Bermain Peran di Panggung

Semoga kebaikan ada disetiap pertunjukan demi pertunjukan kita. Isilah pertunjukan dengan nilai positif. Jadikan setiap pertunjukan sebagai legacy kita hingga akhirnya kita bertemu pertunjukan abadi: berakhir khusnul khotimah dan abadi di jannah Allah. 

Hi Bil,

Selamat Pagi dari kompleks gedung Filateli!

Teringat pekan lalu tante harus mencari stamp book titipan Ayah untukmu di sini. Disini tante menemukan sebuah coffee shop yang cukup nyaman dalam menghilangkan penat sejenak dari rutinitas kantor. Di belakang coffee shop, ada sebuah gedung pertunjukan: Gedung Kesenian Jakarta. Iya, gedung dimana biasa digelarnya pertunjukan demi pertunjukan. Bermain peran di panggung. Tentunya para seniman menunjukan kepiwaiannya dalam bermain peran di panggung yang mana akan mengaduk rasa penonton, seperti rasa senang, terharu, sedih, gundah, dan bangkit.

Siapa yang dapat bermain peran di panggung pertunjukan? Tentunya para seniman yang memiliki cerita yang akan disampaikan.

Eniwei. Bisakah tante bermain peran di panggung?

Jawabnya bisa. Apakah tante adalah seniman, jawabnya bukan. Lantas apa maksudnya? Dalam berbahasa, ada perluasan makna dan definisi kata/ kalimat.

14207872_10153949310963284_2162878859440913424_o

Setiap orang pasti bermain peran dalam kehidupan sehari-hari. Peran sebagai anak, kakak, adek, siswa, pegawai, penulis, dsb. Peran adalah kontribusi kita pada hal-hal yang bermanfaat.

Bagaimana kita menjalani peran kita? Lakukan dengan semangat dan bersungguh-sungguh. Apa iya? Iya tentu saja, karena seniman di panggung pun melakukan dengan sungguh-sungguh, mengapa kita tidak?

Tidaklah mudah bermain peran. Layaknya seniman yang harus memberikan penampilan yang terbaik dan mampu mengaduk rasa penontonnya. Demikianlah kita, semesta ini adalah panggung.

Kita umat manusia sedang bermain peran dengan berbagai topik pertunjukan. Maksudnya, banyak hal yang sedang kita lakukan.

Memahami perannya dengan menggali potensi yang ada. Kita perlu beradaptasi untuk sukses melakukan kolaborasi antara peran dan potensi yang ada. Tidak jarang bahwa apa peran kita adalah hal-hal yang tidak kita suka. Mengeluh untuk tidak senang terhadap skenario Allah adalah membuang waktu. Waktu terus berjalan, bahkan sangat cepat. Dulu kamu bayi, balita dan kini sudah genap 7 tahun. Dulu tante senang menyambut pekerjaan baru ini, kini harus menggali pandai dalam menggali potensi.

Mencari cara bertahan memberikan peran yang terbaik. Bertahan adalah cara anak cerdas dalam menghadapi hidup. Jalani hidup dengan menerbas keterbatasan. Mengapa? karena tidak ada yang bisa kita ubah selain usaha kita yang mengubahnya. Demikian pesan pemilik skenario dalam kitab petunjuknya, Al Qur’an. So, penilaian orang lain, anggaplah menjadi tantangan, meski perih sesaat.

14124520_10153954696698284_8478041285822764119_o

http://www.putumahendra.com

Tahapan selanjutnya dalam pertunjukan adalah menyampaikan dengan sungguh-sungguh. Setiap kerja keras yang telah kita kerjakan, wajib ditunjukan pada semesta bahwa usaha kita telah maksimal. Disinilah tantangan klimaks, bagaimana kita dapat mengaduk rasa penonton bahwa ia semua larut dalam pertunjukan kita. Mereka larut ikut serta dalam proses hidup kita, entah itu mereka nantinya akan puas, krtitis, senang, atau bahkan sebaliknya. Tentunya dengan kerja keras, semesta akan membantu kita mengolah rasa manusia yang ada didalamnya untuk usaha kita. Tanpa harus banyak bicara, semesta akan membantu menunjukkan pada seluruh umatnya. Disini, yakinlah semesta akan memberikan dukungan postif bagi mereka yang menjalankan nilai dengan positif.

