Dad and His Daughter

11016679_10153028813975340_2108096221_n
Buddy DFH dan Cha, Februari, 2015

Hi Bil,

Jumat Subuh lalu tante rindu sekaliii pada eyangkung. Huhuhu I wish bisa pulang, namun harus sedang mematuhi pesan beliau untuk menabung demi KPR dan menjaga stamina agar kinerja tetap produktif di kantor. Bismillahhhh.

Screenshot_2015-03-01-22-01-29-1
Eyangkung called tante, March, 2015

Ayah adalah cinta pertamaku. Dari beliau, akupun mulai jatuh cinta pada Nabi Muhammad, Rasulku. Cerita nabi-nabi yang diceritakannya menarik dan membuat imajinasiku terbawa di masa Nabi. Saat kelas satu SD, aku pun pernah cerita kepadanya bahwa si putri keturunan bangsawan loh, ah kamu juga malah keturunan Nabi Adam. Hahahaha

Ayah teman terbaikku. Bersama Ayah, aku mampu belajar sesuatu yang ekstrim seperti bermain sepeda, belajar motor, dan mobil. Olah raga badminton, tennis, dan berenang.

Ayah mengajakku berpikir tentang negeri ini. Meskipun ceritanya selalu berulang-ulang, namun ayah senantiasa menceritakan sosok Bung Karno, Bung Hatta, Boedi Oetomo dan Kejayaan Majapahit.
Setiap kali kami melewati kampung halamannya di Klaten, beliau pun cerita bagaimana saat Bung Karno berpidato di sebuah lapangan di Ceper, Klaten…. saat melewati daerah Wedi, Klaten, cerita tentang Sarekat Dagang Islam pun mengalir. Sungguh menyenangkan mengkritisi Indonesia di jaman saat itu dan sekarang (catet cerita jaman SD sampai saya 27 tahun). Dari Indonesia dan Amerika berganti presiden pun kami diskusikan, kematian mendiang Lady Diana pun menjadi topik sok detektif pun kami bahas.

Ayah mengajakku membaca segala hal, dimana saja, dan kapan saja. Koran Suara Merdeka atau Kompas selalu kami baca hingga akhirnya Ibu malas melihat tumpukan koran yanng belum dijual kepada tukang rongsok.
Ayah mengajakku berhemat dengan memilih toko bacaan yang unik di Pasar Yaik, Johar. Disana banyak buku bekas, cetakan lama, bahkan Michael Leifer, Politik Luar Negeri RI pun kutemukan disana. Serial Lupus dsb. Ayah mengajakku ke pasar tradisional memilih kain di toko kain Jangkrik, aku pun memperhatikan cara beliau memilih kain untuk bahan celana formal dan jas.

Ayah mengajariku berbicara dengan halus dan santun kepada orang lain layaknya para priyayi katanya dan memiliki kejujuran. Darinya aku belajar menghindari konflik, dan berani berkonflik apabila kita memang di jalan yang benar.
Ayah satu-satunya direktur utama diantara tiga direktur utama Perusda Jateng yang tidak di penjara karena korupsi. Berkat kejujuran Ayah, aku – mas ipang – ibu masih bisa menikmati umur panjang bersamanya. Beliau pernah bercerita bahwa mimpi diantara pilihan menjabat tidak umur panjang atau tidak menjabat namun umur panjang.

Ayah selalu merindukanmu, Si Bil, cucu pertama nan ajaib penuh kecerdasan. Tante selalu dinantikan pulang agar bisa Skype bersamamu.

Ayah selalu berpikir positive namun terkadang juga sering menyesal dengan apa yang terjadi. Mungkin terpukul.

Ayah selalu menemani orang tuanya hingga akhir hayat sekalipun beliau bukan orang tua kandungnya. Ayah mengajariku untuk bersikap netral, lebaran pertama harus ke rumah eyang Sapi dulu barulah ke eyang putri. Saat mudik, senantiasa orang di desa menyampaikan bahwa ayah selalu tirakat maka tidak heran anak-anaknya pintar2. Aamiin semoga semuanya ya, si Bil.

