Semesta 3.30

  • Sunrise is my new hope and energy!

alhmadulillah hari ini, kita liat lagi matahari. Itulah namanya semangat, mengakui bahwa ada DIA yang lebih dari kita.

Hi Bil,

Pagi ini tante terbangun seperti biasa, around 03.30 atmosfir semesta yang berpihak sedari kuliah dan waktu berpulangnya Ayah, Ya sunyi yang menyenangkan, kata orang Malaikat banyak turun ke Bumi.

Eitss, coba bila jam segini kita di luar rumah pasti langit sedang bersiap sambut tamu agung, dia sang matahari pagi dan adzan Subuh. 

Screen Shot 2017-10-13 at 3.57.49 AMPrivate Trip di Upas Hill Bandung, Agustus 2017 bersama Genks MC

Dua hari dengan rutinitas membosankan, saatnya kembali mencari matahari. Hasil googling, Candi Ijo Jogja oke juga dan tidak repot-merpotkan. HAHAHA bukan anak gunung kayak tante Redha, Dara, dan Aden, berkat mereka energi melangkahkan kaki itu ada.

Yuk istirahat. Yuk ke Jogja. Malam ini, oke jalan.

Bil, kadang hidup perlu spontan, capek kamu nanti bila ketat pada agenda. Why? Kita manusia,bukan robot. Kita punya akal untuk jadi kreator, berkreasi, memperkaya wawasan dan menciptakan produk. Rutinitas itu berpola, bila tidak ada taste atau warna bisa gila nanti karena bosan. Istirahatlah sebentar, kembali ke alam, wong cilik dan semesta untuk mengingat DIA sang pencipta (tazabur alam). Fixed. semoga Candi Ijo menyambut baik. Let’s travel with universe. 

Screen Shot 2017-10-13 at 4.03.49 AM

Borobudur yang tertutup Kabut, 2010 bersama Genks ULI

Screen Shot 2017-10-13 at 4.36.27 AM.pngKumpulan Cendol di Puncak Si Kunir Dieng, Wonosobo, Jateng, April 2017 bersama Genks MC

Bersyukur Pernah Sekolah

Screen Shot 2017-10-12 at 7.29.37 PM

. Bersyukur pernah sekolah 

Hidup cukup, asal anak-anak menempuh pendidikan terbaik.
Caranya mengenalkan sekolah, setahun sebelumnya diajak melihat beberapa sekolah untuk jadi pilihan dan memotivasi.

V Kunjungi SD Anjasmoro, SD Istriati: pilih SD Anjasmoro (karena ada kakak)

V Kunjungi SMP 1, SMP 2, SMP 3, SMP Dominico Savio: pilih SMP 1 (karena ada Kakak)

V Kunjungi SMA 3, SMA 1, SMA 5: mau tidak mau harus di SMA 1 (dekat Kantor Ayah)

V Kunjungi UNDIP Semarang, UGM, UI, ITB: UGM bagus adem kampusnya deket Semarang, deket Simbah, banyak Les-les an, banyak beasiswa, Ayah dulu pingin kesini tapi Simbah tidak punya banyak uang (berhasil masuk dan ada Kakak)

V 2010: keduanya melambaikan tangan mengantar hingga kereta api berjalan ke Jakarta. Pertama kali menjejakan kaki ke Inggris tanpa Ayah, meski sebentar belajar kehidupan untuk referensi terbuka pikiran katanya Beliau.

V 2011: Koper besar diserahkannya saat mengantarkan di bandara A.Yani dan lanjut ke Jakarta-Tokyo. Ibu tidak turut serta, pilu hatinya. Pelukan Ayah yang menenangkan, Ramadhan Idul Fitri jauh darinya. Akhir tahun, Jogja-Nagoya tanpa keduanya.

V 2015: Kunjungi Oxford University, Manchester, Liverpool, LSE London bersamanya. Banyak ambil foto dan cerita penuh tekad.
Semoga kelak bisa belajar disini, untuk anaknya atau cucu-cucunya.

