Googling…. saving a money… dream come true!

Hi Bil,

Faktanya, apa yang terjadi hari ini adalah keberhasilan dalam mewujudkan impian. Sudah pasti itu semua membutuhkan waktu, usaha, kesabaran dan keteguhan fokus pada tujuan.

Well, ceritanya agar tante tidak boros. Start from May, 2015, akan mulai berpikir tentang rumah. Rumah mungil dengan design interior sesuai karakter penghuninya. Sudah bermimpi aja dulu, nanti kan otomatis universe menggerakkan pada datangnya rejeki, nabung lama-lama kejadian. hehehe Biarkan otak kita berani menyusun mind map agar membuahkan hasil di masa depan #otakkanan.

Picture 18
ruang para sahabat

Picture 15
ruang tamu

Picture 17

Picture 22
tempat selonjor, malas gerak

Picture 21

Picture 14
ruang kerja Mommy

Picture 25
suka meja dan susunan rak

Picture 24
semoga ada sisa tanah untuk ventilasi

Picture 26
toilet sudah pasti harus rapih

Picture 20
lazy day

Picture 12

Picture 8

Picture 16
kamar bocah

Picture 27
kPicture 23
kantong si bocah

Picture 19
menjamu sahabat

Picture 28

Berdoalah dengan sabar, karena dalam doa tetap ada suatu harapan kehidupan lebih baik.

#sharing
#giving
#thankful

*inspirasi mikir rumah: momentum lihat ruangan Buddy, p Deden, 2015.
**foto diambil dari internet, yang kelupaan save alamat websitenya. Credit to para designer interior ini.

No Place Like Home

 

 

ImageRumah yang selalu dilewati, entah milik siapa

Huft. sudah tiga minggu memulai pencarian kost di Jakarta Pusat. Nihil. Sebenarnya tidak ada yang salah dengan kost saat ini, terkadang terasa lelah. Namun intuisi saya menyarankan mulai mencari tempat tinggal baru yang lebih dekat dengan kantor. Di satu suara lainnya, menahan untuk bersabar pada kost Kemang saat ini: mini dapur, laundry, khusus wanita, lingkungan baik sebenarnya lebih dari cukup. Saya dapat lebih bisa menabung untuk DP KPR kelak. Pencarian itupun dengan terpaksa, andai ada pilihan untuk tidak kost, enggan juga penuh fasilitas rumah kakak. Serba salah maunya apa. Maunya ingin punya ‘rumah’. 

‘Rumah’. Disanalah lelah hilang tergantikan oleh ketentraman jiwa dan pikiran. 

‘Rumah’. Disanalah tempat yang terbuka lebar bagi kerabat, teman, sahabat dan menampung adik-adik kelas mencari kerja. Tempat membangun silaturahmi dan rasa syukur. 

‘Rumah’. Ada suka, tawa, duka, kesal,.. semuanyaaa…. perjalanan ibadah mengisi hari-hari membangun memori pertumbuhan anggota keluarga.

‘Rumah’. Disanalah tempat keluarga memulai dan berakhir. 

Semoga saya segera punya rumah, Ya Allah. No place like home. 

Terima kasih kepada Ayah Ibu Kakak2 dan budhe yang menyediakan papan terbaik dan sederhana bagi saya.

Semoga bisa bergantian segera, yah.

Give me reasons to believe

Ayah, adek capeeeee…..

Dua hari ini saya merasa lelah. Mencoba berpikir untuk menghentikan waktu sejenak. Beruntung saya memiliki someone to rely on saat Ibu dan kakak sudah tertidur, Ayah.

Waktu terasa berhenti saat duduk dan fokus berkomunikasi dengan Allah. Itulah saat saya menikmati waktu yang terasa terhenti sejenak.

Terkadang kita hanya bisa memilih: do nothing. Saat dimana kita tidak dapat melakukan hal terbaik untuk mencapai keseimbangan. Mungkin bisa jadi, do nothing itulah hal terbaik (terdengar justifikasi).

Allah, I am very tired. *mewek*

Apakah ini artinya saya harus kembali ke rumah dan menikmati kenyamanan? Please let me build a “homey-home”, Allah. A new life. Please give me reasons to believe. 

You’re my back bone.
You’re my cornerstone.
You’re my crutch when my legs stop moving.
You’re my head start.
You’re my rugged heart.
You’re the pulse that I’ve always needed.
Like a drum, baby, don’t stop beating. -Phillip Phillips, Gone Gone