BREXIT and Free Movement on Islamic Finance Industries

11013446_10153090678338284_677608959309593587_n

BoE, July, 2015

Short documentation: 

In general the British exit (Brexit) issue is more political rather than economy. It began with the opinion of most British senior citizens who feel that the UK is bigger than Europe (Great Britain is not supposed to be ruled by the much smaller Brussel) and this was harnessed by politicians to be turned into a political issue.

The historical background, in 1991 the Maastricht Treaty/Treaty on European Union (TEU) was signed with a vision of integrating its member countries further more, amongst it is the plan of using Euro as a single currency.  The UK Prime Minister at the time, Tony Blair, filed a clause to “opt out”. Then in 2002 the EUR currency was launched and several EU member countries were listed in the European Monetary Union (EMU). The UK Chancellor at the time Gordon Brown, carried out five tests to assess the possibilities for UK to use EUR, which included 1) Economic Harmonization, 2) Sufficient Flexibility, 3) Effect on Investment, 4) Effect on Financial Services, and 5) Effect on Growth and Jobs, and the results showed that it was better for the UK to not join the EMU.

In its trade system, European Union also applies Single Market that means the European Union region as a territory with no internal border/barrier that obstructs the movement of goods and services. Should the UK exited EU, the benefit of the single market mechanism in European countries would still be enjoyed by both sides through bilateral cooperation.

Up to today the pro-EU position is still slightly ahead of pro-Brexit (45:40), and there is still a chance for pro-Brexit to win the votes because of the size of the undecided vote (15%). Should pro-EU won in the EU referendum, it would strengthen the political position of Cameron and the Conservative Party. Yet on the other hand should pro-Brexit won, many analysts predicted that Cameron would be pressured to resign.

Should Brexit won, the impact is predicted toward the Service Trade, 1) whether or not carrying out Brexit, the UK will still lose influence toward EU member countries that are heading into a more strict monetary and fiscal integration, 2) the UK kept rejecting EU regulations that will harm the City of London (i.e. financial transaction tax), 3) exiting EU enables the UK to become a center of global finance, and 4) exiting EU will not have any harmful effect for the UK and will not change the fundamental attraction of London.

One of the main Three Pillars of The European Union is the European Communities that include the aspects of economic, social, and environmental policies. It is interesting to observe the issue of Labor Force Movement (free movement), on Q1 2015, the number of EU population with working status in UK reached 1.9 million people[1].  These EU immigrants have rights on benefits (that includes tax credit) equal to the UK citizens, and it is a pull factor that triggers immigration and creates distortions in the labor force market[2]. Should the UK stayed in EU it would raise immigration policies problems. In the UK, immigration grows faster than the infrastructure that the public services become scarce and immigration can reduce the UK citizen wages. The Brexit could help in selection professional labor force who can work in the UK. That includes the free movement of expertise, and law firm in the field of Islamic Finance will be limited access in UK/EU. In the future the UK government can focus the developments on policies, education and industries in the Islamic Finance to maintain the UK position as the center of Global Islamic Finance Development. Certainly it would be supported by a renegotiation of its bilateral cooperation scheme with EU countries. (RATIH R./165/June)

[1] http://www.migrationobservatory.ox.ac.uk/briefings/migration-flows-a8-and-other-eu-migrants-and-uk

[2] Phillip Hammond, UK Foreign Secretary (http://www.ft.com/cms/s/0/805c2250-771b-11e5-933d-efcdc3c11c89.html#axzz3rfRiFB1E)

 

 

Advertisements

Tes Masuk OJK: OJT Kelompok -reposted

Ahe! Tahap selanjutnya setelah Klasikal adalah on the job training Kelompok. Dimasa ojt kelompok ini, akan ditugaskan kedalam satuan kerja setiap minggunya. Pikiran kita lebih akan mengacau memikirkan hal-hal yang pelik namun just do it. Saat saya menuliskan tulisan ini, alhamdulillah sudah ditahap akhir satker DPKU, iyeay! minggu depan saatnya untuk move on dari ojt kelompok. Tujuan ojt kelompok ini adalah mengkroscek ilmu yang telah didapat selama Klasikal dan fakta di lapangan. Berikut pengalaman ojt di satker kelompok saya, A3:

