Postcard: Let’s make a legacy

IMG_20151224_150421_AO_HDR

Writing a postcards for My Dad, Belitong, 2015

Hi Bil,

Did you remember that I sent you a postcard?

Did you remember  that you sent me a postcard from London in 2015?

Well I already shared to you about the postcards, how to write our greeting on postcard, how to choose unique design of the postcards and stamp.

For me and my father, a postcard is very meaningful. From postcard, we know that personal is very respect with us, she/he spare his/her time to write, think some words, pray for us to visit here, walk to post office and pay it.

If we are not the special one, she/he would not doing this.

From postcard, I found a secret theory: imagine the object!

Yes, I try to imagine that I would be in there someday.

So, please send our warm regards on postcard when we travel around the world. It would be make them happy! Just like me, sending the postcards for you and my daddy when I travel overseas/ domestic. Let’s make a legacy for our next generation!

Good times Bad Times…itu rejeki buat kita Ratih

Good times Bad Times…itu rejeki buat kita Ratih

Selamat pagi dari Jakarta!

Hari ini adalah ramadhan ke-13 di tahun 2015. Jakarta pagi ini sangat cerah, saya sangat menikmati perjalanan pagi hari ini dari Bintaro Jaya ke Kantor di Jakarta Pusat. Maklum ini hari kedua masuk kerja setelah ijin sakit karena tragedi jatuh di Stasiun Tanah Abang.

Sedih memang bila harus meratapi nasib kondisi fisik yang semakin terbatas dan juga keterbatasan akses dekat dengan keluarga inti. Jatuh bangun membangun pikiran-pikiran positif untuk terus tetap bangun pagi dan melanjutkan aktivitas.

Pagi ini saya memesan taksi 15-20 menit sebelum keberangkatan. Belum mandi dan masih maju mundur apakah akan masuk kantor atau tidak. Ponsel saya telah menuju pada nama atasan saya dan siap mengirim pesan untuk ijin tidak masuk. Saya seperti kelelahan menjalani tantangan hidup ini sendirian. Namun bisikkan hati saya mulai berubah saat memandang foto ponakan satu-satunya di kulkas, pikiran saya teringat bagaimana si balita harus berjuang melawan kantuk di pagi hari agar tetap masuk sekolah. Ia pun belajar untuk bertanggung jawab. “Haruskah saya rela untuk melepas tanggung jawab ini?” segeralah ponsel menelpon armada taksi.

Sopir taksi pun bekerja dengan profesional, ia tahu bagaimana memperlakukan pelanggan dengan sabar, membantu memilihkan jalan terbaik dan memberikan slot kursi lebih luas untuk kaki ini. Perjalanan pagi ini nyaman. Argo taksi, yasudahlah. Kenyamanan di kantor, ya alhamdulillah. Semangat pagi ini “Good times Bad Times…itu rejeki buat kita Ratih” -Ibu Ratih Catering said.

Membangun dunia sendiri tanpa orang lain memang sudah biasa. Kondisi ini akan membuat kita fokus menyelesaikan pekerjaan2 yang bisa kita kerjakan. Mengurangi singgungan-singgungan potensi konflik adalah cara terbaik, biarkan mereka yang memanggil saya untuk melakukan kerjaan-kerjaan itu. Kerjakan apa yang bisa kita kerjakan dengan terbaik, perih ya memang tapi apa yang bisa kita lakukan kalau toh memang saat ini Allah memberikan jalan demikian.

Ini hari kedua saya sedih karena tidak dapat berjuang di krl, bertatap langsung dengan kerasnya Jakarta. Saya sedang memilih untuk pilihan yang aman dan nyaman. Saya belum tangguh seperti biasanya, namun ini pun ditertawakan oleh kakak sepupu saya bahwa apa yang sedang dialami saat ini belum apa-apa bila sudah menikah, punya anak, pembantu gak balik. Seperti iya benar, untuk menjadi manusia dewasa dan tangguh tidaklah mudah. Belum lagi bila kita cenderung introvert dan percaya pada beberapa orang saja. Butuh kesabaran untuk memaknai dan menjalani cerita hidup pilihan Allah. “Mengapa bisa kerja disini, mengapa kakak-kakak hijrah, mengapa masih harus mendengar cibiran orang”. belajar untuk tetap fokus pada tujuan hidup kita, adalah solusi terbaik.

