Ilir-Ilir: Obat Hati

Hi Bil,

Do you know, when Grandpa stayed at hospital. He asked to play ‘Opick Song‘. I choosed this one, Tombo Ati, I was very happy because He still belief in God. And my last communication with him via WA Call from Seoul: Surah ke‎: ‎112 Al Ikhlas and Al Fatehah as our belief.

That’s why ‘Religion’ is very important in our life. Ups and Downs your life just because God blessing YOU, not only your Efforts. 

tombo ati iku limo perkarane
kaping pisan moco Qur’an lan maknane
kaping pindo sholat wengi lakonono
kaping telu wong kang sholeh kumpulono
kaping papat kudu weteng ingkang luwe
kaping limo dzikir wengi ingkang suwe
salah sawijine sopo biso ngelakoni
mugi-mugi Gusti Allah njembatani
obat hati ada lima perkaranya
yg pertama, baca Qur’an dan maknanya
yang kedua, sholat malam dirikanlah
yg ketiga, berkumpullah dengan orang sholeh
yg keempat, perbanyaklah berpuasa
yg kelima, dzikir malam perpanjanglah
salah satunya siapa bisa menjalani
moga-moga Gusti Allah mencukupi

Bismillah selalu Bil 🙂

Screen Shot 2017-07-08 at 10.37.02 PM

Our new destiny: After Dad Passed Away

Hi Bil,

Good afternoon everyone! Long time no see since I have to handle domestic routine: taking care my Mom on the weekend in outside Jakarta and back to Jakarta on Monday Morning, working, packing and moving from Bil’s home, etc

It is not easy, feel so tired yes, feel so happy also

Do you know, I just realised that sometimes people have not ready yet to change their routine/ habit. We need to adapt, reconcile with a new condition, and implement to our routine, we need to accept it as our new destiny, as a new life, as a new habit. Ought! it is a new normal era.

As I remember you Bil, you are an extra extrovert person, different with me. So, I believe that you can adapt changes and face it. Just let it your tears a second then, Keep moving forward.

Do you know Bil, your Grandpa loves you so much and Willy also.  How lucky you are that only you who could met him and played with him. In the hospital, October 2016, He asked me to print out your photo and hang it. I got it from your daddy. Every nurse and doctor asked who is this? Cucu -grandchild in London with me. Everyone gave a positive spirit to him. Again, how lucky you are, beloved grandchild.

 

.Menjadi Anak Yatim, demikian rasanya.

.Menjadi Anak Yatim, demikian rasanya.

Hakikatnya manusia hanya menyiapkan bekal untuk hidupnya di akhirat. Caranya, hidup manfaat bagi agama, dirinya, keluarga, dan umat.

Siapa sangka bonus usia hidup diberikan Allah untuk kita. Bisa jadi mungkin Ayah sebenarnya akan berpulang saat aku masa kecil, remaja, dewasa, dan tua.

Masih bersyukur mampu menjalani hari bersamanya. Tahu cara berkenalan dengan Syahadat, Rukun Iman, Rukun Islam, hafalan sholat dan tentang agama hingga akhir hayatnya.

Dulu saat aku bandel, kakaku bilang belum pernah merasakan punya anak. Well, parenting hood adalah beyond dari komitmen. Ayah bersama Ibuk meninggalkan jejak didikan yang sangat berharga. Menyiapkan dasar agama, melatih kecerdasan, kedisiplinan, kebiasaan baik, sopan santun, perencanaan keuangan, relationship, leadership, jujur, dsb

Nyaliku ciut kalo harus ingat mikir bangun pagi, desak2an di krl, terjun bebas lagi dari peron, disabilitas, beruntung saat itu Ayah jenguk datang dan menemani hari-hari krisis. Nyaliku ciut kalo harus ingat besok Sabtu Minggu segudang PR urusan rumah dan tukang. Belum jaga kesehatan dan hidup seimbang.

Kini, setiap pagi, harus banyak berdoa. Menjalani hari penuh perlindungaNya, sedetik apa sebaik seburuk apa ulah manusia kita siapa tahu. Endak papa hadapi dengan Bismillah aja. Demikian pesan mantra darinya. Ampuh!

#selamatakhirpekan#rinduanakperempuanpadaayah

Postcard: Let’s make a legacy

IMG_20151224_150421_AO_HDR

Writing a postcards for My Dad, Belitong, 2015

Hi Bil,

Did you remember that I sent you a postcard?