1. Kantor Regional OJK 3 yang berlokasi di Surabaya: disini kami belajar makna integrated supervision OJK. Alhamdulillah, kami memiliki pembimbing yang baik Ibu Esti dan Pak Rino. SDM KR OJK merupakan pegawai Bank Indonesia yang sedang ditugaskan ke OJK, mereka semua adalah pengawas perbankan. Dari KR OJK, saya belajar bagaimana berpikir secara runut dalam institusi regulator. Semangat integritas pegawai penugasan BI ini sangat luar biasa, layak dicontoh. Open minded people dan runut. Di KR OJK, saya menyempatkan sharing dengan rekanan kakak di BI bidang moneter dan LO. Kesempatan ini mempertemukan saya dengan Pak Djoko, beliau pernah ditugaskan di BI, PPATK dan APRA Australia. Di kelas bersama pak Djoko saya banyak belajar mengenai filosofi pembentukan suatu Lembaga Negara. Semoga dilain kesempatan bertemu beliau, topiknya: kerjama internasional. Tinggal di Surabaya cukup menarik, tata kota yang terjaga keindahannya (walikotanya Bu Risma), belum lagi kuliner Bebek yang super lezat dimana saja (bebek lover mode on) dan akses menikmati kota di luar Surabaya. Saya senang menikmati Kota Malang: alun-alun Kota Malang baik ketannya, susu segar pagi; udara sejuk daerah Batu Malang; nongkrong asik di kafe sambil bernostalgia bersama teman-teman HI UGM (KAGAMA is everywhere yaaa); dan menikmati pemandangan outdoor di Malang (a.k.a SEMPU) -hadaaah itu pantai sungguh kurang worth it untuk saya kesana lagi mengingat medan yang berat (berlumpur -hujan dan kurang safety, mungkin pastikan cuaca baik yah kalo kesana); kuliner di Malang itu nikmat! faktanya, perlu agenda extend semalam di Malang.

2. Direktorat Pengawasan Bank Syariah (DPBS): AHA! hello Thamrin, back to real city. Udara sejuk Jakarta sebelum pukul 06:00 itu lumanyan bisa diandalkan… pagi ini ojt di komplek Bank Indonesia di gedung A. Selama ojt di DPBS ini, kami menggali lebih dalam mengenai pengawasan perbankan syariah di Indonesia. Hari ini saya merasa: OMG saya masuk ke dalam sistem negara ini. Well, pengawasan PBS yang berbeda dari bank konvensional sangat menarik. Ditambah pula kultur yang Islami, Asslamu’alaikum, damai banget euy bersama orang-orang PBS ini. Disini saya bertemu pak Erwin, kawan angkatan kakak yang amazing laaah. Alhamdulillah kami landing dengan selamat pada presentasi mingguan. Ini berkat bimbingan pak Alvin dengan tagline-nya feel free laaah dalam berpendapat dan common sense-laaah.

3. Direktorat Pengendalian Kualitas Pengawasan Perbankan (DPKP): Huwa ini satker nyentrik abis. Pengalaman yang sangat berharga mengenai moral dan etika tidak akan terlupakan. Para staf di DPKP bisa jadi terbiasa melakukan quality assurance terhadap hasil kinerja pengawas bank, so strict abis. Well disini saya bertemu dengan Pak Arif, babe yang memberikan motivasi luar biasa bagaimana memperhatikan gap generasi di Indonesia dalam bekerja; alert atas bottle neck karir di OJK; dan persiapan masa pensiun.

4. Direktorat Pasar Modal Syariah (DPMS): yeap! keluar dari pengawasan perbankan sejenak. Ojt kali ini menggali pasar modal syariah di Indonesia. Para staf di DPMS merupakan pegawai ex. Bappepam. Uwalaaa…. kultur bekerja yang berbeda dari dua tempat ojt sebelumnya. Di DPMS, lebih pada guyub dari level Direktur ke staf biasa. Suasana kantor ya kurang rapi sih untuk ukuran kerapihan saya dan guyub somehow kemriyek membuat pusing kepala saya. Well, mereka memiliki gaya bekerja yang tidak dapat dibandingkan apple to apple dengan kultur Bank Indonesia. Disinilah ‘seninya’ sebagai PCS Angaktan I untuk memfasilitasi gap culture yang ada, so far sih sudah ada direktorat culture sih, it is not big deal laaah ya. Jika ditanya dan bisa memilih, semoga tidak kembali kemari yah, bisa stres nanti saya. Oia, saya bertemu dengan KAGAMA FEB 2005, Danu. Uwalah it is small world yaaa.

5. Direktorat Pengawasan Dana Pensiun (DPDP): Direktorat ini cukup unik mengingat industri Dana Pensiun pun juga unik. Pengawasan disini menggunakan tools SPERIS dan SANBERRIS. Mirip dengan perbankan yang berbasiskan risiko. Well, kami menyampaikan presentasi perbandingan pengawasan perbankan dan dana pensiun. Spirit dari presentasi ini adalah sharing knowledge pengawas. Iyeas! happy landing. 

6. Direktorat Pengendalian Kualitas (DPKU): direktorat ini super uniiik karena fungsi quality assurans atas organisasi OJK Wide ada disini. Kami diminta untuk menganalisa organisasi OJK Indonesia dengan benchmarking dengan OJK di negara lain. Huwalaha berhubung kelompok kecil saya tidak ada yang memiliki educational background manajemen, ini menjadi ilmu baru. Semoga kami happy landing…

Setelah on the job training kelompok di satuan kerja kami harus mengikuti SEMAPTA, parahnya sebagai wajib militer mungkinnya. Banyak cerita riweuh hidup di dalam barak selama SEMAPTA, makan banyak, lariiii dan wajah gosong pasca SEMAPTA membuat saya kurang antusias.

