Belajar Toleransi…

Toleransi sesungguhnya yakni pemahaman dari kita mayoritas kepada minoritas.

Hi Bil & Willy,
18301792_10154670174598284_1372773809126464395_n

.Tahun terakhir Alm. Ayah mengajakku melihat Vatican, karena beliau tahu aku pingin tahu bagaimana Paus bersama umatnya. Tidaklah beda karismanya dengan Imam Masjidil Haram tempatku ibadah. Itulah leader, membantu kami mencari keberkahan dunia dan akhirat. Thank you Ayah Ibuk. –see https://ratihsurachman.com/2015/11/21/vatican-city-summer-holiday-in-rome-2015/

Bukan hal baru bagi kita yang pernah menjadi minoritas di negeri orang.
Kita sebagai pribadi beragama ‘Muslim’ tetap harus dapat menjaga keimanan dan ketakwaan sebagai bentuk hubungan kepada Sang Khalik Pencipta dan juga Silaturahim yang baik antar sesama, Di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung.

Isu RAS beberapa tahun terakhir pasca reformasi Indonesia mulai menjadi titik panas/ hot spot di Tanah Air. Semua berjustifikasi bahwa inilah demokrasi. Tentunya Kakak Bil ingat kasus pak Ahok dan diikuti demo besar yang mengatas namakan umat muslim (AKSI 212, dsb). Terkadang framing menjadikan generalisir pernyataan yang belum tentu semua pihak mendukung. Ah, pusing pagi-pagi bicara politik atau isu agama yang dipolitisasi berpotensi konflik.

Yuk, kita punya langkah peduli mulai dari diri kita sendiri, yaitu menjaga kerukunan beragama dalam hidup ini, tokh kita sudah terbiasa menjadi minoritas, tentunya saat kita berada di lingkungan mayoritas kita menjadi paham apa yang dibutuhkan atau yang membuat nyaman kaum minoritas. Itulah esensi/ makna toleransi sesungguhnya.

Advertisements

Bermain Peran di Panggung

Semoga kebaikan ada disetiap pertunjukan demi pertunjukan kita. Isilah pertunjukan dengan nilai positif. Jadikan setiap pertunjukan sebagai legacy kita hingga akhirnya kita bertemu pertunjukan abadi: berakhir khusnul khotimah dan abadi di jannah Allah. 

Hi Bil,

Selamat Pagi dari kompleks gedung Filateli!

Teringat pekan lalu tante harus mencari stamp book titipan Ayah untukmu di sini. Disini tante menemukan sebuah coffee shop yang cukup nyaman dalam menghilangkan penat sejenak dari rutinitas kantor. Di belakang coffee shop, ada sebuah gedung pertunjukan: Gedung Kesenian Jakarta. Iya, gedung dimana biasa digelarnya pertunjukan demi pertunjukan. Bermain peran di panggung. Tentunya para seniman menunjukan kepiwaiannya dalam bermain peran di panggung yang mana akan mengaduk rasa penonton, seperti rasa senang, terharu, sedih, gundah, dan bangkit.

Siapa yang dapat bermain peran di panggung pertunjukan? Tentunya para seniman yang memiliki cerita yang akan disampaikan.

Eniwei. Bisakah tante bermain peran di panggung?

Jawabnya bisa. Apakah tante adalah seniman, jawabnya bukan. Lantas apa maksudnya? Dalam berbahasa, ada perluasan makna dan definisi kata/ kalimat.

14207872_10153949310963284_2162878859440913424_o

Setiap orang pasti bermain peran dalam kehidupan sehari-hari. Peran sebagai anak, kakak, adek, siswa, pegawai, penulis, dsb. Peran adalah kontribusi kita pada hal-hal yang bermanfaat.

Bagaimana kita menjalani peran kita? Lakukan dengan semangat dan bersungguh-sungguh. Apa iya? Iya tentu saja, karena seniman di panggung pun melakukan dengan sungguh-sungguh, mengapa kita tidak?