Ayah senang membantu sekalipun itu mahasiswa yang butuh riset tugas akhir. Tante dan eyangkungti pernah loh mengantar periset untuk tesis tentang PKI. Kami dari satu rumah ke rumah mencari tahu saksi hidup jaman PKI dan jaman mereka berada di pulau Buru.

Ayah disegani oleh orang-orang terdekatnya karena penyayang dan sederhana. Ah sungguh rindu betapa damainya orang menyapa beliau.

Tante pun senang dibilang duplikat ayah. Ah, sungguh nikmat berkah hidup tiada duanya dapat menikmati masa bersama Ayah.

Ayah senang memmbaca buku tanaman obat dan buah dll, menanam tanamannya dan meracik jamunya sendiri agar sehat katanya. Ayah pun membuatku percaya pada jamu.

AYah pandai memijat syaraf, kami pun antri untuk dipijatnya. Tante pun banyak belajar darinya.

Ayah rajin mencuci mobil dan motor setiap pagi2. I wish itu menurun kepada tante dan ayahmu, Bil

Ayah senang memasak nasi goreng dan terkadang mi rebus dengan bawang putih. Ah malam terasa lebih syahdu.

Di usia dan kesempatan yang masih ada, semoga membuat mampu menikmati waktu berkualitas meski kita semua terpisah jarak untuk bertanggung jawab pada hidup masing-masing.

Ayah senang berjalan kaki ke masjid dengan sarung dan peci hitam kesayangannya. Ah rindu salamnya saat pulang dari masjid.

Ayah senang menjenguk orang sakit, menunggu sodara lahiran, dan takziah. Ayah kurang senang merayakan ulang tahun terlalu berlebihan. Hiks Eyangkung tidak hadir pesta di ulang tahunmu pertama. Mengertilah itu keyakinan orang lain yang harus kita pahami.

Hmmm si Bil, tante sedang merasa sedih, karena AYah mempunyai satu keinginan untuk menyerahkan estafet tanggung jawabnya atas tante kepada laki-laki yang akan tante pilih. Ah, sungguh maju mundur siap tidak siap harus siap jatuh cinta kembali selain pada Ayah. Kami akan menghabiskan waktu bersama selayaknya bersama ayah.

Well, seperti kata dipomat jr. John Purba bahwa aku senang cil saat nanti menggandeng tangan putriku. oh itu so sweet sekali, cil.

Sepakat dengan John, tante sangattt senangg saat melihat seorang Daddy with his daughter menghabiskan waktu bersama membangun cerita-cerita ajaib bersama.

Tanpamu disini, si Bil, tante senang melihat foto kekompakkanmu dengan ayah, melihat Zoya dan mas Hangga, melihat buddy Deden bersama Icha, pak Nanang bersama ketiga putrinya dan cerita pak Muhadi bersama putrinya. Seru dan manis. Sungguh mood booster sekaliii πŸ™‚

Screenshot_2015-03-01-22-47-46-1
Cerita seru Ayah Hangga dan Princes Zoya, Melbourne, Maret, 2015

mtf_GxosN_1362.jpg
Kamu dan Ayah, Bil di KPW BI, London, 2014

P.S: si Bil anak manis harus patuh pada Ayah ya dan sudah pasti Bunda juga, karena tulisan ini per topiknya adalah Ayah. Right, Bil?
Tulisan dedicated untuk AYah, kakak2, dan buddy nan hebatttt!

Advertisements

Repost: Pupuk Khusus Usia Tengah

“Ah gpp trombosit turun asal bukan imannya yang turun” katanya

Tertohok. Begitu teramat santai saat seorang sahabat menasehatiku. Dilihat secara usia iya sudah pasti lebih senior dibanding saya. Point yang ingin saya sampaikan adalah pasang surut manusia sebagai umatNya.