TIADA yang lebih menegangkan selain penantian pembukaan amplop penempatan masa ojt individu -yang notabene merupakan calon satuan kerja penempatan permanen masing-masing. HIKS! Semoga ditempatkan di tempat yang terbaik, ya Allah.

-Ratih, Bidakara, Mei 2014

Tes Masuk PCS OJK 2013 (part I) -reposted

“Finally, I got my dream JOB, pak Ade!”

Kalimat pesan saya kirimkan kepada ex. HRD di kantor lama sesaat pengumuman penerimaan calon staf Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Sungguh, Allah mboten nate sare (tidak pernah tidur) untuk umat-Nya yang tidak pernah berhenti berusaha. Pencarian DREAM JOB saya mulai semenjak lulus S1 di tahun 2008 akhir. Coba dan mencoba beradaptasi dengan suasana dunia kerja memang tidak mudah bila mempertimbangkan makna kebahagiaan. Pada saat itu, alasan finansial bukan menjadi prioritas, yang penting bagaimana bekerja dengan hati senang. Penerimaan staf United Nations Pusat di New York belum membuahkan hasil yang baik, beruntunglah Negara ini mencetak sejarah baru dengan membentuk Lembaga Negara yang independen. Untuk saya yang sedikit tidak up date fungsi OJK, beruntung memiliki teman-teman FEB yang memberikan informasi penerimaan. “Tes OJK gih. Butuh HI loh…” -they said.

Tanpa panjang pikir, begitu mengetahui bahwa program OJK didesain ‘berkiblat’ pada PCPM Bank Indonesia, langsung mencoba mendaftar. Berikut secara singkat saya paparkan proses rekrutmen OJK PCS I Tahun 2014:

1. Seleksi Administrasi

Tes OJK diawali proses seleksi administrasi, pada proses ini calon pelamar diminta untuk melengkapi data diri beserta kelengkapannya secara online. Jalan Allah, ada Hubungan Internasional minimal S1 -bisalah ini lolos. Tipsnya, mohon tidak deadliner dalam mendaftar online karena terdapat pertanyaan uraian yang membutuhkan waktu cukup lama.

2. Tes Tertulis

Pada tahap ini saya lebih menyebut sebagai reuni KAGAMA, terutama HI, bukan ujian tertulis OJK. Mengapa? karena dalam satu ruang ujian, ko ya pas isinya anak HI UGM semua. DAMN! Something shit happen. astagfirullah, saya salah bawa map merah yang telah disiapkan berisi kelengkapan asli dll. Ko ya baru ketahuan di dalam ruangan saat ujian akan dimulai. Secara spontan, saya langsung menghadap petugas ujian dan kepala pelaksana ujian: alhamdulillah masih diperbolehkan ikut ujian dengan syarat kelengkapan harus tiba tepat pukul 12:00 saat ujian selesai. ALLAHU AKBAR, jalan Allah, kakak sedang berada di rumah dan tidak memiliki acara sehingga dapat mengantarnya ke PPM Manajemen di Tugu Tani, Jakarta. “Catet bakal peluk kakak kalo diterima, done!”

Materi tes tertulis: sesi I tes kreplin/ pauli beberapa menit dilanjut tes pengetahuan umum all about up date ekonomi Indonesia, akuntansi dan OJK. Sesi II pengetahuan bidang, Hubungan Internasional, biasalah macem tes HI di Kementrian Luar Negeri atau lainnya (perjanjian, up date berita internasional, tokoh-tokoh, dan hafalin saja pertemuan Multilateral beserta tahun & pertemuan keberapa). Bukan anak HI ah kalo gak bisa. lol Mirip-mirip ujian trivial Bu SMS di Pengantar Ilmu HI. Bisalaaaaah pasti. Untuk teman-teman bidang lain, mungkin juga standart bidang mereka. Sesi berikutnya, tes Bahasa Inggris (kecuali bagi mereka yang memiliki sertifikat TOEFL ITP). Bisalaaah pasti. Tips: biasakan membaca berita dan peka pada informasi dan pahami ilmu dibidangnya, rasanya tidak mungkin kebut semalam. Saya pun hanya mengandalkan daya ingat. Jadi persiapkan jauh-jauh hari apabila berminat mengikuti tes OJK.

3. Tes Psikotes

Tahap ini menurut saya bukan tes ya, karena psikotes akan membantu penerima kerja dalam menggali karakter dari calon pegawai. Jalan Allah, pernah ikut personal development ala Ibu Psi. Ratih Ibrahim sehingga memahami minat dan bakat dari diri saya. Tips saya, tutup deh itu buku psikotes, sekedar untuk melatih agar tidak gugup gpp, asal tidak menjadikan kunci jawaban tsb sebagai patokan dalam menjawab soal tes. Mindset yang saya tanam: psikotes ini hanya tools untuk mengkonfirmasi karakter yang saya miliki apakah sesuai dengan pekerja di OJK nantinya, disesuaikan dengan kompetensi yang saya miliki. Jenis tes: standart psikotes lah… yang penting konsisten dan persisten dalam mengerjakan. Belakang setelah saya masuk OJK, hal tersebut namanya integritas. Faktanya, ko ya setiap berkenalan sesama PCS dan PCPM BI karakter generalnya sama, yaitu salah satunya memiliki jiwa integritas tinggi. Mungkin itulah yang dicari dalam tes OJK.