Namun bagaimana bila iman kita naik turun? mencoba untuk berpikir positive dan menjalani ajalah opo anane, sing ana yo dilakoni menjadi dinamika tersendiri.

Masih tetap terus merajut pikiran positive dan positive bersama teman-teman yang memang tulus membangun.

tetap tenang ya si Bil bila ada tantangan dan krisis.

Repost: Muridku Harus Merangkak!

Picture 30
foto itu: kegembiraan di sekolah darurat di pinggiran Ibu Kota
credit to: Daf – Ki – Kakak Cintya, Mei, 2011

Tulisan ini merupakan repost dari blog sebelumnya.
http://kuningorange.blogspot.com/2011/05/muridku-harus-merangkak.html

‘Muridku bukan untuk dikasihani, namun dikuatkan agar siap hadapi dunia’ my twitter

Bukan pagi biasa, berkaos merah dan menjajakan koran di lampu merah di bawah rel st. Tugu
Tumpukan koran ada di tangan mereka
“Hari ini libur, Buuuu bukan membolos” teriaknya
Woaw! rasanya wajahku masih tertutup dengan kain pelindung namun mereka bisa mengenali

Lampu merah kedua,
“Ngantor Bu Guru? Semangat ya orang aku juga semangat jualannya, mumpung masih pagi, rejeki biar endak ditotol ayam” ujarnya
Lagi-lagi hanya senyum yang harus kulempar bukan sinis tentunya

Ya, kerasnya jalan hidup yang mereka lalui bukan berarti mereka harus dikasihani.
Kuharap senyum yang kulempar dapat menguatkan mereka bahwa mereka pun bisa hadapi realita dunia ini.
Kuharap senyum yang kulempar dapat membantu mereka yakin bahwa pendidikan tetap menjadi cara memutus jalan hidup mereka kelak.

“Kalau pintar nanti jadi insinyur, bangun jalan dan memakai helm seperti pak Mandor ya, Bu. Nanti uangnya lebih banyak dari Bapak yang bisanya nyemen” harapnya

Harini ak menjadi rindu pada Ayah dan Ibu, hidup berkecukupan membuat diriku masih ada ditengah-tengah untuk bersiap menguatkan murid-muridku

Hitungan hari mendekati perpisahan dengan mereka, entah di kota mana pun, pasti kuyakin dapat membantu menguatkan anak – anak agar ia berani bermimpi, dan menghadapi ajaibnya dunia.

Kurindukan bocornya atap menemani murid kesayanganku, Febri, gadis mungil yang belajar mengenal dunia. “Bahasa Inggris bisa jadi uang, Bu nanti jadi guide di Malioboro atau Prambanan. Eh iya kan, Bu?”

Terima kasih Jokja,

foto itu: kegembiraan di sekolah darurat di pinggiran Ibu Kota
credit to: Daf – Ki – Kakak Cintya

Googling…. saving a money… dream come true!

Hi Bil,

Faktanya, apa yang terjadi hari ini adalah keberhasilan dalam mewujudkan impian. Sudah pasti itu semua membutuhkan waktu, usaha, kesabaran dan keteguhan fokus pada tujuan.

Well, ceritanya agar tante tidak boros. Start from May, 2015, akan mulai berpikir tentang rumah. Rumah mungil dengan design interior sesuai karakter penghuninya. Sudah bermimpi aja dulu, nanti kan otomatis universe menggerakkan pada datangnya rejeki, nabung lama-lama kejadian. hehehe Biarkan otak kita berani menyusun mind map agar membuahkan hasil di masa depan #otakkanan.

Picture 18
ruang para sahabat

Picture 15
ruang tamu

Picture 17

Picture 22
tempat selonjor, malas gerak

Picture 21

Picture 14
ruang kerja Mommy

Picture 25
suka meja dan susunan rak

Picture 24
semoga ada sisa tanah untuk ventilasi

Picture 26
toilet sudah pasti harus rapih

Picture 20
lazy day

Picture 12

Picture 8

Picture 16
kamar bocah

Picture 27
kPicture 23
kantong si bocah

Picture 19
menjamu sahabat

Picture 28

Berdoalah dengan sabar, karena dalam doa tetap ada suatu harapan kehidupan lebih baik.

