengar suaramu.
Biasanya bertahun-tahun tanggal 23 Oktober adalah hari terakhir Ayah untuk menikmati hari sebelum berkurang umur.
Wajahmu selalu sendu menjelang hari ulang tahunmu, namun bahagia saat tanggal 24 Oktober itu tiba.

hai teman hapus sudah
senyum kelabu di wajahmu
masa yang lalu telah berlalu
kini hari baru bernyanyi untukmu

Hai Ayah,
Pagi ini Mentari memberikan energi sangat positif.
Seolah-olah mengaburkan rasa rindu sapaanmu, Apakah kamu hadir lewat Mentari Cerah ini?
Baik Ayah, Pagi ini akan dimulai dengan tidak nakal ‘di sekolah’, mendengarkan guru dengan baik ‘di kelas’, banyak membaca berita di surat kabar, banyak berdiskusi positif dan menghindari obrolan tidak esensial.

2537.jpg
Sunrise di UpasHill Bandung, Agustus, 2017

Temanku tidakkah kamu tahu
bahwa dunia rindukan senyummu

dengarlah indah suara rintik hujan
yang turun membasahi bumi, memeluk tanah gersang
nyanyikan lagu tentang langit biru
dan lagu tentang cinta yang selalu sembuhkan luka

suara denting piano hapuskan air mata
indah alunan gitar membuat hatimu tegar

hai teman tidakkah kamu tahu
bahwa dunia rindukan senyummu
hai teman tidakkah kau mengerti
bahwa dirimu sangat berart
i

Hai Bil, sapalah dunia dengan karyamu, kebaikanmu, dan ketulusanmu. Dunia bukan hanya Indonesia, tapi Dunia juga Internasional. Belajarlah sebaik-baiknya, tekunilah bakat dan keilmuanmu/profesimu, tunjukan pada Dunia Internasional bahwa engkaulah teman terbaik bagi Dunia, teman yang akan memberikan kontribusi terbaik bagi Negerinya, bagi Dunia Internasional. Semua karena kamu sangat berarti, anugerah bagi semesta.

Hai Ayah, tidak kau mengerti bahwa dirimu sangat berarti.

Terima kasih banyak untuk Monita Tahela dengan suara merdunya, cerianya dan energi positifnya
Monita Tahalea — Hai (Official Music Video) – YouTube

Raudah-Mu: Sebuah Titik Pertemuan

raudahMU

Raudhah, Masjid Nabawi, Mei 2016. Photo taken by Me

Banyak orang cerita bahwa masjid Nabawi lebih tenang untuk beribadah. Suasananya lebih syahdu untuk kita khusyuk berdoa. Deskripsi dari banyak orang terdekat itulah membantuku membangun imajinasi bahwa disanalah nantinya pertemuan rindu Allah SWT dan Nabi Muhammad SAW akan terasa indah, rupanya BENAR. Alhamdulillah.

Kakak Sepupu pernah menyampaikan tips, gunakanlah waktu sebaik-baiknya untuk bermunajat di Raudah, Makam Nabi Muhammad SAW.  Benar adanya, hari pertama kami tiba di Madinah, muthawif menyampaikan bahwa jamaah harus pandai-pandai dalam menjaga waktu dan stamina untuk berdoa di Raudah.

Bagaimana tidak, Area Raudhah ditandai dengan karpet hijau. Membentang dari rumah Rasulullah SAW (yang kini menjadi makam beliau) hingga ke mimbar sangatlah penuh jamaah. Belum lagi harus berbagi wilayah dengan jamaah laki-laki.

Alhamdulillah, bersama Nadia, anak kos jaman di Jogja, kami berdua mampu menghapus rindu kami pada Rasul dan Allah. Aamiin. Alhamdulillah kesempatan punya sahabat baik juga.  Sahabat kala serumah di Jogja, semoga kelak kami serumah di Jannah Allah. Aamiin. 

Andaikan Kau Datang

Hi Bil,

Do you know the meaning of “I wish…..” 

Apakah kamu tahu arti dari kata “Andai….” 