4. Wawancara Psikolog

Tahap ini merupakan tahap konfirmasi yang dilakukan psikolog terhadap kita. Rada gugup karena paling gimana gitu ya ditanya-tanya ahlinya tapi mereka sebenarnya sudah tahu kita (dari hasil psikotes). Tipsnya, berikan penjelasan apa adanya terkait CV di pendaftaran online dan pertanyaan mereka. Mindset: pewawancara hanya mengkonfirmasi informasi. Sedikit bisa menguasai medan karena kebetulan saya memiliki teman-teman lulusan psikologgi atau manajemen, belum lagi pernah di tes beneran oleh bu Ratih Ibrahim. Percaya diri sajalah… ini hanya proses konfirmasi.

5. Tes Wawancara User

Lha ini…. baru saya panik. Eits, untuk mengatasinya saya butuh persiapan ekstra. Saya menyusun list daftar pertanyaan, flow menceritakan CV, OJK, keluarga, shadow of future, dan sudah pasti kompetensi saya dibidang HI. Saya pun meminta waktu teman sekantor, HRD, berlatih wawancara. Beliau menyampaikan apa yang biasa ditanyakan dan bagaimana menguasai medan wawancara user. Tips: tatap mata user dengan yakin; jawab dengan tegas, jelas, runut; tidak mudah terbawa suasana baik merasa nyaman ataupun tegang; pastikan menguasai flow CV, OJK, dan berita terkini. Untuk menggali kompetensi, dua orang user bertanya tentang ke-HI an terkait kerjasama bilateral dan multilateral, OJK, dan pengalaman yang dapat mendukung. Untuk keluarga, ditanya tentang komitmen bekerja, common sense-laaah. Jelas diawal si Ibu user menjelaskan bahwa “mbak ratih, kami hanya ingin mengkonfirmasi…” Iyes klop! sesuai dengan minset saya sehingga tidak sulit membangun komunikasi dengan mereka. Wawancara yang lebih mengarah pada diskusi pun dimulai dengan renyah.

Oia, saya sempat proactive memberanikan diri menyampaikan portofolio yang sudah saya siapkan dengan rapi: sertifikat juara, abstraksi beberapa karya tulis, sertifikat keikutsertaan dalam conference, dan sebuah majalah Jalanjalan edisi terbaru September 2013 yang memuat karya saya. Beliau berdua tidak memiliki waktu banyak untuk melihat detail, jangan berkecil hati at least mereka notice kita mampu berkarya. Tes OJK belum selesai. Lanjut!

6. Tes Kesehatan

Alamak! ini yang paling mendebarkan karena berat badan saya sedang naik diambang index massa tubuh. Hiks. Entah apa yang bisa saya berikan tips selain jogging pagi jauh-jauh hari, minum air putih secara regular, buah dan hindari kelebihan kolestrol-gula. Ajaib jalan Allah deh bila tentang tes kesehatan. karena adapula teman pandai tapi tidak lulus tes ini. Apapun itu tetap keep spirit alive ajalah dalam tes OJK ini.

7. Tes Psikiatri

Tahap tes ini paling melelahkan karena kita diminta menjawab pertanyaan yang “kalau kita dalam kondisi manusia normal jiwa pasti ya akan biasa saja”. Materi tes ini Jalan Allah saya temukan dari browsing di internet. Misalnya apakah Anda takut dengan api…ya enggaklah, api di perapian api di kebakaran akan enggak ngejar kita….. Katanya sih, ada slot nilai tingkat kebohongan… Tips: hayolo, kerjakan dengan serius dan sewajarnya saja yah. Tes ini diadakan oleh third party lainnya, RS Jiwa Islam Jakarta (hwkwkwkw- karena saya alhamdulillah normal)

PENGUMUMAN tes OJK DIUNDUR… inilah ‘seni’nya ikut tes OJK ala PPM Mandiri pasti akan ada mundur jadwal pengumuman. So bersabarlah meski sulit untuk menunggu ketidakpastian ditengah harapan. Tips yang saya pegang adalah mengingat kalimat mentor saya: “biasanya kalo itu DREAM job biasanya jadi berHARAP. Nah berhati-hati ya, Ratih” -pesan pak Ade. Selanjutnya, sangat wajar bila kita sebagai umat beragama berdoa dan beribadah khusus dalam pencapaian hajat ini. Sempatkanlah, sholat Dhuha dan malam sebanyak-banyaknya rakaat dan bersedekahlah. Posisikan kita sungguh tidak punya kuasa, selaian kuasa Allah. Legowo ikhlas lahir batin memberikan apa yang kita miliki untuk bersedekah. Saya memegang prinsip dari mentor saya, mas Hangga, “semakin banyak memberi, semakin banyak menerima” Ini semacam olah kekuatan otak kanan, si Ippho Right. Selamat mencoba dan berjuang! jangan lupa ya pada nazar bila sudah diterima, karena perjalanan sesungguhnya baru DIMULAI.

