Berbagi Peran: Tandem Anak Rantau

Hi Bil,

Hari ini adalah hari ketiga kamu masuk sekolah dan pertama kali bagi Tante mengantarmu.
Ough. waktu berjalan cepat.
Teringat pertama kali masuk Play Group, Bunda dan Tante menemanimu hingga masuk ruang kelas. Dag dig dug rasanya mengantarkanmu mengenalkan dunia selain keluarga. Senang melihatmu berkenalan dengan teman-teman, sosialisasi, dan adaptasi dengan ‘waktu’.

Senang sekali melihatmu tumbuh dari hari ke hari.
Tante juga ikut sama-sama belajar bersama Ayah Bundamu.
Paling tidak, ada kesempatan untuk berbagi peran.

Dan dua pekan ini terasa berwarna kembali rumahmu ini.
Suatu anugerah saat doa-doa kita terkabul, entah kapan waktunya itu. Alhamdulillah.

Anugerah terindah bagi kita

Dia indah meretas gundah
Dia yang selama ini ku nanti
Membawa sejuk, memanja rasa
Dia yang selalu ada untukku
Di dekatnya aku lebih tenang
Bersamanya jalan lebih terang

Almost Perfect.
Sama-sama belajar ya kita semua, berbagi peran.
Alhamdulillah.

Astaga,

astaga, apa yang sedang terjadi
oh oh astaga, hendak kemana semua ini
bila kaum muda sudah tak mau lagi peduli
mudah putus asa dan kehilangan arah

sementara yang lainnya hidup seenaknya
seakan waktu takkan pernah ada akhirnya

hanya mengejar kepentingan diri sendiri
lalu cuek akan derita sekitarnya

Hi Bil,
Saat kami membaca tulisan ini, entah usia berapa.
Kapan pun itu, sudah pasti dirimu akan tetap lebih muda dari Tante, KAUM MUDA, sedangkan Tante akan menjadi lebih tua dengan TETAP BERJIWA MUDA, agar AWET MUDA untuk menemanimu selalu.

Hari ini saatnya gajian, alhamdulillah, saat ini di kantor, sedang akan melaksanakan penugasan dari pimpinan. Ada pesan yang ingin Tante sampaikan, dimanapun nanti dirimu bekerja (apapun institusinya) tetaplah fokus pada keilmuanmu, profesimu, keahlianmu. Disitulah kebahagiaan hakiki sebagai seorang pegawai setelah bekerja keras selama 20 hari kerja, produktif selama berjam-jam setiap harinya. Alhamdulillah.

Mengapa kebahagian hakiki?
Karena tidak jarang tetap ada saja bagian pegawai yang kurang produktif, tetap mendapatkan gaji bulanannya. Mereka bisa jadi bahagia, namun apakah kebahagiaan itu akan dapat membantunya hingga akherat? Ilmu yang bermanfaat, termasuk didalamnya bagaimana mengaplikasikan ilmu kita dalam pekerjaan sehri-hari. Lalu bagaimana bila bermalas-malasan? tentunya Allah yang akan dapat menilai. Bukan kita sesama pegawai, untuk itu tetaplah fokus pada profesimu. Inilah dunia, tidak semua bisa diadili disini, kelak suatu hari nanti. gaji yang kita terima pun akan ditanya asal dan kemanfaatannya.

yuk selesaikan tugas kembali, bagian dari gaji.

Andien – Astaga (Official Music Video) – YouTube

Bekal dari Dunia: Ilmu yang bermanfaat

Hi Bil,

Semalam menyempatkan nonton film Foreigner, dibintangi oleh Jackie Chan. Dalam film ini diceritakan bagaimana seorang Ayah berupaya untuk mencari pembunuh putrinya yang menjadi korban bom teroris. Film yang sangat bagus, setiap orang memahami perannya dan keahliannya. Sungguh profesional dan mengagumkan melihat komitmen perannya.

Pelajaran yang sangat bisa diambil adalah ketekunan dapat mengasah keahlian, hingga orang menjadi notif apa keahlian kita, apa yang bisa diandalkan, menjadi orang yang punya diferensiasi.