Did you remember  that you sent me a postcard from London in 2015?

Well I already shared to you about the postcards, how to write our greeting on postcard, how to choose unique design of the postcards and stamp.

For me and my father, a postcard is very meaningful. From postcard, we know that personal is very respect with us, she/he spare his/her time to write, think some words, pray for us to visit here, walk to post office and pay it.

If we are not the special one, she/he would not doing this.

From postcard, I found a secret theory: imagine the object!

Yes, I try to imagine that I would be in there someday.

So, please send our warm regards on postcard when we travel around the world. It would be make them happy! Just like me, sending the postcards for you and my daddy when I travel overseas/ domestic. Let’s make a legacy for our next generation!

Sejarah Indonesia: Cerita Jalan Cikini

Hi Bil,

Pekan lalu, tante sengaja menikmati siang di sebuah kafe nuansa vintage di Jalan Cikini Raya. Terinspirasi keunikan bangunan lamanya, tante pun ingin berbagi cerita padamu, Anak Manis.

Sejarah Indonesia tentang Cikini:

Melewati jalanan Cikini mengingatkanku pada cerita sejarah tentang kebijakan publik Gubernur DKI Jakarta, pak Ali Sadikin. Beliau berpikir bahwa Jakarta perlu membangun pusat kesenian sebagai tempat para seniman yang terusir dari Pasar Senen. Kini dikenal dengan nama Taman Ismail Marzuki. Selain itu, mempertimbangkan perkembangan kota Jakarta maka beliau memindahkan penangkaran satwa Cikini ke daerah pinggiran Jakarta, kini berada di daerah Ragunan.

Pernah melewati Cikini?

Sempatkanlah mampir mengunjungi Museum Joang 45 (disini dulu menjadi lokasi tes kesehatan OJK loh -eniwei) dan Toko Roti Tan Ek Tjoan (semacam roti manis), serta mengirim kartu pos di Kantor Pos Cikini,  bangunan kuno yang tetap terawat. Atau sedikit menjauh dari Jalan Raya Cikini, bisa mencoba menikmati kios-kios antik Jalan Surabaya.

Bila kebetulan melewati di pagi hari, Bubur Ayam H. Slamet pun sangat patut dicoba dan bila berada di Cikini di siang hari, bisa mencoba masakan ikan di TIM atau Sate Margaria di Bioskop Metropole. Di malam hari, bisa mencoba ngopi di Kedai Tjikini atau makan masakan Vietnam?

Eits, terkadang tante juga mencoba peruntungan memperbaiki sepatu/ tas yang rusak di Laba-Laba Cikini loh.

Yuk! ke Cikini, Bil 🙂

 

Vatican City: Summer Holiday in Rome, 2015

Liburan Lebaran Musim Panas di Roma, Italia, 2015

Hi si Bil, perjalanan ke Eropa Barat kali ini tante sengaja memilih kota Vatican.

Mengapa? karena Eyangkung Bil ingin melihat gereja Vatican dan tante ingin melihat bagaimana Roma yang pernah menjadi pusat peradaban dunia. Yuk membagi cerita perjalanan singkat di Roma pada liburan Musim Panas, 2015.

I. Penerbangan Domestik London – Roma PP

Kami mencoba penerbangan domestik dengan cheap flight London – Roma http://www.easyjet.com/en/cheap-flights/italy/rome, sama seperti dengan penerbangan murah lainnya di Indonesia yaitu sandaran kursi 90 derajat, bawaaan kabin setiap orang hanya diperbolehkan satu saja (no excuse), tanpa bawaan bagasi (no excuse), jadwal penerbagan yang bisa sewaktu-waktu diubah jadwalnya dan diubah dimana bandara landed dan take off (super gilakk kalo ini mah), tanpa snack, dan pramugari seadanya melayani penumpang. Pada saat keberangkatan, rute kami seharusnya London Luton – Roma Flumicino menjadi Roma Ciampino Airport.

Well, tiada pilihan mengingat nilai kurs rupiah sedang melemah sehingga inilah rute penerbangan dengan tarif rasional bagi kami.

II. Selamat Datang di Roma, Italia

Mendarat di Bandara Ciampino, Roma dengan selamat. Segera bergegas mengisi formulir landed sambil mengantri. Tipsnya: siapkan satu lembar contoh landed card yang telah diisi dengan biodata kita sehingga tidak lagi memakan waktu untuk mlipir mencari paspor, informasi alamat tinggal selama bepergian/ hotel, dan kontak. Intinya, efisiensi waktu karena antrian panjanggg untuk pengecekan imigrasi.

