Tes Masuk PCS OJK 2013 (part I)

“Finally, I got my dream JOB, pak Ade!”

Kalimat pesan saya kirimkan kepada ex. HRD di kantor lama sesaat pengumuman penerimaan calon staf Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Sungguh, Allah mboten nate sare (tidak pernah tidur) untuk umat-Nya yang tidak pernah berhenti berusaha. Pencarian DREAM JOB saya mulai semenjak lulus S1 di tahun 2008 akhir. Coba dan mencoba beradaptasi dengan suasana dunia kerja memang tidak mudah bila mempertimbangkan makna kebahagiaan. Pada saat itu, alasan finansial bukan menjadi prioritas, yang penting bagaimana bekerja dengan hati senang. Penerimaan staf United Nations Pusat di New York belum membuahkan hasil yang baik, beruntunglah Negara ini mencetak sejarah baru dengan membentuk Lembaga Negara yang independen. Untuk saya yang sedikit tidak up date fungsi OJK, beruntung memiliki teman-teman FEB yang memberikan informasi penerimaan. “Tes OJK gih. Butuh HI loh…” -they said.

Tanpa panjang pikir, begitu mengetahui bahwa program OJK didesain ‘berkiblat’ pada PCPM Bank Indonesia, langsung mencoba mendaftar. Berikut secara singkat saya paparkan proses rekrutmen OJK PCS I Tahun 2014:

1. Seleksi Administrasi

Tes OJK diawali proses seleksi administrasi, pada proses ini calon pelamar diminta untuk melengkapi data diri beserta kelengkapannya secara online. Jalan Allah, ada Hubungan Internasional minimal S1 -bisalah ini lolos. Tipsnya, mohon tidak deadliner dalam mendaftar online karena terdapat pertanyaan uraian yang membutuhkan waktu cukup lama.

2. Tes Tertulis

Pada tahap ini saya lebih menyebut sebagai reuni KAGAMA, terutama HI, bukan ujian tertulis OJK. Mengapa? karena dalam satu ruang ujian, ko ya pas isinya anak HI UGM semua. DAMN! Something shit happen. astagfirullah, saya salah bawa map merah yang telah disiapkan berisi kelengkapan asli dll. Ko ya baru ketahuan di dalam ruangan saat ujian akan dimulai. Secara spontan, saya langsung menghadap petugas ujian dan kepala pelaksana ujian: alhamdulillah masih diperbolehkan ikut ujian dengan syarat kelengkapan harus tiba tepat pukul 12:00 saat ujian selesai. ALLAHU AKBAR, jalan Allah, kakak sedang berada di rumah dan tidak memiliki acara sehingga dapat mengantarnya ke PPM Manajemen di Tugu Tani, Jakarta. “Catet bakal peluk kakak kalo diterima, done!”

Materi tes tertulis: sesi I tes kreplin/ pauli beberapa menit dilanjut tes pengetahuan umum all about up date ekonomi Indonesia, akuntansi dan OJK. Sesi II pengetahuan bidang, Hubungan Internasional, biasalah macem tes HI di Kementrian Luar Negeri atau lainnya (perjanjian, up date berita internasional, tokoh-tokoh, dan hafalin saja pertemuan Multilateral beserta tahun & pertemuan keberapa). Bukan anak HI ah kalo gak bisa. lol Mirip-mirip ujian trivial Bu SMS di Pengantar Ilmu HI. Bisalaaaaah pasti. Untuk teman-teman bidang lain, mungkin juga standart bidang mereka. Sesi berikutnya, tes Bahasa Inggris (kecuali bagi mereka yang memiliki sertifikat TOEFL ITP). Bisalaaah pasti. Tips: biasakan membaca berita dan peka pada informasi dan pahami ilmu dibidangnya, rasanya tidak mungkin kebut semalam. Saya pun hanya mengandalkan daya ingat. Jadi persiapkan jauh-jauh hari apabila berminat mengikuti tes OJK.

Tes keOJK an: dalam tes ini secara general menuntut pelamar kerja mengenal ‘kepo’ tentang OJK. Saya saat itu nalar saja langsung buka website resmi OJK, undang-undang OJK UU OJK No.11 tahun 2011, ya visi misi, leaders,alasan dibentuk, jobdes, dan berita terkini OJK.

