Jogja diawal 2015

OJK_jogja
Kejutan dari Garuda Indonesia di up grade ke Bisnis Class

Hi Bil, saat ini tante ingin bercerita tentang Jogja diawal tahun 2015.
Alhamdulillah tante dapat kembali ke Jogja (padahal juga November baru dari Jogja)

Tante berangkat ke Jogja untuk menggantikan ibu Deputi Direktur yang harus stand by di kantor. Alhamdulillah.
Dalam forum internal kantor ini dikumpulkan secara nasional, thanks god tante dapat menyampaikan apa yang menjadi mandat dan amanah dari teman-teman di Departemen. Kebanyakan teman-teman berangkat H-1 di pagi hari, kalo tante?? HAHAHA kerja sampai sore baru dilanjut penerbangan ke Jogja malam. Iyeay! anak sabar yang kerja seharian memperoleh hadiah dari GA up grade ke kelas bisnis. HAHAHAH norak gpp. tempat duduk tante berada di belakang pak AGUS MARTO -Gubernur BI. Iyeay! ini kali kedua tante bertemu beliau, sebelumnya beliau hadir pada Seminar Internasional Keuangan Syariah di SBY.

Picture 18
Sesampai di Jogja, tante kaget dengan harga taksi yang mahal, mungkin ini efek kenaikan harga bbm. Alhamdulillah tante ditemani oleh tante irene, anak kos yang masih koas dengan perjanjian kami hanya bertemu di malam hari.

Padatnya jadwal membuat tante hanya dapat menikmati Jogja secara terbatas bersama Shaddy, konsultan AIPEG, kami menikmati Nana Mia Pizza di Moses dan berburu batik di Mirota Batik. Malam selanjutnya, tante makan malam bersama tante Titi dan Faira anaknya. Malam yang hangat ditengah hujan. Pagi harinya, Faira ingin berenang, dan tante pun hijrah ke rumah kentungan. Ieyeeeay! bertemu om Ami, tante Winda, dan pastinya bocahhhh Aruni dan Tomo. Alhamdulillah, kebersamaan yang sederhana.

Picture 12

Tidak lupa mampir soto Klebengan dan Gramedia serta bebek Slamet bersama om Ami dan tante Winda. Adek-adek yang hebat dan tekun. Hiks om AMi masih harus antri masuk koas di RS Sardjito karena ada universitas lain yang mengadakan koas disana… tante Winda sedang persiapan wisuda… Ibu Aruni sedang persiapan akreditasi jurusan.. Aruni sudah mulaiiii besarrr dan asikkk minta main bersama tante mulu daripada bobok siang, kami memasak “mi godhog”… dan Tomo bayi nan masih anteng.

img1422110001480

Gonna miss you keluarga kentungan!

Picture 6

Minggu pagi pukul 10.05 tante kembali ke Jakarta, sengaja lebih awal karena ingin istirahat lebih awal. Hiks belum sempat mencari tas rajut, tapi sudah nemu batik tulis serta designer baju, mbak Endar. Sudah cukup. Alhamdulillah.

Terima kasih Jogja 2015!

Picture 19
Ada Nagoya di Majalah GA euy

Beyond the great supervisor and team

Screenshot_2014-12-21-17-20-11-1

Menjadi pemimpin tidaklah mudah. Setiap jabatan dalam suatu organisasi pasti memiliki tanggung jawab berbeda jenjangnya. Seorang Deputi Direktur dengan penuh keterbukaan kepada usulan, gaya bekerja, dan memberikan kepercayaan kepada yang lebih muda- memang sering ditemui sepanjang pengalaman bekerja saya, namun tidak untuk organisasi satu ini.

Well, beruntung saya pernah berkesempatan menjadi anak supervisi beliau. Maklum dulu melihat beliau wow pinter banget saat mengajar di kelas dan menjadi penyelamat paper kelompok. Bekerja dengan bersungguh-sungguh adalah value yang paling saya contoh pertama kali. Dilanjut bagaimana beliau cara beliau berkomunikasi dengan sesama rekan-atasan-bahkan mendelegasikan dan apresasi tugas kepada kami calon staf. Yang sangat terpenting, bagaimana beliau berbagi cerita dalam buku yang ia baca. The leaders are readers.

Merasa yakin beliau sosok father yang open mind kepada putrinya, sudah pasti akan helpful membantu calon staf menyelesaikan tugas akhirnya. Ditengah tidak ada penolong dalam departemen sendiri, Allah maha baik mempertemukan saya dengan orang-orang nan helpful. Tugas akhir selesai dan project acara bersama pun selesai. Only God knows, what is the next. 