Penerbangan tanpa bagasi sangat menghemat waktu sehingga kita dapat langsung membeli tiket bus menuju pusat kota. Tujuan kami adalah Termini Station. Sengaja kami memilih bus dengan ada wifi, lumayan dapat up load foto maklum keterbatsan MMC. hehehe. Yippi! http://www.rome-airport.info/in.html

Ups, setiba di Termini Station, langsung menyalakan city map dan mencari map manual untuk mencari hotel dimaksud. Huft kami kurang beruntung karena harus TERTIPU dengan wanita yang memakai name tag agen turis. Kami mengira mereka adalah petugas resmi stasiun.

Rupanya di Roma, setiap pemandu wisata/ travel agen harus memakai ID Card.

Mengapa TERTIPU??

Pertama, karena petugas tersebut minta bayaran uang Euro “Euro please…” Untung Eyangkung Bil punya sisa koin Euro dari perjalanan Belanda sebelumnya.

Kedua, arahan jalan yang ia berikan salah, justru menjauh dari tempat dimaksud. huhuhuh teringat sekali bagaimana musim panas nan terik, eyang2 harus jalan jauh sambil bawa koper dan ransel mereka. Dan ternyataa hotel kami sangat dekat dengan Termini Station. Ckckckc Sabar.

Tipsnya: coba masuk ke hotel besar dan tanyakan dengan sopan. Di hotel besar biasanya tersedia peta sehingga mereka akan menjelaskan dengan peta tersebut.

III. Tiba di Penginapan

Bangunan di Roma kebanyakan merupakan apartemen. Hotel kami hanya bintang 3 sehingga berbagi dengan hotel lainnya dalam satu apartemen. Lucunya, kami harus menaiki lift kuno yang sempit ala film-film klasik. hehehe

Memilih hotel di dekat Termini Station merupakan salah satu cara menghemat waktu untuk menjelajah Roma. Mengapa? karena Termini merupakan terminal akhir bus dan term serta kereta ke bandara. ALL YOU CAN IT laaaaah.

IV. Let’s Explore Roma

Setelah beristirahat, Ayah mengajak saya untuk melihat sekitar hotel. Targetnya, membeli Pass card terusan untuk beberapa hari. Lebih hemat untuk 3 hari dibanding beli harian.

Bersama Ayah, saya mengunjungi Colloseo. Kerennn!!!

Sungguh merasa melihat peradaban lama masa kejayaan Gladiator.

Kami berjalan memutari Colloseo dan selfie. Tidak lupa melihat-lihat penawaran travel agen Hop ON hop IN -yaitu jenis paket wisata kita menaiki bus terbuka dan akan berhenti dibeberapa titik wisata dalam kurun waktu tertentu.

Setelah dihitung, ternyata harganya lebih mahal dan tidak banyak tempat wisata maka kami putuskan untuk hanya menggunakan pass yang telah dibeli untuk 3 hari kedepan.

Allah, kami sampai di kota kecil tujuan: VATICAN CITY!

Hari kedua, pagi2 kami telah berada di Vatican City.

Perjalanan menuju Vatican hanya beberapa stasiun dan kami melihat ratusan atau ribuan orang -sudah pasti kebanyakan para peziarah Khatolik -menuju Vatican City. Citi tour yang ditawarkan yaitu Musei Vaticani (http://www.museivaticani.va/

Picture 18

http://www.museivaticani.va/

Tips: sebaiknya membeli tiket masuk secara online pada jauh-jauh hari untuk kuota. Dan bila ingin melihat Pope menyapa umat peziarah pada hari Rabu.  Mengingat Vatican merupakan kota ziarah agama maka tidak sedikit umat Katholik yang mengunjunginya. Membeli tiket via online akan menghemat waktu untuk mengantri di loket masuk berjam-jam.

Saint Peter’s Basilica: untuk masuk ke gereja, kami harus mengantri paling tidak 2 (dua) jam, belum lagi panas terik. Saya mencoba membujuk turis asal Spanyol pada antrian belakang bahwa orang tua nanti akan masuk barisan, mereka kini sedang istirahat di ujung pintu masuk karena sudah terlalu tua. heheh Kagak kebayang deh bila EyangkungTi harus ikut berdiri selama 2(dua) jam.