Tes Ekonomi Dasar: ya untung bisa akuntansi dasar dan pengetahuan tentang ekonomi mikro makro prudensial.

Dalam tes ini saya berusaha sangat fokus agar dapat menyelesaikan semua pertanyaan yang banyaakkk itu dan yakin bahwa ijazah kelengkapan dokumen saya keburu diantar kakak sebelum jam 12. Jadi cepet2 selesai biar bisa keluar ruangan ambil ijazah dan lainnya.

Tips: tidur cukup, sarapan, tenang, doa ortu dan cek berkas kartu ujian dll.

3. Tes Psikotes

Tahap ini menurut saya bukan tes ya, karena psikotes akan membantu penerima kerja dalam menggali karakter dari calon pegawai. Jalan Allah, pernah ikut personal development ala Ibu Psi. Ratih Ibrahim sehingga memahami minat dan bakat dari diri saya. Tips saya, tutup deh itu buku psikotes, sekedar untuk melatih agar tidak gugup gpp, asal tidak menjadikan kunci jawaban tsb sebagai patokan dalam menjawab soal tes. Mindset yang saya tanam: psikotes ini hanya tools untuk mengkonfirmasi karakter yang saya miliki apakah sesuai dengan pekerja di OJK nantinya, disesuaikan dengan kompetensi yang saya miliki. Jenis tes: standart psikotes lah… yang penting konsisten dan persisten dalam mengerjakan. Belakang setelah saya masuk OJK, hal tersebut namanya integritas. Faktanya, ko ya setiap berkenalan sesama PCS dan PCPM BI karakter generalnya sama, yaitu salah satunya memiliki jiwa integritas tinggi. Mungkin itulah yang dicari dalam tes OJK.

4. Wawancara Psikolog

Tahap ini merupakan tahap konfirmasi yang dilakukan psikolog terhadap kita. Rada gugup karena paling gimana gitu ya ditanya-tanya ahlinya tapi mereka sebenarnya sudah tahu kita (dari hasil psikotes). Tipsnya, berikan penjelasan apa adanya terkait CV di pendaftaran online dan pertanyaan mereka. Mindset: pewawancara hanya mengkonfirmasi informasi. Sedikit bisa menguasai medan karena kebetulan saya memiliki teman-teman lulusan psikologgi atau manajemen, belum lagi pernah di tes beneran oleh bu Ratih Ibrahim. Percaya diri sajalah… ini hanya proses konfirmasi.

5. Tes Wawancara User

Lha ini…. baru saya panik. Eits, untuk mengatasinya saya butuh persiapan ekstra. Saya menyusun list daftar pertanyaan, flow menceritakan CV, OJK, keluarga, shadow of future, dan sudah pasti kompetensi saya dibidang HI. Saya pun meminta waktu teman sekantor, HRD, berlatih wawancara. Beliau menyampaikan apa yang biasa ditanyakan dan bagaimana menguasai medan wawancara user. Tips: tatap mata user dengan yakin; jawab dengan tegas, jelas, runut; tidak mudah terbawa suasana baik merasa nyaman ataupun tegang; pastikan menguasai flow CV, OJK, dan berita terkini. Untuk menggali kompetensi, dua orang user bertanya tentang ke-HI an terkait kerjasama bilateral dan multilateral, OJK, dan pengalaman yang dapat mendukung. Untuk keluarga, ditanya tentang komitmen bekerja, common sense-laaah. Jelas diawal si Ibu user menjelaskan bahwa “mbak ratih, kami hanya ingin mengkonfirmasi…” Iyes klop! sesuai dengan minset saya sehingga tidak sulit membangun komunikasi dengan mereka. Wawancara yang lebih mengarah pada diskusi pun dimulai dengan renyah.

Oia, saya sempat proactive memberanikan diri menyampaikan portofolio yang sudah saya siapkan dengan rapi: sertifikat juara, abstraksi beberapa karya tulis, sertifikat keikutsertaan dalam conference, dan sebuah majalah Jalanjalan edisi terbaru September 2013 yang memuat karya saya. Beliau berdua tidak memiliki waktu banyak untuk melihat detail, jangan berkecil hati at least mereka notice kita mampu berkarya. Tes OJK belum selesai. Lanjut!