Di tahun keempat di kantor ini, berupaya memiliki diferensiasi apa, apa nilai tambah yang bisa ditekuni untuk mendukung profesi ini.

Ingatkah kamu ingat Bil, saat Ayahmu belajar tekun di meja belajarnya,,, kamu selalu bilang Ayah KERJA, Ayah lagi KERJA. Terkadang iya benar Ayah sedang menyelesaikan pekerjaannya, ada kalanya juga Ayah sedang berupaya untuk meningkatkan kemampuannya.

Tidak hanya kamu dan Adek saja yang belajar, semua orang terus belajar hingga akhir hayat. Apabila tidak ada keinginan untuk belajar, mungkin umurnya menjadi kurang bermanfaat di dunia dan tidak adanya bekal akherat ‘ilmu yang bermanfaat’

Yuk, bersama-sama belajar, belajar bersama-sama
Tak lupa mengucap Basmallah ya Anak Manis.

Hai: Kini Hari Baru Bernyanyi Untukmu

hai teman (hai) apa kabar
lama tak ku dengar suaramu
apa harimu bermentari
adakah malam dihiasi mimpi

Hi Bil,
Senin pagi ini Mentari bersinar sangat cerah. Semoga pekan ini membawa keberkahan bagi kita semua. Pekan ini adalah pekan terakhir Tante untuk hidup sendiri tanpa keluarga inti di Jakarta. Setelah bertahun-tahun rasanya sangat berdebar untuk ketemu kalian. Sungguh! setelah banyak hal dilewati seorang diri, membuat belajar lebih tangguh meski stresss juga sih. Sebentar lagi akan kita topang bersama. Ada kalian disini.

Hai Ayah, apakabarmu disana?
Lama tak kudengar suaramu.
Biasanya bertahun-tahun tanggal 23 Oktober adalah hari terakhir Ayah untuk menikmati hari sebelum berkurang umur.
Wajahmu selalu sendu menjelang hari ulang tahunmu, namun bahagia saat tanggal 24 Oktober itu tiba.

hai teman hapus sudah
senyum kelabu di wajahmu
masa yang lalu telah berlalu
kini hari baru bernyanyi untukmu

Hai Ayah,
Pagi ini Mentari memberikan energi sangat positif.
Seolah-olah mengaburkan rasa rindu sapaanmu, Apakah kamu hadir lewat Mentari Cerah ini?
Baik Ayah, Pagi ini akan dimulai dengan tidak nakal ‘di sekolah’, mendengarkan guru dengan baik ‘di kelas’, banyak membaca berita di surat kabar, banyak berdiskusi positif dan menghindari obrolan tidak esensial.

2537.jpg
Sunrise di UpasHill Bandung, Agustus, 2017

Temanku tidakkah kamu tahu
bahwa dunia rindukan senyummu

dengarlah indah suara rintik hujan
yang turun membasahi bumi, memeluk tanah gersang
nyanyikan lagu tentang langit biru
dan lagu tentang cinta yang selalu sembuhkan luka

suara denting piano hapuskan air mata
indah alunan gitar membuat hatimu tegar

hai teman tidakkah kamu tahu
bahwa dunia rindukan senyummu
hai teman tidakkah kau mengerti
bahwa dirimu sangat berart
i

Hai Bil, sapalah dunia dengan karyamu, kebaikanmu, dan ketulusanmu. Dunia bukan hanya Indonesia, tapi Dunia juga Internasional. Belajarlah sebaik-baiknya, tekunilah bakat dan keilmuanmu/profesimu, tunjukan pada Dunia Internasional bahwa engkaulah teman terbaik bagi Dunia, teman yang akan memberikan kontribusi terbaik bagi Negerinya, bagi Dunia Internasional. Semua karena kamu sangat berarti, anugerah bagi semesta.

Hai Ayah, tidak kau mengerti bahwa dirimu sangat berarti.