Hidup dekat ilmu, kerja dekat ilmu.

Pendidikan karakter pun diperlukan sepanjang usia.

Sekarang sudah gak ada #Ayah. Al fatehah

Raudah-Mu: Sebuah Titik Pertemuan

raudahMU

Raudhah, Masjid Nabawi, Mei 2016. Photo taken by Me

Banyak orang cerita bahwa masjid Nabawi lebih tenang untuk beribadah. Suasananya lebih syahdu untuk kita khusyuk berdoa. Deskripsi dari banyak orang terdekat itulah membantuku membangun imajinasi bahwa disanalah nantinya pertemuan rindu Allah SWT dan Nabi Muhammad SAW akan terasa indah, rupanya BENAR. Alhamdulillah.

Kakak Sepupu pernah menyampaikan tips, gunakanlah waktu sebaik-baiknya untuk bermunajat di Raudah, Makam Nabi Muhammad SAW.  Benar adanya, hari pertama kami tiba di Madinah, muthawif menyampaikan bahwa jamaah harus pandai-pandai dalam menjaga waktu dan stamina untuk berdoa di Raudah.

Bagaimana tidak, Area Raudhah ditandai dengan karpet hijau. Membentang dari rumah Rasulullah SAW (yang kini menjadi makam beliau) hingga ke mimbar sangatlah penuh jamaah. Belum lagi harus berbagi wilayah dengan jamaah laki-laki.

Alhamdulillah, bersama Nadia, anak kos jaman di Jogja, kami berdua mampu menghapus rindu kami pada Rasul dan Allah. Aamiin. Alhamdulillah kesempatan punya sahabat baik juga.  Sahabat kala serumah di Jogja, semoga kelak kami serumah di Jannah Allah. Aamiin. 

Yogyakarta: Terima kasih Pulang Lagi!

Hi Bil,

Beberapa hari ini ada banyak kawan dari Jogja menyampaikan kabar yang macem-macem ceritanya. Ada Anak-anak kos an, pak Dosen Pembimbing skripsi, tante Dhila di Makassar, tante Ayu dsb Intinya, jiwa ini sudah mulai merindukan ‘suasana pulang’.

Di Jogja atau bersama teman-teman Jogja (kuliah, kantor lama, anak kos an), mata tante itu berbinar berdiskusi banyak hal dengan pikiran terbuka, rasanya hati ini tulus tanpa ada saling menyakiti dan topang kepentingan, energi selalu positif. Somehow gak selalu kita terima dalam pekerjaan. Energi untuk punya karya dan creative selalu ada (kayak semalam, beres ngopi dengan mas Hangga HI 2002).

Disitu terkadang tante berpikir atas atmosfir di cubicle ini. Re-thinking. 

Eniwei apakabar data di email atau laptop jaman kuliah ya? Di tahun akhir kuliah S1, menulis dengan terinspirasi lagu Yogyakarta.

Pulang ke kotamu/ Ada setangkup haru dalam rindu/ Masih seperti dulu/ Tiap sudut menyapaku bersahabat, penuh selaksa makna/ Terhanyut aku akan nostalgi/ Saat kita sering luangkan waktu/ Nikmati bersama/ Suasana Jogja
Di persimpangan langkahku terhenti/ Ramai kaki lima/ Menjajakan sajian khas berselera/ Orang duduk bersila/ Musisi jalanan mulai beraksi/ Seiring laraku kehilanganmu/ Merintih sendiri/ Ditelan deru kotamu …
Walau kini kau t’lah tiada tak kembali/ Namun kotamu hadirkan senyummu abadi/ Ijinkanlah aku untuk s’lalu pulang lagi/ Bila hati mulai sepi tanpa terobati

 

 

 

Long Time No See!

Hi Bil, si anak manis.

Long time no see, right? Mohon maafkan.