6. Tes Kesehatan

Alamak! ini yang paling mendebarkan karena berat badan saya sedang naik diambang index massa tubuh. Hiks. Entah apa yang bisa saya berikan tips selain jogging pagi jauh-jauh hari, minum air putih secara regular, buah dan hindari kelebihan kolestrol-gula. Ajaib jalan Allah deh bila tentang tes kesehatan. karena adapula teman pandai tapi tidak lulus tes ini. Apapun itu tetap keep spirit alive ajalah dalam tes OJK ini.

7. Tes Psikiatri

Tahap tes ini paling melelahkan karena kita diminta menjawab pertanyaan yang “kalau kita dalam kondisi manusia normal jiwa pasti ya akan biasa saja”. Materi tes ini Jalan Allah saya temukan dari browsing di internet. Misalnya apakah Anda takut dengan api…ya enggaklah, api di perapian api di kebakaran akan enggak ngejar kita….. Katanya sih, ada slot nilai tingkat kebohongan… Tips: hayolo, kerjakan dengan serius dan sewajarnya saja yah. Tes ini diadakan oleh third party lainnya, RS Jiwa Islam Jakarta (hwkwkwkw- karena saya alhamdulillah normal)

PENGUMUMAN tes OJK DIUNDUR… inilah ‘seni’nya ikut tes OJK ala PPM Mandiri pasti akan ada mundur jadwal pengumuman. So bersabarlah meski sulit untuk menunggu ketidakpastian ditengah harapan. Tips yang saya pegang adalah mengingat kalimat mentor saya: “biasanya kalo itu DREAM job biasanya jadi berHARAP. Nah berhati-hati ya, Ratih” -pesan pak Ade. Selanjutnya, sangat wajar bila kita sebagai umat beragama berdoa dan beribadah khusus dalam pencapaian hajat ini. Sempatkanlah, sholat Dhuha dan malam sebanyak-banyaknya rakaat dan bersedekahlah. Posisikan kita sungguh tidak punya kuasa, selaian kuasa Allah. Legowo ikhlas lahir batin memberikan apa yang kita miliki untuk bersedekah. Saya memegang prinsip dari mentor saya, mas Hangga, “semakin banyak memberi, semakin banyak menerima” Ini semacam olah kekuatan otak kanan, si Ippho Right. Selamat mencoba dan berjuang! jangan lupa ya pada nazar bila sudah diterima, karena perjalanan sesungguhnya baru DIMULAI.

Alhamdulillah. OJK menjadi solusi terbaik bagi saya dan orang tua. Keduanya sudah tenang karena si bungsu dapat bekerja dengan tenang di tempat terbaik, insyallah. Tips, jika Anda memiliki kesempatan ikut dalam rekrutmen PCPM Bank Indonesia, persiapkanlah dan pergunakanlah baik-baik karena saya salah satu yang tidak memiliki kesempatan itu, ditengah kakak dan teman-teman saya bercerita bagaimana kisah mereka ikut PCPM. Saya sudah kepentok di administrasi: kakak kandung. POSITIF-nya, senior-senior saya di OJK sekarang adalah teman-teman kakak saya, so Allah sungguh Maha Pengatur. Kini saya tinggal fokus belajar pada mereka. Bismillah.

-Ratih, Kemang, Mei, 2014

Credit to my mentors during this recruitment:

pak Ade Fitriansiah, KAGAMA Psikologi 2001 dan mas Hangga Ady, KAGAMA HI 2002.

ojk_foto

Kartu tes OJK 2013

***Tulisan ini hanya sharing apa yang telah saya jalani tahun 2013, dengan demikian mohon maaf penulis tidak lagi (senang) menerima pertanyaan via email secara pribadi karena mostly sudah disampaikan pada comments dan tentang detail soal-soal (since I am not a HR/ recruiter) yang akan keluar. Dan apabila memang ada pertanyaan silakan pada kolom comments agar pembaca lain dapat membaca, sehingga saya tidak lelah tanggung jawab moral menjawab. Harap maklum.

Dipersilakan kroscek pada comments sebelumnya pada tulisan ini atau edisi re-post judul ini. Tidak dapat membalas email dengan topik sama secara berulang. Harap maklum.