Alhamdulillah. OJK menjadi solusi terbaik bagi saya dan orang tua. Keduanya sudah tenang karena si bungsu dapat bekerja dengan tenang di tempat terbaik, insyallah. Tips, jika Anda memiliki kesempatan ikut dalam rekrutmen PCPM Bank Indonesia, persiapkanlah dan pergunakanlah baik-baik karena saya salah satu yang tidak memiliki kesempatan itu, ditengah kakak dan teman-teman saya bercerita bagaimana kisah mereka ikut PCPM. Saya sudah kepentok di administrasi: kakak kandung. POSITIF-nya, senior-senior saya di OJK sekarang adalah teman-teman kakak saya, so Allah sungguh Maha Pengatur. Kini saya tinggal fokus belajar pada mereka. Bismillah.

-Ratih, Kemang, Mei, 2014

Credit to my mentors during this recruitment:

pak Ade Fitriansiah, KAGAMA Psikologi 2001 dan mas Hangga Ady, KAGAMA HI 2002.

ojk_foto

Kartu tes OJK 2013

Tes OJK Time Flies so Fast: Kesempatan Berkarir dan Berkarya di OJK

Picture 12

web ppm mandiri

Trata! Waktu berjalan sangat cepat
Setahun telah berlalu dengan cepatnya
Menarik kebelakang waktu, dimana tante masih mencari pertanyaan atas kantor mana yang mampu membuat ‘berhenti hijrah’
Otoritas Jasa Keuangan baru dibuka pada saat itu. Sebagai lembaga baru, masih bayi.
Keyakinan mendaftar hanyalah satu ‘ini partner Bank Indonesia dalam menjalankan ekonomi yang khusus pada mikro prudensial’
Artinya, kebanyakan pegawainya adalah penugasan dari Bank Indonesia, singkatnya asiik nih kerja bareng orang-orang BI. Yeap! good culture, integritas tinggi, dan senantiasa belajar selalu.

Si Bil, semoga tante tetap mengingat energi proses rekruitmen yang sungguh menyita energi, doa serta keikhlas-an. Si Bil, belajar baik-baik yaaa… boleh nanti berkarir dengan ilmu kayak Bunda atau Ayah dan tante mah ga jauh beda. Yang penting, ingat syaratnya “pegang dulu ticket lulusnya….(ijazah perguruan tinggi)…”

Dimana pun kita bekerja, wanita lelaki pun bekerja untuk tanggung jawab kepada orang tua yang telah sangat tinggi menyekolahkan kita. Jadi anak perempun pun harus mandiri dengan bekerja. Di kantor, tante banyak bertemu teman-teman PCPM ayahmu, they look so passionate with their job. Just like your father and mom. Belajar yang pinter ya anak manis, semoga bisa meneruskan rasanya atmosfir bekerja di gedung kembar BI. Amazing deh!

Mari menulis Tugas Akhir!

Bintaro, Sabtu, 4 Oktober 2014

Kelas A @LPPI, Kemang

Kelas A @LPPI, Kemang

Well done, kegiatan Klasikal telah selesai dengan baik diselesaikan bersama teman-teman terbaik di kelas A PCS OJK Angkatan I OJK. Selain belajar, saya senang menikmati hari bersama teman-teman yang super hebat dan asyiiiik. BAHAGIA. HAPPY. Alhamduillaaaah, terima kasih kelas A.

Untuk mengingat kawan angkatan yang super, TRATA inilah mereka:

A1: Gati, Ratih P, Intan, Amini, Risti, Teto, Dharma, Devi, Sulton, Arsendi

A2: Yudha, Nisa, Dhita, Reza, Manda, Dudi, Rita, Carina, Dedy, Fadli

A3: Martini, Shiela, Sesa, Ratih, Mega, Nostra, Indah, Ebi, Ining, Bagoes, Pipit

A4: Maria, Ayu, Ulima, Rahma, Hendra, Tsara, Andi, Amah, Nia

A5: Desi, Cacha, Deta, Iyan, Willy, Aden, Arif, Malik Mulki, Hanif

A6: Fajar, Dandi, Adit, Cahya, Janggi, Alieta, Rahyang, Ceche, Dimas, Bintaro, Iffa.

Good luck, Kelas A! See you on TOP. 

Tes Masuk PCS OJK 2013/2014 (part II)

Proses selanjutnya, pemberkasan.