#sharing
#giving
#thankful

*inspirasi mikir rumah: momentum lihat ruangan Buddy, p Deden, 2015.
**foto diambil dari internet, yang kelupaan save alamat websitenya. Credit to para designer interior ini.

28 Tahun: Sekali Lagi Bersamamu

ultah2
w/ girls

Hi Bil, tante selalu mendapatkan kesan luar biasa tentang kehidupan di bulan Desember. Duka maupun suka tetap menjadi hadiah dari Allah. Sejak semester kedua S1, bulan Desember setiap tahunnya pasti ada hadiah makna kehidupan luar biasa mulai dari simbah meninggal, perjalanan seorang diri ke Eropa, perjalanan mencari pekerjaan ideal, dan apapun itu senantiasa indah. 2010 saat ditengah perjalanan mencari Masjid London Sentral, baru ingat ulang tahun dengan beberapa sms masuk dari Tanah Air. 2011 perantauan terlama di Jepang. 2012 menikmati jatuh bangun mengangkat tas masih bertanya tentang pekerjaan ideal, lulus S2, dan belahan jiwa simbah putri berpulang kembali ke rumah Allah: melihat ayah sungguh bersedih ditinggal Ibunya. 2013 Allah menjawab doa-doa selama ini, kesabaran menuruti tanda tanya pekerjaan ideal, tercapai: penerimaan OJK 2013. 2014 memulai memiliki keluarga di OJK dan adaptasi kesendirian hidup di rumahmu Bil.
Dari setiap peristiwa, Allah pasti memiliki alasan mengapa memberikan itu kepada kita. Dia melihat seberapa pantas, mampu, dan gigihnya umatnya dalam bertawakal. To be honest, banyak sekali dalam diri memiliki kekurangan dan harus senantiasa memperbaiki. Menebar kebaikan, bersahaja, tetap tenang dan ceria hanya untuk dan karena Allah. Mengisi hari-hari dengan penuh manfaat, senantiasa menjadi terbaik setiap harinya, mencoba memperbaiki semua.

I wish dapat menjadi pengatur kehidupan. I wish dapat segera membahagiakan orang-orang sekitar. I wish dapat sebagai pencipta ketentraman dan ketenangan jiwa. Sebagai manusia, sungguh tiada arti dibanding pencipta. Dia-lah pengatur kapan waktu terbaik, skenario cerita terbaik, Dia hanya ingin melihat seberapa sabar dan bersungguh-sungguh umatNya berdoa dan berharap karena-Nya dan di jalan-Nya.

Allah, terima kasih telah memberi kesempatan untuk hidup, menikmati setiap waktu dengan postive thingking meski hati ini getir, tapi engkau senantiasa memiliki kekuatan menjaga kami dari rasa putus asa. “asal tidak berputus asa..berputus asa untuk tetap hidup bergembira dan bermakna”.

Untuk Allah, terima kasih memberikan rasa sabar dan iklhas di dunia ini.
Terkadang sungguh perih apa yang orang lain lakukan dan banyak hal telah terjadi, namun engkau ada dengan mengirim kebaikan-kebaikan dalam dunia ini.
Untuk Allah, karena aku sangat ingin bersamamu, kembali sekali lagi bersamamu, terangilah selalu dalam cahanya kebaikanmu.

ultah

November is my Peak Season!

Hi Bil,

Sekarang pukul 12.21 am artinya tante harus masih bertahan menyelesaikan tugas akhir PCS OJK yang akan dikumpul hari ini.

Heu dalam bekerja kita tidak dapat memilah-milah mana yang disenangi atau pun prioritas atau bukan. Faktanya, tetap ada pekerjaan sisipan yang mengacaukan prioritas kerjaan menurut kita. WTH! huft.

Tugas akhir ini sudah seharusnya selesai berbulan-bulan lalu (kalo kilat) tapi workload dan travelling tiada henti membuat fokus ini tidak dapat hadir tenang menulis dan meriset.

Oke yang ada saat ini segera istirahat dan selesaikan di kantor. SEGERA! huft lanjut input SPJ anggaran dan lainnya. Serasa ingin para PTU hadir asap.

