.Nyaman itu jebakan: karena gaji dan rezeki itu berbeda

Screenshot_20181105-082748_Instagram

Senin pagi, kita tahu jalanan itu lebih macet dari kebanyakan, makanya berangkatlah lebih pagi.

Hectic pagi, kita tahu kesiapan bekerja itu dimulai dari awal langkah kaki di kantor, bisa jadi awal kali kamu bangun pagi dan pegang WA Grup Kantor.

Kompetisi pagi, kita tahu cari pekerjaan tidak mudah, organisasi tidak mudah jadi sumber daya manasia (SDM) sesuai kompetensi, psikologi, psikis, kesehatan, investasi sana sini untuk fasilitas dan pengembangan sdm, bersiaplah hadapi dinamika pekerjaan.

Hubungan kerja sehat, berikan pelayanan dengan saling profesional. Staf itu tidak banyak selalu minta jawaban sesama staf, berikan secara bergantian. Jadi bos dadakan itu keluarkan leadership sebagai andalan, petakan mana kebutuhan dan kemampuan.

Pegawai baru tidak selamanya sandang status pegawai baru. Fungsi coaching terkadang tiada, alih-alih dinamika pekerjaan, bisa jadi karena malas memberikan akibat umpan yang tidak berkembang.

Gaji itu pasti diberikan.
Rezeki itu berbeda setiap orang, ada yang pribadi manja dan mandiri, disiplin atau tidak, itu urusan Tuhan. Bukan kita yang menghakimi sesama.

Mantra cuma satu, kita kerja sama orang: saya yang dipindah atau lainnya yang dipindah. Apesnya, tidak ada perpindahan.

*cuci piring pagi2

Advertisements

24 Oktober: Jam Dinding dan Nasihat

20181024_212630.jpg
-Jam Seiko dibeli bersama alm. Ayah saat saya Sekolah Dasar, di Pasar Johar, Semarang

.24 Oktober: Jam dinding puluhan tahun pun mati, waktu berputarnya pun usai.
.

.
.24 Oktober, Selamat hari lahir Alm. Ayah, layaknya tahun-tahun sebelumnya kami semua akan menjadikan hari spesial, dan sibuk menyiapkan makanan dan mencari hadiah terbaik untukmu. Dua tahun belakangan ini telah digantikan dengan kejutan untuk para orang lain. Spiritnya sama, mencari senyum dari orang lain dan lalu lupakan berlalu. Bukankah itu yang Engkau ajarkan. Ketulusan.

.Teringat kado terakhir ulang tahunmu, senang sekali “dibelikan baju Koko dari anak wedok” ekspresi pada Bulik di bangsal RS. Kariadi @_aarch
.
.Kita pun selalu berdiskusi,
24 Oktober dalam belasan tahun terakhir kita bicara tentang cita-cita, Perserikatan Bangsa-Bangsa/ United Nations (UN) pun berulang tahun.
Teringat ekspresi wajahmu mendengarkan keseruan bahan bacaan sekolah tentang UN dan selalu meng-amini untuk naik helikopter logo UN menuju duty station. Dua tahun lalu, nasehat yang tersirat untuk memupuk selalu spirit berkarir di UN dimanapun penempatan Departemen, pesannya anak Hubungan Internasional harus bisa beradaptasi sekalipun berada dibidang Perbankan. Pesannya, Perbankan atau sektor jasa keuangan pun butuh berhubungan internasional, kerjasama tidak lagi melulu pencairan dana bergulir dan koperasi ala karirnya, tidak lagi Hubungan Internasional hanya mengawang-awang perlu juga ada yang membumi. Dan lalu APPROVAL perjalanan dinas Korea Selatan kudapat dari Ayah. Pesannya berangkat, nama baik didapat berkat kerja kerasmu. Berangkat dan carikan gingseng.
.
.24 Oktober 2018 doaku: semoga doa-doa kami sampai padamu, meringankan timbanganmu, Ayah.
.
.
.Al Fatehah. .
At #erhapitukitchen

Kembali ke Cirebon

Hi Bil,

Ingatkah tentang cerita menikmati Kota Cirebon tahun 2014? https://ratihsurachman.com/2014/10/19/tentang-kota-cirebon-oktober-2014/

Ternyata alhamdulillah kembali lagi bersama dengan Tim kantor di tahun 2017 ini (pak Direktur bu Depdir dan semua staf ikut), yuk intip itinerarynya, kali ini kami naik kereta esksekutif Pp (berangkat Argo Muria jam 7 pagi, pulang sore pukul 18)

Berikut itinerary kunjungan ke Cirebon beberapa waktu lalu
1. Makan pagi nasi jamblang Bu Nur ✅
2. Keraton kesepuhan
3. Gua Sunyaragi✅
4. Kerajinan kerang✅
5. Batik Trusmi✅
WhatsApp Image 2017-11-27 at 14.54.09
Pembatik di Kampung Trusmi, 2017

6. Makan siang empal gentong H. Apud ✅
7. Toko oleh oleh Pangestu✅
8. Es Kopyor 4848✅
9. Kembali ke stasiun✅

Jesss jesss! duduk-makan-duduk lagi… hehehe sekali2 gpp menemani Rekan-rekan yang belum pernah kunjungi Cirebon, tokh suasana yang berbeda kan. Tetap seru!!!

Kompetisi dalam hal Kebaikan

WhatsApp Image 2017-11-17 at 20.54.52

Hi Bil,

Pernahkah engkau ingat bagaimana cara Ayah Bunda Tante menyemangatimu dalam belajar? Dalam memotivasimu dalam segala hal?
iya, pasti bisa
iya, pasti bisa nanti lebih baik
iya, pasti bisa menyelesaikan hingga tuntas

KARENA pekerjaan yang baik adalah pekerjaan yang tuntas.
Belajar yang baik adalah belajar yang tuntas.
Apa yang didepan mata harus dikerjakan, tuntaskanlah.