Tidaklah mudah bermain peran. Layaknya seniman yang harus memberikan penampilan yang terbaik dan mampu mengaduk rasa penontonnya. Demikianlah kita, semesta ini adalah panggung.

Kita umat manusia sedang bermain peran dengan berbagai topik pertunjukan. Maksudnya, banyak hal yang sedang kita lakukan.

Memahami perannya dengan menggali potensi yang ada. Kita perlu beradaptasi untuk sukses melakukan kolaborasi antara peran dan potensi yang ada. Tidak jarang bahwa apa peran kita adalah hal-hal yang tidak kita suka. Mengeluh untuk tidak senang terhadap skenario Allah adalah membuang waktu. Waktu terus berjalan, bahkan sangat cepat. Dulu kamu bayi, balita dan kini sudah genap 7 tahun. Dulu tante senang menyambut pekerjaan baru ini, kini harus menggali pandai dalam menggali potensi.

Mencari cara bertahan memberikan peran yang terbaik. Bertahan adalah cara anak cerdas dalam menghadapi hidup. Jalani hidup dengan menerbas keterbatasan. Mengapa? karena tidak ada yang bisa kita ubah selain usaha kita yang mengubahnya. Demikian pesan pemilik skenario dalam kitab petunjuknya, Al Qur’an. So, penilaian orang lain, anggaplah menjadi tantangan, meski perih sesaat.

14124520_10153954696698284_8478041285822764119_o

http://www.putumahendra.com

Tahapan selanjutnya dalam pertunjukan adalah menyampaikan dengan sungguh-sungguh. Setiap kerja keras yang telah kita kerjakan, wajib ditunjukan pada semesta bahwa usaha kita telah maksimal. Disinilah tantangan klimaks, bagaimana kita dapat mengaduk rasa penonton bahwa ia semua larut dalam pertunjukan kita. Mereka larut ikut serta dalam proses hidup kita, entah itu mereka nantinya akan puas, krtitis, senang, atau bahkan sebaliknya. Tentunya dengan kerja keras, semesta akan membantu kita mengolah rasa manusia yang ada didalamnya untuk usaha kita. Tanpa harus banyak bicara, semesta akan membantu menunjukkan pada seluruh umatnya. Disini, yakinlah semesta akan memberikan dukungan postif bagi mereka yang menjalankan nilai dengan positif.

14088413_10153954757308284_6464508521230925149_n

Tarik nafas sejenak atas selesainya penampilan/pertunjukan kita. Bermain peran yang baik adalah menyelesaikan pertunjukan dengan selesai. Ada masa selesai sudah pasti ada masa mulai, maka selesaikanlah apa yang telah dimulai.

Jadi Bil, penonton akan dapat menilai peran kita.

Semoga kebaikan ada disetiap pertunjukan demi pertunjukan kita. Isilah pertunjukan dengan nilai positif. Jadikan setiap pertunjukan sebagai legacy kita hingga akhirnya kita bertemu pertunjukan abadi: berakhir khusnul khotimah dan abadi di jannah Allah. 

14199489_10153949286273284_2114286554861642002_n

-Share of Joy sederhana bersama Tim-

Alhamdulillah. selesai mengerjakan project di kantor. Bersama tim baru saja menyelesaikan satu topik pertunjukan, mampu menggali potensi, menyampaikan dengan baik, bertahan ditengah tantangan baik lelah mental maupun fisik hingga akhirnya semua penonton senyum. Sudah saatnya secangkir cokelat hangat (sebenarnya tante tidak boleh minum Cokelat-eniwei) dan ruang menulis disini. Cukup. Mari kembali naik GoJek ke kantor. Pertunjukan selanjutnya akan segera dimulai.

-September, 2016

 

 

 

Postcard: Let’s make a legacy

IMG_20151224_150421_AO_HDR

Writing a postcards for My Dad, Belitong, 2015

Hi Bil,

Did you remember that I sent you a postcard?

Did you remember  that you sent me a postcard from London in 2015?

Well I already shared to you about the postcards, how to write our greeting on postcard, how to choose unique design of the postcards and stamp.