Terima kasih banyak untuk Monita Tahela dengan suara merdunya, cerianya dan energi positifnya
Monita Tahalea — Hai (Official Music Video) – YouTube

Back for Good: Mempersiapkan Pendidikan

karena pendidikan merupakan investasi setiap manusia

Hi Bil,
Barusaja dari London Bunda mengirimkan pesan untuk membantu persiapan kelanjutan pendidikan formalmu di Indonesia. Got It! tidak sabar untuk melakukan hal-hal terbaik bagimu.

And in this crazy life, and through these crazy times It’s you, it’s you, You make me sing.You’re every line, you’re every word, you’re everything.

Dunia Parenting sangat menyenangkan karena tante merasa ada jiwa Alm. Eyangkung mengiringi setiap langkah ini. Kembali mengingat usaha orang tua kita untuk investasi pendidikan terbaik anak-anaknya. Meski kita sebagai anak dulu tidak memahami dan merasa dipaksa untuk menjalaninya.

Karena apa?
karena kita lebih muda yang belum tahu bekal apa yang perlu dipersiapkan untuk masa depan.

Keadaan mulai berbeda, karena kini perlu memperhatikan apa maunya anak-anak, kesenangan, bakat dan passionnya.

Kenapa eyangkung mempebolehkan tante naik bis DAMRI ke tempat jauh ke Redaksi Koran Suara Merdeka?
Karena disanalah mungkin menurut eyangkung tempat terbaik untuk mengasah pengetahuan anaknya: agar suka membaca dan berani menulis. Bertemu banyak kawan.

Yups! eniewi ditengah persiapan rapat jam 11 ini, sudah ada beberapa agenda domestik rumah yang perlu dilakukan lepas pulang kantor nanti. Yuk ah! selalu semangat menemanimu meneruskan hidup, hidupmu kini sebentar lagi di Indonesia.

Back for good! welcome back in Bintaro, city of ‘anak rantau feel likes home’

Yogyakarta: Terima kasih Pulang Lagi!

Hi Bil,

Beberapa hari ini ada banyak kawan dari Jogja menyampaikan kabar yang macem-macem ceritanya. Ada Anak-anak kos an, pak Dosen Pembimbing skripsi, tante Dhila di Makassar, tante Ayu dsb Intinya, jiwa ini sudah mulai merindukan ‘suasana pulang’.

Di Jogja atau bersama teman-teman Jogja (kuliah, kantor lama, anak kos an), mata tante itu berbinar berdiskusi banyak hal dengan pikiran terbuka, rasanya hati ini tulus tanpa ada saling menyakiti dan topang kepentingan, energi selalu positif. Somehow gak selalu kita terima dalam pekerjaan. Energi untuk punya karya dan creative selalu ada (kayak semalam, beres ngopi dengan mas Hangga HI 2002).

Disitu terkadang tante berpikir atas atmosfir di cubicle ini. Re-thinking. 

Eniwei apakabar data di email atau laptop jaman kuliah ya? Di tahun akhir kuliah S1, menulis dengan terinspirasi lagu Yogyakarta.

Pulang ke kotamu/ Ada setangkup haru dalam rindu/ Masih seperti dulu/ Tiap sudut menyapaku bersahabat, penuh selaksa makna/ Terhanyut aku akan nostalgi/ Saat kita sering luangkan waktu/ Nikmati bersama/ Suasana Jogja
Di persimpangan langkahku terhenti/ Ramai kaki lima/ Menjajakan sajian khas berselera/ Orang duduk bersila/ Musisi jalanan mulai beraksi/ Seiring laraku kehilanganmu/ Merintih sendiri/ Ditelan deru kotamu …
Walau kini kau t’lah tiada tak kembali/ Namun kotamu hadirkan senyummu abadi/ Ijinkanlah aku untuk s’lalu pulang lagi/ Bila hati mulai sepi tanpa terobati

 

 

 

Long Time No See!

Hi Bil, si anak manis.

Long time no see, right? Mohon maafkan.

Oke, my sweetheart dalam hidup kita perlu mengejar target, dan do you know what, tante sudah selesaikan impian dan target dalam hidup di usia 30 tahun ini, tidak disangka semesta mengamini dan Allah memudahkan urusan semua ini sebagai tanda syukur dan terima kasih bagi para kesayangan: orang tua, cellarage dan para sahabat kecil.