“Ak sedang gak percaya…” Ujar saya
“Gw juga… Gw lagi gak percaya juga” jujurnya

Terdiam sejenak sambil memandangi perumahan di sepanjang Kebayoran Baru.
Bukan bermaksud kurang bersyukur, tapi kami sore itu sedang sama-sama sedang kurang bisa memaknai arti bersyukur. Untuknya, bekerja di perusahaan market leader jasa komunikasi sudah lebih dari cukup. Namun dirinya membutuhkan passion.

Sama. Pertemuan kami bertiga setelah 3 tahun berpisah menyatakan bahwa kami sudah ada di fase middle age. Yang mana saatnya untuk mantap lebih dan lebih dari langkah sebelumnya.

Ah, itu kan idealisme dan konstruksi manusia. Buktinya, kami bertiga masih dalam proses pertumbuhan. Tingkat pertumbuhan kami akan cepat dengan syarat diimbangi dengan pasokan pupuk yang cukup.

Kekurangan pupuk. Pupuk yang notabene dapat menyuburkan sedang tidak lagi berfungsi dengan baik.

Pupuk. Berpasangka baik itulah pupuk kami.
Nanti nanti ada waktunya untuk memanen.

Bagaimana dapat memanen apabila tidak menanam apalagi memberinya pupuk serta menyiramnya? πŸ™‚

Semoga kita semua terlindungi dan selamat dari penurunan iman πŸ™‚

#ampuniku ya Allah yang sering melupakanmu, Afgan-

*Si Bil, ini perjalanan Tante Ratih, Tante Daf, dan Om Izki saat reunian

Googling…. saving a money… dream come true!

Hi Bil,

Faktanya, apa yang terjadi hari ini adalah keberhasilan dalam mewujudkan impian. Sudah pasti itu semua membutuhkan waktu, usaha, kesabaran dan keteguhan fokus pada tujuan.

Well, ceritanya agar tante tidak boros. Start from May, 2015, akan mulai berpikir tentang rumah. Rumah mungil dengan design interior sesuai karakter penghuninya. Sudah bermimpi aja dulu, nanti kan otomatis universe menggerakkan pada datangnya rejeki, nabung lama-lama kejadian. hehehe Biarkan otak kita berani menyusun mind map agar membuahkan hasil di masa depan #otakkanan.

Picture 18
ruang para sahabat

Picture 15
ruang tamu

Picture 17

Picture 22
tempat selonjor, malas gerak

Picture 21

Picture 14
ruang kerja Mommy

Picture 25
suka meja dan susunan rak

Picture 24
semoga ada sisa tanah untuk ventilasi

Picture 26
toilet sudah pasti harus rapih

Picture 20
lazy day

Picture 12

Picture 8

Picture 16
kamar bocah

Picture 27
kPicture 23
kantong si bocah

Picture 19
menjamu sahabat

Picture 28

Berdoalah dengan sabar, karena dalam doa tetap ada suatu harapan kehidupan lebih baik.

#sharing
#giving
#thankful

*inspirasi mikir rumah: momentum lihat ruangan Buddy, p Deden, 2015.
**foto diambil dari internet, yang kelupaan save alamat websitenya. Credit to para designer interior ini.

Filosofi Motif Batik dan Hari Senin

kelas A_arif

Hi Bil,

Maafkan lama tidak menulis cerita untukmu, Anak Manis. Bulan Februari luar biasa me time, hehehe
Well, tante akan bercerita tentang motif batik, mengapa? karena ternyata sebagai orang jawa kita sudah seharusnya memahami budaya aseli. Pada tulisan sebelumnya tante telah bercerita bahwa tante bertemu seorang penggemar batik di Asosiasi Batik Sekar Jagad – Jawa Tengah. Pesan beliau, kita seharusnya memakai batik tulis dan memahami makna apa yang sedang kita pakai. Scara bok batik tulis tidaklah murah karena memang ada nilai karya sendiri.
Berbekal niat untuk menjalankan misi memakai batik/ kain nusantara, maka tante mulai sengaha memilih batik yang memiliki filosofi secara khusus. Mengingat keuangan belum sangat mampu maka terkadang tante mengkolaborasikan antara batik tulis dengan cap, asal bukan printing saja. Koleksi pertama tante kali ini: Wahyu Temurun yang menceritakan tentang filosofi wahyu/ anugrah yang sedang turun bagi mereka yang memakainya sehingga memberikan keberkahan bagi sekelilingnya. Mencintai batik ini menurun dari eyangkung dan eyangti rachman, beliau semua selalu menyampaikan “pilih batik sing mriyayeni” artinya memilih batik yang seperti priyayi (bukan harus mahal namun terlihat berkelas dan pantas memanusiakan sekelilingnya).