Oke, my sweetheart dalam hidup kita perlu mengejar target, dan do you know what, tante sudah selesaikan impian dan target dalam hidup di usia 30 tahun ini, tidak disangka semesta mengamini dan Allah memudahkan urusan semua ini sebagai tanda syukur dan terima kasih bagi para kesayangan: orang tua, cellarage dan para sahabat kecil.

BTW. Long time no see, right?! sebentar lagi kita akan bertemu dan berkumpul lagi, inshallah. Tentunya sudah terbayang kita bercanda bersama plus Adek Willy, right? Ah. bedanya, mana kuat tante gendong kamu lagi, eits kita bisa gendong baby Willy.

Mau tahu rasanya menyambutmu? Berdebar semacam kita sedan bermain Hide and Seek! Oia Si tukang bangunan pun ikutan kebut cari mana yang belum rapi, apa yang kurang, almost perfect for you, baby!

Huft, hampir setahun ini kita memang sedang bermain Hide and Seek, I can not go anywhere dan membiarkan Poundsterling serta janji kembali padamu belum tertepati. I have not travel a lot this year, just only want to go home earlier and enjoy silent moment. Sometimes I can hear this universe wanna say “sorry for your loss”

Oke biarkan semesta bekerja kembali mempertemukan kita di Tanah Air. Soon!

liverpooolLiverpool, 2015 Photo taken by Ayah Bil

 

 

 

Rumah Kentungan: Stop to Jump in

Hi Bil,

Dengan senang hati!

Home sweet home, 

Kala hening, kala ramai

Kala susah, kala senang

Semua kita lakukan dengan senang hati

Ada kala kita perlu berhenti sejenak untuk melompat! 

Ada kala kita perlu siapkan satu kantong khusus untuk dirimu, kala kantong lain sudah penuh terisi 

Rumah Kentungan, pemberi ruang istirahat sejenak untuk kemudian maju ke depan

Rumah Kentungan, pemberi ruang kerinduan atas nama canda tawa dan susah senang

Disini, kami akan selalu pulang, istirahat untuk membawa semangat PAGI!

Mengapa? karena JENDELA di KAMAR TENGAH menanti, SUMUR dan TANAMAN menanti untuk disiram, DAPUR menanti orang datang membuat sarapan, dan KAMAR MANDI Belakang tempat oke untuk mencari inspirasi, KASUR Kamar Tengah tempat nyaman untuk rebahan, RUANG Tengah tempat kami menghabiskan malam.

Rumah penuh energi. SEMANGAT SAMBUT PAGI!!

Teruntuk Keluarga Kentungan di Singapura, Quesland, Pontianak, Jakarta, Solo dan tentunya si Bungsu di Kentungan, jaga kesehatan selalu! Bismillah.

 

Andaikan Kau Datang

Hi Bil,

Do you know the meaning of “I wish…..” 

Apakah kamu tahu arti dari kata “Andai….” 

Let’s find it from an Indonesian legend song: Andaikan kau datang kembali/ Jawaban apa yang kan ku beriAdakah cara yang kau temui/ Untuk kita kembali lagi/ Bersinarlah bulan purnama/ Seindah serta tulus cintanyaBersinarlah terus sampai nanti/ 

Terlalu indah dilupakanTerlalu sedih dikenangkanSetelah aku jauh berjalanDan kau ku tinggalkan
Betapa hatiku bersedih/ Mengenang kasih dan sayangmuSetulus pesanmu kepadaku Engkau kan menunggu/ 
Andaikan kau datang kembali/ Jawaban apa yang kan ku beriAdakah cara yang kau temui/ Untuk kita kembali lagi
Bersinarlah bulan purnama/ Seindah serta tulus cintanyaBersinarlah terus sampai nanti/ 

Screen Shot 2017-07-17 at 8.17.07 PM

-Sholat jenazah di Masjid Al Hikmah, Wologito, Semarang: karena hidup saling tolong-menolong. Ar Rahman, Ar Rahim. Rahmatan Lil Alamin. 