Day I: proses pemberkasan, proses ini mengkroscek keaslian dokumen kita dan beberapa persyaratan lainnya. Spesial dokumen yang menjadi kendala dari teman-teman dan diberi waktu lebih untuk mengumpulkan adalah surat lolos butuh. Awalnya saya juga kurang paham. Ternyata maksudnya surat keterangan dari kantor sebelumnya yang menerangkan bahwa kita tidak lagi terikat hubungan kerja. Format penulisannya pun bervariasi menurut perusahaan masing-masing. Hiks! tidak sedikit teman-teman mundur dari penerimaan akibat tidak berhasil mendapatkan surat tsb, terutama bagi mereka yang berstatus Pegawai Negeri Sipil. Jujur, memang sedikit agak gambling karena pengumuman OJK terhitung mundur sekali dari jadwal, jadi ya H2C Harap-harap cemas gitu deh… Tips: datanglah sangat awal untuk mendapatkan nomer antrian. Saya datang nebeng kakak jam 08:00 baru dapat giliran tepat beberapa menit sebelum adzan Magrib. Oh mamen, mati gaya super menunggu.

Day II: job offering

Pada hari tsb kita dikumpulkan untuk melakukan penandatanganan kontrak Pendidikan Calon Staf OJK. Diberi waktu yang cukup panjang untuk memahami kontrak dan juga dibimbing oleh tim SDM. Credit to Ibu Danish deh yang mendampingi kami dari awal ujian tertulis hingga pemberkasan. Tips: bawa materai lebih untuk cadangan atau membantu kawan kesusahan. (HAHAHA buka lapak materai, lumayanlah kemarin).

Day III: acara protokoler

Jeda waktu antara pemberkasan dan acara protokoler lumayan lama, so bagi teman-teman yang tidak tinggal di Jakarta menjadi agak repot bolak-balik. Belum lagi persiapan hunting kost di dekat tempat belajar, LPPI, Jl. Kemang Raya. Bersabarlah, nanti ada gantinya kebahagiaaan luar biasa. Trust me.

Acara protokoler ini dimulai dari gladi bersih H-1, yaitu informasi dari tim DPSM (ceritanya, sudah dialihkan dari tim DSDM ke Pengembangan SDM). Kejutan 489 orang diterima sebagai calon staf OJK. Uwih kebayang itu kelas besaaaar sekali. Eniwei acara tsb berupa GB untuk upacara resmi (latiaaaaan pose foto bareng Dewan Komisioner OJK) dan hari H peresmian pembukaan masa PCS OJK I Tahun 2014 oleh Bp. Muliaman Hadad, Ketua DK OJK.

Artinya, awal dimana saya dan teman-teman hijrah ke Kemang untuk klasikal di LPPI, Kemang dan sudah pasti kost di Kemang Utara ini. Perjalanan hingga akhir tahun pun resmi DIMULAI (Februari, 2014). 

20140217_084524

Protokoler Peresmian Program PCS I OJK Tahun 2014

Tes Masuk PCS OJK 2013 (part I)

“Finally, I got my dream JOB, pak Ade!”

Kalimat pesan saya kirimkan kepada ex. HRD di kantor lama sesaat pengumuman penerimaan calon staf Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Sungguh, Allah mboten nate sare (tidak pernah tidur) untuk umat-Nya yang tidak pernah berhenti berusaha. Pencarian DREAM JOB saya mulai semenjak lulus S1 di tahun 2008 akhir. Coba dan mencoba beradaptasi dengan suasana dunia kerja memang tidak mudah bila mempertimbangkan makna kebahagiaan. Pada saat itu, alasan finansial bukan menjadi prioritas, yang penting bagaimana bekerja dengan hati senang. Penerimaan staf United Nations Pusat di New York belum membuahkan hasil yang baik, beruntunglah Negara ini mencetak sejarah baru dengan membentuk Lembaga Negara yang independen. Untuk saya yang sedikit tidak up date fungsi OJK, beruntung memiliki teman-teman FEB yang memberikan informasi penerimaan. “Tes OJK gih. Butuh HI loh…” -they said.

Tanpa panjang pikir, begitu mengetahui bahwa program OJK didesain ‘berkiblat’ pada PCPM Bank Indonesia, langsung mencoba mendaftar. Berikut secara singkat saya paparkan proses rekrutmen OJK PCS I Tahun 2014:

1. Seleksi Administrasi

Tes OJK diawali proses seleksi administrasi, pada proses ini calon pelamar diminta untuk melengkapi data diri beserta kelengkapannya secara online. Jalan Allah, ada Hubungan Internasional minimal S1 -bisalah ini lolos. Tipsnya, mohon tidak deadliner dalam mendaftar online karena terdapat pertanyaan uraian yang membutuhkan waktu cukup lama.

2. Tes Tertulis

Pada tahap ini saya lebih menyebut sebagai reuni KAGAMA, terutama HI, bukan ujian tertulis OJK. Mengapa? karena dalam satu ruang ujian, ko ya pas isinya anak HI UGM semua. DAMN! Something shit happen. astagfirullah, saya salah bawa map merah yang telah disiapkan berisi kelengkapan asli dll. Ko ya baru ketahuan di dalam ruangan saat ujian akan dimulai. Secara spontan, saya langsung menghadap petugas ujian dan kepala pelaksana ujian: alhamdulillah masih diperbolehkan ikut ujian dengan syarat kelengkapan harus tiba tepat pukul 12:00 saat ujian selesai. ALLAHU AKBAR, jalan Allah, kakak sedang berada di rumah dan tidak memiliki acara sehingga dapat mengantarnya ke PPM Manajemen di Tugu Tani, Jakarta. “Catet bakal peluk kakak kalo diterima, done!”