TRATA! kami telah masuk kedalam gereja.

rome4

Tipsnya: berpakaianlah dengan sopan karena tidak sedikit turis asing yang harus ditolak petugas karena rok/ celana pendek. Pantas saja, ada beberapa turis sibuk memakai kain pada saat mendekati pintu masuk.

rome3 rome2 rome1 rome

Oia, bisa sangat panjang bila dituliskan details perjalanan kami, belum lagi kami ada city tour naik bis kota, ya menikmati Roma dari ujung ke ujung.

Berikut tips rekomendasi kawan pada saat sebelum berangkat:

  1. Hari pertama bisa naik metro line B turun 2 stops dari termini (Colosseo) itu Colosseum, bisa masuk ke Forum Romanum di sebelahnya, tiket sekitar 12 eur, buka sampai jam 3/4 sore. Dari situ bisa jalan ke arah Piazza Venezia, ada landmark bangunan putih namanya Vittorio Emanuelle II. Nanti dari Via del Corso kamu bisa ke Piazza Navona, Pantheon, trus bablas ke Piazza del Popolo. Sorenya ke Borghese Park, dari Piazza del Popolo naik dikit jalan kaki.
  2. Hari kedua bisa naik metro line A, turun di Barberini. Dari Barberini kamu bisa jalan ke Fontana di Trevi. Dari Fontana di Trevi bisa jalan ke Piazza di Spagna (atau naik metro lagi turun di Spagna). Itu ada Trinita di Monti and Spanish Steps yg terkenal. Di depannya ada Via Condotti yang terkenal.
  3. Hari ketiga bisa ke Vatikan dan Musei Vaticani. Kalau mau ke Vatikan, naik metro linea A, turun di Vittorio, nanti keluar metro tinggal jalan sedikit lurus aja ke Vatikan.
    Habis dari Vatikan (St.Peters Basilica) and Musei Vaticani, kamu bisa jalan ke arah Castel de Sant Angelo. Itu museum, worth visiting. I think the itinerary is done. Oya, liat senja dari Bridge of Angels di depan Castel d san Angelo is breathtaking. The rest just enjoy Rome and the food, and teh coffee.
    Terima kasih sekali untuk mbak Dinna P. atas itinerary-nya dan tentunya kakak-kakak atas traktiran perjalanan Roma ini. 

Si Bil, ada values kebaikan dari Ayah dan Bundamu yaitu memberikan hadiah kepada orang tuanya, untuk adiknya tetap memiliki tugas menjaga keduanya (baca: dititipi orang tua karena setiap saat kita tidak bisa bersama untuk membahagiakan).

 

 

Sane Step: Teman Baik Ada Karena Kita Menginginkannya

Si Bil, teman baik ada karena kita menginginkannya

Hi si Bil, selamat menikmati Sabtu pagi di Park Lands Drive,

Sabtu malam WIB ini, tante ingin sedikit bercerita untuk mengisi waktu. Pekan ini tante menonton film di Bioskop, setelah sekian lama. Lebih serunya, tante menonton dengan Dita, kawan baru tante di Komunitas Sane Step. Paling serunya adalah saat tante berhasil pulang kantor tepat waktu 16.20 WIB untuk mengejar krl menuju Kebayoran Baru. Ya, sudah lama tante tidak melakukan aksi cepat tanggap pulang cepat. Eits, tentunya seharian digunakan secara produktif dan efisien ya meski pak Direktur tidak di tempat.

Picture 17

sumber: google

Kembali kepada topik film, kami sengaja memilih judul film “The Little Prince”, film yang diadopsi dari novel “The Little Prince” karya Antoine de Saint-Exupéry, 1943, ini memberikan pesan moral bahwa senantiasa milikilah kemampuan berimajinasi dalam hidup. Film ini seolah-olah ingin menegur orang dewasa bahwa berbagai macam target dalam kehidupan, terkadang membuat kita tenggelam dalam keseriusan tanpa berimajinasi. Selain itu digambarkan pula bagaimana anak-anak dididik untuk mengikuti dan meraih target sesuai standar orang dewasa dengan pembenaran “for Better Future”.

Si Bil, tante menikmati film ini karena ceritanya pun tidak jauh dari keseharian kehidupan kita. Bagaimana orang tua kita memiliki cara yang berbeda-beda dalam mendidik disiplin, tekun belajar dan menikmati share of joy dari suatu keberhasilan serta cara untuk bangkit dari kegagalan. Itulah siklus kehidupan.