Screen Shot 2017-07-17 at 8.17.25 PM

 

الذين اذا اصابتهم مصيبة قالوا انا لله وانا اليه راجعون

(yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan: 
“Inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji’uun” (Sesungguhnya kami adalah kepunyaan Allah dan kepada Allah jugalah kami kembali). (Al-Baqarah 2:156)

 

Our new destiny: After Dad Passed Away

Hi Bil,

Good afternoon everyone! Long time no see since I have to handle domestic routine: taking care my Mom on the weekend in outside Jakarta and back to Jakarta on Monday Morning, working, packing and moving from Bil’s home, etc

It is not easy, feel so tired yes, feel so happy also

Do you know, I just realised that sometimes people have not ready yet to change their routine/ habit. We need to adapt, reconcile with a new condition, and implement to our routine, we need to accept it as our new destiny, as a new life, as a new habit. Ought! it is a new normal era.

As I remember you Bil, you are an extra extrovert person, different with me. So, I believe that you can adapt changes and face it. Just let it your tears a second then, Keep moving forward.

Do you know Bil, your Grandpa loves you so much and Willy also.  How lucky you are that only you who could met him and played with him. In the hospital, October 2016, He asked me to print out your photo and hang it. I got it from your daddy. Every nurse and doctor asked who is this? Cucu -grandchild in London with me. Everyone gave a positive spirit to him. Again, how lucky you are, beloved grandchild.

 

Raudah-Mu: Sebuah Titik Pertemuan Rindu di Madinah

raudahMU

Raudah, Masjid Nabawi, Mei 2016

Banyak orang cerita bahwa masjid Nabawi lebih tenang untuk beribadah. Suasananya lebih syahdu untuk kita khusyuk berdoa. Deskripsi dari banyak orang terdekat itulah membangun imajinasi bahwa disanalah nantinya pertemuan rindu Allah SWT dan Nabi Muhammad SAW akan terasa sangat indah.

Kakak Sepupu menyampaikan bahwa gunakanlah waktu sebaik-baiknya untuk bermunajat di Raudah, Makam Nabi Muhammad SAW.  Benar adanya, hari pertama kami tiba di Madinah, muthawif menyampaikan bahwa jamaah harus pandai-pandai dalam menjaga waktu dan stamina untuk berdoa di Raudah.

Bagaimana tidak, area raudhah ditandai dengan karpet hijau. Membentang dari rumah Rasulullah SAW (yang kini menjadi makam beliau) hingga ke mimbar sangatlah penuh jamaah. Belum lagi harus berbagi wilayah dengan jamaah laki-laki. Jelas sangatlah sempit bila dibanding jumlah banyaknya jamaah.

Pintu Raudah bagi jamaah putri terletak di Gate 25. Disambut oleh Askar yang memeriksa barang bawaan kami (asal tidak ada makanan dan kamera), kami memasuki lorong Masjid Nabawi. Subhanallah pilar-pilar yang kokoh, suasa hening, tabung-tabung air zam-zam, susunan Al Qur’an yang rapi di dalam masjid. Tiba di Gate 25, kami langsung melaksanakan sholat sunnah tahiyatul masjid dan dhuha. Bergegas kami bergabung dengan jamaah Melayu lainnya untuk menunggu giliran masuk ke pintu Raudah.

Tiada hentinya mulut ini berdzikir mengingat Allah. Fokus pada ibadah.

Saat pintu dibuka, suasana menjadi chaos. Kami bergandengan satu sama lain, mirip suasana chaos didalam krl wanita yang penuh sesak. Segera kami laksanakan sholat sunnah 2 rakaat berhajat kepada Allah.

Sungguh, rindu kami pada Rasul-Mu. Terasa sangat dekat daripada cerita-cerita guru Agama tentang kisah Rasul.  Tetes air mata tiada henti, tiada ingin berpisah dari-Mu. Tenangnya hati ini berada ditengah pusat magnet-Mu.

Andai diri ini senantiasa tertib dan displin patuh pada setiap ajaran Islam-Mu.

Terima kasih Allah atas kesempatan ini dalam hidup kami. Injinkanlah kami kembali lagi ya Allah.