14088413_10153954757308284_6464508521230925149_n

Tarik nafas sejenak atas selesainya penampilan/pertunjukan kita. Bermain peran yang baik adalah menyelesaikan pertunjukan dengan selesai. Ada masa selesai sudah pasti ada masa mulai, maka selesaikanlah apa yang telah dimulai.

Jadi Bil, penonton akan dapat menilai peran kita.

Semoga kebaikan ada disetiap pertunjukan demi pertunjukan kita. Isilah pertunjukan dengan nilai positif. Jadikan setiap pertunjukan sebagai legacy kita hingga akhirnya kita bertemu pertunjukan abadi: berakhir khusnul khotimah dan abadi di jannah Allah. 

14199489_10153949286273284_2114286554861642002_n

-Share of Joy sederhana bersama Tim-

Alhamdulillah. selesai mengerjakan project di kantor. Bersama tim baru saja menyelesaikan satu topik pertunjukan, mampu menggali potensi, menyampaikan dengan baik, bertahan ditengah tantangan baik lelah mental maupun fisik hingga akhirnya semua penonton senyum. Sudah saatnya secangkir cokelat hangat (sebenarnya tante tidak boleh minum Cokelat-eniwei) dan ruang menulis disini. Cukup. Mari kembali naik GoJek ke kantor. Pertunjukan selanjutnya akan segera dimulai.

-September, 2016

 

 

 

Advertisements

[OJK] How to make a good presentation

Hi Bil,

Akhir tahun ini tante harus membantu Ibu dan Bapak pimpinan mempersiapkan bahan tayangan untuk project kami. Bahan tayangan tersebut sudah ada, namun perlu ada penambahan.

Tiba-tiba kepala berat karena tante lebih memikirkan hal-hal tidak penting (aduh nanti si bapak ibu berkenan tidak ya, aduh nanti cethek ga yah, aduh nanti oke ga yah) instead of membuat slides yang baik.

Oke, berikut adalah tips dari pak Mentor DFH untuk tante. Dalam membuat presentasi perlu dipikirkan alurnya dan apa yang klimaks akan disampaikan.

Misalnya, studi kasus akan menyampaikan: project baru yang belum pernah pimpinan lain tahu.

Alur yang bisa digunakan yaitu:

  1. WHY kita concern pada hal tersebut
  2. WHAT apa rencana program kita
  3. WHY mengapa program tsb kita pilih
  4. HOW
  5. WHEN
  6. WHAT HAVE DONE
  7. WHAT THE NEXT

IMG_20160102_105056

Mungkin itu salah satu alur yang dapat digunakan dalam menyampaikan project yang akan kita sampaikan.

Si Bil, presentasi itu penting. Yuk! belajar untuk mempersiapkan presentasi dengan baik. Dan catat: KITA yang HANDLE menentukan alur bukan para audience 🙂

HAPPY NEW YEAR 2016 dan SEMOGA Bahan Tayangan dapat membantu pimpinan kita.

 

-Januari, 2016

Dubai International Financial Centre (DIFC)

Hi Bil,

Pardon for late writing the blog because it was year end holiday. Oke I would like to share my first official journey to Dubai. In mid December 2015, I went to Dubai with my colleagues. Due to my lowest position as staff, I have to arrange our journey, especially logistic aspect and communication with our partner in Dubai.