Ada satu pesan yang saya ingat “oke ratih, be a good and best girl today...” pak Irfan said, saking tidak biasa disemangati dengan polos saya bertanya “maksudnya pak?” hahaha dudul mode on.

Layaknya hati yang senantiasa pandai memilih benar atau salah, sungguh ingin bersama orang-orang hebat ini. Penuh energi positive, kesederhanaan gaya hidup, guyonan sederhana nan cerdas dan apa adanya, well yang pasti mereka menerima diri ini dengan apa adanya: orang biasa.

Masih ingin bersamamu great team, situasi yang membuat nyaman bekerja, penuh diskusi hal baru, tidak banyak menggunjing, dan solutif melakukan terbaik.

God, I’m afraid to wake up in the morning, what will happen today, hari ini apa yang tidak sesuai jalanMu lagi, dan cerita apa yang dapat membahagiakan keluargaku. God, I’m afraid to finish my Sunday, to sleep, to face the Monday morning.

Allah, terima kasih ada sholat malam dan Subuh yang mengantarku kepada keberanian menembus bagun pagi, penuhnya krl, dan riuhnya pagi di Tanah Abang. Semua orang terlihat gigih melakukannya, hidup tetap terus berjalan apapun itu.

Si Bil, kelak suatu hari engkau akan belajar di negeri orang atau kota nan jauh dari rumah. Tiada Ayah Bunda dan Tante juga EyangkungTi. Namun, ada values pola asuh keluarga yang tidak akan meninggalkanmu, dan ia yang akan menyertaimu.

Si Bil anak manis, gigihlah tangguh menyelesaikan setiap detik kehidupan. Allah dan values kebaikan menyertaimu… I try to believe it everyday, it is very useful to face the real world by myself. 

Si Bil, embrace your dream until beyond the gate!

IMG_0375

Miyajima Torii Gate, 2011

28 Tahun: Sekali Lagi Bersamamu

ultah2
w/ girls

Hi Bil, tante selalu mendapatkan kesan luar biasa tentang kehidupan di bulan Desember. Duka maupun suka tetap menjadi hadiah dari Allah. Sejak semester kedua S1, bulan Desember setiap tahunnya pasti ada hadiah makna kehidupan luar biasa mulai dari simbah meninggal, perjalanan seorang diri ke Eropa, perjalanan mencari pekerjaan ideal, dan apapun itu senantiasa indah. 2010 saat ditengah perjalanan mencari Masjid London Sentral, baru ingat ulang tahun dengan beberapa sms masuk dari Tanah Air. 2011 perantauan terlama di Jepang. 2012 menikmati jatuh bangun mengangkat tas masih bertanya tentang pekerjaan ideal, lulus S2, dan belahan jiwa simbah putri berpulang kembali ke rumah Allah: melihat ayah sungguh bersedih ditinggal Ibunya. 2013 Allah menjawab doa-doa selama ini, kesabaran menuruti tanda tanya pekerjaan ideal, tercapai: penerimaan OJK 2013. 2014 memulai memiliki keluarga di OJK dan adaptasi kesendirian hidup di rumahmu Bil.
Dari setiap peristiwa, Allah pasti memiliki alasan mengapa memberikan itu kepada kita. Dia melihat seberapa pantas, mampu, dan gigihnya umatnya dalam bertawakal. To be honest, banyak sekali dalam diri memiliki kekurangan dan harus senantiasa memperbaiki. Menebar kebaikan, bersahaja, tetap tenang dan ceria hanya untuk dan karena Allah. Mengisi hari-hari dengan penuh manfaat, senantiasa menjadi terbaik setiap harinya, mencoba memperbaiki semua.

I wish dapat menjadi pengatur kehidupan. I wish dapat segera membahagiakan orang-orang sekitar. I wish dapat sebagai pencipta ketentraman dan ketenangan jiwa. Sebagai manusia, sungguh tiada arti dibanding pencipta. Dia-lah pengatur kapan waktu terbaik, skenario cerita terbaik, Dia hanya ingin melihat seberapa sabar dan bersungguh-sungguh umatNya berdoa dan berharap karena-Nya dan di jalan-Nya.

Allah, terima kasih telah memberi kesempatan untuk hidup, menikmati setiap waktu dengan postive thingking meski hati ini getir, tapi engkau senantiasa memiliki kekuatan menjaga kami dari rasa putus asa. “asal tidak berputus asa..berputus asa untuk tetap hidup bergembira dan bermakna”.