Let’s find it from an Indonesian legend song: Andaikan kau datang kembali/ Jawaban apa yang kan ku beriAdakah cara yang kau temui/ Untuk kita kembali lagi/ Bersinarlah bulan purnama/ Seindah serta tulus cintanyaBersinarlah terus sampai nanti/ 

Terlalu indah dilupakanTerlalu sedih dikenangkanSetelah aku jauh berjalanDan kau ku tinggalkan
Betapa hatiku bersedih/ Mengenang kasih dan sayangmuSetulus pesanmu kepadaku Engkau kan menunggu/ 
Andaikan kau datang kembali/ Jawaban apa yang kan ku beriAdakah cara yang kau temui/ Untuk kita kembali lagi
Bersinarlah bulan purnama/ Seindah serta tulus cintanyaBersinarlah terus sampai nanti/ 

Screen Shot 2017-07-17 at 8.17.07 PM

-Sholat jenazah di Masjid Al Hikmah, Wologito, Semarang: karena hidup saling tolong-menolong. Ar Rahman, Ar Rahim. Rahmatan Lil Alamin. 

Screen Shot 2017-07-17 at 8.17.25 PM

 

الذين اذا اصابتهم مصيبة قالوا انا لله وانا اليه راجعون

(yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan: 
“Inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji’uun” (Sesungguhnya kami adalah kepunyaan Allah dan kepada Allah jugalah kami kembali). (Al-Baqarah 2:156)

 

Belajar dari Jason Bourne

Hi Bil,

Menonton film, yang berkualitas tentunya, sangat menyenangkan, sama halnya membaca buku, melalui film banyak kita pun dapat melihat dunia, selain merasa terhibur dan rileks. Saat kami kecil, tidak jarang MacGyver, James Bon 007, Jurrasic Park, Anak Seribu Pulau, Sailor Moon, Conan, Doraemon, Keluarga Cemara, Remi, Rindu-Rindu Aisawa, Oshin, Si Doel, dll. Oh dear, kami harus berterima kasih atas tontonan yang bagus kala itu.

Semalam TV Kabel menayangkan kembali Jason Bourne film. Setting di London pun mengingatkan padamu disana. How lucky you are, Bil!

Jason Bourne is again being hunted by the CIA. It begins when Nicky Parson a former CIA operative who helped Bourne, who went under and now works with a man who’s a whistle blower and is out to expose the CIA’s black ops. Nicky hacks into the CIA and downloads everything on all their Black Ops, including Treadstone which Bourne was a part of. And Heather Lee, a CIA agent, discovers the hack and brings it to the attention of CIA Director Dewey, the man behind the Black Ops. He orders Parsons be found and, hopefully, Bourne, too. (source: http://www.imdb.com/title/tt4196776/

Dalam film Bourne ini, tokoh utama menyusun banyak strategi strategis yang tidak diduga, pace bekerjanya dinamis dan cepat, dan rasa ingin tahu tentang sejarahnya sangat besar serta cinta tanah airnya melekat hanya saja di akhir cerita ia perlu mempertimbangkan kembali untuk bekerja pada Negerinya.  Tidakkah kamu tahu, Bil bahwa rasa percaya diri si tokoh utama memperlihatkan bahwa knowledge yang kita miliki akan mengalahkan orang lain, itulah yang membuatnya percaya diri dalam menyusun strategi dan melakukan hal tepat.

setiap orang di CIA menjalankan perannya dengan baik, sudah pasti ya. Hanya saja, bisa membayangkan apabila setiap pekerjaan kita secara profesional, sungguh akan terasa sangat efisien dan seimbangnya hidup. Saling menyadari sungguh-sungguh apa yang seharusnya diberikan untuk Republik ini, mana yang hak dan tidak, mana yang pantas atau tidak. Terlihat idealnya pegawai di lembaga negara sebesar CIA.

Namun tetap saja ada pihak-pihak yang kurang menerapkan ilmunya, memiliki kepentingan pribadi, enggan bekerjasama, pace bekerja yang kurang sehingga jauh dari gaji jumbo yang diterima. Ah, sudahlah Bil tetaplah fokus dalam melakukan apa yang didepan mata., dekatlah dengan ilmu agar hatimu tenang. Cintai keilmuan dan profesi, dekatlah dengan ilmu.