BTW. Long time no see, right?! sebentar lagi kita akan bertemu dan berkumpul lagi, inshallah. Tentunya sudah terbayang kita bercanda bersama plus Adek Willy, right? Ah. bedanya, mana kuat tante gendong kamu lagi, eits kita bisa gendong baby Willy.

Mau tahu rasanya menyambutmu? Berdebar semacam kita sedan bermain Hide and Seek! Oia Si tukang bangunan pun ikutan kebut cari mana yang belum rapi, apa yang kurang, almost perfect for you, baby!

Huft, hampir setahun ini kita memang sedang bermain Hide and Seek, I can not go anywhere dan membiarkan Poundsterling serta janji kembali padamu belum tertepati. I have not travel a lot this year, just only want to go home earlier and enjoy silent moment. Sometimes I can hear this universe wanna say “sorry for your loss”

Oke biarkan semesta bekerja kembali mempertemukan kita di Tanah Air. Soon!

liverpooolLiverpool, 2015 Photo taken by Ayah Bil

 

 

 

Rumah Kentungan: Stop to Jump in

Hi Bil,

Dengan senang hati!

Home sweet home, 

Kala hening, kala ramai

Kala susah, kala senang

Semua kita lakukan dengan senang hati

Ada kala kita perlu berhenti sejenak untuk melompat! 

Ada kala kita perlu siapkan satu kantong khusus untuk dirimu, kala kantong lain sudah penuh terisi 

Rumah Kentungan, pemberi ruang istirahat sejenak untuk kemudian maju ke depan

Rumah Kentungan, pemberi ruang kerinduan atas nama canda tawa dan susah senang

Disini, kami akan selalu pulang, istirahat untuk membawa semangat PAGI!

Mengapa? karena JENDELA di KAMAR TENGAH menanti, SUMUR dan TANAMAN menanti untuk disiram, DAPUR menanti orang datang membuat sarapan, dan KAMAR MANDI Belakang tempat oke untuk mencari inspirasi, KASUR Kamar Tengah tempat nyaman untuk rebahan, RUANG Tengah tempat kami menghabiskan malam.

Rumah penuh energi. SEMANGAT SAMBUT PAGI!!

Teruntuk Keluarga Kentungan di Singapura, Quesland, Pontianak, Jakarta, Solo dan tentunya si Bungsu di Kentungan, jaga kesehatan selalu! Bismillah.

 

Andaikan Kau Datang

Hi Bil,

Do you know the meaning of “I wish…..” 

Apakah kamu tahu arti dari kata “Andai….” 

Let’s find it from an Indonesian legend song: Andaikan kau datang kembali/ Jawaban apa yang kan ku beriAdakah cara yang kau temui/ Untuk kita kembali lagi/ Bersinarlah bulan purnama/ Seindah serta tulus cintanyaBersinarlah terus sampai nanti/ 

Terlalu indah dilupakanTerlalu sedih dikenangkanSetelah aku jauh berjalanDan kau ku tinggalkan
Betapa hatiku bersedih/ Mengenang kasih dan sayangmuSetulus pesanmu kepadaku Engkau kan menunggu/ 
Andaikan kau datang kembali/ Jawaban apa yang kan ku beriAdakah cara yang kau temui/ Untuk kita kembali lagi
Bersinarlah bulan purnama/ Seindah serta tulus cintanyaBersinarlah terus sampai nanti/ 

Screen Shot 2017-07-17 at 8.17.07 PM

-Sholat jenazah di Masjid Al Hikmah, Wologito, Semarang: karena hidup saling tolong-menolong. Ar Rahman, Ar Rahim. Rahmatan Lil Alamin. 

Screen Shot 2017-07-17 at 8.17.25 PM

 

الذين اذا اصابتهم مصيبة قالوا انا لله وانا اليه راجعون

(yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan: 
“Inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji’uun” (Sesungguhnya kami adalah kepunyaan Allah dan kepada Allah jugalah kami kembali). (Al-Baqarah 2:156)