Si Bil anak manis, dulu tante tidak paham mengapa sih orang tua tega untuk melakukannya, terasa memaksa dan tidak memberikan pilihan selain patuh. Well, turning 29 years old ini tante menyadari bahwa apa yang terjadi pada saat ini adalah panen dari apa yang kita tanam kemarin. Tentunya peran orang tua ada di dalamnya.

Tante kini sering tersenyum apabila mengingat kenakalan diem-diem membaca buku cerita pada saat disuru belajar setelah Subuhan. Ya, itu bagian dari suatu proses pembelajaran. Bila kita dapat menertawakan masa lalu, maka kita telah menikmatinya. Artinya, kita telah mampu melewati dengan manis. Iya kan? bila tidak berhasil dengan manis, kita pasti sudah merasa sakit, marah, enggan mengingat semua peristiwa pada masa lalu tersebut.

Si Bil, nikmatilah masa rantau dengan baik, jauh dari tante-eyang-dan sepupu bukan berarti tidak memiliki teman baru, tante baru dan eyang baru. Sepakat? Iyap, tante pun sedang menikmati Sabtu ke-56 tanpamu, tanpa kakak2 dan Ayah Ibu, menikmati rumahmu sendiri dan menyulap akhir pekan agar tetap indah. Ada saja yang tante lakukan, termasuk tidak segan membuka diri untuk berteman dengan teman baru. Pekan lalu, tante bertemu dengan Dita di sebuah komunitas Sane Step, hasilnya? kami menikmati film the Little Prince, bukan?

Si Bil anak manis, dalam film tersebut pun terdapat values yang harus kita contoh: bertemanlah dengan siapa saja, menyapalah orang baru dengan ramah dan bersabarlah apabila temanmu menyakitimu atau membuatmu kecewa.

Si Bil, rasa sakit atau kecewa bisa jadi pun merupakan kesalahan kita karena kita memiliki harapan terlalu berlebihan kepada orang lain. Berhati-hatilah dengan harapan.

Si Bil, orang lain hidup dengan cara, kesukaan dan jalan pikirannya masing-masing, kurang baik bila kita mengolok, membicarakannya atau mengusik pilihannya. Dalam film tersebut, seorang penerbang tua pun hidup dengan caranya, tidak semua orang/ lingkungan menerima, namun lihatlah seorang anak manis (ia terasa manis sepertimu, my sweetheart) ia mau membuka diri mengunjungi lahan unik si penerbang. See! apa yang ia temukan, warna lain dari kehidupannya, dari rutinitasnya – hal itu menarik.

Si Bil, teman baik ada karena kita menginginkannya.

Si penerbang tua itu terlihat kebaikannya karena si anak manis menerimanya dan menginginkannya tetap ada. Sebaliknya, si anak Ibu dan lingkungan sekitar acuh pada si penerbang tua. Mengapa? karena mereka tidak menginginkan kehadiran si penerbang tua sebagai teman baik mereka. Hasilnya, tentulah lebih berwarna hari-hari si anak manis bersama penerbang tua itu.

Tante Ratih dan Komunitas Sane Step:

Si Bil, sepakat dengan pak Quraish Shihab dalam bukunya “Dia Dimana-mana”, tante sepakat bahwa tiada hal yang kebetulan di dunia ini.

Bagi kita umat manusia, suatu peristiwa akan terlihat kebetulan namun tidaklah demikian. Di balik suatu peristiwa ada Dia Yang Maha Pengatur dan setiap detail yang terjadi pada kehidupan kita pun berada di bawah pengawasannya. So, tidak perlu cemas, marah, kesal dan tidak bersabar dalam suatu proses ya, Anak Manis.

Tidak jarang kamu telah menyampaikan rasa rindu dan bahkan kesal karena tante, eyangtingkung tidak kunjung datang bermain bersamamu. Nikmatilah proses bahwa saat ini, kini, hari ini kita tidak dalam satu ruang dan waktu yang sama. Tidak perlu kesal saat kamu semangat menelpon tapi tante sedang mengantuk berat. “loh di sana malam? Ko udah tidur?” – you said, 2015.

Kembali pada Dia Yang Maha Pengatur, ada saatnya kan kita semua berkumpul utuh.