Tentunya menyadari bahwa ‘bersungguh-sungguh dalam segala sesuatu yang kita kerjakan’, meski dalam hati terkadang merasa bukan ini yang dimau, dicari dan dirasakan, namun melepas rasa ego adalah solusinya untuk tetap bertahan dan ingat Allah dan Republik ini.

Dengan ingat Allah tentunya kita ingat menerapkan Rukun Iman dan Islam, menerapkan isi Al Qur’an sebagai pedoman hidup kita. Menyayangi sesama, mengamalkan ilmu, dsb

Dengan ingat Republik Indonesia ini, tentunya kita ingat bagaimana kita punya status sebagai Warga dari sebuah Bangsa yang Besar. Selanjutnya janji kemerdekaan, entah bagaimana bila kita masih tinggal di negara yang tidak merdeka atau failed state?

Hiduplah tanahku
Hiduplah negriku
Bangsaku Rakyatku semuanya
Bangunlah jiwanya
Bangunlah badannya
Untuk Indonesia Raya

Doakan semoga salinan naskah Risalah Rapat Hasil Sidang BPUPKI bisa segara kita miliki dan baca detail yaaa…

11895053_10153653256223474_1973061740316361231_o-Bapak Ibu Dubes RI untuk London bersama Kakak Bil dkk, 17 Agustus 2015

 

-Kakak Bil bersama kawan-kawan mengisi Agustus an di KBRI London, 2015

Salam Rindu,

Kantor OJK gedung Soemitro Djojohadikusumo, 2017

Services and Investment (part II)

Limitations, reservations and schedules

But these general commitments do not necessarily apply without exception.

Each Party can set conditions or exceptions to its commitments, often referred to as ‘limitations’ or ‘reservations’. Commitments and exceptions are inscribed in so-called schedules, which form an integral oart of the trade agreement.

Even if a Party daoes not include exceptions in its schedule – and takes what is called a “full commitment” – it does not mean that the sector is or will be deregulated.

The Party can continue regulating that sector but it will have to do so without imposing quotas or discriminating, so the rules should apply in the same way to domestic and foreign service suppliers and investors alike.

This means for instance that quality standards for education or health sector or universal services obligations remain applicable even where no exception has been scheduled in a given sector.

 

Source: Services and Investment in EU trade deals, April 2016

Bermain Peran di Panggung

Semoga kebaikan ada disetiap pertunjukan demi pertunjukan kita. Isilah pertunjukan dengan nilai positif. Jadikan setiap pertunjukan sebagai legacy kita hingga akhirnya kita bertemu pertunjukan abadi: berakhir khusnul khotimah dan abadi di jannah Allah. 

Hi Bil,

Selamat Pagi dari kompleks gedung Filateli!

Teringat pekan lalu tante harus mencari stamp book titipan Ayah untukmu di sini. Disini tante menemukan sebuah coffee shop yang cukup nyaman dalam menghilangkan penat sejenak dari rutinitas kantor. Di belakang coffee shop, ada sebuah gedung pertunjukan: Gedung Kesenian Jakarta. Iya, gedung dimana biasa digelarnya pertunjukan demi pertunjukan. Bermain peran di panggung. Tentunya para seniman menunjukan kepiwaiannya dalam bermain peran di panggung yang mana akan mengaduk rasa penonton, seperti rasa senang, terharu, sedih, gundah, dan bangkit.

Siapa yang dapat bermain peran di panggung pertunjukan? Tentunya para seniman yang memiliki cerita yang akan disampaikan.

Eniwei. Bisakah tante bermain peran di panggung?

Jawabnya bisa. Apakah tante adalah seniman, jawabnya bukan. Lantas apa maksudnya? Dalam berbahasa, ada perluasan makna dan definisi kata/ kalimat.

14207872_10153949310963284_2162878859440913424_o

Setiap orang pasti bermain peran dalam kehidupan sehari-hari. Peran sebagai anak, kakak, adek, siswa, pegawai, penulis, dsb. Peran adalah kontribusi kita pada hal-hal yang bermanfaat.

