Tes Masuk OJK: First Project Ingat Allah, bersyukur!

bali pic

Hi Bil, seminggu lalu tante full 7 hari bekerja di Seminyak, Bali. Ini acara pertama yang tante handle terkait “Integrated Supervision”. OJK yang notabene masih bayi baru lahir harus banyak belajar darimana saja. Kebetulan workshop week minggu lalu adalah bagian dari MoU OJK-JFSA, yaitu sharing knowledge. Workshop ini sudah level intermediate, tante dibantu oleh tim DPSM dan panitia kecil dari perbankan mencari nama-nama peserta dari ketiga core bisnis OJK (perbankan, pasar modal, IKNB) dan BI. Persiapan hanya H-14 cukup membuat dabag-dubug karena tante dan teman PCS lainnya belum paham flow internal OJK untuk sebuah acara. Alhamdulillah berjalan lancar hingga selesai.

Well, yang ingin tante sampaikan adalah bekerjalah dengan sabar dan positive thinking. Kurang baik bila merasa pekerjaan yang diberikan didepan mata merupakan hal teknis yang telah biasa dilakukan. Kurang baik bila mengikuti ego bahwa seharusnya kita dapat melakukan lebih. Dua hal tersebut selalu tante tanamkan dalam hati, perlahan-lahan apabila terasa lelah dan ego mulai muncul, kita dapat merasa tenang. Ingat Allah, bersyukur.
Sudah alhamdulillah dapat pekerjaan yang dipandang orang lain baik, sudah alhamdulillah diberi nikmat sehat dan dapat bagun pagi.

Dalam hal ini, tante teringat mengapa Ayahmu sangat kekeuh bahwa passion itu ya cara kita menikmati apa yang ada didepan mata, karena sering dalam hidup kita tidak dapat memilih (terlalu banyak).

Oke Bil, tante harus kembali bekerja. Fyi, krl jam 06.03 penuh cuiii so tante harus menghormati jerih payah badan ini yang telah mau diajak berlari-lari dan gencet-gencet di krl.
Yuk produktif!

Miss you, Bil in London.

-Tante, Gedung Soemitro, 2 September 2014.

bil in london

Tes Masuk PCS OJK: P Muliaman D Hadad & PCS

img1402055969513

Moderator Diskusi bersama Bp Muliaman D Hadad

Senang dapat proactive meramaikan kegiatan PCS diskusi bersama Pak Muliaman D Hadad, 6 Juni 2014 sebagai moderator ber-partner dengan Irwan, Kelas E. Didaulat sebagai moderator mengingatkan saya pada masa-masa menyenangkan di Jogja: moderator, peneliti, staf komunikasi, dan dealing person. Eniwei, diskusi dengan P Muliaman mengalir dengan berbagai topik menarik, antara lain:

Pertama, penempatan pertama beliau di Mataram saat PCPM Bank Indonesia. Beliau banyak bercerita bagaimana kita dapat menyikapi keputusan dan tanggung jawab yang diberikan kepada kita meski terlihat berat. Pesannya, terimalah dengan ikhlas dengan demikian dapat mengerjakan dengan sebaik-baiknya apa yang seharusnya dikerjakan. Kedua, Motivasi untuk membaca buku. Ketiga, Perbankan syariah di Indonesia. Keempat, work life balance sesuai hobi masing-masing. Kelima, masa depan OJK. Topik ini sangat menarik, beliau menjelaskan secara mengalir bagaimana OJK harus kokoh dari internal untuk memberikan services terbaik kepada industri dan masyarakat Indonesia melalui kegiatan dan fungsi OJK. Berbagai kerjasama, perbaikan internal, berbagai program pengembangan SDM dilaksanakan untuk mencapai target masa trasisi tsb. Belum lagi ditambah dengan eskpektasi industries terhadap kinerja OJK terkait pungutan. Almost two hours bersama cerita-cerita inspirasi beliau.

Lesson learned: Ada yang berbeda dalam menjadi moderator kali ini, penting untuk menggali lebih dalam sosok calon pembicara sebelum di atas panggung. Saya terlupa bahwa beliau memiliki karakter pencerita yang menyenangkan. Dengan demikian, tidak memungkinkan untuk tek tok takan dengan cepat. Senang dapat membantu beliau dalam ‘membisiki kata’ saat lupa kosakata yang tepat. Hihihi kapan lagi membisiki RI 1 OJK 2014. Let it flow.

Terima kasih saya ucapkan kepada tim DPSM: Pak Toto, Pak Horas, Pak Rifqi, Ibu Miranti, dan Irwan dalam mempercayakan diskusi ini meski sangat jauh dari kesempurnaan.