Untuk Allah, terima kasih memberikan rasa sabar dan iklhas di dunia ini.
Terkadang sungguh perih apa yang orang lain lakukan dan banyak hal telah terjadi, namun engkau ada dengan mengirim kebaikan-kebaikan dalam dunia ini.
Untuk Allah, karena aku sangat ingin bersamamu, kembali sekali lagi bersamamu, terangilah selalu dalam cahanya kebaikanmu.

ultah

Pagi dan Malam di sta. Tanah Abang

Hi Bil,

Sudah dua minggu tante mencoba untuk memakai jasa parkir motor di Sta. Tanah Abang. Keputusan ini dibuat untuk menghemat dan memudahkan saat pulang kantor. Di Soemitro sungguh agak penuh efforts untuk pulang ke arah tanah abang. Taksi mahal, ojek pun sekali jalan 25-30 ribu rupiah belum saat hujan datang, macetlah dan jual mahal para tukang ojek. Sippo untung Allah memberikan jalanNya. Ada lahan parkir di dekat stasiun Tanah Abang yang disewakan, meski agak jauh dan sebenarnya tante jadi telat absen 07.10 WIB tapi gpp lah sebentar lagi selesai pendidikan euy.

mtf_GxosN_1544.jpg

Lorong Godaan Sepanjang Menuju Sewa Parkir Motor di Sta. Tanah Abang

Tante sangat menikmati suasana baru ini, turun dari kereta, selaian disambut para ojek ternyata pedagang pakaian, tas, konveksi telah memulai pagi dengan secercah harapan. Pedagang makanan pun juga. Senang sekali melihat roda perekonomian hidup, semua orang nampak berusaha mencari rejeki dengan semangat apa yang bisa mereka lakukan.

Spirit setiap pagi “bersyukurlah dengan pekerjaan dan nikmat apa yang telah Allah berikan”. Mengutip pesan mbak Mita, kakak HI 2002, “banyak orang pun menginginkan posisi kita….”. Well, pedoman hidup muslim pun menyampaikan dalam surat Ar-Rahman. Jadi, nikmat mana yang engkau dustakan, Ratih?

“karena tidak selalu apa yang kita inginkan itu tercapai.” -Pak Triyono, Direktur said.

Stasiun Tanah Abang di malam hari

Keadaan Stasiun Tanah Abang di malam hari, baru tante ketahui dengan seksama saat tante telah memarkir motor di kampung tsb.

Yah, namanya juga, kebanyakan wong cilik dan kelas bawah yang tinggal disana. Jadi sangat jauh dari sanitasi yang baik, higenis, dan kerapihan. Dalam kehidupan sosial, dipinggir-pinggir jalan di stasiun Tanah Abang ada musik dangdut dan ibu2 bapak2 nampak berjoget. Benar-benar dipinggir jalan.

Dengan sekuat keyakinan tante menyusuri lorong gang yang saat dipagi hari penuh pedangang, namun malam sudah tutup. Ada pak petugas parkir telah menanti, dia hafal kapan tante pulang, dan apabila tidak pulang maka tante mengirim sms agar tidak ditunggu. Setelah parkir, tante berjalan kaki menyusuri lorong jalanan tadi. Langkah kaki secepat mungkin tapi ya kadang-kadang santai. Jantung terkadang diajak berdebar karena papasan dengan pemuda/ pemudi. Berdoa dan yakin mereka bukan preman atau copet. Hahahah situasi ini benar2 mirip saat tante bepergian sendiri di malam hari sepulang dari kampus di Yotsuya/ Nagoya Daigaku, bisa jadi sama halnya dengan saat nyasar sendirian di London Sentral untuk mencari masjid London. hohoho Jalan dengan langkah kaki cepat dan jantung berdebar serta dzikir. heheheh ALL is WELL laaaah.

Give me reasons to believe

Ayah, adek capeeeee…..

Dua hari ini saya merasa lelah. Mencoba berpikir untuk menghentikan waktu sejenak. Beruntung saya memiliki someone to rely on saat Ibu dan kakak sudah tertidur, Ayah.

Waktu terasa berhenti saat duduk dan fokus berkomunikasi dengan Allah. Itulah saat saya menikmati waktu yang terasa terhenti sejenak.

Terkadang kita hanya bisa memilih: do nothing. Saat dimana kita tidak dapat melakukan hal terbaik untuk mencapai keseimbangan. Mungkin bisa jadi, do nothing itulah hal terbaik (terdengar justifikasi).