Bagaimana kita menjalani peran kita? Lakukan dengan semangat dan bersungguh-sungguh. Apa iya? Iya tentu saja, karena seniman di panggung pun melakukan dengan sungguh-sungguh, mengapa kita tidak?

Tidaklah mudah bermain peran. Layaknya seniman yang harus memberikan penampilan yang terbaik dan mampu mengaduk rasa penontonnya. Demikianlah kita, semesta ini adalah panggung.

Kita umat manusia sedang bermain peran dengan berbagai topik pertunjukan. Maksudnya, banyak hal yang sedang kita lakukan.

Memahami perannya dengan menggali potensi yang ada. Kita perlu beradaptasi untuk sukses melakukan kolaborasi antara peran dan potensi yang ada. Tidak jarang bahwa apa peran kita adalah hal-hal yang tidak kita suka. Mengeluh untuk tidak senang terhadap skenario Allah adalah membuang waktu. Waktu terus berjalan, bahkan sangat cepat. Dulu kamu bayi, balita dan kini sudah genap 7 tahun. Dulu tante senang menyambut pekerjaan baru ini, kini harus menggali pandai dalam menggali potensi.

Mencari cara bertahan memberikan peran yang terbaik. Bertahan adalah cara anak cerdas dalam menghadapi hidup. Jalani hidup dengan menerbas keterbatasan. Mengapa? karena tidak ada yang bisa kita ubah selain usaha kita yang mengubahnya. Demikian pesan pemilik skenario dalam kitab petunjuknya, Al Qur’an. So, penilaian orang lain, anggaplah menjadi tantangan, meski perih sesaat.

14124520_10153954696698284_8478041285822764119_o

http://www.putumahendra.com

Tahapan selanjutnya dalam pertunjukan adalah menyampaikan dengan sungguh-sungguh. Setiap kerja keras yang telah kita kerjakan, wajib ditunjukan pada semesta bahwa usaha kita telah maksimal. Disinilah tantangan klimaks, bagaimana kita dapat mengaduk rasa penonton bahwa ia semua larut dalam pertunjukan kita. Mereka larut ikut serta dalam proses hidup kita, entah itu mereka nantinya akan puas, krtitis, senang, atau bahkan sebaliknya. Tentunya dengan kerja keras, semesta akan membantu kita mengolah rasa manusia yang ada didalamnya untuk usaha kita. Tanpa harus banyak bicara, semesta akan membantu menunjukkan pada seluruh umatnya. Disini, yakinlah semesta akan memberikan dukungan postif bagi mereka yang menjalankan nilai dengan positif.

14088413_10153954757308284_6464508521230925149_n

Tarik nafas sejenak atas selesainya penampilan/pertunjukan kita. Bermain peran yang baik adalah menyelesaikan pertunjukan dengan selesai. Ada masa selesai sudah pasti ada masa mulai, maka selesaikanlah apa yang telah dimulai.

Jadi Bil, penonton akan dapat menilai peran kita.

Semoga kebaikan ada disetiap pertunjukan demi pertunjukan kita. Isilah pertunjukan dengan nilai positif. Jadikan setiap pertunjukan sebagai legacy kita hingga akhirnya kita bertemu pertunjukan abadi: berakhir khusnul khotimah dan abadi di jannah Allah. 

14199489_10153949286273284_2114286554861642002_n

-Share of Joy sederhana bersama Tim-

Alhamdulillah. selesai mengerjakan project di kantor. Bersama tim baru saja menyelesaikan satu topik pertunjukan, mampu menggali potensi, menyampaikan dengan baik, bertahan ditengah tantangan baik lelah mental maupun fisik hingga akhirnya semua penonton senyum. Sudah saatnya secangkir cokelat hangat (sebenarnya tante tidak boleh minum Cokelat-eniwei) dan ruang menulis disini. Cukup. Mari kembali naik GoJek ke kantor. Pertunjukan selanjutnya akan segera dimulai.