Panen raya tante dalam menikmati proses rantau sendiri di Jakarta adalah dipertemukan dengan orang-orang baik di mana pun berada, termasuk Komunitas Sane Step.

sane

Komunitas Sane Step @Studio SCTV, 2015

Bukan kebetulan bila tante mendapat rekomendasi dari Emelda S. untuk membaca buku “Sadar Penuh Hadir Utuh” karya Adjie Silarus, 2015, Bukan suatu kebetulan apabila buku tersebut kosong di TB sehingga tante harus mengirim email langsung. Bukan suatu kebetulan bila tante berkomunikasi dengan tim Adjie Silarus sehingga tante mudah memperoleh informasi kegiatannya. Dan bukan kebetulan bila tante berkenan hadir di tengah kelelahan berat setelah project kantor, iya tidak kebetulan bila kini tante memiliki kawan-kawan dengan values kebaikan dalam Komunitas Sane Step ini. Komunitas ini sering menyapa energi positif dan kebaikan di pagi hari, sharing tentang banyak hal dan giving sebanyak-banyaknya pada sesama dan alam. Tante tidak sabar ingin mengikuti sesi meditasi pada pekan depan, insyallah.

Si Bil, batere dalam diri kita pun ada masa penuh dan mulai lemah, berkawan dengan para pemilik energi positif merupakan salah satu cara untuk tetap tangguh dan sabar dalam menjalani dinamika kehidupan.

adjie

Buku Sadar Penuh Hadir Utuh, Adjie Silarus, 2015

Buku Sadar Penuh Hadir Utuh

Turut hadir dalam komunitas ini tentunya bukan kebetulan karena ini bisa jadi merupakan jawaban dari Dia Maha Pengatur -Allah, saya lelah dalam rutinitias ini, Gusti Allah mohon untuk dicarikan tempat beristirahat entah di Ubud bersama Nadia atau dimana pun, yang jelas saya lelah.

Si Bil, tidakkah kau rindu kita berdoa bersama? Tante rindu sholat bersamamu, going to sleep diawali berdoa bersamamu untuk mengakhiri hari dan bangun pagi ada dirimu mengucap Bismillah.

Yuk, berdoa untuk mengelola harapan dalam kehidupan ini.

Si Bil, cheers! Selamat jelang meriahnya lampu-lampu kota X-mas yaa!

-ditulis dalam perjalanan krl namun tidak selesai, lanjut di rumah Bil.

Sabtu bersama rasa rindu pada si Bil, November 2015.

si bilBil, July 14, 2015

Dad and His Daughter

11016679_10153028813975340_2108096221_n
Buddy DFH dan Cha, Februari, 2015

Hi Bil,

Jumat Subuh lalu tante rindu sekaliii pada eyangkung. Huhuhu I wish bisa pulang, namun harus sedang mematuhi pesan beliau untuk menabung demi KPR dan menjaga stamina agar kinerja tetap produktif di kantor. Bismillahhhh.

Screenshot_2015-03-01-22-01-29-1
Eyangkung called tante, March, 2015

Ayah adalah cinta pertamaku. Dari beliau, akupun mulai jatuh cinta pada Nabi Muhammad, Rasulku. Cerita nabi-nabi yang diceritakannya menarik dan membuat imajinasiku terbawa di masa Nabi. Saat kelas satu SD, aku pun pernah cerita kepadanya bahwa si putri keturunan bangsawan loh, ah kamu juga malah keturunan Nabi Adam. Hahahaha

Ayah teman terbaikku. Bersama Ayah, aku mampu belajar sesuatu yang ekstrim seperti bermain sepeda, belajar motor, dan mobil. Olah raga badminton, tennis, dan berenang.

Ayah mengajakku berpikir tentang negeri ini. Meskipun ceritanya selalu berulang-ulang, namun ayah senantiasa menceritakan sosok Bung Karno, Bung Hatta, Boedi Oetomo dan Kejayaan Majapahit.
Setiap kali kami melewati kampung halamannya di Klaten, beliau pun cerita bagaimana saat Bung Karno berpidato di sebuah lapangan di Ceper, Klaten…. saat melewati daerah Wedi, Klaten, cerita tentang Sarekat Dagang Islam pun mengalir. Sungguh menyenangkan mengkritisi Indonesia di jaman saat itu dan sekarang (catet cerita jaman SD sampai saya 27 tahun). Dari Indonesia dan Amerika berganti presiden pun kami diskusikan, kematian mendiang Lady Diana pun menjadi topik sok detektif pun kami bahas.

