Sumur Doa: Museum Tsunami Aceh

Screenshot_20181024-222338_Instagram

.Menemukan Allah di Ruang Sumur Doa, yang mana dinding bertuliskan nama-nama korban Tsunami.
Museum Tsunami karya Pak Ridwan Kamil sungguh membantu kami dalam mengenang kembali bencana alam Tsunami, 26 Desember 2004 silam.
Dulu saat itu pagi-pagi alm. Ayah bilang Aceh kena Tsunami, berhari-hari kami menyimak berita baik Tv dan surat kabar. Memori di ruang audiovisual membawa kami mengenang masa menonton tv berita dulu.
Oia kami sedikit kurang beruntung karena under construction akibat angin kencang Kamis kemarin namun lagi-lagi Allahhhhh dengar doa mbatinnya kami: pingin masuk! Ada petugas yang baik hati memperbolehkan masuk ke ruang ‘rahasia hari ini’ namanya ruang sumur doa. Merinding terharu sedih! Banyaaaakkkk sekali nama-nama korban Tsunami. Semoga Allah menghapus dosanya, melapangkan kuburnya. Aamiin!

#SerambiMekahSabangtrip2018 #singlelifetrip bukan dines😆

Advertisements

Just call up my name

FB_IMG_1540394023795.jpg

.You just call up my name, and you know wherever I am, I just running, to see you again!! Terima kasih banyak pak Deputi Komisioner, merelakan isi seminar kitnya! 🤗
.
.
Berikan satu kantong khusus untukmu, setelah mengisi banyak kantong 🤗 Pak Putu, 2010, Bali.

.Karena awal dari bekerja adalah niat ibadah dan energi positif🤗🤗🤗
bismillah still on Duty.
.
.
.#tanteneonduty

Happy New Year 2018 from Tokyo: Indonesian-Japanese Friendship

20180130_203315
Happy New Year Postcard from Housefam in Tokyo, 2018

Hai Bil and Willy,

I am so happy when I got the new year postcard 2018 from Satoko san in Tokyo.
Hopefully 2018 gonna be a great year, good fortune, and a lot of happiness.
I hope one day Satoko san family will visit me in Indonesia or vice versa.
She and I have the same hobby, visiting underwater.

BTW I have been joined JENESYS Program Special Invitation for Selected Students. Satoko san and her family was accepted me at her house, and she attended my farewell party at Sophia University.

Among program alumnae plan to arrange a reunion in Penang, Malaysia this year. I am so excited after several years never meet my classmate, roommate, TravelMate. Insyallah.

Again, I was so lucky being there.
So, please prepare yourself to get the exchange opportunity or scholarship.

Japan – East Asia Network of Exchange for Students and Youths
Programme 2009-2011

BACKGROUND
The Japan-East Asia Network of Exchange for Students and Youths (JENESYS)
Programme was initiated by Japan the 2nd East Asia Summit (EAS) held on 15 January 2007 in Cebu, Philippines. The Programme is financially supported by
the Government of Japan through the JENESYS Programme Fund. The
JENESYS is a five-year Programme (August 2007-July 2012), which includes annual exchange of about 6000 youths from the EAS Countries to Japan and vice versa. The 16 EAS Countries comprise the 10 ASEAN Member States (Brunei Darussalam, Cambodia, Indonesia, Lao PDR, Malaysia, Myanmar, Philippines,
Singapore, Thailand and Viet Nam), Australia, China, Japan, India, Republic of Korea and New Zealand.

The JENESYS Programme consists of the following three main components:
a. Dispatch of students and youths from the EAS Countries to Japan (short
term: 1-2 weeks, mid/long term: 1-2 months to 1 year);
b. Dispatch of Japanese youths to other East Asian Countries; and
c. Youth interaction (e.g. youth networking and East Asia Student Conference).
The overall objective of the JENESYS Programme is to help lay the foundation for a stronger solidarity and closer friendships among EAS countries by promoting mutual understanding of the future generation of the region.

Source: http://www.asean.org/uploads/archive/AroundASEAN-Jenesys.pdf

Istirahatlah, Jakarta!

Little Escape from Jakarta
Akhir pekan berkemah di sekitar Danau Buatan Situ Gunung, Sukabumi, 2017.
Bintaro-Bogor Krl, Bogor-Sukabumi Pp kereta api

Hi Bil & Willy,

Siang ini tante menyempatkan menuju Pasar Baru,
Sederhana saja, mencari apa yang dibutuhkan kali ini titipan tugas prakarya Kakak Bil. Kata Bundamu, ia tidak menemukan di sekitar rumah

Aneh. coba itu di Semarang atau Jogja, sudah mudah kita dapat.


Jakarta kata orang itu segalanya ada, termasuk mewujudkan impian orang-orang
Bagiku dan Ayah Bundamu, kami terdapar di Jakarta karena pekerjaan, tempat menumpang menjemput rezeki
Bagi Ayahmu sudah berkesempatan meninggalkan Jakarta, itu pun lagi-lagi tiada pilihan karena kami seorang pegawai bukan pengusaha, arsitek, atau seniman yang lebih memiliki fleksibel waktu/ membuat karya/bisnis dimana ia berada

Jakarta kata orang serba ada, iya benar bagi mereka yang telah tahu dimana ada kesempatan dan tempat tujuannya

Jakarta kata orang itu tempat orang pandai berkumpul, iya mungkin benar namun pandai saja tidak cukup untuk tinggal di Jakarta

Kasiannya kamu dan Adek harus ‘terpaksa’ kembali ke Jakarta, kamu harus mengelola waktu dengan baik, emosi, dan mental sejak dini