I would like to share that we have to prepare our itinerary, our documents (VISA, Passport), communication, money, and also weather. It was different when we travel for personal, holiday or family. For me, travel for official had have an unique challenge and we have to finish our preparation before others. It means that we have to discipline, quick response, and creative. Huft! Actually I was very tired but it would be great journey.

In Dubai, I arranged the meetings. After meeting, my colleagues have their preference to go somewhere that they want to. We enjoyed Dubai International Finance Centre (DIFC) area in the morning until afternoon. In DIFC, I saw many financial or business company in here. We visited regulator in financial sector and Market. Do you know Bil, the DIFC Gate was shooting location Mission Impossible: Ghost Protocol, 2011.

We visited Dubai Mall, Emirates Mall, Dubai Downtown area: Burj Khalifa (Highest Building in the World, 828 meter), Dubai Fountain, Palm Jumeirah, Deira area, and Dubai International Airport. I was amazing with taxi driver in Dubai, they drove highly speed maybe because the road is very good condition.

So, my lesson learned from this journey: please well prepare the documents and best place in the city.

burj khalifa

Background: Burj Khalifa, December 2015

dubai fountain1

Background: Dubai Fountain, December 2015

Thank you Allah for blessing me and gave me the special opportunity. See you NEXT YEAR!!!

Dad and His Daughter

11016679_10153028813975340_2108096221_n
Buddy DFH dan Cha, Februari, 2015

Hi Bil,

Jumat Subuh lalu tante rindu sekaliii pada eyangkung. Huhuhu I wish bisa pulang, namun harus sedang mematuhi pesan beliau untuk menabung demi KPR dan menjaga stamina agar kinerja tetap produktif di kantor. Bismillahhhh.

Screenshot_2015-03-01-22-01-29-1
Eyangkung called tante, March, 2015

Ayah adalah cinta pertamaku. Dari beliau, akupun mulai jatuh cinta pada Nabi Muhammad, Rasulku. Cerita nabi-nabi yang diceritakannya menarik dan membuat imajinasiku terbawa di masa Nabi. Saat kelas satu SD, aku pun pernah cerita kepadanya bahwa si putri keturunan bangsawan loh, ah kamu juga malah keturunan Nabi Adam. Hahahaha

Ayah teman terbaikku. Bersama Ayah, aku mampu belajar sesuatu yang ekstrim seperti bermain sepeda, belajar motor, dan mobil. Olah raga badminton, tennis, dan berenang.

Ayah mengajakku berpikir tentang negeri ini. Meskipun ceritanya selalu berulang-ulang, namun ayah senantiasa menceritakan sosok Bung Karno, Bung Hatta, Boedi Oetomo dan Kejayaan Majapahit.
Setiap kali kami melewati kampung halamannya di Klaten, beliau pun cerita bagaimana saat Bung Karno berpidato di sebuah lapangan di Ceper, Klaten…. saat melewati daerah Wedi, Klaten, cerita tentang Sarekat Dagang Islam pun mengalir. Sungguh menyenangkan mengkritisi Indonesia di jaman saat itu dan sekarang (catet cerita jaman SD sampai saya 27 tahun). Dari Indonesia dan Amerika berganti presiden pun kami diskusikan, kematian mendiang Lady Diana pun menjadi topik sok detektif pun kami bahas.

Ayah mengajakku membaca segala hal, dimana saja, dan kapan saja. Koran Suara Merdeka atau Kompas selalu kami baca hingga akhirnya Ibu malas melihat tumpukan koran yanng belum dijual kepada tukang rongsok.
Ayah mengajakku berhemat dengan memilih toko bacaan yang unik di Pasar Yaik, Johar. Disana banyak buku bekas, cetakan lama, bahkan Michael Leifer, Politik Luar Negeri RI pun kutemukan disana. Serial Lupus dsb. Ayah mengajakku ke pasar tradisional memilih kain di toko kain Jangkrik, aku pun memperhatikan cara beliau memilih kain untuk bahan celana formal dan jas.