Ayah mengajakku membaca segala hal, dimana saja, dan kapan saja. Koran Suara Merdeka atau Kompas selalu kami baca hingga akhirnya Ibu malas melihat tumpukan koran yanng belum dijual kepada tukang rongsok.
Ayah mengajakku berhemat dengan memilih toko bacaan yang unik di Pasar Yaik, Johar. Disana banyak buku bekas, cetakan lama, bahkan Michael Leifer, Politik Luar Negeri RI pun kutemukan disana. Serial Lupus dsb. Ayah mengajakku ke pasar tradisional memilih kain di toko kain Jangkrik, aku pun memperhatikan cara beliau memilih kain untuk bahan celana formal dan jas.

Ayah mengajariku berbicara dengan halus dan santun kepada orang lain layaknya para priyayi katanya dan memiliki kejujuran. Darinya aku belajar menghindari konflik, dan berani berkonflik apabila kita memang di jalan yang benar.
Ayah satu-satunya direktur utama diantara tiga direktur utama Perusda Jateng yang tidak di penjara karena korupsi. Berkat kejujuran Ayah, aku – mas ipang – ibu masih bisa menikmati umur panjang bersamanya. Beliau pernah bercerita bahwa mimpi diantara pilihan menjabat tidak umur panjang atau tidak menjabat namun umur panjang.

Ayah selalu merindukanmu, Si Bil, cucu pertama nan ajaib penuh kecerdasan. Tante selalu dinantikan pulang agar bisa Skype bersamamu.

Ayah selalu berpikir positive namun terkadang juga sering menyesal dengan apa yang terjadi. Mungkin terpukul.

Ayah selalu menemani orang tuanya hingga akhir hayat sekalipun beliau bukan orang tua kandungnya. Ayah mengajariku untuk bersikap netral, lebaran pertama harus ke rumah eyang Sapi dulu barulah ke eyang putri. Saat mudik, senantiasa orang di desa menyampaikan bahwa ayah selalu tirakat maka tidak heran anak-anaknya pintar2. Aamiin semoga semuanya ya, si Bil.

Ayah senang membantu sekalipun itu mahasiswa yang butuh riset tugas akhir. Tante dan eyangkungti pernah loh mengantar periset untuk tesis tentang PKI. Kami dari satu rumah ke rumah mencari tahu saksi hidup jaman PKI dan jaman mereka berada di pulau Buru.

Ayah disegani oleh orang-orang terdekatnya karena penyayang dan sederhana. Ah sungguh rindu betapa damainya orang menyapa beliau.

Tante pun senang dibilang duplikat ayah. Ah, sungguh nikmat berkah hidup tiada duanya dapat menikmati masa bersama Ayah.

Ayah senang memmbaca buku tanaman obat dan buah dll, menanam tanamannya dan meracik jamunya sendiri agar sehat katanya. Ayah pun membuatku percaya pada jamu.

AYah pandai memijat syaraf, kami pun antri untuk dipijatnya. Tante pun banyak belajar darinya.

Ayah rajin mencuci mobil dan motor setiap pagi2. I wish itu menurun kepada tante dan ayahmu, Bil

Ayah senang memasak nasi goreng dan terkadang mi rebus dengan bawang putih. Ah malam terasa lebih syahdu.

Di usia dan kesempatan yang masih ada, semoga membuat mampu menikmati waktu berkualitas meski kita semua terpisah jarak untuk bertanggung jawab pada hidup masing-masing.

Ayah senang berjalan kaki ke masjid dengan sarung dan peci hitam kesayangannya. Ah rindu salamnya saat pulang dari masjid.

Ayah senang menjenguk orang sakit, menunggu sodara lahiran, dan takziah. Ayah kurang senang merayakan ulang tahun terlalu berlebihan. Hiks Eyangkung tidak hadir pesta di ulang tahunmu pertama. Mengertilah itu keyakinan orang lain yang harus kita pahami.

Hmmm si Bil, tante sedang merasa sedih, karena AYah mempunyai satu keinginan untuk menyerahkan estafet tanggung jawabnya atas tante kepada laki-laki yang akan tante pilih. Ah, sungguh maju mundur siap tidak siap harus siap jatuh cinta kembali selain pada Ayah. Kami akan menghabiskan waktu bersama selayaknya bersama ayah.