Materi tes tertulis: sesi I tes kreplin/ pauli beberapa menit dilanjut tes pengetahuan umum all about up date ekonomi Indonesia, akuntansi dan OJK. Sesi II pengetahuan bidang, Hubungan Internasional, biasalah macem tes HI di Kementrian Luar Negeri atau lainnya (perjanjian, up date berita internasional, tokoh-tokoh, dan hafalin saja pertemuan Multilateral beserta tahun & pertemuan keberapa). Bukan anak HI ah kalo gak bisa. lol Mirip-mirip ujian trivial Bu SMS di Pengantar Ilmu HI. Bisalaaaaah pasti. Untuk teman-teman bidang lain, mungkin juga standart bidang mereka. Sesi berikutnya, tes Bahasa Inggris (kecuali bagi mereka yang memiliki sertifikat TOEFL ITP). Bisalaaah pasti. Tips: biasakan membaca berita dan peka pada informasi dan pahami ilmu dibidangnya, rasanya tidak mungkin kebut semalam. Saya pun hanya mengandalkan daya ingat. Jadi persiapkan jauh-jauh hari apabila berminat mengikuti tes OJK.

Tes keOJK an: dalam tes ini secara general menuntut pelamar kerja mengenal ‘kepo’ tentang OJK. Saya saat itu nalar saja langsung buka website resmi OJK, undang-undang OJK UU OJK No.11 tahun 2011, ya visi misi, leaders,alasan dibentuk, jobdes, dan berita terkini OJK.

Tes Ekonomi Dasar: ya untung bisa akuntansi dasar dan pengetahuan tentang ekonomi mikro makro prudensial.

Dalam tes ini saya berusaha sangat fokus agar dapat menyelesaikan semua pertanyaan yang banyaakkk itu dan yakin bahwa ijazah kelengkapan dokumen saya keburu diantar kakak sebelum jam 12. Jadi cepet2 selesai biar bisa keluar ruangan ambil ijazah dan lainnya.

Tips: tidur cukup, sarapan, tenang, doa ortu dan cek berkas kartu ujian dll.

3. Tes Psikotes

Tahap ini menurut saya bukan tes ya, karena psikotes akan membantu penerima kerja dalam menggali karakter dari calon pegawai. Jalan Allah, pernah ikut personal development ala Ibu Psi. Ratih Ibrahim sehingga memahami minat dan bakat dari diri saya. Tips saya, tutup deh itu buku psikotes, sekedar untuk melatih agar tidak gugup gpp, asal tidak menjadikan kunci jawaban tsb sebagai patokan dalam menjawab soal tes. Mindset yang saya tanam: psikotes ini hanya tools untuk mengkonfirmasi karakter yang saya miliki apakah sesuai dengan pekerja di OJK nantinya, disesuaikan dengan kompetensi yang saya miliki. Jenis tes: standart psikotes lah… yang penting konsisten dan persisten dalam mengerjakan. Belakang setelah saya masuk OJK, hal tersebut namanya integritas. Faktanya, ko ya setiap berkenalan sesama PCS dan PCPM BI karakter generalnya sama, yaitu salah satunya memiliki jiwa integritas tinggi. Mungkin itulah yang dicari dalam tes OJK.

4. Wawancara Psikolog

Tahap ini merupakan tahap konfirmasi yang dilakukan psikolog terhadap kita. Rada gugup karena paling gimana gitu ya ditanya-tanya ahlinya tapi mereka sebenarnya sudah tahu kita (dari hasil psikotes). Tipsnya, berikan penjelasan apa adanya terkait CV di pendaftaran online dan pertanyaan mereka. Mindset: pewawancara hanya mengkonfirmasi informasi. Sedikit bisa menguasai medan karena kebetulan saya memiliki teman-teman lulusan psikologgi atau manajemen, belum lagi pernah di tes beneran oleh bu Ratih Ibrahim. Percaya diri sajalah… ini hanya proses konfirmasi.

5. Tes Wawancara User

Lha ini…. baru saya panik. Eits, untuk mengatasinya saya butuh persiapan ekstra. Saya menyusun list daftar pertanyaan, flow menceritakan CV, OJK, keluarga, shadow of future, dan sudah pasti kompetensi saya dibidang HI. Saya pun meminta waktu teman sekantor, HRD, berlatih wawancara. Beliau menyampaikan apa yang biasa ditanyakan dan bagaimana menguasai medan wawancara user. Tips: tatap mata user dengan yakin; jawab dengan tegas, jelas, runut; tidak mudah terbawa suasana baik merasa nyaman ataupun tegang; pastikan menguasai flow CV, OJK, dan berita terkini. Untuk menggali kompetensi, dua orang user bertanya tentang ke-HI an terkait kerjasama bilateral dan multilateral, OJK, dan pengalaman yang dapat mendukung. Untuk keluarga, ditanya tentang komitmen bekerja, common sense-laaah. Jelas diawal si Ibu user menjelaskan bahwa “mbak ratih, kami hanya ingin mengkonfirmasi…” Iyes klop! sesuai dengan minset saya sehingga tidak sulit membangun komunikasi dengan mereka. Wawancara yang lebih mengarah pada diskusi pun dimulai dengan renyah.