-September, 2016

 

 

 

BREXIT and Free Movement on Islamic Finance Industries

11013446_10153090678338284_677608959309593587_n

BoE, July, 2015

Short documentation: 

In general the British exit (Brexit) issue is more political rather than economy. It began with the opinion of most British senior citizens who feel that the UK is bigger than Europe (Great Britain is not supposed to be ruled by the much smaller Brussel) and this was harnessed by politicians to be turned into a political issue.

The historical background, in 1991 the Maastricht Treaty/Treaty on European Union (TEU) was signed with a vision of integrating its member countries further more, amongst it is the plan of using Euro as a single currency.  The UK Prime Minister at the time, Tony Blair, filed a clause to “opt out”. Then in 2002 the EUR currency was launched and several EU member countries were listed in the European Monetary Union (EMU). The UK Chancellor at the time Gordon Brown, carried out five tests to assess the possibilities for UK to use EUR, which included 1) Economic Harmonization, 2) Sufficient Flexibility, 3) Effect on Investment, 4) Effect on Financial Services, and 5) Effect on Growth and Jobs, and the results showed that it was better for the UK to not join the EMU.

In its trade system, European Union also applies Single Market that means the European Union region as a territory with no internal border/barrier that obstructs the movement of goods and services. Should the UK exited EU, the benefit of the single market mechanism in European countries would still be enjoyed by both sides through bilateral cooperation.

Up to today the pro-EU position is still slightly ahead of pro-Brexit (45:40), and there is still a chance for pro-Brexit to win the votes because of the size of the undecided vote (15%). Should pro-EU won in the EU referendum, it would strengthen the political position of Cameron and the Conservative Party. Yet on the other hand should pro-Brexit won, many analysts predicted that Cameron would be pressured to resign.

Should Brexit won, the impact is predicted toward the Service Trade, 1) whether or not carrying out Brexit, the UK will still lose influence toward EU member countries that are heading into a more strict monetary and fiscal integration, 2) the UK kept rejecting EU regulations that will harm the City of London (i.e. financial transaction tax), 3) exiting EU enables the UK to become a center of global finance, and 4) exiting EU will not have any harmful effect for the UK and will not change the fundamental attraction of London.

One of the main Three Pillars of The European Union is the European Communities that include the aspects of economic, social, and environmental policies. It is interesting to observe the issue of Labor Force Movement (free movement), on Q1 2015, the number of EU population with working status in UK reached 1.9 million people[1].  These EU immigrants have rights on benefits (that includes tax credit) equal to the UK citizens, and it is a pull factor that triggers immigration and creates distortions in the labor force market[2]. Should the UK stayed in EU it would raise immigration policies problems. In the UK, immigration grows faster than the infrastructure that the public services become scarce and immigration can reduce the UK citizen wages. The Brexit could help in selection professional labor force who can work in the UK. That includes the free movement of expertise, and law firm in the field of Islamic Finance will be limited access in UK/EU. In the future the UK government can focus the developments on policies, education and industries in the Islamic Finance to maintain the UK position as the center of Global Islamic Finance Development. Certainly it would be supported by a renegotiation of its bilateral cooperation scheme with EU countries. (RATIH R./165/June)

[1] http://www.migrationobservatory.ox.ac.uk/briefings/migration-flows-a8-and-other-eu-migrants-and-uk

[2] Phillip Hammond, UK Foreign Secretary (http://www.ft.com/cms/s/0/805c2250-771b-11e5-933d-efcdc3c11c89.html#axzz3rfRiFB1E)

 

 

OJK launched Microfinance and Financial Inclusion Center

580333_10153557082918284_3246577804269969172_n

My Dad and I, December 2015, Belitong Island

Hi Bil, It is turning second years that I stay at your home. I do not know how many Saturday night without you and our big family. I always face my weekend with tired and just enjoying my lazy day. Saturday morning I go to gym to attend Yoga Class, if possible.

Last weekend, It was very tough because I have to handle big event at office. Thank God it was good and happy landing. Yippie.