Ayah mengajariku berbicara dengan halus dan santun kepada orang lain layaknya para priyayi katanya dan memiliki kejujuran. Darinya aku belajar menghindari konflik, dan berani berkonflik apabila kita memang di jalan yang benar.
Ayah satu-satunya direktur utama diantara tiga direktur utama Perusda Jateng yang tidak di penjara karena korupsi. Berkat kejujuran Ayah, aku – mas ipang – ibu masih bisa menikmati umur panjang bersamanya. Beliau pernah bercerita bahwa mimpi diantara pilihan menjabat tidak umur panjang atau tidak menjabat namun umur panjang.

Ayah selalu merindukanmu, Si Bil, cucu pertama nan ajaib penuh kecerdasan. Tante selalu dinantikan pulang agar bisa Skype bersamamu.

Ayah selalu berpikir positive namun terkadang juga sering menyesal dengan apa yang terjadi. Mungkin terpukul.

Ayah selalu menemani orang tuanya hingga akhir hayat sekalipun beliau bukan orang tua kandungnya. Ayah mengajariku untuk bersikap netral, lebaran pertama harus ke rumah eyang Sapi dulu barulah ke eyang putri. Saat mudik, senantiasa orang di desa menyampaikan bahwa ayah selalu tirakat maka tidak heran anak-anaknya pintar2. Aamiin semoga semuanya ya, si Bil.

Ayah senang membantu sekalipun itu mahasiswa yang butuh riset tugas akhir. Tante dan eyangkungti pernah loh mengantar periset untuk tesis tentang PKI. Kami dari satu rumah ke rumah mencari tahu saksi hidup jaman PKI dan jaman mereka berada di pulau Buru.

Ayah disegani oleh orang-orang terdekatnya karena penyayang dan sederhana. Ah sungguh rindu betapa damainya orang menyapa beliau.

Tante pun senang dibilang duplikat ayah. Ah, sungguh nikmat berkah hidup tiada duanya dapat menikmati masa bersama Ayah.

Ayah senang memmbaca buku tanaman obat dan buah dll, menanam tanamannya dan meracik jamunya sendiri agar sehat katanya. Ayah pun membuatku percaya pada jamu.

AYah pandai memijat syaraf, kami pun antri untuk dipijatnya. Tante pun banyak belajar darinya.

Ayah rajin mencuci mobil dan motor setiap pagi2. I wish itu menurun kepada tante dan ayahmu, Bil

Ayah senang memasak nasi goreng dan terkadang mi rebus dengan bawang putih. Ah malam terasa lebih syahdu.

Di usia dan kesempatan yang masih ada, semoga membuat mampu menikmati waktu berkualitas meski kita semua terpisah jarak untuk bertanggung jawab pada hidup masing-masing.

Ayah senang berjalan kaki ke masjid dengan sarung dan peci hitam kesayangannya. Ah rindu salamnya saat pulang dari masjid.

Ayah senang menjenguk orang sakit, menunggu sodara lahiran, dan takziah. Ayah kurang senang merayakan ulang tahun terlalu berlebihan. Hiks Eyangkung tidak hadir pesta di ulang tahunmu pertama. Mengertilah itu keyakinan orang lain yang harus kita pahami.

Hmmm si Bil, tante sedang merasa sedih, karena AYah mempunyai satu keinginan untuk menyerahkan estafet tanggung jawabnya atas tante kepada laki-laki yang akan tante pilih. Ah, sungguh maju mundur siap tidak siap harus siap jatuh cinta kembali selain pada Ayah. Kami akan menghabiskan waktu bersama selayaknya bersama ayah.

Well, seperti kata dipomat jr. John Purba bahwa aku senang cil saat nanti menggandeng tangan putriku. oh itu so sweet sekali, cil.

Sepakat dengan John, tante sangattt senangg saat melihat seorang Daddy with his daughter menghabiskan waktu bersama membangun cerita-cerita ajaib bersama.