APa itu kompetisi? melakukan apa yang didepan mata dengan tuntas, bedanya menang dapat hadiah dan bahagia berlipat. Kalah? kita sudah melakukan hal KEREN yaitu menuntaskan tugas di depan mata kita.

So, tuntaskanlah. Berkompetisilah dalam hal kebaikan.
Screen Shot 2017-11-18 at 7.14.02 PM

Bismillah.

Astaga,

astaga, apa yang sedang terjadi
oh oh astaga, hendak kemana semua ini
bila kaum muda sudah tak mau lagi peduli
mudah putus asa dan kehilangan arah

sementara yang lainnya hidup seenaknya
seakan waktu takkan pernah ada akhirnya

hanya mengejar kepentingan diri sendiri
lalu cuek akan derita sekitarnya

Hi Bil,
Saat kami membaca tulisan ini, entah usia berapa.
Kapan pun itu, sudah pasti dirimu akan tetap lebih muda dari Tante, KAUM MUDA, sedangkan Tante akan menjadi lebih tua dengan TETAP BERJIWA MUDA, agar AWET MUDA untuk menemanimu selalu.

Hari ini saatnya gajian, alhamdulillah, saat ini di kantor, sedang akan melaksanakan penugasan dari pimpinan. Ada pesan yang ingin Tante sampaikan, dimanapun nanti dirimu bekerja (apapun institusinya) tetaplah fokus pada keilmuanmu, profesimu, keahlianmu. Disitulah kebahagiaan hakiki sebagai seorang pegawai setelah bekerja keras selama 20 hari kerja, produktif selama berjam-jam setiap harinya. Alhamdulillah.

Mengapa kebahagian hakiki?
Karena tidak jarang tetap ada saja bagian pegawai yang kurang produktif, tetap mendapatkan gaji bulanannya. Mereka bisa jadi bahagia, namun apakah kebahagiaan itu akan dapat membantunya hingga akherat? Ilmu yang bermanfaat, termasuk didalamnya bagaimana mengaplikasikan ilmu kita dalam pekerjaan sehri-hari. Lalu bagaimana bila bermalas-malasan? tentunya Allah yang akan dapat menilai. Bukan kita sesama pegawai, untuk itu tetaplah fokus pada profesimu. Inilah dunia, tidak semua bisa diadili disini, kelak suatu hari nanti. gaji yang kita terima pun akan ditanya asal dan kemanfaatannya.

yuk selesaikan tugas kembali, bagian dari gaji.

Andien – Astaga (Official Music Video) – YouTube

Bekal dari Dunia: Ilmu yang bermanfaat

Hi Bil,

Semalam menyempatkan nonton film Foreigner, dibintangi oleh Jackie Chan. Dalam film ini diceritakan bagaimana seorang Ayah berupaya untuk mencari pembunuh putrinya yang menjadi korban bom teroris. Film yang sangat bagus, setiap orang memahami perannya dan keahliannya. Sungguh profesional dan mengagumkan melihat komitmen perannya.

Pelajaran yang sangat bisa diambil adalah ketekunan dapat mengasah keahlian, hingga orang menjadi notif apa keahlian kita, apa yang bisa diandalkan, menjadi orang yang punya diferensiasi.

Di tahun keempat di kantor ini, berupaya memiliki diferensiasi apa, apa nilai tambah yang bisa ditekuni untuk mendukung profesi ini.

Ingatkah kamu ingat Bil, saat Ayahmu belajar tekun di meja belajarnya,,, kamu selalu bilang Ayah KERJA, Ayah lagi KERJA. Terkadang iya benar Ayah sedang menyelesaikan pekerjaannya, ada kalanya juga Ayah sedang berupaya untuk meningkatkan kemampuannya.

Tidak hanya kamu dan Adek saja yang belajar, semua orang terus belajar hingga akhir hayat. Apabila tidak ada keinginan untuk belajar, mungkin umurnya menjadi kurang bermanfaat di dunia dan tidak adanya bekal akherat ‘ilmu yang bermanfaat’

Yuk, bersama-sama belajar, belajar bersama-sama
Tak lupa mengucap Basmallah ya Anak Manis.

Rumah Kentungan: Stop to Jump in

Hi Bil,

Dengan senang hati!

Home sweet home, 

Kala hening, kala ramai

Kala susah, kala senang

Semua kita lakukan dengan senang hati

Ada kala kita perlu berhenti sejenak untuk melompat! 

Ada kala kita perlu siapkan satu kantong khusus untuk dirimu, kala kantong lain sudah penuh terisi 

Rumah Kentungan, pemberi ruang istirahat sejenak untuk kemudian maju ke depan

Rumah Kentungan, pemberi ruang kerinduan atas nama canda tawa dan susah senang

Disini, kami akan selalu pulang, istirahat untuk membawa semangat PAGI!

Mengapa? karena JENDELA di KAMAR TENGAH menanti, SUMUR dan TANAMAN menanti untuk disiram, DAPUR menanti orang datang membuat sarapan, dan KAMAR MANDI Belakang tempat oke untuk mencari inspirasi, KASUR Kamar Tengah tempat nyaman untuk rebahan, RUANG Tengah tempat kami menghabiskan malam.

Rumah penuh energi. SEMANGAT SAMBUT PAGI!!

Teruntuk Keluarga Kentungan di Singapura, Quesland, Pontianak, Jakarta, Solo dan tentunya si Bungsu di Kentungan, jaga kesehatan selalu! Bismillah.