Allah, I am very tired. *mewek*

Apakah ini artinya saya harus kembali ke rumah dan menikmati kenyamanan? Please let me build a “homey-home”, Allah. A new life. Please give me reasons to believe. 

You’re my back bone.
You’re my cornerstone.
You’re my crutch when my legs stop moving.
You’re my head start.
You’re my rugged heart.
You’re the pulse that I’ve always needed.
Like a drum, baby, don’t stop beating. -Phillip Phillips, Gone Gone

Mindmap berpacu dengan Waktu

Picture 25

Masjid Agung Al Azhar – Blok M, tempat I’tikaf terfavorite

Time flies so fast. Mindmap yang telah kita buat sudah pasti harus disesuaikan dengan waktu yang terus berjalan. Memastikan dan mengupayakan segalanya sesuai on track itu gampang-gampang sulit, sudah pasti karena kita -manusia bukan Maha Pengatur.

Kembali menyerahkan efforts dan keputusan dalam setiap urusan kepada Allah itu penting. Faktanya tidak mudah untuk legowo menyerahkan pada Allah, bukan? Manusia pasti memiliki ekspektasi, sudut pandang ideal menurut paramater subjektifnya. Ekspektasi itu perlu kita memiliki, namun jika seseorang memaksakan ekspektasinya, egois namanya. Dalam kelas Strategi, saya belajar bagaimana mengelola harapan. Berhati-hatilah dengan harapan… Hingga hari ini, saya pun masih belajar bagaimana mengelola mindmap agar outcomes yang cita-citakan dapat sesuai on track, meskipun tetap harus mitigasi risiko/ketidakberuntungan yang terjadi.

Let it flow menjadi prinsip yang menyenangkan dalam proses dan prinsip Let it Go, the show must go on menjadi suatu energi pembangkit untuk membuka episode baru. “kalo gagal ya endak boleh susah, ayo berhenti menangis…” pesan Ayah saat saya melakukan kepayahan membuat puding coklat, masa Sekolah Dasar. Dalam hidup kita memang harus siap saat hal yang terjadi tidak sesuai on track kita. 

Semenjak lulus dari kampus, 2008, orang tua dan kakak mencoba mengarahkan saya untuk berkomitmen dalam ibadah pernikahan. Hal tersebut saya anggap sebagai formalitas kepatuhan saya kepada beliau semua, masuk kuping kiri keluar kanan, kenalan setelah itu selesai. Bagi saya, urusan hati tidak masuk dalam mindmap dengan target waktu yang bisa tetapkan, karena cinta bisa datang kapan saja dan kita akan secara otomatis memberikan waktu dan ruang untuk kedatangannya karena She/he is the one. Menurut sahabat saya dan kakak, saya egois karena tidak memikirkan Ibu dan Bapak, kebahagiaan mereka dengan belum memberikan ruang hati. Sebaliknya, menurut saya, jika memang ia belum datang dengan pas mengapa kita harus memaksakan? Hal tersebut mulai berubah beberapa minggu lalu di bulan Mei. Menurut saya ini sungguh diluar jangkauan dan prediksi saya, saya merasakan adanya keyakinan dan keberanian untuk memohon kepada Allah tentang ibadah satu ini.“Terimakasih sudah diberi jalan berkenalan, Allah” -batin dalam rasa syukur.

Pengalamanku, Allah ingin melihat seberapa mau dan mampu kita ‘menyerahkan’ urusan jodoh padaNya. Dan yakinlah kalau Allah selalu memilihkan jodoh yang ‘setara’ dengan kita. -Bela, KAGAMA IP 2005, said

Secara logika, bisa sangat tidak mungkin mengingat tidak banyak history bersama sebelumnya. Namun adanya hal yang terasa luar biasa, semoga jika memang jalanNya, semoga dilancarkan. Ikhtiar. I’tikaf. Ikhlas. Marriage should forever, family, bonded, yet all still free. Bismillah.

…dibantu doa dari sini semoga didekatkan.

…Bawa dalam doa ya, tante.

…inshallah pilihan baik, Tih.

…kalo serius, yaa pelan-pelan, dek. Hahaha.

…ya just be yourself, dek. jagoan hrd yaa.