Well, seperti kata dipomat jr. John Purba bahwa aku senang cil saat nanti menggandeng tangan putriku. oh itu so sweet sekali, cil.

Sepakat dengan John, tante sangattt senangg saat melihat seorang Daddy with his daughter menghabiskan waktu bersama membangun cerita-cerita ajaib bersama.

Tanpamu disini, si Bil, tante senang melihat foto kekompakkanmu dengan ayah, melihat Zoya dan mas Hangga, melihat buddy Deden bersama Icha, pak Nanang bersama ketiga putrinya dan cerita pak Muhadi bersama putrinya. Seru dan manis. Sungguh mood booster sekaliii 🙂

Screenshot_2015-03-01-22-47-46-1
Cerita seru Ayah Hangga dan Princes Zoya, Melbourne, Maret, 2015

mtf_GxosN_1362.jpg
Kamu dan Ayah, Bil di KPW BI, London, 2014

P.S: si Bil anak manis harus patuh pada Ayah ya dan sudah pasti Bunda juga, karena tulisan ini per topiknya adalah Ayah. Right, Bil?
Tulisan dedicated untuk AYah, kakak2, dan buddy nan hebatttt!

Repost: Insyallah Ada Jalannya

Picture 33

Si Bil, 2011

Insya Allah Insya Allah Insya Allah Ada jalannya… -Maher Zain

Tidak jarang keresahan melanda dalam perjalanan hidup ini
Resah datang disaat pikiran ini tidak mampu menjangkau apa yang akan terjadi nanti
Sempat ada kebingungan, keterputusasan,
bimbang apakah jalan ini yang terbaik,
Apakah ini patut dilakukan bahkan diperjuangkan?

Pilihan.
Tidak ada yang memaksa untuk memilihnya.
So, tidak ada alasan untuk tidak menikmati pilihan 🙂

Insyallah ada jalannya. Yakin pada pilihan.
Insyallah ada jalannya

Repost: Kenali lebih dekat, Anak-Anak

Welcome July, may you bring your smile for us!
*HARI ANAK NASIONAL, 23 Juli*

Sebelum tidur malam, tak sengaja halaman membahas ASI dalam buku M. Quraish Shihab menjadi tema pengantar tidurku. Singkatnya, kedekatan Ibu – Anak sangat akan terbentuk saat menyusui. Setiap harum badan sang Ibu, jemari si kecil yang kadang bergerak-gerak sebagai pertanda ia merasa nyaman. Tempat ternyaman.

Tumbuh mengenal siapa anggota keluarganya, mengenal ini baik dan buruk, mengenal ini boleh dan tidak. Sangat konstruktivis sekali ya dunia ini. Lingkungan keluarga masih membawa aura baik bagi si anak hingga ia mulai bersosialisasi dengan tetangga, teman sekolah, dan teman-teman orang tuanya.

Tumbuh kembali mengenal ajaibnya dunia di setiap tempat yang ia temui. Belajar mengerti ini baik dan tidak, ini salah dan benar mulai tanpa bimbingan sepenuhnya dari orang tuanya. Belajar dan belajar menemukan.

Beruntunglah jika anak memiliki orang tua yang memberikan keleluasaan dan kepercayaan bahwa ia bisa memilih sendiri jalannya. Di lain pihak, akan tetap ada anak-anak yang berpendapat bahwa beruntunglah ia anak yang memperoleh bimbingan dan orang tuanya mampu memberikan sikap “melarang” atau “memperbolehkan” karena ia tidak akan merasa bingung untuk memantapkan pilihan.

Tidak ada yang salah dalam cara pola asuh yang diterapkan orang tua di keduanya. Artinya, orang tua sudah mengenal anaknya dengan baik. Orang tua sudah mengerti treatment apa yang harus diterapkan untuk menguatkan anaknya.

Bagitupula dengan anak, akan dibutuhkan pengertian dari anak untuk mengenal orang tuanya.
Meskipun sedikit memaksakan anak untuk mengenal orang dewasa, sedih.

Ya, dunia ini penuh manipulatif

Mari kenali segalanya lebih dekat, akan mengerti 🙂

Selamat menyambut Hari Anak Nasional, 23 Juli 2011. Berikan senyuman, pelukkan, hadiah kecil, suara manis kita pada Anak – Anak Indonesia 🙂 #Bangunperadabanlebihbaik

foto itu: Jepretan Hiu, si tante Redha.
Picture 32