Baiklah semoga tante dapat menikmati hobi baru ini. Motif Batik Wahyu Temurun ini semoga dapat membawa energi positif untuk memulai hari Seniiiiiin πŸ™‚

wahyu temurun

ini

Negosiator RI Sektor Jasa Keuangan: jangan lelah mengejar ketertinggalan

OJK_kemlu
Ibu Menlu Retno Marsudi, Kemlu, Januari 2015 #alumni#HI#UGM

Hi Bil,

ALhamdulillah setelah resmi diangkat menjadi pegawai tetap, tante sudah harus melaksanakan amanah lebih berat. Hasil keputusan SDM, penempatan tante tetap di Manajemen Strategis I, which is dibawah pak Ketua OJK langsung dan apa yang departemen tante lakukan harus persetujuan dan melapor kepada beliau. It is not easy. Baru tiga minggu tante dibawah analis senior untuk perundingan bilateral dan regional.

Dalam bidang ini, tante harus banyak belajar bagaimana menyusun posisi RI di tingkat internasional baik regional dan bilateral. RI turut aktif dalam kerjasama internasional, salah satunya ASEAN. Oh Damn! ternyata banyak sekali forum internasional di tingkat ASEAN. Beruntung para senior memfokuskan pekerjaan dengan target-target apa yang harus dicapai. Senang dapat ikut menjadi bagian dalam peran Pasca Masyarakat Ekonomi ASEAN 2025, fokus pada sektor perbankan dan jasa keuangan. Meskipun ada tugas tambahan: mendampingi lembaga internasional yang masuk ke OJK misal IFSB dan IDB (ini karena tante punya passion pada keuangan syariah, alhamdulillah).

Well, kini tante mulai dapat mapping pekerjaan: perundingan di ASEAN, Bilateral dan juga isu-isu yang harus segera di catch up. ALhamdulillah tante memiliki mentor informal dari KAGAMA terutama perbankan (pak Joko, pak Boyke, pak Deden, mbak Dian, mas Dedi, mbak Risa, pak Eko) mereka sangat helpfull dalam membimbing tante belajar.
Picture 5

TIDAK SELALU MENJADI PEMAIN BARU. Oke sip masih 3 minggu sejak diangkat namun bukan berarti label anak baru akan tetap selalu melekat. KERJA TENANG. PELAJARI secara mandiri. KONSULTASI kepada senior. Intinya, jangan lelah mengejar ketertinggalan. Masih teringat kenangan dengan eyangti Bil saat tante kelas tiga SD, belum bisa bahasa inggris, pelan-pelan mari dikejar. Sebelum rapat di kementrian lain, dibaca dulu bahannya. Sebelum rapat internal dengan direktorat lain, dibaca dulu bahannya, ditanyakan kepada senior mumpung ada kesempatan bertemu. Bismillah.
ojk4

Ya Allah, lindungi kami dalam perjalanan menuju dan dari kantor untuk bekerja. Bismillah.