For me and my father, a postcard is very meaningful. From postcard, we know that personal is very respect with us, she/he spare his/her time to write, think some words, pray for us to visit here, walk to post office and pay it.

If we are not the special one, she/he would not doing this.

From postcard, I found a secret theory: imagine the object!

Yes, I try to imagine that I would be in there someday.

So, please send our warm regards on postcard when we travel around the world. It would be make them happy! Just like me, sending the postcards for you and my daddy when I travel overseas/ domestic. Let’s make a legacy for our next generation!

Summer in UK 2015: Royal Observatory Greenwich

cutty 4

cutty sark2

Greeting from Jakarta!
I would like to write my summer trip in UK. Actually, It was my special Eid Fitr because all my nuclear family celebrated in London.
While our family time, I enjoyed my me time to visit Greenwich. From Hendon Central Sta take underground and DLR to Greenwich (London), Cutty Sark for Maritime Greenwich.

Cutty Sark

In there, I enjoyed Cutty Sark, National Maritime, The Queen’s House Art Gallery and Royal Observatory Greenwich. Thank God!

Royal Observatory Greenwich:
Discover the past, present and future wonders of astronomy at the centre of time. Take an amazing journey through the historic home of British astronomy, GMT and the Prime Meridian. Learn how great scientists first mapped the seas and the stars, stand astride two hemispheres on the Prime Meridian Line, see pioneering inventions and the UK’s largest refracting telescope, touch a 4.5 billion-year-old asteroid, and travel the Universe at London’s only planetarium.

Must see….

1. Meridian Line
Stand aside the world-famous Meridian Line, with one foot in each hemisphere, and take in dramatic views of London.

greenwich

2. Great Equatorial Telescope
Venture inside the huge dome to see the telescope that gave astronomers new views of the Universe over 100 years ago.

3. Planetarium
See the stars and visit distant worlds in live shows presented by expert astronomers, or spectacular cinematic shows based on the latest science.

cutty sark1

Source: Map Royal Museums Greenwich only 1 Poundsterling each

Repost: Kenali lebih dekat, Anak-Anak

Welcome July, may you bring your smile for us!
*HARI ANAK NASIONAL, 23 Juli*

Sebelum tidur malam, tak sengaja halaman membahas ASI dalam buku M. Quraish Shihab menjadi tema pengantar tidurku. Singkatnya, kedekatan Ibu – Anak sangat akan terbentuk saat menyusui. Setiap harum badan sang Ibu, jemari si kecil yang kadang bergerak-gerak sebagai pertanda ia merasa nyaman. Tempat ternyaman.

Tumbuh mengenal siapa anggota keluarganya, mengenal ini baik dan buruk, mengenal ini boleh dan tidak. Sangat konstruktivis sekali ya dunia ini. Lingkungan keluarga masih membawa aura baik bagi si anak hingga ia mulai bersosialisasi dengan tetangga, teman sekolah, dan teman-teman orang tuanya.

Tumbuh kembali mengenal ajaibnya dunia di setiap tempat yang ia temui. Belajar mengerti ini baik dan tidak, ini salah dan benar mulai tanpa bimbingan sepenuhnya dari orang tuanya. Belajar dan belajar menemukan.

Beruntunglah jika anak memiliki orang tua yang memberikan keleluasaan dan kepercayaan bahwa ia bisa memilih sendiri jalannya. Di lain pihak, akan tetap ada anak-anak yang berpendapat bahwa beruntunglah ia anak yang memperoleh bimbingan dan orang tuanya mampu memberikan sikap “melarang” atau “memperbolehkan” karena ia tidak akan merasa bingung untuk memantapkan pilihan.

Tidak ada yang salah dalam cara pola asuh yang diterapkan orang tua di keduanya. Artinya, orang tua sudah mengenal anaknya dengan baik. Orang tua sudah mengerti treatment apa yang harus diterapkan untuk menguatkan anaknya.

Bagitupula dengan anak, akan dibutuhkan pengertian dari anak untuk mengenal orang tuanya.
Meskipun sedikit memaksakan anak untuk mengenal orang dewasa, sedih.