#singing#Phillip Phillips#Gone, Gone, Gone# like a drum, baby, don’t stop beating. Like a drum my heart never stops beating for you. And long after you’re gone, gone, gone. I’ll love you long after you’re gone, gone, gone. Give me reasons to believe. That you would do the same for me. And I would do it for you, for you. Baby, I’m not moving on

 

-Ratih, Bidakara, Juni 2014

 

 

 

HIJRAH: Feels like ‘HOME’

Mengawali ‘peresmian blog baru’ ini sudah pasti saya akan menulis tentang keluarga -tempat dimana sekumpulan orang yang mencintai kita apa adanya dan dalam segala keadaan. Terdengar klise, namun keluarga-lah urutan pertama yang saya sebut dalam doa syukur di pagi hari, sebelum benar-benar membuka mata untuk beranjak bangun pagi.

“Sesuatu bisa mengubah kita, tapi kita mulai dan berakhir bersama keluarga kita”

*kalimat iklan SariWangi. Ups.

Blog sebelumnya, http://kuningorange.blogspot.com/ bukan menghilang, namun sepertinya perlu hijrah. Silakan jika ingin mampir melihat pelajaran pendewasaan manusia.

Yeap! Manusia pasti tumbuh, sebuah proses yang belum akan selesai hingga akhir hayat nanti. Ayah saya berpesan, senantiasa memperbaiki diri dengan sebaik-baiknya. Well, itulah keluarga, senantiasa memberikan nasehat, dukungan baik materiil dan non, waktu yang mereka luangkan untuk menemani kita, dan segalanya mereka beri.

Dua puluh tujuh tahun sudah berada dalam keluarga kecil ala program pemerintah Orde Baru, Keluarga Berencana: Ayah, Ibuk, Kakak laki-laki, dan saya si bungsu wuragil. Dua puluh tujuh tahun dibesarkan dengan didikan orang tua jaman lama yang penuh disiplin, serba teratur dari bagun pagi hingga bangun pagi lagi, aktivitas yang padat, masa bermain yang menyenangkan bersama teman-teman dan tuntutan harus berprestasi sebagai bekal bertahan hidup melekat pada kami berdua anak Ayah dan Ibuk.

Well, kini saya harus benar-benar merasakan sejuta indahnya makna didikan beliau. Values tentang moral kehidupan yang beliau berdua ajarkan sungguh benar adanya membuat saya dapat bertahan hidup di perantauan. Saya sangat beruntung memiliki orang tua yang memperbolehkan setiap anaknya bepergian menuntut ilmu, karir dan kehidupannya sendiri. Tidak semua orang tua memperbolehkannya. Jogja, London, Birmingham, Paris, Tokyo, Nagoya, Kyoto, Hiroshima, Osaka, Bandung, Surabaya dan Jakarta merupakan rekam jejak tempat perantauan terlama saya. Kota-kota tersebut tidak mungkin saya taklukan jika tanpa adanya bekal values kehidupan yang Ayah dan Ibuk serta Kakak tanamkan sedari kecil.

Itulah mengapa saya menjatuhkan pilihan “Find Your Wings” sebagai nama blog ini. Terinspirasi video Mark Harris yang menceritakan beberapa setting Ayah/ Ibuk yang memberikan bekal bagi anak-anak mereka dalam berproses kehidupan. Blog ini hadir dengan sengaja digarap lebih serius sebagai legacy bagi keponakan dan anak-anak saya nantinya. “Semoga kalian dapat dengan bijak membaca dan memahami pertumbuhan apa yang tertulis yaa, Bil (ponakan saya) dan sepupu-sepupunya (salah satu pasti adalah anak Ibu nantinya)”

Exactly! Seorang anak tidak dapat ‘terbang’ tanpa bekal dari orang tua. Beliau semua hanya membekali dengan apa yang mereka bisa upayakan, pembentukan kekuatan ‘terbang’lah yang anak itu sendiri tentukan.

Kini, saya memahami apa yang kakak saya ucapkan saat saya nakal “karena kamu belum pernah merasakan bagaimana membesarkan anak…” -kalimat terdalam yang menandakan satu hari dimana kepayahan saya (tidak berkenan kembali menjadi akademisi) dalam membahagiakan Ayah Ibuk. Itulah seorang anak, pasti pernah melakukan payah, namun akan lebih baik memfokuskan pada bagaimana menghebatkan orang tua kita. Iyes! Bahagia dan bersyukur menjadi anak dari Ibuk dan Ayah. Semoga masih sempat segera membahagiakan beliau semua. Yuk, persiapkan dan pantaskan diri 🙂

-Ratih, Kemang, Mei, 2014

Ayah, Adek, Ibuk

Ayah-Adek-Ibuk