Maafkan kami bila harus memintamu sedikit bergerak lebih cepat, belajar lebih awal, bangun-mandi-sarapan- bersiap tepat waktu, bermain tanpa leluasa di taman atau kebun/ sawah, meminta waktumu melakukan perjalanan lebih jauh untuk mendapatkan suasana istirahat ala alam

Inilah kita yang sedang punya sajadah kehidupan di Jakarta, menjalankan sa’i dengan krl untuk rumah-kantor, tersendat diantara antrian macet seolah sedang berthawaf berkeliling ka’bah

Satu hal mantranya, pilihlah tetap bahagia menjalaninya, kalahkan pikiran kita yang seolah akan lemah, gigih dan trengginas!Bantuan tangan Allah pasti ada

Sudah tiga tahun lebih dikit tanpa kalian, Tangan Allah selalu ada untuk membantu mempermudah hidup di Jakarta

Semoga kelak ada cerita dimana kita berada lainnya, mungkin bukan bernama Jakarta atau bisa jadi tetap di Jakarta. Who knows…

The Sibling: Amazing Facts About Brother And Sister

Hi Bil & Willy

Days with you, my brother
Days with you, my sister
Six years between you and me it is just a number
I was born in Indonesia, You were born in London, it is just a place
We provide abundant love and magic to the world
Love actually is all around
No slapping
No bullying
Please be patient, Adek
Shoes Kakak, shoes Kakak
No No No it is mine, you said when somebody hugging Kakak
Let’s around the world
Do something amazing together as always
We will miss our childhood
We will make a decision in our life
but we are the sibling, yeah you and me.

-Tante Ratih

“The sun will set and the sun will rise, and it will shine upon us tomorrow in our grief and our gratitude, and we will continue to live with purpose, memory, passion, and love.”

Belajar Toleransi…

Toleransi sesungguhnya yakni pemahaman dari kita mayoritas kepada minoritas.

Hi Bil & Willy,
18301792_10154670174598284_1372773809126464395_n

.Tahun terakhir Alm. Ayah mengajakku melihat Vatican, karena beliau tahu aku pingin tahu bagaimana Paus bersama umatnya. Tidaklah beda karismanya dengan Imam Masjidil Haram tempatku ibadah. Itulah leader, membantu kami mencari keberkahan dunia dan akhirat. Thank you Ayah Ibuk. –see https://ratihsurachman.com/2015/11/21/vatican-city-summer-holiday-in-rome-2015/

Bukan hal baru bagi kita yang pernah menjadi minoritas di negeri orang.
Kita sebagai pribadi beragama ‘Muslim’ tetap harus dapat menjaga keimanan dan ketakwaan sebagai bentuk hubungan kepada Sang Khalik Pencipta dan juga Silaturahim yang baik antar sesama, Di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung.

Isu RAS beberapa tahun terakhir pasca reformasi Indonesia mulai menjadi titik panas/ hot spot di Tanah Air. Semua berjustifikasi bahwa inilah demokrasi. Tentunya Kakak Bil ingat kasus pak Ahok dan diikuti demo besar yang mengatas namakan umat muslim (AKSI 212, dsb). Terkadang framing menjadikan generalisir pernyataan yang belum tentu semua pihak mendukung. Ah, pusing pagi-pagi bicara politik atau isu agama yang dipolitisasi berpotensi konflik.

Yuk, kita punya langkah peduli mulai dari diri kita sendiri, yaitu menjaga kerukunan beragama dalam hidup ini, tokh kita sudah terbiasa menjadi minoritas, tentunya saat kita berada di lingkungan mayoritas kita menjadi paham apa yang dibutuhkan atau yang membuat nyaman kaum minoritas. Itulah esensi/ makna toleransi sesungguhnya.

Desember telah tiba!

Hi Bil & Willy,

Bulan Desember telah tiba,
Bulan yang istimewa, meski belum mengalahkan bulan Ramadhan dan Dzulhijah bagi kita umat muslim.
Eniwei back to Desember.
Di bulan ini lebih semarak (bukan kemriyek), baik di Indonesia atau luar negeri. Secara global semua orang bersuka cita menyambut akhir tahun Masehi ini. Tentunya bebarengan dengan X-mas holiday dan New year. Praktis, dalam dunia pekerjaan pun hanya sampai di tengah Desember karena administrasi namanya tutup buku keuangan/ budget, tutup target dsb.

Tentang hiburan apalagi, banyak film X-mas dan New Year menghiasi program tv kabel/ domestik. Sejak kecil tante dan ayahmu suka sekali ‘Home Alone’ (ups ketahuan ya kids era 90an. haha). Visualisasi akan bulan Desember yang spesial, ditambah salju, genta, lampu, sale, gemerlap pohon natal, dsb rupanya memang sungguh cantik. Alhamdulillah kesempatan menikmatinya secara langsung, plus sendirian dan bertemu orang Indonesia di London dan sedang bertugas di London. Alhamdulilah nambah saudara baik Mbak Fortuna Nana, Sahaja, dan Pak Daus (pemilik Wisma Indonesia London). Perjalanan kala itu sengaja dari London naik bus dan menyebrang melihat Kota Paris (only 23 hours-credit to Dek Assed Lusak kami terus berjalan kaki hingga dini hari) dan tiba pagi di Victoria Station menuju Birmingham naik bus(saat om Boim S2 dan Budhe Tutik S3).

Itinerary? Kapan2 dibuatkan ya, paling happy di Bicester Village, haha wanita https://www.bicestervillage.com/en/home/

So, ayok belajarlah yang baik dan tetap berpikir kreatif agar berkesempatan mengikuti Youth Conference dan pilih bulan Desember untuk mencoba suasana X-Mas dan New Year.
Menyenangkan, bukann??!! Yuk ketemu nuansa Desember.

Didoakan dari sekarang.