Ya, dunia ini penuh manipulatif

Mari kenali segalanya lebih dekat, akan mengerti 🙂

Selamat menyambut Hari Anak Nasional, 23 Juli 2011. Berikan senyuman, pelukkan, hadiah kecil, suara manis kita pada Anak – Anak Indonesia 🙂 #Bangunperadabanlebihbaik

foto itu: Jepretan Hiu, si tante Redha.
Picture 32

Repost: Pupuk Khusus Usia Tengah

“Ah gpp trombosit turun asal bukan imannya yang turun” katanya

Tertohok. Begitu teramat santai saat seorang sahabat menasehatiku. Dilihat secara usia iya sudah pasti lebih senior dibanding saya. Point yang ingin saya sampaikan adalah pasang surut manusia sebagai umatNya.

“Ak sedang gak percaya…” Ujar saya
“Gw juga… Gw lagi gak percaya juga” jujurnya

Terdiam sejenak sambil memandangi perumahan di sepanjang Kebayoran Baru.
Bukan bermaksud kurang bersyukur, tapi kami sore itu sedang sama-sama sedang kurang bisa memaknai arti bersyukur. Untuknya, bekerja di perusahaan market leader jasa komunikasi sudah lebih dari cukup. Namun dirinya membutuhkan passion.

Sama. Pertemuan kami bertiga setelah 3 tahun berpisah menyatakan bahwa kami sudah ada di fase middle age. Yang mana saatnya untuk mantap lebih dan lebih dari langkah sebelumnya.

Ah, itu kan idealisme dan konstruksi manusia. Buktinya, kami bertiga masih dalam proses pertumbuhan. Tingkat pertumbuhan kami akan cepat dengan syarat diimbangi dengan pasokan pupuk yang cukup.

Kekurangan pupuk. Pupuk yang notabene dapat menyuburkan sedang tidak lagi berfungsi dengan baik.

Pupuk. Berpasangka baik itulah pupuk kami.
Nanti nanti ada waktunya untuk memanen.

Bagaimana dapat memanen apabila tidak menanam apalagi memberinya pupuk serta menyiramnya? 🙂

Semoga kita semua terlindungi dan selamat dari penurunan iman 🙂

#ampuniku ya Allah yang sering melupakanmu, Afgan-

*Si Bil, ini perjalanan Tante Ratih, Tante Daf, dan Om Izki saat reunian

Googling…. saving a money… dream come true!

Hi Bil,

Faktanya, apa yang terjadi hari ini adalah keberhasilan dalam mewujudkan impian. Sudah pasti itu semua membutuhkan waktu, usaha, kesabaran dan keteguhan fokus pada tujuan.

Well, ceritanya agar tante tidak boros. Start from May, 2015, akan mulai berpikir tentang rumah. Rumah mungil dengan design interior sesuai karakter penghuninya. Sudah bermimpi aja dulu, nanti kan otomatis universe menggerakkan pada datangnya rejeki, nabung lama-lama kejadian. hehehe Biarkan otak kita berani menyusun mind map agar membuahkan hasil di masa depan #otakkanan.

Picture 18
ruang para sahabat

Picture 15
ruang tamu

Picture 17

Picture 22
tempat selonjor, malas gerak

Picture 21

Picture 14
ruang kerja Mommy

Picture 25
suka meja dan susunan rak

Picture 24
semoga ada sisa tanah untuk ventilasi

Picture 26
toilet sudah pasti harus rapih

Picture 20
lazy day

Picture 12

Picture 8

Picture 16
kamar bocah

Picture 27
kPicture 23
kantong si bocah

Picture 19
menjamu sahabat

Picture 28

Berdoalah dengan sabar, karena dalam doa tetap ada suatu harapan kehidupan lebih baik.

#sharing
#giving
#thankful

*inspirasi mikir rumah: momentum lihat ruangan Buddy, p Deden, 2015.
**foto diambil dari internet, yang kelupaan save alamat websitenya. Credit to para designer interior ini.