Tanpamu disini, si Bil, tante senang melihat foto kekompakkanmu dengan ayah, melihat Zoya dan mas Hangga, melihat buddy Deden bersama Icha, pak Nanang bersama ketiga putrinya dan cerita pak Muhadi bersama putrinya. Seru dan manis. Sungguh mood booster sekaliii 🙂

Screenshot_2015-03-01-22-47-46-1
Cerita seru Ayah Hangga dan Princes Zoya, Melbourne, Maret, 2015

mtf_GxosN_1362.jpg
Kamu dan Ayah, Bil di KPW BI, London, 2014

P.S: si Bil anak manis harus patuh pada Ayah ya dan sudah pasti Bunda juga, karena tulisan ini per topiknya adalah Ayah. Right, Bil?
Tulisan dedicated untuk AYah, kakak2, dan buddy nan hebatttt!

Repost: Kenali lebih dekat, Anak-Anak

Welcome July, may you bring your smile for us!
*HARI ANAK NASIONAL, 23 Juli*

Sebelum tidur malam, tak sengaja halaman membahas ASI dalam buku M. Quraish Shihab menjadi tema pengantar tidurku. Singkatnya, kedekatan Ibu – Anak sangat akan terbentuk saat menyusui. Setiap harum badan sang Ibu, jemari si kecil yang kadang bergerak-gerak sebagai pertanda ia merasa nyaman. Tempat ternyaman.

Tumbuh mengenal siapa anggota keluarganya, mengenal ini baik dan buruk, mengenal ini boleh dan tidak. Sangat konstruktivis sekali ya dunia ini. Lingkungan keluarga masih membawa aura baik bagi si anak hingga ia mulai bersosialisasi dengan tetangga, teman sekolah, dan teman-teman orang tuanya.

Tumbuh kembali mengenal ajaibnya dunia di setiap tempat yang ia temui. Belajar mengerti ini baik dan tidak, ini salah dan benar mulai tanpa bimbingan sepenuhnya dari orang tuanya. Belajar dan belajar menemukan.

Beruntunglah jika anak memiliki orang tua yang memberikan keleluasaan dan kepercayaan bahwa ia bisa memilih sendiri jalannya. Di lain pihak, akan tetap ada anak-anak yang berpendapat bahwa beruntunglah ia anak yang memperoleh bimbingan dan orang tuanya mampu memberikan sikap “melarang” atau “memperbolehkan” karena ia tidak akan merasa bingung untuk memantapkan pilihan.

Tidak ada yang salah dalam cara pola asuh yang diterapkan orang tua di keduanya. Artinya, orang tua sudah mengenal anaknya dengan baik. Orang tua sudah mengerti treatment apa yang harus diterapkan untuk menguatkan anaknya.

Bagitupula dengan anak, akan dibutuhkan pengertian dari anak untuk mengenal orang tuanya.
Meskipun sedikit memaksakan anak untuk mengenal orang dewasa, sedih.

Ya, dunia ini penuh manipulatif

Mari kenali segalanya lebih dekat, akan mengerti 🙂

Selamat menyambut Hari Anak Nasional, 23 Juli 2011. Berikan senyuman, pelukkan, hadiah kecil, suara manis kita pada Anak – Anak Indonesia 🙂 #Bangunperadabanlebihbaik

foto itu: Jepretan Hiu, si tante Redha.
Picture 32

Repost: Pupuk Khusus Usia Tengah

“Ah gpp trombosit turun asal bukan imannya yang turun” katanya

Tertohok. Begitu teramat santai saat seorang sahabat menasehatiku. Dilihat secara usia iya sudah pasti lebih senior dibanding saya. Point yang ingin saya sampaikan adalah pasang surut manusia sebagai umatNya.