Oia, saya sempat proactive memberanikan diri menyampaikan portofolio yang sudah saya siapkan dengan rapi: sertifikat juara, abstraksi beberapa karya tulis, sertifikat keikutsertaan dalam conference, dan sebuah majalah Jalanjalan edisi terbaru September 2013 yang memuat karya saya. Beliau berdua tidak memiliki waktu banyak untuk melihat detail, jangan berkecil hati at least mereka notice kita mampu berkarya. Tes OJK belum selesai. Lanjut!

6. Tes Kesehatan

Alamak! ini yang paling mendebarkan karena berat badan saya sedang naik diambang index massa tubuh. Hiks. Entah apa yang bisa saya berikan tips selain jogging pagi jauh-jauh hari, minum air putih secara regular, buah dan hindari kelebihan kolestrol-gula. Ajaib jalan Allah deh bila tentang tes kesehatan. karena adapula teman pandai tapi tidak lulus tes ini. Apapun itu tetap keep spirit alive ajalah dalam tes OJK ini.

7. Tes Psikiatri

Tahap tes ini paling melelahkan karena kita diminta menjawab pertanyaan yang “kalau kita dalam kondisi manusia normal jiwa pasti ya akan biasa saja”. Materi tes ini Jalan Allah saya temukan dari browsing di internet. Misalnya apakah Anda takut dengan api…ya enggaklah, api di perapian api di kebakaran akan enggak ngejar kita….. Katanya sih, ada slot nilai tingkat kebohongan… Tips: hayolo, kerjakan dengan serius dan sewajarnya saja yah. Tes ini diadakan oleh third party lainnya, RS Jiwa Islam Jakarta (hwkwkwkw- karena saya alhamdulillah normal)

PENGUMUMAN tes OJK DIUNDUR… inilah ‘seni’nya ikut tes OJK ala PPM Mandiri pasti akan ada mundur jadwal pengumuman. So bersabarlah meski sulit untuk menunggu ketidakpastian ditengah harapan. Tips yang saya pegang adalah mengingat kalimat mentor saya: “biasanya kalo itu DREAM job biasanya jadi berHARAP. Nah berhati-hati ya, Ratih” -pesan pak Ade. Selanjutnya, sangat wajar bila kita sebagai umat beragama berdoa dan beribadah khusus dalam pencapaian hajat ini. Sempatkanlah, sholat Dhuha dan malam sebanyak-banyaknya rakaat dan bersedekahlah. Posisikan kita sungguh tidak punya kuasa, selaian kuasa Allah. Legowo ikhlas lahir batin memberikan apa yang kita miliki untuk bersedekah. Saya memegang prinsip dari mentor saya, mas Hangga, “semakin banyak memberi, semakin banyak menerima” Ini semacam olah kekuatan otak kanan, si Ippho Right. Selamat mencoba dan berjuang! jangan lupa ya pada nazar bila sudah diterima, karena perjalanan sesungguhnya baru DIMULAI.

Alhamdulillah. OJK menjadi solusi terbaik bagi saya dan orang tua. Keduanya sudah tenang karena si bungsu dapat bekerja dengan tenang di tempat terbaik, insyallah. Tips, jika Anda memiliki kesempatan ikut dalam rekrutmen PCPM Bank Indonesia, persiapkanlah dan pergunakanlah baik-baik karena saya salah satu yang tidak memiliki kesempatan itu, ditengah kakak dan teman-teman saya bercerita bagaimana kisah mereka ikut PCPM. Saya sudah kepentok di administrasi: kakak kandung. POSITIF-nya, senior-senior saya di OJK sekarang adalah teman-teman kakak saya, so Allah sungguh Maha Pengatur. Kini saya tinggal fokus belajar pada mereka. Bismillah.

-Ratih, Kemang, Mei, 2014

Credit to my mentors during this recruitment:

pak Ade Fitriansiah, KAGAMA Psikologi 2001 dan mas Hangga Ady, KAGAMA HI 2002.

ojk_foto

Kartu tes OJK 2013

***Tulisan ini hanya sharing apa yang telah saya jalani tahun 2013, dengan demikian mohon maaf penulis tidak lagi (senang) menerima pertanyaan via email secara pribadi karena mostly sudah disampaikan pada comments dan tentang detail soal-soal (since I am not a HR/ recruiter) yang akan keluar. Dan apabila memang ada pertanyaan silakan pada kolom comments agar pembaca lain dapat membaca, sehingga saya tidak lelah tanggung jawab moral menjawab. Harap maklum.

Dipersilakan kroscek pada comments sebelumnya pada tulisan ini atau edisi re-post judul ini. Tidak dapat membalas email dengan topik sama secara berulang. Harap maklum.