My office hold an international seminar on microfinance and financial inclusion that the opening ceremony was opened by Mr. Vice President, Jusuf Kalla. Finally, after one year prepared to design the program, donor meetings and kick off OJK-PROKSI,

OJK-PROKSI is designed to become a reputable international microfinance and inclusion center that supports domestic and global poverty alleviation programs through the amplification of microfinance contribution to the increased access to finance. The Center support knowledge development and provide affordable learning platform on microfinance and inclusion for policy/decision makers, business and financial practitioners, academics, global communities and other relevant stakeholders, through learning, resources, and collaborations.

This Center was launched in conjunction with international Seminar titled: “Bringing Indonesia’s Microfinance and Financial Inclusion to the world”. This seminar was aimed to discuss the Indonesia’s vast practical experience in microfinance as well as challenges and opportunities in advancing an integrated development of Microfinance and Financial Inclusion.

– See more at:

Thank you my Dad for your stories and chance when we visited microfinance in Central Java.
Let’s learn microfinance and financial inclusion 🙂

[OJK] How to make a good presentation

Hi Bil,

Akhir tahun ini tante harus membantu Ibu dan Bapak pimpinan mempersiapkan bahan tayangan untuk project kami. Bahan tayangan tersebut sudah ada, namun perlu ada penambahan.

Tiba-tiba kepala berat karena tante lebih memikirkan hal-hal tidak penting (aduh nanti si bapak ibu berkenan tidak ya, aduh nanti cethek ga yah, aduh nanti oke ga yah) instead of membuat slides yang baik.

Oke, berikut adalah tips dari pak Mentor DFH untuk tante. Dalam membuat presentasi perlu dipikirkan alurnya dan apa yang klimaks akan disampaikan.

Misalnya, studi kasus akan menyampaikan: project baru yang belum pernah pimpinan lain tahu.

Alur yang bisa digunakan yaitu:

  1. WHY kita concern pada hal tersebut
  2. WHAT apa rencana program kita
  3. WHY mengapa program tsb kita pilih
  4. HOW
  5. WHEN
  6. WHAT HAVE DONE
  7. WHAT THE NEXT

IMG_20160102_105056

Mungkin itu salah satu alur yang dapat digunakan dalam menyampaikan project yang akan kita sampaikan.

Si Bil, presentasi itu penting. Yuk! belajar untuk mempersiapkan presentasi dengan baik. Dan catat: KITA yang HANDLE menentukan alur bukan para audience 🙂

HAPPY NEW YEAR 2016 dan SEMOGA Bahan Tayangan dapat membantu pimpinan kita.

 

-Januari, 2016

Dubai International Financial Centre (DIFC)

Hi Bil,

Pardon for late writing the blog because it was year end holiday. Oke I would like to share my first official journey to Dubai. In mid December 2015, I went to Dubai with my colleagues. Due to my lowest position as staff, I have to arrange our journey, especially logistic aspect and communication with our partner in Dubai.

I would like to share that we have to prepare our itinerary, our documents (VISA, Passport), communication, money, and also weather. It was different when we travel for personal, holiday or family. For me, travel for official had have an unique challenge and we have to finish our preparation before others. It means that we have to discipline, quick response, and creative. Huft! Actually I was very tired but it would be great journey.

In Dubai, I arranged the meetings. After meeting, my colleagues have their preference to go somewhere that they want to. We enjoyed Dubai International Finance Centre (DIFC) area in the morning until afternoon. In DIFC, I saw many financial or business company in here. We visited regulator in financial sector and Market. Do you know Bil, the DIFC Gate was shooting location Mission Impossible: Ghost Protocol, 2011.

We visited Dubai Mall, Emirates Mall, Dubai Downtown area: Burj Khalifa (Highest Building in the World, 828 meter), Dubai Fountain, Palm Jumeirah, Deira area, and Dubai International Airport. I was amazing with taxi driver in Dubai, they drove highly speed maybe because the road is very good condition.

So, my lesson learned from this journey: please well prepare the documents and best place in the city.

burj khalifa

Background: Burj Khalifa, December 2015

dubai fountain1

Background: Dubai Fountain, December 2015

Thank you Allah for blessing me and gave me the special opportunity. See you NEXT YEAR!!!