Inilah bekerja. Somehow stressful dan yang paling penting: bagaimana mengatur stress dan pressure. WHAT A LIFE indeed euy!

Ada hasil panen, ada efforts!

Two Tuts: then everything will follow you

Hi si Bil,

I am feel so tired. Today is the quite day for me because everyone asked me about my decision.
ALhamdulillah tante gets great atmosphere in this place, great bos, great and great great…… random.
I do not know why I said it to my bos, I just try to follow up intuition, I have to hijrah to International Banking, maybe.
Other side, universe seems like to support my choice. But I am still afraid when it will be wrong choice on the future. Aah, I do not have any idea now. So, please working with great dedicated then everything will follow you
May Allah bless my efforts to finish all my assignments on this orientation period.
I just wanna work with silent people and less miss communication. It is not easy to manage people. So, be patient.

About time. Two Tuts take time to tango! for you my kids and small family. Aamiin.

Sebuah janji, semoga masih sempat

Hi Bil,

Tante quite busy this two weeks, as you know kita trakhir Skype pada pukul 01:30 pagi hari Senin ini.
Olalala,,, lembur menemani tim membuat Siaran Pers untuk Seminar Internasional Keuangan di Surabaya. Thank you dear your voice always make me happy.

Oke deal, kembali ke Jakarta dengan beberapa pekerjaan rumah, terutama Tugas Akhir PCS OJK dan SPJ anggaran 2014.
Tante mencoba membuat points, yang mana ini sebuah janji menulis dalam waktu dekat, yaitu:
1. Tentang Kota Surabaya 2014
2. About Time film
3. Hijrah: Hidup adalah sebuah pilihan
4. Kue Lapis untuk Ayah Ibu

Oke dear, tante segara kembali.
Be good girl, Bil. Selamat libur mid semester yaaa. Muach!

Tapi aku takut kamu kelelahan….

Hi Si Bil,
rehat siang ini akan tante gunakan untuk menuliskan cerita untukmu since baru beberapa jam ditinggal eyangkungti kembali ke Semarang.
Tante ingin segera jam pulang kantor dan istirahat.
Well, waktu terasa cepat, usia semakin menua, dan eyangkungti pun mulai nampak kelelahan.
Si Bil, kelak suatu hari kau akan paham bahwa waktu berjalan terasa cepat.
Tante sungguh ingin ke Baitullah bersama kalian. Rindu pada magnetNya. Pasti akan terasa tenang.
Entah berapa banyak waktu yang masih kita miliki disini. Rugi rasanya apabila belum berkunjung ke Baitullah.
Si Bil, tante ingin semakin dekat dengan bimbinganNya. Sholat sunnah taubat pun rasanya belum mampu menghapus banyak dosa yang telah kita perbuat. Tante banyak dosa kepada eyangkungti dan ayah bundamu serta kamu.
Rindu kalian, tenang bila ada kalian yang tiada lelah memahami tante.

Si Bil, semoga kita semua bisa ke Baitullah. Insyallah.

#Uje dan Pipiek.
Labbaik Allahumma Labbaik
Labbaik Alaa syariika laka labbaik
innal hamda wan ni’mata laka
wal mulk laa syariika laka

Labbaik Allahumma Labbaik
Labbaik Alaa syariika laka labbaik
innal hamda wan ni’mata laka
wal mulk laa syariika laka

Pergi haji ke tanah suci
Memenuhi panggilan Illahi
Bersihkan diri, sucikan diri
Mengharap Allah Robbul ‘Izzati
Tinggalkan Negeri ke tanah suci
untuk bersimpuh ke rumah-Mu ya Robbi

Labbaik Allahumma Labbaik
Labbaik Alaa syariika laka labbaik
innal hamda wan ni’mata laka
wal mulk laa syariika laka

Labbaik Allahumma Labbaik
Labbaik Alaa syariika laka labbaik
innal hamda wan ni’mata laka
wal mulk laa syariika laka

Kota Mekah Al Mukaromah
Disanalah terletak Kabah
Memulai Miqat dari Ja’rona
Memakai Ihram baca Talbiyah
Tak terasa menetes air mata
Melihat keagungan Allah Ta’ala
Rahmat Allah yang berlimpah
Pulang dengan hati bahagia