ojk1

28 Tahun: Sekali Lagi Bersamamu

ultah2
w/ girls

Hi Bil, tante selalu mendapatkan kesan luar biasa tentang kehidupan di bulan Desember. Duka maupun suka tetap menjadi hadiah dari Allah. Sejak semester kedua S1, bulan Desember setiap tahunnya pasti ada hadiah makna kehidupan luar biasa mulai dari simbah meninggal, perjalanan seorang diri ke Eropa, perjalanan mencari pekerjaan ideal, dan apapun itu senantiasa indah. 2010 saat ditengah perjalanan mencari Masjid London Sentral, baru ingat ulang tahun dengan beberapa sms masuk dari Tanah Air. 2011 perantauan terlama di Jepang. 2012 menikmati jatuh bangun mengangkat tas masih bertanya tentang pekerjaan ideal, lulus S2, dan belahan jiwa simbah putri berpulang kembali ke rumah Allah: melihat ayah sungguh bersedih ditinggal Ibunya. 2013 Allah menjawab doa-doa selama ini, kesabaran menuruti tanda tanya pekerjaan ideal, tercapai: penerimaan OJK 2013. 2014 memulai memiliki keluarga di OJK dan adaptasi kesendirian hidup di rumahmu Bil.
Dari setiap peristiwa, Allah pasti memiliki alasan mengapa memberikan itu kepada kita. Dia melihat seberapa pantas, mampu, dan gigihnya umatnya dalam bertawakal. To be honest, banyak sekali dalam diri memiliki kekurangan dan harus senantiasa memperbaiki. Menebar kebaikan, bersahaja, tetap tenang dan ceria hanya untuk dan karena Allah. Mengisi hari-hari dengan penuh manfaat, senantiasa menjadi terbaik setiap harinya, mencoba memperbaiki semua.

I wish dapat menjadi pengatur kehidupan. I wish dapat segera membahagiakan orang-orang sekitar. I wish dapat sebagai pencipta ketentraman dan ketenangan jiwa. Sebagai manusia, sungguh tiada arti dibanding pencipta. Dia-lah pengatur kapan waktu terbaik, skenario cerita terbaik, Dia hanya ingin melihat seberapa sabar dan bersungguh-sungguh umatNya berdoa dan berharap karena-Nya dan di jalan-Nya.

Allah, terima kasih telah memberi kesempatan untuk hidup, menikmati setiap waktu dengan postive thingking meski hati ini getir, tapi engkau senantiasa memiliki kekuatan menjaga kami dari rasa putus asa. “asal tidak berputus asa..berputus asa untuk tetap hidup bergembira dan bermakna”.

Untuk Allah, terima kasih memberikan rasa sabar dan iklhas di dunia ini.
Terkadang sungguh perih apa yang orang lain lakukan dan banyak hal telah terjadi, namun engkau ada dengan mengirim kebaikan-kebaikan dalam dunia ini.
Untuk Allah, karena aku sangat ingin bersamamu, kembali sekali lagi bersamamu, terangilah selalu dalam cahanya kebaikanmu.

ultah

Belajar Dari Just Alvin!

Just Alvin!

Ini salah satu program tv nasional yang saya suka karena acaranya renyah dan mengambil sisi antimainstream dari kebanyakan program tv show lainnya. “Belajar Dari Just Alvin” sangat ingin belajar bagaimana Alvin memberikan Β nuansa kehangatan bagi para tamunya, yang notabene mereka biasanya sedang hits dalam problems kehidupan sebagai seorang entertain. Alvin membawakan acara tersebut dengan mengalir, seolah-olah tidak ada list pertanyaan yang menjadi acuan saklek. Inilah namanya cerita yang mengalir. Bintang tamu serasa bercerita dengan sahabat lamanya, dan si sahabat lama dengan hangat menerima tanpa menyudutkan dan menghakimi layaknya tv program lainnya.

Meskipun ini sebuh tv program, namun Alvin dapat membawakannya dengan pendekatan personal yang luar biasa hangat. He is a very great person, good listener. Alvin sudah pasti mendengarkan, membuat mengalir sehingga lebih mendalam, dan yasudah ia tidak menilai ini/itu salah atau benar. Saya rasa begitulah sosok good listener yang seharusnya. Ia tidak ember, solusi tidak selalu diberikan namun nuansa kehangatan dan supports yang ia berikan.

Mari “Belajar Dari Just Alvin” senantiasa membangun suasana kehangatan, bersahabat, dan menguatkan satu sama lain.