“Ak sedang gak percaya…” Ujar saya
“Gw juga… Gw lagi gak percaya juga” jujurnya

Terdiam sejenak sambil memandangi perumahan di sepanjang Kebayoran Baru.
Bukan bermaksud kurang bersyukur, tapi kami sore itu sedang sama-sama sedang kurang bisa memaknai arti bersyukur. Untuknya, bekerja di perusahaan market leader jasa komunikasi sudah lebih dari cukup. Namun dirinya membutuhkan passion.

Sama. Pertemuan kami bertiga setelah 3 tahun berpisah menyatakan bahwa kami sudah ada di fase middle age. Yang mana saatnya untuk mantap lebih dan lebih dari langkah sebelumnya.

Ah, itu kan idealisme dan konstruksi manusia. Buktinya, kami bertiga masih dalam proses pertumbuhan. Tingkat pertumbuhan kami akan cepat dengan syarat diimbangi dengan pasokan pupuk yang cukup.

Kekurangan pupuk. Pupuk yang notabene dapat menyuburkan sedang tidak lagi berfungsi dengan baik.

Pupuk. Berpasangka baik itulah pupuk kami.
Nanti nanti ada waktunya untuk memanen.

Bagaimana dapat memanen apabila tidak menanam apalagi memberinya pupuk serta menyiramnya? 🙂

Semoga kita semua terlindungi dan selamat dari penurunan iman 🙂

#ampuniku ya Allah yang sering melupakanmu, Afgan-

*Si Bil, ini perjalanan Tante Ratih, Tante Daf, dan Om Izki saat reunian

Repost: Muridku Harus Merangkak!

Picture 30
foto itu: kegembiraan di sekolah darurat di pinggiran Ibu Kota
credit to: Daf – Ki – Kakak Cintya, Mei, 2011

Tulisan ini merupakan repost dari blog sebelumnya.
http://kuningorange.blogspot.com/2011/05/muridku-harus-merangkak.html

‘Muridku bukan untuk dikasihani, namun dikuatkan agar siap hadapi dunia’ my twitter

Bukan pagi biasa, berkaos merah dan menjajakan koran di lampu merah di bawah rel st. Tugu
Tumpukan koran ada di tangan mereka
“Hari ini libur, Buuuu bukan membolos” teriaknya
Woaw! rasanya wajahku masih tertutup dengan kain pelindung namun mereka bisa mengenali

Lampu merah kedua,
“Ngantor Bu Guru? Semangat ya orang aku juga semangat jualannya, mumpung masih pagi, rejeki biar endak ditotol ayam” ujarnya
Lagi-lagi hanya senyum yang harus kulempar bukan sinis tentunya

Ya, kerasnya jalan hidup yang mereka lalui bukan berarti mereka harus dikasihani.
Kuharap senyum yang kulempar dapat menguatkan mereka bahwa mereka pun bisa hadapi realita dunia ini.
Kuharap senyum yang kulempar dapat membantu mereka yakin bahwa pendidikan tetap menjadi cara memutus jalan hidup mereka kelak.

“Kalau pintar nanti jadi insinyur, bangun jalan dan memakai helm seperti pak Mandor ya, Bu. Nanti uangnya lebih banyak dari Bapak yang bisanya nyemen” harapnya

Harini ak menjadi rindu pada Ayah dan Ibu, hidup berkecukupan membuat diriku masih ada ditengah-tengah untuk bersiap menguatkan murid-muridku

Hitungan hari mendekati perpisahan dengan mereka, entah di kota mana pun, pasti kuyakin dapat membantu menguatkan anak – anak agar ia berani bermimpi, dan menghadapi ajaibnya dunia.

Kurindukan bocornya atap menemani murid kesayanganku, Febri, gadis mungil yang belajar mengenal dunia. “Bahasa Inggris bisa jadi uang, Bu nanti jadi guide di Malioboro atau Prambanan. Eh iya kan, Bu?”

Terima kasih Jokja,

foto itu: kegembiraan di sekolah darurat di pinggiran Ibu Kota
credit to: Daf – Ki – Kakak Cintya